NovelToon NovelToon
My Baby And My Savior Lord

My Baby And My Savior Lord

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Romansa
Popularitas:208.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: iraurah

Aderald Brixton, pengusaha ternama yang tiba-tiba saja dicegat mobilnya oleh seorang wanita hamil dengan pakaian berlumuran darah.

Raut ketakutan dari wanita itu membuat aderald mau tak mau harus membawa si wanita demi menyelamatkan dua orang nyawa sekaligus.

"Tolong bawa aku Tuan!! Bayi ku harus selamat...!"

Apakah yang terjadi? Dan siapakah wanita tersebut? Akankah peristiwa itu membawa mereka kedalam sebuah kehidupan baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelaku Sekaligus Korban

Keesokan paginya, suasana di mansion Aderald masih dipenuhi ketenangan. Angin pagi meniup lembut tirai jendela kamar Dona, membelai pipinya yang masih terlihat lelah namun damai. Ia baru saja bangun dan tengah duduk di pinggir ranjang, mengenakan pakaian tidur berbahan katun lembut yang terasa hangat di kulit.

Sementara itu, Aderald sudah lebih dulu bangun. Ia berada di ruang kerja, menatap layar laptop dengan dahi sedikit berkerut. Beberapa dokumen penting dari perusahaan memerlukan tanda tangannya, namun pikirannya tidak benar-benar berada di sana. Baru saja dia mendapat telpon jika polisi akan datang kemari untuk memberinya informasi terkait pelaku pemb*nuhan suami dari Dona.

Selagi membuka pekerjaannya, bel utama mansion berbunyi. Suara itu menggema lembut namun jelas, memecah keheningan pagi. Aderald langsung berdiri karena sudah yakin itu dari pihak kepolisian. Ia segera turun ke lantai bawah, dan sesampainya di depan pintu utama, ia melihat dua pria berseragam polisi tengah berdiri tegak, wajah mereka serius dan penuh kewaspadaan.

“Selamat pagi, Tuan Aderald,” sapa salah satu dari mereka sambil menunjukkan identitas. “Kami dari kepolisian distrik. Maaf mengganggu, sesuai yang kau sampai di telpon, kami membawa kabar penting terkait kasus penyerangan terhadap korban mendiang Jarvis.”

Aderald segera mempersilakan mereka masuk, membawa keduanya ke ruang tamu. “Silakan duduk”

Aderald pun meminta pelayan untuk membuat minuman untuk sang para polisi ini, sambil menunggu Aderald pun memulai pembicaraan.

“Jadi informasi apa yang kalian dapat?”

Salah satu dari mereka membuka berkas yang ia bawa. “Tadi malam, kami berhasil menemukan salah satu tersangka yang kami curigai terlibat dalam pengejaran malam itu. Berdasarkan rekaman CCTV serta kesamaan sidik jari, pria ini adalah salah satu dari dua orang yang mengendarai mobil dan menembaki kendaraan Tuan Jarvis dan Nona Dona malam itu.”

“Apakah dia berhasil ditangkap?” tanya Aderald, matanya menyipit.

Petugas itu menggeleng pelan. “Sayangnya, tidak sepenuhnya. Ia sempat melarikan diri dari kejaran kami selama beberapa jam. Namun, sekitar pukul dua dini hari, kami mendapat laporan dari warga bahwa ada mayat pria tak dikenal ditemukan di sebuah bangunan tua di pinggiran kota. Saat kami tiba, kami mengenali ciri-ciri fisik yang cocok dengan buronan tersebut.”

Aderald menghela napas dalam, mencoba mencerna informasi itu. “Jadi… dia dibunuh?”

“Benar,” jawab petugas yang lain. “Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa kematiannya tidak wajar. Ada luka tembakan di bagian perut dan dada, serta tanda-tanda perlawanan. Kami meyakini bahwa pelaku dibunuh oleh seseorang yang cukup dekat dengannya, atau setidaknya mengetahui gerak-geriknya. Besar kemungkinan ini adalah upaya untuk menghilangkan jejak.”

Dona yang sudah turun dari lantai atas, mendengar sebagian percakapan itu dan segera menghampiri. “Apa maksud Anda… mereka membunuh rekan mereka sendiri?”

Petugas mengangguk pelan, menghormati kehadirannya. “Kemungkinan besar, ya, Nona. Kami menduga bahwa orang yang membunuh tersangka adalah atasan langsung atau orang yang memiliki kepentingan besar agar rahasia peristiwa malam itu tidak terbongkar.”

Dona duduk di sisi Aderald, wajahnya sedikit pucat namun tetap tenang. “Apakah ada petunjuk lain yang bisa membawa kita pada dalang di balik semuanya?”

“Di tubuh korban, kami menemukan satu hal menarik,” jawab petugas itu sambil menyerahkan sebuah plastik bukti kecil. Di dalamnya terdapat sebuah kalung rantai besi kecil dengan liontin berbentuk lambang organisasi yang tidak dikenali. “Kami sedang melacak asal-usul lambang ini. Beberapa informasi awal menyebutkan bahwa ini mungkin terkait dengan kelompok bayaran yang sering digunakan oleh tokoh-tokoh berpengaruh untuk urusan-urusan kotor.”

Aderald mengambil plastik itu dan menatap liontin tersebut dengan saksama. “Saya belum pernah melihat simbol ini sebelumnya, tapi sepertinya mereka kelompok yang identitasnya tersembunyi, biasanya orang-orang yang sudah tidak memiliki keluarga dan hidupnya bergantung pada pekerjaan itu”

Petugas polisi menyahut, “Jika Tuan memiliki koneksi yang dapat membantu kami, kami sangat menghargainya. Saat ini, penyelidikan masih kami lanjutkan. Namun kami ingin Anda berdua tetap waspada. Jika pelaku utama belum tertangkap, maka potensi bahaya masih ada.”

Dona menunduk, kedua tangannya saling menggenggam di pangkuannya. “Saya tidak ingin lagi ada korban lain. Cukup sudah Jarvis menjadi tumbal dari kejahatan ini.”

Petugas mengangguk. “Kami akan mengusahakan segala yang kami bisa, Nyonya.”

Setelah para petugas berpamitan dan meninggalkan mansion, suasana menjadi lebih berat. Aderald berdiri di dekat jendela, menatap taman depan yang masih disinari mentari pagi, namun kini terasa tidak sehangat kemarin. Sementara Dona duduk kembali di ruang tamu, pikirannya melayang ke berbagai kemungkinan. Apakah ini pertanda bahwa mereka sudah semakin dekat dengan kebenaran? Ataukah justru kegelapan semakin menelan segala jejak?

“Aku tidak percaya mereka membunuh orangnya sendiri,” gumam Dona pelan.

“Orang-orang seperti mereka,” sahut Aderald dari balik jendela, “lebih takut pada kebenaran daripada kematian. Jika anak buah mereka tertangkap, dan mulai bicara, itu bisa menghancurkan segalanya.”

“Jujur saja, aku tidak begitu mengerti pokok permasalahan antara suamiku dan orang jahat itu, apa yang sebenarnya mereka incar”

Dona bangkit dan menghampiri Aderald. Ia berdiri di sampingnya, ikut memandang taman yang tadi terasa damai, kini terasa seperti menyembunyikan sesuatu. “Semuanya sudah lenyap, rumah, perusahaan, dan mungkin mereka akan berusaha menghancurkan apapun yang berhubungan dengan mendiang suamiku sampai tak tersisa. Apa menurutmu aku masih aman tinggal di sini?”

Aderald menoleh, menatap wajah wanita itu dengan penuh ketegasan. “Selama aku masih disisi mu, tak akan ada yang boleh menyentuhmu sedikitpun.”

Ada ketulusan dalam suaranya, namun Dona tahu bahwa janji semacam itu tidak selalu cukup untuk menghalau bahaya.

“Aku ingin bayi ini lahir dalam keadaan tenang. Tanpa ketakutan, tanpa dendam,” ucapnya lirih.

Aderald menyentuh bahunya lembut. “Kita akan menciptakan tempat itu untukmu. Tidak peduli seberapa besar harga yang harus dibayar.”

Beberapa jam kemudian, Aderald menghubungi seseorang melalui sambungan telepon pribadi. Suaranya terdengar rendah namun tegas, membicarakan tentang simbol pada liontin dan kemungkinan jaringan kriminal yang lebih besar. Dari nada bicaranya, jelas bahwa ia sedang berurusan dengan seseorang yang memiliki pengaruh kuat di balik layar.

Sementara itu, Dona kembali ke kamar dan duduk di tepi ranjang. Ia memegang sebuah foto kenangan ia dan sang suami, sambil berperang dalam hati apa sebenarnya pemicu dari semua ini.

“Seseorang di balik ini sangat kuat,” gumamnya. “Dan dia masih mengawasi.”

Namun Dona tidak gentar. Ia tahu bahwa meskipun lawannya licik dan kuat, kebenaran suatu saat akan keluar. Dia hanya perlu berusaha, Dona yakin dia bisa keluar dari kesengsaraan ini, dia percaya bayinya akan membawa kebahagiaan untuknya suatu saat nanti.

1
Nelly oktavia
d tungu episode
Jingga Pelangi
kamu kmana aja torrr
uni_riva
lah/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
uni_riva
astaga aderald pikiran mu/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
uni_riva
apakah hubungan dona & javis tak di restui kah sampe di kejar2 bgtu??
uni_riva
mampir thoorr
Selvia Dora Pakpahan
lanjut thor
keke global
lanjutannya mana kakak
falea sezi
kok. G lanjut uda end kah
Queenfans Angelfans: 𝒂𝒚𝒐 𝒅𝒐𝒏𝒈 𝒖𝒑 𝒍𝒂𝒈𝒊 𝒎𝒂𝒔𝒂 𝒊𝒏𝒊 𝒎𝒂𝒖 𝒅𝒊 𝒈𝒂𝒏𝒕𝒖𝒏𝒈 𝒍𝒂𝒎𝒂
total 2 replies
Queenfans Angelfans
ᥣᥲmᥲ 𝗍һ᥆r
keke global
dona yg digombalin, aku yg meleleh
keke global
aderald nih blm prnh pcrn ap gmn... romantis tp kayak lepas banget
ardiana dili
lanjut
Una_awa
bisa aja kata² nya, gimana Dona gak tambah meleleh, aderald tambah pintar aja ngegombal 😁
ardiana dili
lanjut
keke global
novel sekeren ini.. yuk ramaikam gaes...aku suka sama karakter aderald dan ayahnya.. gak gegabah
ardiana dili
lanjut
Una_awa
semoga saja Dona dan aderald bisa menikah dan hidup bahagia.
Queenfans Angelfans
ᥴіᥱᥱᥱ
Queenfans Angelfans
һᥲᥡ᥆᥆ mᥲᥒᥲ іᥒі ᥙ⍴ᥒᥡᥲ
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!