SEASON 2 JIN PERUSAK RUMAH TANGGA DAN JIN BAJANG.
Rahi dan Daaris mulai bisa menerima satu sama lain dan berkomitmen untuk tidak bercerai meski batas waktu pernikahan mereka telah berakhir.
Apakah mereka bisa mempertahankan biduk rumah tangga mereka jika jin perusak rumah tangga mulai masuk merecoki mereka, ditambah lagi dengan keberadaan jin bajang didalam rahim Rahi, apakah mereka bisa menang melawan mereka atau justru Rahi dan Daaris yang akan dikalahkan dengan mudah oleh musuh-musuh manusia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sesuai Dugaan
Selepas sholat Isya, Rahi mulai di rias oleh seorang make up artis yang sengaja di bawa oleh tangan kanannya Ny.Aila ke-6 dari kota J.
Sekarang jam sudah menunjukan pukul 20:30 dan acara akad nikah antara Rahi dan cucunya Ny.Aila ke-6 akan segera di laksanakan.
Rahi menunggu dari dalam bilik kamarnya ketika acara akad nikah sedang di langsungkan, jantung Rahi dag-dig-dug saat ia di panggil untuk menemui suami sahnya yang barusaja telah berhasil mengucapkan ikrar suci di hadapan Pak Penghulu yang di saksikan oleh 2 orang saksi dan di lihat oleh kedua orang tua Rahi, keluarganya Pak Ahmad dan seluruh keluarga besar Tjandra Aila yang barusaja tiba sejam yang lalu di rumahnya Pak Ahmad, masyarakat yang berada di sekitar rumah Pak Ahmad juga ikut menyaksikan acara akad nikah tersebut.
Rahi mulai berjalan keluar dari dalam kamar dan di antar oleh orang-orang terdekatnya untuk menemui suami sah-nya yang saat ini sedang berada di halaman depan rumahnya Pak Ahmad yang ternaungi oleh balandongan/tratag yang tadi pagi di pasang oleh para pekerja.
Meski Rahi merasa gugup tapi senyum di bibirnya terus mengembang tidak bisa ia bendung, Rahi berjalan dengan menundukkan kepalanya yang menandakan bahwa saat ini ia sedang malu-malu.
Saat sudah sampai di hadapan suami sah-nya, Rahi masih tertunduk malu dan suami sah-nya Rahi juga masih terdiam seribu bahasa, semua orang menganggap bahwa sepasang pengantin baru itu sedang mengalami rasa malu-malu yang akut, akhirnya ibu Rahi memerintahkan Rahi untuk melihat wajah suami sah-nya.
"Sayang jangan nunduk terus dong, cepat angkat wajah kamu dan pandanglah suami kamu" ucap Ibu Rahi.
Perlahan tapi pasti, Rahi mulai mengangkat wajahnya dan memandang wajah suami sah-nya, yang kini sedang berada tepat di hadapannya dan suara musik mulai mengalun
Jeng
Jeng
Jeng
Napas Rahi tercekat saat melihat wajah suaminya.
"Dimana Daniel?" tanya Rahi kepada orang yang ada di depannya.
"Dia telah pergi" jawab orang yang ada di depannya.
Mata Rahi mulai tergenangi oleh air mata dan di waktu yang bersamaan hatinya merasakan rasa sakit yang teramat perih saat mengetahui hal ini.
Flashback
Saat Daniel akan di dandani oleh seorang make up artis, Ny.Aila ke-6 menghentikannya dan memberitahukan bahwa yang akan menikah dengan Rahi saat ini adalah Daaris.
Daniel tidak terima dengan keputusan Ny.Aila ke-6 dan mulai mempertanyakan alasannya
"Nek kenapa kau memutuskan hal yang seperti ini huh? bukankah kemarin malam kau bilang akan menikahkanku dengan Rahi dan tadi kau juga bilang bahwa kau ingin melamar Rahi untukku kan Nek?" tanya Daniel.
"Daniel tolong maafkan Nenek ya, yang tadi malam telah menjanjikan sesuatu hal yang belum pasti kepadamu, seharusnya Nenek memastikan kebenarannya terlebih dahulu sebelum menjanjikannya kepadamu, dan perihal lamaran tadi, Nenek tidak pernah menyebutkan lamaran itu untukmu tapi Nenek hanya bilang bahwa Nenek ingin melamar Rahi untuk cucu Nenek sang pemilik gelang yang sedang di pakai oleh Rahi" ucap Ny.Aila ke-6
"Bukankah secara tidak langsung tadi Nenek mengatakan bahwa nenek melamarkan Rahi untukku, sang pemilik gelang yang sebenarnya" ucap Daniel
"Daniel apakah kau belum mengerti maksud ucapan Nenek barusan yang mengatakan bahwa nenek telah menjanjikan sesuatu yang belum pasti kepadamu huh?"
"Tidak, aku tidak mengerti maksud ucapan Nenek, tolong jelaskanlah dengan cara yang jelas nek, jangan berbelit-belit" pinta Daniel
"Gelang yang di pakai Rahi bukanlah milikmu, tapi gelang itu adalah milik Daaris" jelas Ny.Aila ke-6 langsung ke intinya
"Itu tidak mungkin, pasti Nenek sedang mengada-ngada-kan?" ucap Daniel tidak percaya.
Daaris juga tidak percaya akan perkataan Ny.Aila ke-6 "mustahil" ucap Daaris, bukan hanya Daaris dan Daniel yang tidak percaya tapi seluruh keluarga inti Tjandra Aila yang sedang berada di ruangan itu juga tidak percaya dengan kenyataan yang ada.
Karena mereka semua tidak percaya dengan ucapan Ny.Aila ke-6, akhirnya Ny.Aila ke-6 memerintahkan tangan kanannya untuk mengambilkan alat khusus yang tersimpan di dalam kotak khusus yang saat ini kotak itu sedang berada di dalam mobilnya Ny.Aila ke-6, Tangan kanannya Ny.Aila ke-6 mematuhi perintah Bos besar-nya dan dengan segera ia mengambil alat khusus tersebut.
Beberapa menit kemudian, tangan kanannya Ny.Aila ke-6 sudah kembali keruangan itu dan segera menyerahkan alat khusus itu kepada Ny.Aila ke-6, Ny.Aila ke-6 pun menerima alat khusus tersebut.
Ny.Aila ke-6 lalu memanggil Daaris untuk mendekat ke arahnya dan mulai memeriksa gelang yang sedang Daaris pakai.
"Coba kalian (Daaris dan Daniel) lihat sendiri nomornya" perintah Ny.Aila kepada kedua cucunya.
Saat melihat nomor tersebut, mereka tidak percaya dengan apa yang di lihatnya "pasti mataku saat ini sedang bermasalah, tidak mungkin nomor di gelang Daaris bernomor 3 (tiga)" ucap Daniel
"Mustahil, kenapa nomor di gelangku berubah?" ucap Daaris bertanya-tanya
"itu semua pasti di sebabkan oleh sikap keteledoran kalian berdua" ucap Ny.Aila ke-6
Semua anggota keluarga inti Tjandra Aila yang sedang berada di ruangan itu, ikut mengintip nomor yang tertulis di gelang Daaris dan nomor yang mereka lihat adalah angka 3 (tiga).
Daaris dan Daniel mulai berpikir keras mengingat-ngingat waktu tertukarnya gelang itu tetapi mereka tidak bisa menentukan waktu pastinya, karena dulu Daniel dan Daaris jika sedang bermain Game di kamar Daniel, mereka selalu melepaskan gelang mereka dan meletakannya secara berjejeran, mereka sebenarnya merasa risih jika harus memakai gelang itu sepanjang hari dan akan melepaskan gelang itu sementara jika sedang berada di dalam kamar mereka.
"Untunglah kalian itu masih bernasib baik karena selama gelang itu tertukar, kalian tidak mengalami musibah yang buruk" ucap Ny.Aila ke-6
"Terutama kamu Daniel, untunglah kau masih baik-baik saja meskipun kau tidak memakai gelang di pergelangan tanganmu" ucap Ny.Aila ke-6 lagi
Daaris dan Daniel hanya terdiam saat mendengar ucapan Ny.Aila ke-6.
"Lebih baik sekarang kamu (Daaris) bersiap-siap untuk di dandani" perintah Ny.Aila ke-6
"tapi Nek" ucap kakak beradik itu
"tidak ada tapi-tapian, kalian harus bisa menerima kenyataan saat ini dan setelah satu tahun berlalu kalian bisa bersama lagi dengan pasangan-pasangan kalian masing-masing" ucap Ny.Aila ke-6
"maksud Nenek apa?" tanya Daniel
bersambung
x seperti ilham yg ku kenali 😒,, suka guna kekurangan utk raih impati org spt aku 😔.. wlu Bkn dgn Wang ringgit tetapi mencuba agar x jatuh, motivasi utk bangun..
rupa nya selama ni, ku buang masa pd org yg x hargai aku.. ku x minta cinta,cuma ku x suka di tipu
Orang ingin ramai untuk hilangkan rasa takut, dia malah usir demi mo jalankan misi berduaan dgn Rahi
bertahan kah