NovelToon NovelToon
Ku Mohon Cintai Aku

Ku Mohon Cintai Aku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Hamil di luar nikah / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:171.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Riya_Rayya

Dijual sang ibu pada lelaki tua membuat hidup Reva hancur. Ia begitu benci pada dirinya saat harus kehilangan kehormatan yang selama ini ia jaga.

Reva memutuskan untuk bunuh diri.

Namun tak disangka, sepasang kekasih telah menyelamatkan hidupnya dan membernya kehidupan yang layak.

Sejak awal pertemuan mereka, Reva malah mencinta laki laki yang bernama Kenzo itu. Laki laki yang sudah memiliki kekasih hati.

Hingga sebuah tragedipun terjadi. Tanpa unsur kesengajaan, Reva telah hamil anak Kenzo.

Lalu bagaimana kisah cinta Reva? Apa yang akan terjadi pada kehidupan kedepannya?

Akankah ia mendapatkan cinta Kenzo yang jelas jelas sudah berlabuh pada kekasihnya?

Yuk ikuti kisahnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riya_Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengadzaninya

"pak, silahkan urus administrasi dan data data istri bapak dulu di resepsionis"

"kenapa saya yang harus mengisi data data ini?" sahut Reyhan bingung

"lalu siapa yang harus mengisi data data pasien? bapak kan suaminya?"

"bukan, saya bukan sua__"

"pak, cepatlah! kondisi istri bapak sangat menghawatirkan. ini begitu mendesak. Dokter mengatakan istri bapak harus segera dioperasi demi menyelamatkan bayi yang ada dalam kandungannya"

"maksutnya?"

"dokter akan melakukan operasi besar, karena selain mengambil bayi, dokter juga akan mengangkat sel kanker yang ada dalam tubuh istri anda"

"apa? sel kanker?" apalagi ini? mengapa hidup wanita itu sangat bermasalah?

"iya pak, dan bapak juga harus menentukan satu pilihan siapa yang akan di selamatkan jika ada permasalahan dalam operasinya nanti? ibu atau bayinya?"

Deg

Reyhan benar benar di buat bingung akan permasalahan gadis yang baru saja ia tolong.

"pak"

"ah iya, selamatkan ibunya saja"

"baiklah"

Setelah menyelesaikan semua administrasi dan data data Reva, Reyhan terduduk di kursi tunggu. Ia tak menyangka jika akan terlibat sejauh ini dalam permasalahan Reva.

Ia tak mengenal Reva, Ia tak tahu siapa Reva, tapi entah mengapa ia tak juga bisa untuk tak peduli pada gadis malang itu.

Bahkan tadi saja saat mengisi data data Reva, ia memilih menggunakan data pribadi miliknya karena ia pun juga tak tau dimana tempat tinggal gadis yang bernama Reva tersebut.

Beberapa jam kemudian, dokter keluar. Dan saat itu juga Reyhan mendekat, ia ingin sekali segera megetahui kondiso Reva. Karena jujur saja, sejak tadi jantungnya terus berdendang dan bersenam.

"bagaimana dokter?"

"alhamdulillah... semuanya selamat, hanya saja kondisi sang ibu sangat lemah"

"terimaksih dokter, mm.. apa saya bisa menemuinya?"

"sebentar lagi ya, kami akan memindahkannya ke ruang rawat"

Tak berapa lama kemudian, Reva dan bayinya sudah di pindahkan ke ruang rawat inap. Reyhan pun sudah berada di dalam ruangan tersebut.

Dilihatnya wajah cantik yang pucat tengah menatap ke arahnya. Perlahan ia mulai menuntun langkahnya untuk mendekati brankar dimana tempat Reva berbaring.

"tuan.." lirih Reva.

"sstt.. jangan banyak bergerak dan bicara dulu, kau masih lemah"

Reva tersenyum tipis "tuan terimakasih atas bantuan tuan, tapi.."

"tapi apa?"

"bolehkan saya minta bantuan tuan sekali lagi?"

"apa?"

"apalah tuan seorang muslim?"

"ya, kenapa?"

"karena tuan seorang muslim, saya mohon tuan bersedia mengadzani putri saya"

Deg

Reyhan terdiam. Ia tak tahu harus menjawab apa. Mengadzani putri kecil yang masih merah ini? Apakah ia sanggup?

"tuan.. kenapa? apa tuan keberatan?"

Reyhan masih tak bergeming, ia masih ragu untuk mengatakan iya atau tidak.

"baiklah kalau tuan keberatan, maaf kalau saya terlalu banyak permintaan, saya__"

"baiklah, saya akan mengadzaninya"

"terimakasih tuan"

Reyhan segera mengambil bayi yang masih merah yang berada di samping Reva. Ia tak merasa kaku sedikitpun karena dulu ia sering merawat bayinya sendiri lantaran sang istri meninggal dunia saat melahirkan putranya.

Saat Reyhan mengadzani putri kecil itu, entah mengapa hatinya tiba tiba berdesir hebat. Ia bahkan menitikan airmatanya.

Ya, ternyata Reyhan sangat bersyukur melihat Reva selamat. Jika saja salah satu diantara mereka berdua ada yang tak selamat, pastinya salah satu diantara mereka akan tersakiti seumur hidup.

Apalagi Reyhan tak bisa membayangkan bagaimana jika tadi Revalah yang tak terselamatkan. Bagaimana nasib putri kecilnya? Siapa yang akan merawatnya?

Sementara Reva, ia pun juga meneteakan air mata bahagia. Akhirnya ia bisa melihat wajah cantik putri kecilnya.

Meskipun ia juga merasakan sesih yang teramat dalam lantaran di usianya yang baru menginjak satu hari, Putrinya tak memiliki seorang ayah.

Tapi Reva berjanji, ia akan menjadi ibu sekaligus ayah bagi putrinya. Ia akan menjadi garda terdepan untuk melindungi putri yang baru saja menghirup udara dunia.

"terimakasih tuan.." ucap Reva saat Reyhan selesai mengadzani bayinya dan meletakkan kembali bayi itu ke sampingnya.

Reyhan hanya tersenyum dan mengangguk. Ia merasakan hetaran aneh saat melihat senyum Reva. Namun secepat kilat ia membuang jauh pikiran itu.

oee.. oee..

Tiba tiba saja bayi Reva menangis kencang. Hal itu tentu membuat kedua orang dewasa berbeda jenis terlihat bingung.

"tuan, sepertinya bayiku haus, apa boleh saya memberinya asi dulu?"

"tentu saja" Reyhan masih diam di tempatnya

"tuan.. apakah tuan bisa keluar sebentar?"

"ah ya, aku akan keluar"

Saat Reyhan berbalik, Reva pun segera mengeluarkan satu pa**daranya. Namun ia berdesis karena menahan sakit perut karena jahitan operasinya tersebut.

Mendengar desisan Reva, Reyhan pun segera berbalik badan menghampiri Reva. Matanya membulat saat melihat satu pepaya bulat yebgah tergantung di sela baju Reva.

"t..tuuaan" lirih Reva sembari memasukkan kembali dengan cepat payu**ranya.

"maaf, aku hanya ingin membantumu duduk dengan nyaman"

Revapun mengangguk mengiyakan bantuan Reyhan. Karena ia memang sedang kerepotan menata posisi duduknya.

Reyhan membantu Reva untuk duduk. Reva terlihat meringis kesakitan di bagian perutnya. Mungkin karena obat bius di jahitan operasi yang telah memudar efeknya hingga saat bergerak sedikit saja rasanya akan semakin sakit.

Namun Reva tak menghiraukan rasa sakitnya, yang ia pikirkan adalah secepatnya memberikan ASI untuk bayinya.

Sementara Reyhan, Ia seolah merasakan gejolak darah muda tengah mengalir dalam tubuhnya saat melihat gumpalan daging kenyal di sela baju Reva yang belum terkancing itu.

Bagaimana jika gundukan itu di hisap? ah! pasti sangat nyaman dan enak.

Astaghfirullah.. Sadar Rey...

Reyhan menggelengkan kepalanya, ia segera membuang jauh pikiran kotornya itu dan memilih keluar ruangan tanpa menatap Reva.

Jujur saja, sudah empat tahun lebih dirinya tak merasakan kehangatan tubuh seorang wanita. Jadi wajar saja jika ia akan tergoda saat melihat bagian tubuh wanita yang terpampang nyata di depannya.

.

.

.

1
ilyas Baihaqi
Luar biasa
Nefi Ichwan
Lumayan
Riya Rayya: terimakasih kakak atas partisipasinya..
total 1 replies
Nefi Ichwan
Biasa
AR Althafunisa
terima kasih aka author krna sudah menyelesaikan ceritanya. Aku sukak 🥰❤️
AR Althafunisa
Alhamdulillah... masih ada orang baik 😭😭😭
AR Althafunisa
pergi Reva... jangan mengemis cintanya 😭😭😭
AR Althafunisa
😭😭😭
AR Althafunisa
😭😭😭😭😭
AR Althafunisa
😭😭😭😭nangis aku bacanya 😭😭😭😭😭
AR Althafunisa
😭😭😭😭 kasihan Reva takdir hidup sungguh mengenaskan 😭😭😭😭😭
Charisma Putra M Putra
👍👍👍👍👍🌹🌹🌹🌹
Riya Rayya: terimakasih atas partisipasinya dalam menilai cerita aku kakak ..
total 1 replies
Evi Arlis susanti
sangat baik
Riya Rayya: terimakasih atas partisipasinya kakak..
total 1 replies
Nana Bati
tidak ada yg ingin berada di situasi seperti reva, takdir lebih kuasa, jgn menyerah dengan sabar akan berbuah baik... semangat terus thor 👍👍
Ayen Tan
modus apa bnr yesel hadehhh
Anonim
Bosan mls
Anonim
Penulis andalan terakhir saling mencintai jijik sekali maaa perempuan perebut pacar org yg ditolong ko bahagia kapan matinya Kejora ygbaik
Anonim
Kapan mati reva
Anonim
Perempuan murahan jadi ratu
Anonim
Anjing kau Reva murahan kau benci saya
Dafila Nurul
bagus ceritanya.
Riya Rayya: terimakasih.. 😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!