Selma adalah seorang janda dengan 3 orang anak. Dia berkerja di sebuah perusahaan swasta yg hampir bangkrut..
Dengan gaji pas-pasan dia berusaha mencukupi kebutuhan sekolah dan hari-hari mereka.. Tapi di kantor sudah tersebar surat edaran bahwa akan ada pengurangan karyawan,dia harap itu bukan dirinya. Karna jika itu dia,maka dia tidak tau harus bekerja apa lagi,di kota sebesar ini mencari pekerjaan bukanlah sesuatu yg mudah. Apalagi mengingat statusnya seorang janda yg memilikki dasar pendidikan yg rendah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Audwibill, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memilih
"apa kata ayah? Jika ayah tau mengapa ayah tidak mencegahnya?" tanyanya dengan nada tinggi..
"apa kau sekarang sedang mengajariku?" tanya sang Kakek dengan nada tak kalah tingginya.
Suasana menegang dan mulai panas,Selma kembali melirik Andreas,tapi ia tak berkutik sedikitpun. Ini mengingatkan masalalunya yang membuatnya berada dalam situasi seperti ini.
Selma berdiri mencoba bicara untuk meringankan suasana..
"ibu... Kakek.. aku..." belum sempat ia berkata sebuah tamparan keras melayang di wajahnya,yang membuatnya mundur beberapa langkah kebelakang. Semua orang terkejut hingga membuat mereka beranjak dari tempat duduk masing-masing. Begitu juga dengan Andreas dan Kakeknya..
"ibu.. Apa yang ibu lakukan?" Andreas angkat bicara..
"mengapa? kau tidak suka? maka jangan kau lihat.. Aku harus menghajar wanita yang sudah berani menggoda anakku! apakah itu salah he?" kata-kata dan raut wajahnya dipenuhi dengan amarah membuat Andreas tak dapat berbuat banyak. Selma pun hanya memegang pipinya yang sedikit mengeluarkan darah di sisi bibirnya. Ia tak bisa berbuat banyak selain meneteskan air mata yang dengan cepat ia seka..
"Emma.. jangan gegabah.. tindakan mu itu tidak layak?" sang Kakek berbicara dengan menyebut nama ibunya Andreas..
"lalu apa yang pantas untuk wanita yang ingin mendapatkan kekayaan dengan cara yang sangat licik seperti dia?" Lagi-lagi kemarahan yang meledak-ledak keluar dari kata-kata sang ibu hingga mengacungkan jari telunjuk kemukanya Selma. Selma hanya menunduk kini tangisannya pecah dengan terisak ia menghadapkan wajahnya kearah sang ibu mertua..
"apakah statusku begitu mengganggumu? hingga kau harus bersikap rendahan seperti ini? apakah aku sangat tidak layak untuk putramu hingga kau sebegitunya memperlakukanku?" kata-kata Selma terbata-bata tetapi dengan sangat jelas ia mengajukan penolakan atas tuduhan yang di ajukan padanya..
"apa katamu? berani sekali kau menjawabku? siapa yang memberimu perintah ha?" sang ibu ingin berjalan kearahnya tetapi dihalang oleh Andreas yang mencoba menenangkannya..
"lepaskan ibu Iyas.. aku harus menghajar mulut kotornya hingga ia tidak berani berbicara padaku lagi" tetapi Andreas tidak melepaskan ibunya ia terus memegangi ibunya..
Sang kakek bicara lagi...
"Hentikan ini.. sekarang dia adalah menantu termuda di keluarga ini. Kalian harus menerimanya mau tidak mau. Ini adalah keputusanku." kata sang kakek memberi perintah. Semua terdiam tak ada yang berani bicara. Tetapi Emma ibunya Andreas Tidak menerimanya..
"sampai kapanpun,aku tidak akan pernah menerima dia sebagai menantuku?" Kata Emma kepada Andreas dan Selma. Selma yang mendengar itu hanya tersenyum sinis membuat kemarahan Emma bertambah..
"maksudmu apa dengan tersenyum seprti itu?" tanyanya dengan kemarahan yang lebih besar..
"ibu sudahlah,jangan dipermasalahkan lagi. Ibu tidak dengar apa yang Kakek katakan?" Andreas mencoba menenangkan ibunya kembali..
"kau membelanya? iya Iyas kau membela seorang wanita yang baru kau kenal ketimbang ibumu sendiri? baiklah aku tanya padamu? kau memilih dia apa ibu?" pertanyaan itu membuat Andreas terkejut bukan main,tetapi Selma lagi-lagi tersenyum kecil mendengarnya. Seolah pertanyaan seperti itu sudah di tebak akan di ajukan oleh ibunya..
"ibu apa yang ibu katakan?" Andreas kembali menenangkan ibunya yang masih dipenuhi amarah..
"jawab ibu! kau pilih dia atau ibu??" sekali lagi pertanyaan itu keluar dari sang ibu membuat Selma terisak kembali..
"ibu.. tentu saja aku akan memilihmu,kau ibuku" Kata-kata Andreas membuat ibunya melemah tetapi membuat tangisan Selma pecah hingga terdengar oleh semua anggota keluarga lainnya..
Hubungan mereka tidaklah berdasarkan rasa cinta dan kasih sayang,tetapi mengapa hati Selma hancur saat mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Andreas. Mendengar itu Selma berbalik badan dan berlari keluar rumah meninggalkan semua yang ada disana. Berlari membawa tangisan yang tidak bisa ia bendung lagi..