NovelToon NovelToon
Pengasuh Anakku

Pengasuh Anakku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Hamil di luar nikah / Beda Usia / Tamat
Popularitas:354.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Deche

Disarankan untuk membaca terlebih dahulu Terjebak Pesona Mamah Muda.

Ricky memiliki anak diluar nikah, akibat dari perbuatannya dimasa lalu. Anak itu bernama Maira yang dibesarkan oleh ibu angkatnya yang bernama Aida.
Ibu Juwita menginginkan agar Maira diasuh oleh Ricky. Agar Aida mau menyerahkan Maira kepada Ricky, Ricky harus menikah dengan seorang perempuan yang mau menerima Maira dan menerima masa lalunya.


Follow Ig Deche : @deche62

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Bubur Buatan Abang

Ricky pergi ke dapur membuat bubur untuk Hanifa dan sekalian membuat sarapan untuk dirinya sendiri. Tiga puluh menit kemudian Ricky kembali ke kamar sambil membawa bubur.

“Mau disuapi atau mau makan sendiri?” tanya Ricky.

“Makan sendiri saja,” jawab Hanifa.

Ricky menaruh mangkok berisi bubur di atas nakas.

“Hati-hati makannya, masih panas,” kata Ricky.

Hanifa memakan bubur sedikit demi sedikit.

“Buburnya enak. Abang beli dimana?” tanya Hanifa.

“Abang masak sendiri. Alhamdullilah kalau enak,” jawab Ricky.

Menurut Ricky sebenarnya bubur itu rasanya biasa-biasa saja. Ia hanya menggunakan sedikit garam dan memberikan taburan bawang goreng pada bubur itu. Sengaja ia tidak menambahkan telor atau topping lainnya agar Hanifa tidak merasa enek ketika memakannya.

Hanifa memakan buburnya sedikit demi sedikit. Ricky memperhatikan istrinya yang sedang makan bubur.

“Abang tidak makan?” tanya Hanifa.

“Nanti saja. Abang mau mandi dulu,” jawab Ricky. Ricky meninggalkan kamarnya menuju ke kamar mandi.

Selesai mandi Ricky kembali ke kamarnya, Hanifa sudah selesai makan. Ada perasaan lega di hati Ricky melihat Hanifa menghabiskan semua makannya. Namun tiba-tiba Hanifa bangun dari tempat tidur sambil menutup mulutnya, Hanifa lari menuju ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi Hanifa memuntahkan semua bubur yang ia makan. Ricky menghampiri istrinya yang sedang muntah. Ia menggosok punggung istrinya, hingga Hanifa berhenti muntah.

“Sudah enakan?” tanya Ricky.

“Sudah nggak mual lagi,” jawab Hanifa.

Ricky membimbing istrinya menuju ke tempat tidur. Ricky memberikan segelas air putih hangat kepada Hanifa. Hanifa meminum airnya sedikit demi sedikit. Mpok Lani megetuk pintu kamar, ia membawa segelas teh manis.

“Bawa ke sini, Mpok,” kata Ricky.

Mpok Lani masuk ke dalam kamar dan menyimpan gelas di atas nakas.

“Mpok, tolong buatkan bubur. Kasih garam sedikit dan bawang goreng,” kata Ricky.

“Baik, Pak,” jawab Mpok Lani. Mpok Lani keluar dari kamar.

“Bang, sudah jam berapa? Nanti Abang kesiangan ke kantor,” kata Hanifa.

“Baru jam setengah delapan,” jawab Ricky.

“Diminum tehnya, biar nggak lemes,” kata Ricky.

“Nanti dulu. Baru minum air putih, takut nanti dimuntahin lagi,” jawab Hanifa. Hanifa merebahkan badannya di atas tempat tidur.

“Abang sarapan dulu,” kata Ricky.

“Abang sarapan dengan apa?” tanya Hanifa.

“Dengan nasi goreng,” jawab Ricky.

“Hanifa mau nasi goreng,” kata Hanifa.

“Nanti Abang suruh Mpok Lani buatkan untuk kamu,” kata Ricky.

Ricky keluar dari kamarnya untuk sarapan. Setelah selesai sarapan Ricky kembali ke kamar dengan membawa semangkok bubur. Namun Hanifa sedang tidur. Ricky menyimpan bubur di atas nakas. Kemudian ia menyelimuti Hanifa. Ricky bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.

Sebelum berangkat ke kantor Ricky menjemput Ibu Rosma untuk menemani Hanifa yang sedang sakit. Setelah itu Ricky berangkat ke kantor.

Sore harinya Ricky menelepon Hanifa untuk memberitahu kalau ia pulang telat karena masih ada pekerjaan yang harus ia kerjakan.

“Assalamualaikum,” ucap Ibu Rosma ketika menjawab ponsel Hanifa.

“Waalaikumsalam. Bu, Hanifa mana?” tanya Ricky.

“Sedang tidur. Tadi setelah sholat ashar ia tidur. Nanti kalau sudah mendekati magrib baru ibu bangunkan,” jawab Ibu Rosma.

“Hanifa masih muntah-muntah?” tanya Ricky dengan khawatir.

“Tadi siang masih muntah-muntah, tapi sekarang sudah agak mendingan,” jawab Ibu Rosma.

“Ricky belum sempat mengantarkan Hanifa ke dokter. Ricky masih ada pekerjaan di kantor,” kata Ricky.

“Kamu tidak usah khawatir. Selesaikan saja pekerjaanmu, Hanifa biar ibu yang temani. Lagipula Hanifa tidak sakit, itu hanya bawaan bayi,” kata Ibu Rosma.

“Maksud Ibu?” tanya Ricky tidak mengerti.

“Maksud Ibu, Hanifa sakit karena bawaan bayi, dia sedang hamil,” jawab Ibu Rosma.

“Hamil? Hanifa hamil, Bu?” tanya Ricky dengan tidak yakin.

“Iya, dia hamil. Tadi Hanifa sudah ditest dengan menggunakan testpack dan hasilnya positif,” jawab Ibu Rosma.

“Alhamdullilah,” ucap Ricky. Ia langsung sujud syukur.

“Hanifa persis seperti Ibu waktu hamil dia. Tadi pagi dia tidak mau makan bubur buatan Mpok Lani. Padahal Mpok Lani memberi bumbu sama seperti yang kamu suruh, tapi tetap saja Hanifa tidak mau memakan, Dia maunya bubur buatanmu,” kata Ibu Rosma.

“Jadi Hanifa tidak makan, Bu?” tanya Ricky.

“Dia makan, setelah Ibu buatkan nasi goreng cabe rawit,” jawab Ibu Rosma.

“Apa tidak jadi masalah ke janinnya?” tanya Ricky khawatir karena istrinya memakan cabe rawit.

“Tidak. Ibu tidak memakai cabe rawit yang banyak. Hanya asal terasa pedas sehingga menghilangkan mual dan menambah nafsu makan,” jawab Ibu Rosma.

“Syukurlah kalau ada makanan yang masuk. Sudah ya, Bu. Ricky mau kerja lagi. Titip Hanifa, Bu,” kata Ricky.

“Iya,” jawab Ibu Rosma.

“Assalamualaikum,” ucap Ricky.

“Waalaikumsalam,” jawab Ibu Rosma.

Ricky menutup teleponnya, ia melanjutkan pekerjaannya. Ia ingin pekerjaannnya cepat selesai agar ia bisa pulang ke rumah untuk menemui istrinya.

Pukul delapan malam Ricky baru sampai di rumah.Ia sudah tidak sabar untuk menemui istrinya.

“Assalamualaikum,” ucap Ricky ketika masuk ke dalam rumah.

“Waalaikumsalam,” jawab Ibu Rosma.

Ricky mencium punggung tangan Ibu Rosma.

“Hanifa mana, Bu?” tanya Ricky.

“Ada di kamar,” jawab Ibu Rosma.

Ricky masuk ke dalam kamar. Ia melihat istrinya sedang membaca Al Qur’an.

“Assalamualaikum,” ucap Ricky ketika masuk ke dalam kamar.

Ricky mendekati istrinya dan mengecup pucuk kepala Hanifa. Hanifa mengakhiri baca Al Qur’an.

“Waalaikumsalam,” jawab Hanifa. Hanifa mencium punggung tangan Ricky.

“Kamu sudah makan?” tanya Ricky.

“Sudah, tadi Hanifa makan sama sayur asem dan ikan asin,” jawab Hanifa.

“Kenapa makan ikan asin, bukan ikan yang lain?” tanya Ricky.

“Nggak mau ikan yang lain enek makannya,” jawab Hanifa.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu kamar. Ricky membukakan pintu.

“Ibu pamit pulang, ya. Umar sudah datang menjemput ibu. Besok Ibu ke sini lagi,” kata Ibu Rosma di depan kamar.

“Terima kasih sudah menjaga Hanifa. Ricky jadi merepotkan Ibu,” kata Ricky.

“Sudah, Ibu tidak apa-apa. Ibu sudah siapkan makan malam untukmu,” kata Ibu Rosma.

“Terima kasih, Bu,” ucap Ricky.

Ricky keluar dari kamar untuk mengantarkan Ibu Rosma ke depan rumah. Di depan rumah sudah ada Umar yang sedang duduk di atas motor. Ibu Rosma naik ke atas motor.

“Hati-hati nyetir motornya, Mar,” pesan Ricky.

“Iya, Bang,” jawab Umar.

“Ibu pulang dulu. Assalamualaikum,” ucap Ibu Rosma. Umar pun menjalankan motor

“Waalalikumsalam,” jawab Ricky.

Ricky masuk kembali ke dalam rumah. Hanifa sedang duduk di sofa.

“Jangan keluar dari kamar kalau masih sakit kepalanya,” kata Ricky.

“Sudah agak mendingan,” jawab Hanifa.

“Abang mandi dulu,” kata Ricky.

Ricky masuk ke dalam kamar untuk bersiap-siap mandi. Setelah selesai mandi Ricky makan ditemani Hanifa.

“Kamu mau makan lagi?” tanya Ricky melihat wajah istrinya seperti tergiur ketika melihat makan di atas meja.

“Mau,” jawab Hanifa.

Ricky mengambilkan piring untuk Hanifa. Hanifa menaruh nasi beserta sayur asem dan ikan asin ke atas piringnya.

“Ayamnya dimakan juga,” kata Ricky melihat Hanifa tidak mengambil ayam.

“Nggak mau, enek makannya,” jawab Hanifa.

Ricky pun mengalah, ia tidak memaksa Hanifa untuk makan ayam. Yang penting Hanifa mau makan daripada tidak ada yang masuk sama sekali.

Setelah selesai makan mereka pun tidur. Ricky tidur sambil mengusap-usap perut istrinya yang masih datar.

“Yang sehat ya, sayang. Ayah, Ibu dan Kakak Maira menunggu kelahiranmu,” kata Ricky. Ricky mengecup perut Hanifa. Kemudian Ricky tidur sambil memeluk istrinya.

Keesokan paginya Hanifa merasakan sakit kepala dan mual-mual. Ricky membaluri kepala, leher dan punggung istrinya dengan minyak kayu putih. Ia memijat kening, leher dan punggung Hanifa dengan lembut. Hanifa merasa agak enakan setelah dipijit oleh Ricky.

“Bang, Hanifa lapar,” kata Hanifa ketika sedang dipijat oleh Ricky.

“Kamu makan apa?” tanya Ricky sambil memijat lembut punggung Hanifa.

“Mau bubur buatan Abang seperti kemarin,” jawab Hanifa.

“Ya sudah, Abang buatkan bubur dulu,” kata Ricky. Ricky pun menuju ke dapur untuk membuatkan bubur. Tiga puluh menit kemudian Ricky kembali sambil membawa semangkok bubur.

“Bubur special untuk istri Abang tersayang,” kata Ricky.

“Terima kasih Abang,” ucap Hanifa. Hanifa langsung memakan bubur buatan Ricky.

“Hmm. Bubur buatan Abang enak sekali. Pakai bumbu apa, sih?’ tanya Hanifa sambil melahap bubur buatan Ricky.

“Bumbu kasih sayang dan cinta,” jawab Ricky asal-asalan.

“Bener kok, Bang. Bubur buatan Abang enak sekali,” puji Hanifa.

Ricky sendiri bingung, bubur buatannya enak darimana? Padahal ia hanya memberi sedikit garam. Setelah matang ia berikan taburan bawang goreng. Sebelumnya ia cicipi dulu, rasanya biasa-biasa saja bahkan rasanya sedikit hambar karena ia hanya menggunakan sedikit garam.

Ricky memandangi istrinya yang begitu lahap memakan bubur buatannya.

Apa ini keinginan janin dalam kandungan Hanifa? Janin itu mungkin ingin dimanja dan diperhatikan oleh Ayahnya, kata Ricky di dalam hati.

Akhirnya Hanifa menghabiskan semua bubur yang berada di dalam mangkok.

“Alhamdullilah,” ucap Hanifa setelah selesai makan bubur. Lalu ia meminum segelas air hangat yang dibawa oleh Ricky.

“Jangan tidur dulu, nanti muntah lagi. Tidurnya nanti kalau sudah satu jam,” kata Ricky.

“Hanifa ngapain, dong?” tanya Hanifa sambil cemberut. Sakit pada kepalanya membuat Hanifa ingin tidur-tiduran.

“Nonton televisi,” Ricky memberikan remote televisi kepada Hanifa.

“Abang mandi dulu, ya,” kata Ricky sambil mengusap kepala Hanifa.

Ricky keluar dari kamar sambil membawa mangkok bekas bubur.

1
Ira Herawati
mampir lg
Hendro 212
maira maira lucu dan imut babget kumuya
Adawiyah Bulia
Luar biasa
Deche: Terima kasih
total 1 replies
💟노르 아스마💟
novelx santai gk berat meski alurx sedang ...good deche
Deche: terima kasih
total 1 replies
Nda DhaThoel
ceritanya bagus, wajib dibaca pokoknya ya guys 😊
Nda DhaThoel: sim² teteh 😘
total 2 replies
Ernadina 86
jadi inget masa kecil..disayang sana sini tapi ayah angkatku suka ngelarang nginep d tempat ayah kandungku..maen boleh asal jangan nginep
Ernadina 86
ampun nih aki aki kebelet kawin..nunggu malem aja gak tahan😂
Ernadina 86
pepet pepet..jangan ampe mampret😂
Ernadina 86
pada bego apa gimana sih..bukannya langsung menghampiri Ricky ngasih tau malah ke toilet..mau jadi korban apa gimana..kesel ih
arfan
up
Alex Bestlah
diih ....authornya ngancem 😂
Kurnianingsih Sa'ud
Novelnya bagus kok ceritanya...sy sukaaa...
Deche: Terima kasih
total 1 replies
Rina Fauzie
bagus ceritax 👍👍👍
Deche: Terima kasih
total 1 replies
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
APAKAH VIVIN YG MLUK MAIRA...?
SEMOGA NOVEL VIVIN & ERIC SGERA LAUNCING...
Sulaiman Efendy
PASTI NENE ROSMA OTW HAMIDUN HSIL CANGKULAN KAKE LIWAN😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
APA INI HUTAMA AYAHNYA WISNU, WIRA & WINA...
Sulaiman Efendy
KNP GK KAKE LIPAN AZA MAIRA...😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
MESKI HNY DUNIA HALU, AKU JUGA SEDIH, JDI INGAT ANAKKU DARI MNTAN ISTRI PERTAMA, YG IKUT IBUNYA KE TANAH BANJAR STELAH KAMI BRPISAH.. MSH UMUR 2,3 THN, HNY BBRP X BRTEMU STELAH BRPISAH, SAAT ANAKKU MNIKAH SAJA AKU GK HADIR, KRN BRTEPATAN LGI UMROH SKELUARGA..😢😢😢😢😢
Sulaiman Efendy
MANA GK BERAT, SEDARI MDH MERAH, MAIRA SDH DIASUH AIDA, MSKI BUKAN ANAK DARI RAHIM AIDA, NMUN IKATAN BATINNYA KUAT, SSH SENANG, SUKA DUKA SDH DILALUI AIDA DN MAIRA SAMA2..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!