Raisya vasty prayoga. seorang baby siter di kediaman keluarga besar nugraha. Wanita itu di minta untuk menikah dengan salah satu anaknya yang bernama Argantara Nugraha. Seorang perwira yang terkenal dingin dan angkuh.
bagaimanakah perjalanan pernikahan Rara dan Arga? ikuti kelanjutan kisah mereka di "Istri Pilihan Mama"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemarahan Arga
Di sepanjang perjalanan tidak ada henti-hentinya Vena mengangkat kedua sudut bibirnya saat membayangkan apa yang akan terjadi dengan rumah tangga Arga jika Vena sudah mengirimkan hasil rekaman yang sudah dia edit.
"Aku sudah tidak sabar ingin menyaksikan kehancuran rumah tangga Arga, Bagaimana ya reaksi Arga saat mendengar percakapan Rara dengan pria itu. Percakapan yang sudah aku edit. Hahhahah"
Dtttt Dttttt Dttt
Mendengar ponselnya berdering, Vena langsung memelankan laju mobilnya untuk mendengarkan seperti apa hasil editan dari orang suruhannya.
{ Aku sudah tidak sabar ingin berpisah dengan pria itu. Kamu tau sendiri bukan, Jika aku mau menikah dengan nya hanya karna hartanya saja }
{ Tahan dulu sayang. Pelan-pelan, Jangan gegabah. Buat pria itu bertekuk lutut, Agar dia mau memberikan seluruh harta kekayaannya kepada mu, Lalu setelah itu kamu gugat cerai dia sayang }
{ Tapi sampai kapan aku harus menunggu sayang. Aku sudah benar-benar lelah hidup dengan pria dingin menyebalkan sepertinya. Aku sangat mencintai mu }
{ Waktu itu akan segera tiba sayang, Setelah itu, Kita akan menikah dan hidup bahagia }
Mendengar suara rekaman yang sudah di edit membuat dokter Vena merasa begitu bahagia. Wanita itu lagi-lagi membayangkan kejadian yang akan terjadi setelah dia mengirimkan rekaman itu.
Tak mengulur waktu, Dokter Vena langsung mengirim rekaman palsu itu pada nomor ponsel Arga. "Kir-kira bagaimana ekspresi Arga saat sudah mendengar rekaman palsu ini" Ucap Vena lagi
Dttttt Dtttt Dttttttt
Mendengar ada satu notifikasi membuat Arga langsung membuka pesan yang ternyata adalah dari Vena. Pria itu begitu penasaran dengan isi pesan yang sudah Vena kirim kan untuk nya.
"Tumben Vena kirim rekaman. Rekaman apa ini ya?" Gumam Arga sambil membuka pesan itu. Betapa terkejutnya Arga setelah mendengar apa yang sudah Vena kirimkan untuknya.
"Apa-apaan ini" Ucapnya sambil mengepalkan kuat kedua tangannya.
Saat mendengar itu. Arga langsung terlihat marah. Pria itu menghubungi Vena dan langsung menanyakan apa maksud dari rekaman yang sudah dia kirimkan. Tak berselang lama. Vena langsung menjawab panggilan Arga.
📞: Apa maksud dari rekaman yang sudah kamu kirimkan?
📞:Menurut kamu apa maksud dari rekaman itu. Kamu sudah pasti paham apa maksud dari semua itu kan Arga
📞: Dari mana kamu dapat rekaman ini?
📞:Adalah. Ada seseorang yang masih perduli terhadap kamu Ga. Buka mata hati kamu. Wanita macam apa yang sudah kamu pilih menjadi istri!
📞: Kenapa kamu berkata seperti itu?
📞:Jangan jadi bodoh hanya karna cinta
Setelah itu Vena sengaja langsung memutuskan sambungan telponnya. Setidaknya Vena sudah bisa membaca dari cara bicara Arga jika saat ini pria itu sedang emosi.
Vena tersenyum puas saat mendengar suara marah Arga."Semoga saja sesuai dengan rencana" Ucap Vena di sela senyum nya
Sedangkan Arga, Setelah mendengar rekaman itu, Dia langsung terlihat sangat marah. Sesuai dengan yang Vena inginkan.
Tomy yang melihat raut wajah Arga langsung mendekat ke arah pria itu. Tomy sudah bisa membaca jika saat ini Arga sedang menahan marah.
Karna begitu penasaran, Tomy memutuskan untuk menanyakan apa yang sudah membuat Arga seperti saat ini.
"Kenapa lagi Ga?" Tanya Tomy pada Arga
Arga tak menjawab. Pria itu hanya memberikan ponselnya pada Tomy. Dan meminta Tomy untuk mendengarkan sendiri apa yang sudah membuat Arga terlihat marah seperti saat ini.
Tapi setelah mendengar suara rekaman itu, Tomy langsung merasa ada yang janggal dengan suara Rara disana.
"Kenapa aku merasa ada yang aneh dengan suara Rara di rekaman ini" Ucap Tomy dalam batinnya
Pria itu memperhatikan Arga yang terlihat begitu menahan rasa marah. Memang bisa Tomy maklumi jika kata-kata Rara dalam rekaman itu langsung berhasil membuat Arga marah seperti saat ini.
"Apa kamu yakin jika ini benar-benar suara Rara Ga?" Tanya Tomy pada Arga
"Hem. Aku sangat yakin jika itu adalah suara Rara Tom. Wanita itu benar-benar menguji" Ucap Arga sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Jangan mudah emosi. Cari tau kebenarannya Ga"
"Ini tidak bisa di biarin Tom. Wanita itu harus aku kasih pelajaran" Ucapnya lagi
"Apa yang mau kamu lakukan Ga. Jangan gegabah! Jangan melakukan sesuatu yang bisa membuatmu menyesal untuk di kemudian hari Ga"
"Aku tidak perduli lagi Tom. Rara sudah benar-benar membuat ku marah." Ucap Arga lagi
Mendengar perkataan Arga membuat Tomy mengambil nafas panjang. Arga memang memiliki sifat keras kepala dan sangat susah untuk di bilangin.
Jika Arga sudah mengatakan A, Maka tidak akan pernah berubah B. Itulah kapten Argantara.
Baru juga kemarin Arga berjanji pada Rara, tidak akan pernah membuat Rara sakit hati karna ulahnya lagi. Tapi belum juga 1 minggu, Arga sudah melupakan apa yang sudah dia katakan pada wanita itu.
"Terserah kamu saja Ga. Yang pasti aku sudah mengingatkan mu. Jangan sampai menyesali apa yang sudah kamu lakukan" Ucap Tomy dan langsung keluar dari dalam ruangan Arga
Setelah kepergian Tomy. Arga juga ikut keluar dari dalam ruangannya. Pria itu sudah tidak bisa lagi menahan rasa sakit hati setelah mendengar rekaman suara kiriman dari Vena.
Tomy membuka ponselnya dan mendengarkan kembali rekaman suara yang sudah dia kirim pada ponselnya. Pria itu menghubungi seseorang untuk memastikan jika rekaman itu hanyalah hasil editan.
"Jangan pernah menyesal jika seandainya kamu akan menyesal di kemudian hari Ga. Sudah aku katakan jika rekaman itu seperti ada yang janggal" Ucap Tomy
Tomy mencari nomor kontak Farhan untuk membuktikan jika memang itu bukan lah murni omongan Raa. Tak berselang lama, Orang yang bernama Farhan langsung menjawab ponselnya.
📞:Ada apa Tom?
📞:Nanti aku akan mengirimkan rekaman suara, tolong kamu cek itu hasil editan atau bukan
📞:Baiklah
Setelah mengatakan hal itu, Tomy langsung memutuskan sambungan telponnya. Pria itu mengirimkan rekaman suara yang sudah dia kirim dari ponsel Arga pada Farhan.
30 menit sudah berlalu. Arga mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat. Yang ada dalam pikiran Arga saat ini hanyalah satu. Dia harus segera tiba di rumahnya.
"Apa ini adalah alasan kenapa kamu tidak mau melakukan hubungan suami istri dengan ku Ra. Apa ini penyebabnya" Ucap Arga sambil terus menginjak pedal gas agar semakin mempercepat laju mobilnya.
Sedangkan Rara saat ini sedang mengumpat kesal saat mengingat semua perkataan William beberapa saat yang lalu. Masih tidak habis pikir jika William mengatakan akan menunggu Rara menjadi seorang janda.
"Kurang ajar William. Seenaknya mengatakan kalau akan menunggu janda ku, Memangnya siapa yang mau jadi janda" Ucap Rara lagi
Tak lama kemudian. Rara bangkit dari duduknya karna mendengar suar mobil Arga yang berhenti di depan rumahnya. Tumben kak Arga sudah pulang? Pikirnya
Arga turun dari dalam mobilnya dan langsung berjalan sangat cepat ke dalam rumahnya. Tak lama kemudian, Arga melihat pintu terbuka dan langsung melihat sosok Rara yang keluar dari sana.
"Kak Arga sudah pulang?" Tanya Rara yang sudah memutuskan untuk melupakan masalah tadi pagi
Arga tak menjawab. Pria itu hanya menarik kasar tangan Rara hingga pergelangan tangannya memerah.
"Kak Arga kenapa?" Tanya Rara lagi
Namun lagi-lagi Arga tidak menjawab. Pria itu terus menarik tangan Rara dan semakin keras"Di kasih hati ngelunjak!" Ucapnya yang terdengar begitu dingin
Rara yang mendengar itu hanya bisa mengerutkan keningnya karna tidak paham dengan apa yang sudah si katakan oleh Arga.
"Maksud kak Arga apa?" Tanya Rara lagi
"Tidak perlu sok tidak mengerti dengan apa yang baru saja aku katakan Ra. Ternyata sekali murahan, Tetap murahan. Aku menyesal sudah mulai mencintai mu Ra, Sangat!"
"Kak, Bicara yang benar, Aku bukan pura-pura tidak mengerti, Aku memang benar-benar tidak paham dengan apa yang sudah kak Arga katakan"
Arga tak lagi menjawab, Pria itu hanya mengambil ponselnya dan langsung membuka kiriman rekaman dari Vena.
Rara yang mendengar rekaman itu hanya membulatkan kedua matanya" Sekarang kamu mau mengatakan apa lagi!?" Tanya Arga sambil menatap tajam Rara
"I..itu tidak seperti yang kak Arga dengar" Ucap Rara sambil menundukkan wajahnya
"Tidak usah banyak bicara. Sekarang ikut aku ke kamar. Aku mau kamu melakukan tugas mu sebagai seorang istri" Gumam Arga yang masih menatap tajam Rara
"Apa!! Tapi kak"
"Aku sudah lelah dengan semua alasan mu Ra. Sekarang aku sudah cukup tau jika kamu memang wanita murahan yang tidak tau diri" Ucap Arga sambil mengukung di atas tubuh Rara
Rara yang mulai takut dengan suara dingin Arga serta tatapan tajamnya hanya mampu terisak tanpa bisa menjelaskan hal yang sebenarnya. Karna Arga tidak pernah memberi Rara kesempatan untuk sekedar menjelaskan.
1 jam kemudian. Arga yang sudah merasa puas menikmati tubuh Rara langsung turun dari atas ranjangnya. Namun sebelum dia keluar dari dalam kamar itu, Arga masih membisikkan sesuatu yang langsung membuat Rara terluka.
"Tubuhmu ini sudah menjadi milik ku, Maka mulai saat ini jangan pernah menghalangi ku mau melakukan apapun terhadap mu, Karna keluarga ku sudah membayar malah untuk itu" Ucap Arga dingin dan langsung berlalu dari dalam kamar Rara meninggalkan dia yang masih terisak.
Rara yang sempat tidak percaya dengan apa yang sudah Arg lakukan hanya semakin terisak. Bagaimana bisa Arga melakukan hal itu tanpa kelembutan sama sekali.
"Jahat kamu kak, Jahat. Munafik, Bulsyt! " Ucap Rara di sela isaknya sambil memperhatikan Arga yang sudah hilang di balik pintu
Setelah keluar dari dalam kamar Rara, Arga masuk ke dalam kamar mandi kamar nya sendiri. Pria itu mengguyur tubuhnya dengan air shower.
Semua perkataan Rara yang ada dalam rekaman itu masih bisa terngiang jelas pada indra pendengarannya.
"Aku benci sama kau Ra, Aku benci! Ternyata memang semua wanita itu sama. Tidak ada yang bisa di percaya. Tidak ada yang bisa tulus, Semuanya matre" Teriak Arga yang begitu emosi
dulu aja gak menginginkan anaknya, anaknya di uang begitu saja, sekarang sudah besar mau di ambil secara paksa.
bukannya di episode sebelumnya Queen dan William saudaraan.
trus di part ini Queen saudaraan juga dengan lexan, trus sekarang Queen dan William gak saling kenal.
??????