NovelToon NovelToon
Bahagia Setelah Berpisah Denganmu

Bahagia Setelah Berpisah Denganmu

Status: tamat
Genre:Suami Tak Berguna / Tamat
Popularitas:380.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: RaRa69

Rani Yuliana, harus merasakan kepedihan berumah tangga saat sang mertua ikut tinggal bersama mereka. Apalagi saat itu kondisi Ilham Hadiwijaya sedang tidak bekerja karena di PHK. Setiap hari Bu Rumiati memperlakukan Rina menantunya seperti seorang pembantu. Ilham sendiri diluar sana dia juga berselingkuh dari Rani

Apakah Rani bisa bertahan dengan kondisi rumah tangganya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RaRa69, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

Dua hari di klinik ini kondisi kesehatan Ananta sudah membaik, siang ini ia bahkan diijinkan pulang. Rani sedang berkemas, sedang Ananta sibuk dengan mainannya. Barang-barang milik Ananta ia masukkan ke dalam tas yang kemarin sudah disiapkan Alvin.

Kemudian dari layar televisi Rani mendengar suara seseorang yang sepertinya ia kenal. Dan benar saja, di layar seorang reporter sedang mewawancarai narasumber terkait kasus Karina. Mata Rani membelalak ketika tahu siapa narasumber tersebut.

"Rani itu mantan istri saya, sebenarnya saya tidak pernah berniat menceraikannya karena saya masih sangat mencintainya. Namun, yah, dia tetap bersikeras menggugat cerai. Mungkin supaya dia bisa segera menikah dengan lelaki itu."

Pernyataan yang keluar dari mulut narasumber itu–yang ternyata Ilham–membuat Rani mengepalkan kedua tangannya. Dan yang dia tidak habis pikir, bagaimana bisa Ilham memanfaatkan situasi ini untuk menyerangnya juga.

Rani jadi ingat pembicaraannya dengan Ilham semalam tentang memberinya kejutan. Rupanya ini kejutan yang dimaksud Ilham. Rani segera mematikan layar televisi dan melempar remote controlnya ke sofa.

"Kenapa tv nya dimatiin, Tante?" Tanya Ananta sambil menatap Rani heran.

"Nggak apa-apa, Sayang, nggak ada acara yang bagus aja." Rani sengaja berbohong.

Beberapa saat kemudian dia sudah selesai beberes, Alvin juga sudah datang menjemput setelah semalam pria itu pulang untuk membersihkan diri.

"Kenapa?" Tanya Alvin saat ia sempat melihat Rani sedang melamun.

"Ah, itu, tidak ada apa-apa." Rani segera berdiri dan mendekati Ananta, gadis kecil itu sudah rapi dan siap untuk pulang.

"Aku melihatnya tadi." Ucap Alvin kemudian yang membuat kening Rani berkerut.

"Maksudnya?"

"Aku melihat suamimu diwawancara tadi, dan kurasa dia memanfaatkan situasi ini untuk menyudutkanmu."

Rani menghela napasnya, ia malas membahas masalah Ilham. Ia ingin hidupnya tenang dari masalah apapun, baik itu masalah dengan mantan suaminya atau masalah dengan atasan dan mantan istrinya.

"Sekali lagi aku minta maaf kalau harus menempatkanmu dalam posisi ini."

Rani mendongakkan kepala dan menatap Alvin, dari sorot matanya Rani bisa melihat kalau pria itu merasa bersalah.

"Semua sudah terjadi, lebih baik kita hadapi saja biar semua segera berakhir." Alvin mengangguk, menyetujui ucapan Rani.

Tepat pukul dua belas siang mereka keluar dari klinik, Rani duduk di belakang sambil menemani Ananta. Mobil yang dikendarai Alvin bergerak keluar dari klinik menuju rumah mereka, tetapi di tengah perjalanan mereka dihadang sebuah mobil yang berhenti mendadak di depan mereka.

Hampir saja mobil yang dikendarai Alvin menabrak mobil tersebut, untungnya pria itu bisa menguasai kemudi. Dua orang berpakaian serba hitam keluar dari mobil yang menghadang tadi. Mereka menggunakan penutup kepala dan berjalan mendekati mobil Alvin.

Di dalam mobil Alvin meminta Rani untuk tidak panik dan memerintahkan untuk menghubungi polisi. Sedang Ananta, bocah kecil itu ketakutan dan memeluk Rani. Salah satu dari kedua orang berpakaian hitam tadi mengetuk kaca jendela mobil.

"Keluar!" Bentak pria tadi ketika Alvin membuka kaca jendelanya.

Tanpa bersuara Alvin membuka pintu mobil, salah satu dari mereka rupanya sudah menunggu di pintu belakang. Ketika mobil sudah terbuka dia lalu bergerak maju.

"Serahkan bocah itu!" Setengah tubuh pria itu sudah masuk ke dalam mobil dan hendak mengambil Ananta dari pelukan Rani.

Aksi pria tersebut seketika membuat Anata menangis dan memeluk Rani dengan erat, Rani sendiri secara refleks bergerak mundur ke belakang agar pria tersebut tidak bisa menjangkaunya.

"Cepat serahkan bocah itu atau kau yang akan kuhabisi!" Pria itu mengancam dengan mengacungkan senjata, di luar Alvin sudah dalam posisi terdesak.

Tubuhnya dijorokkan ke depan hingga tertelungkup di kap depan mobil, sedang kedua tangannya disilangkan ke belakang punggungnya.

"Jangan, Bang, saya mohon. Ambil apapun yang Abang mau asal jangan sakiti kami." Rani memohon sambil tetap mendekap Ananta.

"Kami akan mengambil semuanya termasuk bocah ini!" Pria tadi bergerak dengan gesit dan berhasil meraih tubuh Ananta dan menariknya dari dekapan Rani.

"Jangaaan! Nggak mau, Tante, toloong!" Ananta menjerit dan meronta saat pria tadi menariknya keluar, Rani sendiri langsung bergerak maju untuk menolong Ananta. Namun, pria tadi kembali mengacungkan senjatanya membuat Rani kembali mundur.

"Lepaskan anak saya! Kalian mau apa ambil semuanya, asal jangan anak saya!" Alvin berteriak frustasi melihat Ananta berada di tangan pria tersebut.

"Hahahaha, tenang saja, Bro, kita pasti akan mengambil semua milikmu, termasuk anak ini dan juga wanita itu."

Alvin mengikuti arah telunjuk pria itu, dan ternyata Rani sudah menjadi sandera. Tangannya ditaruh di belakang punggung dalam posisi terikat. Alvin tidak mengetahui jika ada seorang lagi yang keluar dari mobil tadi.

"Apa mau kalian sebenarnya?"

Mereka bertiga tidak menjawab dan hanya tertawa keras, salah satu dari mereka–yang mengamankan Rani–kemudian mengeluarkan ponsel dan menghubungi seseorang.

"Mereka sudah kami amankan." Lapornya pada seseorang, "apa yang harus kami lakukan selanjutnya." Pria itu mendengarkan dengan seksama, sesekali ia terlihat mengangguk.

"Siap, Bos, akan kami laksanakan."

"Bawa mereka ke mobil!" Perintahnya setelah menutup pinselnya, ia mendorong tubuh Rani agar berjalan menuju van hitam milik mereka.

Pria yang menggendong Ananta duduk di depan, sedang yang satunya mendorong Alvin untuk duduk di belakang, sedang yabg satunya mendorong Rani dan membawanya duduk di bangku tengah. Mereka meminta sopir menjalankan mobil ke markas, entah dimana markas yang mereka maksud.

1
Ria Gazali Dapson
udh tua bukan nya sadar, malahan mnjdi²,jahat bnget bu , ngadu domba ank mantu
Andini Hana Fakhirah
Luar biasa
Budi Suprihatin
semoga cerita ini hanya ada di dunia halu
Suprihatin
mantap ,ran sindiran yg menusuk
Suprihatin
seru ceritany
Syaza
💪💖
Aira
sptnya Yuli pengasuh anaknya Alvin...
Suami dapat pembantu, Istri dapat boss ya🤣🤣
RaRa69: makasih kak sudah berkenan mampir...baca juga novel baruku ya, Kala Mantan Menggoda
total 1 replies
Retno Dwi
suka Kla cerita yg gak lama n berbelit2..semangat terus Thor 😘😘😘
RaRa69: Terima kasih Kak, jangan lupa mampir di cerita baru saya yang judulnya Kala Mantan Menggoda
total 1 replies
Diyah Nur Agung
bagus
Yunerty Blessa
walaupun singkat tapi mantap dan teruskan usaha kak thor dalam penulisan nya
moga kak thor sukses selalu 😘😘
Yunerty Blessa
cerita nya mantap biar pun singkat
terbaiklah kak thor 👍👍
Yunerty Blessa: Sama kasih,,,,akan kak cuba..😘😘
total 3 replies
Yunerty Blessa
sabar Arman.. masih banyak cewek² diluar sana..Rani bukan jodoh mu..
Yunerty Blessa
ciee pak Alvin nya jatuh cinta
Yunerty Blessa
makin mantap ni..
Yunerty Blessa
ya,,,,menghindar dari keduanya
Yunerty Blessa
Rani berada dilema
Yunerty Blessa
suami mencuri dirumah sendiri.... memang benar gila😠
Yunerty Blessa
suami tak tau malu..wang terus dihatinya..kerjalah
Yunerty Blessa
cepat singkirkan sampah seperti ilham
Yunerty Blessa
suami gila nya Rani
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!