Mampukah Oregon mengalahkan naga yang sedang marah di puncak gunung berapi?
Padahal Oregon hanyalah seorang anak laki-laki berumur tujuh tahun.
Siapa sebenarnya Oregon?
Yuk ikut petualangan Oregon, yang berusaha untuk menaklukkan para naga yang terkenal sangat kuat dan kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bisa
"Ellie! Ellie!"
Tok tok tok!
"Ellie! Ellie!"
Salah satu warga lembah kehidupan, berteriak memanggil Ellie, sambil mengentuk pintu rumahnya.
Kriettt...
"Ada apa?"
Ellie terkejut dengan keberadaan seseorang yang tadi memanggilnya, sambil mengetuk pintu dengan tidak sabar.
"Ladang mu di serang b4bi hutan!"
Mendengar laporan orang tersebut Ellie sangat terkejut. Karena ladang tempatnya menanam kentang itu, sudah hampir panen.
Jika ada b4bi hutan yang datang menyerbu ladangnya, bisa dipastikan bahwa, kentang yang hampir dipanen tersebut itu akan hancur dan gagal untuk dipanen.
"Ayok ikut ke ladang untuk melihatnya!"
Ellie mengikuti ajakan orang tersebut, untuk pergi ke ladangnya.
Dengan langkah tergesa-gesa, Ellie mensejajarkan diri agar tidak tertinggal dari langkah orang tersebut. Karena yang memberitahukannya tadi berjenis kelamin laki-laki. Jadi langkah kakinya tentu lebih lebar dibanding dengan langkah kakinya Ellie.
Tapi begitu mereka berdua tiba di ladang yang diserang b4bi hutan, ternyata sudah ada seseorang yang menghalau hewan pengganggu tersebut.
"Tuan Maa, terima kasih atas bantuannya!"
Orang yang dipanggil dengan sebutan Tuan Maa, hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya hormat.
Ellie memicingkan matanya, saat melihat orang yang bernama Tuan Maa tersebut. Sebab Tuan Maa adalah orang yang menjual keranjang anyaman bambu kemarin.
Dengan membungkukkan badannya, Ellie mengucapkan terima kasih kepada Tuan Maa. "Terima kasih atas bantuan Tuan Maa. Saya Ellie Tuan. Yang mempunya lahan kentang ini."
Tuan Maa juga ikut membungkukkan setengah tubuhnya, membalas salam hormat dari Ellie, yang menyebutkan namanya untuk memperkenalkan diri.
"Saya Tuan Maa. Kita sudah pernah bertemu kemarin ya. Saat Anda membeli keranjang anyaman bambu di rumah."
Ellie tersenyum dengan menganggukkan kepalanya, mengiyakan perkataan yang diucapkan oleh tuan Maa barusan. Sebab, dia juga mengenali siapa tuan Maa tadi.
Akhirnya, Ellie membersihkan ladang kentangnya, yang sedikit berantakan akibat ulah b4bi hutan.
Tadi ternyata, tuan Maa dan orang yang tadi memanggilnya, ikut membantu dirinya.
"Oh tuan Maa. Saya bisa membersihkan sendiri. Anda bisa pulang, Saya tidak apa-apa." Ellie merasa sungkan, karena merepotkan tuan Maa yang baru saja dia kenal.
Padahal, tadi tuan Maa juga sudah membantu dirinya. Di saat mengusir para b4bi hutan yang mengacau. Meskipun mereka berdua tidak saling kenal.
"Tidak apa-apa. Jika dikerjakan bersama-sama, pasti akan lebih mudah dan lebih cepat selesai juga bukan?" Tuan Maa, justru membuat Ellie mengangguk setuju dengan apa yang dia katakan tadi.
Akhirnya mereka bertiga, bersama dengan orang yang memberikan kabar pada Ellie, yaitu Tuan Gifford, membersihkan ladang kentang tersebut.
Tuan Gifford adalah tetangga Ellie, yang dulunya juga tetangga Nawangsih dan Jati.
Dan yang dikatakan oleh tuan Maa memang benar adanya. Jika suatu pekerjaan dikerjakan bersama-sama, akan lebih cepat selesai dan tidak terasa melelahkan.
"Baiklah. Semua sudah beres. Jadi, Saya pamit pulang dulu." Tuan Maa pamit untuk pulang terlebih dahulu, karena merasa jika ladang Ellie sudah kembali bersih dan jejak dari para b4bi hutan juga sudah tidak ada.
"Terima kasih tuan Maa," ucap Ellie sekali lagi, dengan membungkukkan setengah badannya.
"Terima kasih," ucap tuan Gifford, dengan hanya mengangguk saja.
"Sama-sama. Mari, Saya duluan."
Setelah beberapa saat kemudian, tuan Gifford justru bercerita kepada Ellie, tentang tuan Maa yang tadi.
Menurut tuan Gifford, tuan Maa adalah pemilik sebagian lahan yang ada di sebelah timur dari ladang ini. Tapi Tuan Maa tidak mengerjakan lahannya seorang diri. Ada beberapa orang yang membantu Tuan Maa, untuk mengerjakan lahan tersebut.
Tuan Maa, dulunya jarang ada di lembah kehidupan ini. Karena dia adalah saudagar hasil pertanian terbesar di daerah perkampungan manusia dan juga naga.
Tapi Tuan Maa juga tidak mengerjakan pekerjaan itu sendiri. Karena ada orang-orang yang membantunya.
"Lalu, anyaman-anyaman keranjang itu bukan hasil karyanya juga?" tanya Ellie penasaran.
"Oh, kalau anyaman bambu itu memang dikerjakan oleh tuan Maa sendiri. Karena itu memang hobinya."
Ellie mengangguk-anggukkan kepalanya, karena dia sedikit lebih paham dengan kebiasaan tuan Maa itu.
Jadi, menurut Ellie sendiri, Tuan Maa itu adalah orang besar. Tapi dia tidak mau dilihat oleh orang lain sebagai orang yang besar, melainkan hanya sebagai rakyat biasa sama seperti dirinya juga.
"Dia juga belum punya istri lho," ujar tuan. Gifford, dengan tersenyum penuh arti.
Tapi Ellie hanya menanggapi dengan tersenyum tipis, tanpa bermaksud untuk menyahuti atau membalas perkataan yang diucapkan oleh tuan Gifford.
"Apa Kamu tidak tertarik Ellie?" tanya tuan Gifford penasaran.
"Maksudnya?" tanya Ellie yang tidak mengerti arah pertanyaan yang diajukan oleh tetangganya itu.
"Tuan Maa itu belum punya pasangan. Dan Kamu, Kamu juga sendiri. Jadi, bisa dikatakan kalian mudah untuk bisa disatukan."
Mendengar penjelasan yang diberikan oleh tuan Gifford, Ellie mengeleng cepat.
"Tidak tuan Gifford. Saya tidak pantas untuk Tuan Maa." Setelah menjawab pertanyaan tersebut, Ellie berbalik arah, kemudian berjalan untuk pulang ke rumah.
*****
Di rumah tuan Maa.
Tuan Maa, yang merupakan naga Donkma, akhirnya tahu, jika Ellie adalah tetangga dari tuan Gifford.
"Ternyata Ellie benar-benar ada dan hidup di lembah kehidupan ini. Tapi, kenapa dia tidak bersama dengan Oregon. Dan justru bersama tuan Gifford?"
Naga Donkma, jadi bertanya-tanya sendiri dan semakin penasaran dengan sosok Ellie. Karena menurutnya, Ellie adalah sosok wanita yang cantik, kuat dan tabah.
"Pantas saja, naga Zeero mencintai Ellie. Dan rela dihukum hanya karena mempertahankan wanita tersebut."
"Oh ya, bagaimana kabarnya naga Zeero? apakah dia tahu, bahwa Ellie ada di sini."
Naga Donkma malah ikut banyak berpikir, mengenai hubungan saudaranya dengan wanita manusia yang tadi dia temui.
"Apa Aku harus bertanya pada dia?"
Naga Donkma tidak tahu jika, Ellie justru tidak mengetahui apapun. Bahkan Ellie juga tidak tahu, bagaimana dia bisa berada di lembah kehidupan ini.
*****
"Erghhh..."
Pyaar!
Rantai naga, yang mengikat kedua kaki Oregon hancur. Dia saat dia mengeram dengan mengeluarkan tenaga dalamnya.
Selama dia bermeditasi, unsur alam semesta dia himpun dalam tubuhnya. Supaya bisa memusnahkan rantai naga yang mengikatnya. Sehingga dia tidak bisa bergerak dengan bebas.
Berrrr...
Akhirnya Oregon bisa bebas juga. Dia sudah bisa mengeluarkan api dari dalam mulutnya, jika dia sedang berwujud seekor naga.
Tapi sayapnya yang belum sempurna, belum bisa digerakkan agar bisa mekar dan digunakan untuk terbang.
Akhirnya Oregon hanya bisa mengelilingi tempatnya ini dengan berjalan perlahan-lahan. Dengan tubuhnya yang sedikit dia goyang-goyang. Sehingga terasa lebih ringan.
"Ternyata, tempat ini bukan sembarang kawah. Karena bentuknya tidak sama seperti kawah gunung berapi, di mana naga Zeero dulu pernah dia temukan."
kalo tetua itu kerjaannya apa aja....
hubungannya dgn oregon apa. ???
bukannya se EKOR THOR????
kalau gak ada...bakalan bikin bosen