NovelToon NovelToon
Materialistic Wife

Materialistic Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: capr.gurlll

Lady suka uang.

Lady juga cinta uang!

But, jika Lady disuruh memilih antara Ace atau uang, maka jawabannya sudah pasti Ace, karena bagi Lady, Ace adalah sumber uangnya. Simple kan jawabannya..

Menikah dengan Ace adalah salah satu hal yang tak pernah terlintas di pikiran Lady. Menikah dengan cowok galak yang memiliki tingkat kesabaran setipis tisu. mungkin juga lebih tipis dari tisu, gak tau deh.

Andaikan saja cowok itu tidak kaya raya serta berwajah jelek, maka mustahil Lady mau menerima perjodohan paksa ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon capr.gurlll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 11

Gaidan mengernyit. "Maksud lo, Yuna?"

"Yuna siapa?" tanya Lady kebingungan.

"Itu tuh cewek yang selalu dibawa sama Leon ke Warbuk," jawab Gaidan. "Asal lo tau, Yuna itu lucu, imut, gemesin, manis juga. Gila kali abang lo kalau sampai nganggap cewek selucu itu jadi babu," imbuh Gaidan.

"Ayang, kamu apa-apaan, sih?" sahut kedua gadis itu dengan cemberut saat mendengar ucapan Gaidan barusan yang terlalu meninggikan Yuna.

Gaidan tersenyum tipis melihat kedua pacar cantiknya itu yang cemburu. "Sorry, My ladies-ladies. Abang khilaf," ucapnya sembari mengusap lembut rambut kedua gadis itu secara bergantian.

Lady mendengus tak suka mendengar omongan Gaidan barusan yang terlalu lebay memuji si Yuna atau Yuni tu.

"Nggak usah berlebihan gitu kali mujinya. Nih, ya, dimana-mana itu cantikan gue, imutan gue, seksian gue, manis juga gue. I'm perfect, nggak ada yang lebih segala-galanya dari gue. Okey?" Lady melipat kedua tangannya di depan dada sambil mengangkat tinggi dagunya, membuat semua anak Thunder langsung mengangguk setuju kecuali Kellan, Ace, dan juga Leon yang malah menatapnya dengan datar.

Sombong amat, Neng.

Ketika kembali, Atan mengernyit bingung saat melihat David yang gemetar ketakutan di atas meja. David merangkak naik ke pundak Atan sambil sesekali menatap Ace dengan takut.

"Makasih, Atan." Lady kemudian menyantap es teh dan semangkok baksonya yang sudah dibawakan oleh Atan. Tentu saja dengan menggunakan uang Ace.

BRAK!

"POKOKNYA LO HARUS NERIMA GUE JADI CEWEK LO!" Zena menggebrak meja tempat anak-anak Thunder itu duduk hingga seluruh penghuni kantin tersentak kaget.

Uhuk!

Para anak-anak Thunder tersebut buru-buru menyodorkan segelas air putih kepada Lady dan menepuk-nepuk punggungnya. Lady tersedak bakso sebesar biji bola mata.

Zena berkacak pinggang seraya menatap kesal Kellan yang sejak tadi hanya mendiaminya dan memilih untuk membaca buku.

"Zena, Lady!" panggil seorang guru yang membuat si pemilik nama berbalik ke arahnya.

"Kenapa, Bu?" tanya Lady sambil menghampiri Bu Pratiwi yang sedang berdiri di pintu kantin.

Bu Pratiwi kemudian menghela panjang nafasnya. "Semua anak-anak OSIS harus rapat penting sama Pak Jaya," ucap Bu Pratiwi. Entah mengapa, namun firasat Zena menjadi tak enak setelah mendengar itu.

"Karena semua anak OSIS bakal rapat, otomatis kantin ini nggak ada yang ngejagain. Jadi, saya minta sama kalian berdua agar mau menjaga kantin ini, ya?" pinta Bu Pratiwi.

Tuhkan, benar.

"Tapi, Bu-"

"Ibu nggak bisa percaya sama yang lain. Kalau Zena, dia bisa bela diri. Dia bisa bantuin kamu kalau ada apa-apa. Kalau kamu Lady, kamu bisa diandalkan. Lagipula, pasti bakal banyak murid-murid cowok yang belanja kalau kamu yang jagain kantinnya," ucap Bu Pratiwi

Bu Pratiwi tersenyum miring saat melihat wajah Lady yang menjadi berbinar.

"Kamu, kan, cantik, Lady. Imut, lucu, sama pintar juga. Pasti banyak, dong, murid-murid cowok yang pengen dekat sama kamu kalau kamu yang jagain kantinnya." Bu Pratiwi kini bisa melihat Lady yang tersenyum songong.

"Lagipula, emang kamu nggak mau ngeliat seberapa ramainya penggemar kamu kalau kamu yang ngejagain kantinnya?" imbuh Bu Pratiwi.

Bu Pratiwi itu istilah, not Do-Re-Mi-Fa-Sol-La-Si-Do.

Bisa bernada lembut, lemah, letih lesuh, gemulay, menggoda, membujuk, manis sekali. Bisa juga bernada tinggi, kuat, nyaring, pokoknya Bu Pratiwi sangat berbakat.

Zena menggeleng melihat Lady yang sudah mengibas-ngibaskan rambut panjangnya kesana kemari.

lima menit kemudian, kini tampak Lady dan Zena yang sedang berdiri di kasir kantin sambil menggantikan tempat para anak-anak OSIS yang sedang rapat.

Kantin di SMA Star ini memang dijaga oleh para anak OSIS. Kasir dan pembuat makanannya memang adalah anak OSIS. Jadi, jika mereka sedang rapat seperti ini, maka para guru pasti akan ling-lung mencari pengganti sejenak.

"Lo ngapain malah mau-mau aja, sih, Lad?!" omel Zena sambil mengacak-acak frustasi rambutnya.

Lady berdecak. "Pergi lo sana, biar gue aja yang jaga kantinnya sendirian."

"Dongo! Emang lo bisa?! Gimana kalau ada apa-apa?!" sentak Zena yang menolak pergi dari sana.

Zena kemudian menatap satu persatu murid-murid cowok yang kini sedang berkerumun di depannya untuk mengantri. Benar kata Bu Pratiwi.

"Zen, Bakso goreng ada nggak?" tanya salah satu murid cowok sambil sesekali melirik genit kepada Lady yang sedang menggoreng makanan.

Zena menggebrak meja kantin. "CARI SENDIRI, BEGO! MATA LO EMANGNYA BUTA SAMPAI NGGAK BISA NGELIAT BAKSONYA LAGI DIGORENG SAMA LADY?!"

"Zen, kalau sama pelanggan harus sopan, nggak boleh marah-marah gitu," ucap Lady, mencoba menenangkan.

"Zen, di sini ada sianida atau racun tikus nggak?" tanya salah satu murid cowok yang mengusap rambut model cepmeknya kebelakang.

Zena berdecak. "LO KALAU MAU BUNUH DIRI, BUNUH DIRI AJA! NGGAK USAH GANGGUIN GUE DI SINI, BAB*!"

"Kalau sama pelanggan harus sopan, jangan teriak-teriak gitu," tegur Lady sekali lagi.

"Zena, di sini ada-"

"APA? MAU NYARI APAAN LO DI SINI, ANJING?!"

Sementara dari jauh, seluruh anak-anak Thunder tersebut lantas hanya bisa geleng-geleng kepala sambil menutup telinga mereka saat mendengar Zena mengumpati semua pelanggannya.

...••••...

"SYALOM! HALO, MOMMY AKU YANG PALING CANTIK SEDUNIA!"

Lady berlari menghampiri Anetta yang sedang berbaring di atas brankar rumah sakit.

Netta tersenyum tipis melihat putri bungsunya itu yang datang menjenguknya. "Damai dihati."

"Damai dihati. Eh, ada Neng Lady!" Mbok Yaya tersenyum lebar melihat anak majikannya itu yang datang kemari setelah tiga minggu tidak pernah bertemu.

Lady memeluk erat tubuh Netta, membuat Mbok Yaya menjadi uring-uringan. Masalahnya, tubuh Netta sangat lemah, tapi malah dipeluk kencang sama Lady.

"Mom, i miss you so much," ucap Lady kegirangan.

"Iya, Sayang. Mommy juga kangen banget sama kamu," balas Netta yang berusaha setenang mungkin agar tidak mendorong Lady dari balkon karena mencekeknya.

Mbok Yaya menarik pelan tubuh Lady agar menjauhi Anneta. "Neng, Nyonya jangan dicekek kayak gitu," ucapnya lembut.

Lady tersenyum lebar. Kali ini ia malah memeluk kencang Mbok Yaya yang membuat wanita paruh baya itu meringis.

Netta cengengesan melihat Mbok Yaya yang tercekik karena pelukan maut Lady.

"OH MY GOD, OH MY GOD, OH MY GOD! AKU KANGEN BANGET TAU SAMA KALIAN BERDUA!" sahut Lady yang amat kegirangan.

Lady melepaskan pelukannya dari Mbok Yaya dan kemudian meletakkan buah-buahan yang dia bawa ke atas nakas.

"Ace mana, Sayang?" tanya Netta seraya mengusap lembut rambut panjang Lady.

Lady mengangkat acuh bahunya dan mendudukkan badannya di samping Merta. "Nggak tau, Mom. Paling juga lagi nongkrong sama Leon."

Lady kemudian menatap wajah cantik mommynya itu yang tampak sangat pucat. Lady meringis melihat selang infus yang terpasang di tangan mommynya.

"Mommy down lagi karena kangen sama Daddy?" tanya Lady, membuat Mbok Yaya menatap anak dan Ibu itu dengan prihatin.

Hati Mbok Yaya seketika meringis tak tega saat melihat iris coklat Netta yang berkaca-kaca.

Selama sembilan belas tahun ia bekerja di rumah keluarga Maesa, Mbok Yaya dapat mengambil kesimpulan bahwa kesehatan Anetta menjadi semakin down karena kepergian almarhum suaminya. Lasendo Maesa.

1
capr.gurlll
yok komen gess biar author makin semangat nulisnya🤩👐 yang mau recom alur ceritanya bisa bgt. boleh komen atau langsung chat ya🫰
Adinda
jd yang melanjutin perusahaan daddynya,Leon Ya thor
capr.gurlll: yaps putera mahkota Maesa🤭 stay tuned yaa untuk visualnya leon😍
total 1 replies
Annisanur hasanah
kak di tunggu updatenyaa mereka lucu bgttt
capr.gurlll: kak😍🙏👍
total 1 replies
Annisanur hasanah
ga expect😭
Annisanur hasanah
wkwkkw cod ga tuh😄
Annisanur hasanah
hallo kak, aku berkunjunggg
MayAyunda
keren👍
Annisanur hasanah
gemas lucu ya mereka🤭
Annisanur hasanah
mampir kak😍
❄Snow white❄IG@titaputri98
Mampir kak, baca 1 bab dulu
capr.gurlll: thankyou😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!