NovelToon NovelToon
My Poor Wife

My Poor Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:9.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Afria Lusiana

"Mungkin, hanya aku yang paham. Perihal bagaimana rasanya hidup di keramaian, namun tetap merasa sendirian" ~ Sabilla Natasya Arsi.

Bagaimana jadinya, jika tidak ada seorangpun yang mengerti dan paham akan dirimu? Bagaimana jadinya, jika kau hidup di keramaian namun tetap merasa sendirian?

Sabilla, seorang gadis malang yang kehilangan semua orang yang ia cintai. Bagaimana mungkin semua ini terjadi pada Sabilla? Bagaimana mungkin semuanya pergi dalam waktu yang begitu singkat? Tapi, ya begitulah adanya.

Setelah kehilangan sang kakak dan bunda pada saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar, Sabilla harus menerima kembali kenyataan, saat dirinya kehilangan sang kekasih yang selalu ada setelah bundanya tiada.

Rasanya hidup Sabilla benar-benar hancur. Ia merasa sendiri meskipun sedang berada di tengah keramaian.

Hingga suatu ketika, Ayah Sabilla tiba-tiba menjodohkan dirinya dengan seseorang yang sangat angkuh di kampusnya. Seseorang yang tidak pernah bersikap ramah terhadap Sabilla. Dan hal itu tentu saja membuat hidup Sabilla semakin sengsara dan menderita.


Mau tau gimana kelanjutan dari kisah Sabilla? Yuk dibaca dulu, siapa tau suka dan mungkin jatuh cinta.

Jangan lupa dukung author dengan cara like, komen, love dan vote ya.
Happy reading semoga suka :)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afria Lusiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terserah Ayah

Aku tak pandai berpuisi, aku juga tak pandai merangkai kata mutiara, karena aku hanya bisa bercerita. Selamat membaca, semoga kalian suka💕💕💕

Sabilla baru saja sampai di rumahnya. Dengan raut wajah kecewa dan tidak bersemangat, gadis itu segera turun dari mobil setelah berpamitan pada Pak Jonet.

Ya, Pak Jonet. Sabilla pulang bersama Pak Jonet, bukan Farrel. Tiga jam Sabilla menunggu Farrel di taman Fakultas, namun pria itu tidak kunjung datang. Sabilla justru menolak tawaran Kevin demi menunggu Farrel yang tidak pasti, hingga Kevin yang ada kelas jam 1 siang terpaksa meniggalkan Sabilla di sana sendirian.

Farrel menyuruh Sabilla menunggu dirinya hingga jam 12.00, sedangkan waktu sudah menunjukkan pukul 13.30, namun Farrel tak kunjung datang. Itulah sebabnya Sabilla memilih untuk pulang tanpa menunggu Farrel lebih lama. Gadis itu segera menelfon Pak Jonet untuk menjemput dirinya.

"Bodoh banget sih gue percaya sama omongan kak Farrel, udah jelas dia sayang banget sama kak Diara" Batin Sabilla sembari berjalan menuju kamar dengan raut wajah yang tidak bersemangat.

Sesampai di depan pintu kamar, Sabilla menghela nafas pelan, kemudian membuka pintu perlahan, namun matanya membulat kaget seketika saat melihat Farrel sudah duduk di atas sofa dengan santainya sembari memainkan ponsel disana. Farrel menoleh ke arah Sabilla sejenak, kemudian kembali memalingkan pandangannya tanpa merasa bersalah sedikitpun.

Tanpa ingin bertanya, Sabilla kembali mengunci pintu kamar dan menaruh tas kuliahnya di atas meja kecil yang ada di samoing ranjang, merasa kelelahan, Sabilla segera membaringkan tubuhnya di atas ranjang dengan posisi membelakangi Farrel.

Suasana kamar saat itu seketika terlihat hening, tak ada yang ingin memulai berbicara. Hingga deringan ponsel Sabilla berbunyi dengan begitu nyaring, membuat Sabilla yang kala itu melamun dalam rebahannya, meraih ponsel yang ada di meja kecil sebelah ranjangnya itu.

"Ayah" Sabilla mendudukkan tubuhnya saat mengetahui orang yang menelfon dirinya adalah Hermawan sang Ayah. Sedangkan Farrel, hanya melirik Sabilla dari kejauhan.

"Ayah, kapan pulang? Sabil rindu Ayah" batin Sabilla tanpa ingin berbicara langsung pada Ayahnya.

"Sabil, hari ini Mama Yasmin yang akan bantu kamu pindah ya sayang. Ayah masih banyak kerjaan" Ucap Hermawan dari balik ponsel yang sukses membuat mata Sabilla membulat seketika.

"Pindah?"

"Iya, sekarang sudah saatnya sayang, kamu sekarang harus bisa hidup mandiri bersama suami kamu. Dulu kamu maunya cuma seminggu di rumah, tapi ini udah 1 bulan lo nak. Sekarang kamu benar-benar harus belajar mandiri"

"Ayah ngusir Sabil?" Seru Sabilla dengan nada suara sedikit meninggi, dan hal tersebut sukses membuat Farrel menoleh ke arahnya.

"Sabil, Ayah nggak mengusir kamu sayang. Tapi kamu sekarang udah punya suami. Udah seharusnya kamu..."

"Tapi Yah, apa bedanya disini sama di rumah baru? toh Ayah juga jarang pulang dan Sabil sama aja hidup mandiri di sini Yah.!"

"Itu namanya bukan mandiri sayang, di rumah masih ada Bi Mirna dan Pak Jonet"

"Ck! Alasan" umpat Sabilla.

"Nanti Mama Yasmin akan menemani kamu dan Farrel ke rumah baru ya sayang" Bujuk Hermawan.

"Terserah Ayah aja deh" Kesal Sabilla dengan tidak sopan mematikan sambungan telfon Hermawan. Gadis itu mengusap rambutnya dengan kasar, memangku lututnya di atas ranjang dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

Tak lama kemudian, Yasmin yang baru saja datang mengetuk pintu kamar Sabilla. Memanggil nama anak dan menantunya itu dari balik pintu.

Sabilla menoleh ke arah pintu, kemudian berdiri membuka pintu untuk Yasmin.

Di balik pintu, Yasmin tampak tersenyum pada Sabilla, dengan terpakasa Sabilla juga membalas senyuman ibu yang telah melahirkan suaminya tersebut.

"Ayah udah telfon kan sayang?" tanya Yasmin melebarkan senyumannya memegang pundak Sabilla.

Sabilla mengangguk "Udah Ma" jawabnya.

"Sekarang kamu beres-beresin baju kamu dulu ya" Perintah Yasmin. Dengan berat, Sabilla mengangguk dan melangkahkan kakinya menuju lemari. Sejenak, Sabilla mematung di sana, entah apa yang ada dalam fikirannya saat ini.

"Dek, kamu ngapain? cepat beresin baju kamu!" Perintah Yasmin saat melihat anak keduanya itu masih saja sibuk dengan ponsel di atas sofa.

"Eh ada Mama" Ucap Farrel pura-pura tidak mengetahui keberadaan ibu yang telah melahirkan dirinya itu.

Plakkkkk

"Ini anak sama bapak kelakuan sama aja" Kesal Yasmin menjitak kepala Farrel. Sedngkan Farrel justru tertawa cengengesan.

"Buruan!" Teriak Yasmin pada Farrel.

"Iya Mama ih santai aja kali beb" Ucapnya kembali cengengesan membuat Yasmin hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah putra keduanya itu.

***

Setelah selesai mengemasi baju-bajunya ke dalam koper, Sabilla menatap sekeliling kamar, bayangan Bunda dan Kakaknya menari-nari di ingatannya, hal itu membuat tubuhnya melemah seketika.

"Sabil, kamu kenapa sayang?" tanya Yasmin mendekat ke arah Sabilla yang sudah terdududuk lemah di lantai.

Sabilla menatap Yasmin dengan tatapan sendu. "Nggak papa ma" Sabilla menyerka air matanya. Yasmin memapah menantunya itu untuk segera berdiri dan berjalan turun ke lantai bawah rumahnya dimana Asep dan Faris sudah menunggu di sana.

"Cepetan dek! sekalian bawain barang-barang Sabil ke bawah" Perintah Yasmin pada Farrel.

"Bawa aja sendiri!" Balas Farrel yang sontak membuat Sabilla mengehentikan langkahnya. Gadis itu memalingkan pandangannya ke arah belakang, ia hendak melangkahkan kaki mengambil koper miliknya, namun Yasmin menahan Sabilla, mengangguk mengisyaratkan untuk tidak meladeni ucapan Farrel dan melanjutkan langkah mereka.

Di ruang tamu, terlihat Asep dan Faris tengah duduk di sana sembari menikmati kopi yang sudah disiapkan oleh Bi Mirna barusan. Tak lama setelah mendudukkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu itu sejenak, Sabilla pamit pada Yasmin dan yang lainnya untuk menelusuri setiap inci rumahnya. Rumah dimana dirinya dibesarkan dengan kasih sayang. Rumah yang dulu dipenuhi dengan gelak tawa dua gadis cantik dan dan satu malaikat yaitu Bundanya.

Sabilla berdiri di depan kolam renang rumahnya, melamun menatap kosong entah apa yang ia fikirkan.

"Non Sabil" panggil Bi Mirna yang baru saja datang dari arah belakang. Sabilla menoleh, tanpa aba-aba gadis itu memeluk bi Mirna dengan begitu erat. "Bi, aku nggak mau pergi dari sini Bi" Ucap Sabilla di sela isak tangisnya.

"Non, non Sabil pindah bukan berarti nggak boleh kesini lagi. Non Sabil masih bisa sering-sering main kesini" Bi Mirna mengelus lembut punggung Sabilla mencoba menenangkan gadis tersebut.

"Sekarang kita ke depan ya Non, yang lain, Bu Yamin dan Pak Asep udah nunggu Non" Ajak Bi Mirna yang segera di angguki oleh Sabilla. Sabilla pun berjalan dengan langkah tertatih menuju ruang tamu bersama Bi Mirna dengan pandangan yang masih tak terlepas dari sudut-sudut ruangan rumah mewah tersebut.

"Ayok Sayang" Yasmin meraih tangan Sabilla setelah gadis itu kembali ke ruang tamu, Ibu dua anak tersebut tersenyum mengajak menantunya itu untuk segera pergi dari sana.

Sabilla kembali menoleh pada Bi Mirna, Bi Mirna tersenyum kemudian mengangguk, kemudian Sabilla kembali memeluk asisten rumah tangganya itu dengan tangisan yang sudah memecah yang tidak mampu lagi Sabilla tahan "Sabil akan selalu merindukan bibik" ucapnya.

"Bibi juga akan selalu merindukan Non Sabil, Non baik-baik di rumah baru ya. Jaga diri" Pesan bi Mirna mengelus puncak kepala Sabilla.

Melihat pemandangan haru tersebut, Yasmin justru ikut meneterskan air mata. Ia sangat tahu pasti apa yang saat ini Sabilla rasakan.

"Udah cepetan ah! pake drama segala. Gue aja minggat dari rumah biasa aja" Farrel berucap sembari berjalan mendahului semua orang menuju mobilnya.

"Farrel" Teriak Yasmin geram melihat tingkah putrnya itu. Namun, tak ada sahutan dari Farrel. Ia berlalu berjalan menuju mobilnya.

Saat ini Sabilla tengah berada berdua di dalam mobil bersama Farrel, karena Yasmin, Asep dan Farrel menaiki mobil Asep. Di perjalanan, Sabilla hanya diam menoleh ke arah kaca memperhatikan jalanan. Sedangkan Farrel, pria yang tengah sibuk mengendarai mobilnya itu sesekali melirik ke arah Sabilla.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

***

Setelah lebih kurang enam jam di rumah baru Sabilla dan Farrel, setelah Ibu, Ayah dan anak tersebut membantu Farrel dan Sabilla untuk mengemasi barang-barangnya. Mereka kemudian berpamitan untuk pulang ke rumah, karena saat ini, waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 malam.

"Mama, Papa, Kak Farris pulang dulu ya sayang" Pamit Yasmin mengelus puncak kepala Sabilla. "Kamu jangan sedih terus dong, ntar cantiknya hilang lo. Nanti kamu kan bisa ajak Farrel ke rumah Ayah, ke rumah Mama." Bujuk Yasmin tersenyum sembari memegang kedua tangan Sabilla.

Sabilla sejenak menoleh ke arah Farrel. Dengan seketika, ingatan tentang apa yang ia lihat tadi siang meronta-ronta di ingatannya. Membuat Sabilla kembali merasa sadar diri. Di tambah dengan sikap Farrel yang tidak pernah jelas. Terkadang baik, terkadang kasar. Sabilla hanya tidak ingin kebaikan Farrel justru ia salah artikan. Sedangkan hati suaminya itu masih untuk mantan kekasihnya.

Sabilla kembalin menoleh ke arah Yasmin, gadis itu hanya memgangguk tanpa bersuara, kemudian menyalami Yasmin, Asep dan Faris secara bergantian.

"Papa pulang dulu ya sayang" Ucap Asep sedikit mengacak rambut Sabilla.

Yasmin, Asep, dan Farris tak hentinya memandangi wajah Sabilla yang jelas mereka tahu bahwa terlalu banyak kesediahan yang gadis itu rasakan.

Faris mengalihkan pandangannya pada Farrel. "Lo jaga Sabil baik-baik dek. Awas kalo sampe lo macam-mcam" Ancam Faris melototkan matanya tajam pada Farrel searaya mengepalkan keduan tangannya pada adik satu-satunya itu.

"Suka-suka gue dong, mau gue apain, istri gue, bukan istri lo" Ejek Farrel.

" Eh tunggu-tunggu, macam-macamnya dalam segi apaan nih?" goda Farrel yang membuat Yasmin melototkan matanya seketika, karena saat ini bukan saat yang untuk bercanda mengingat Sabilla yang masih merasakan kesedihan.

.

.

.

.

.

Jangan lupa like, komen, dan Vote ya. Terimakasih 😍

1
Baca Buku
biasa aja dgn visual koreanya.. muka yg cowok kurang laki2
Baca Buku
kenapaaa muka Korea? muka Indonesia juga bagus2 loh thor
Tiwik Firdaus
kurang seru dong cuma hitu doang
Tiwik Firdaus
orang tua yang egois semua ngak memikirkan perasaan anaknya bahagia ngak sama prang tua ngak peka lihat ekpresif mereka yang bahagia sama sekali
Ridens
ikut mewek gue thorrr 😭🙏💪
Setiawati Anggraeni
uluh uluh.... so sweet...
telat aku tuh tau novel ini😭
Setiawati Anggraeni
woy Farrel.... bisa"nya dendam ma diara Sabilla jdi pelampiasannya.... 😡
Fi Fin
hallaaah ntar ujung2 bya ngeprank
Dita Nur Ardiasari
ak dukung aura faris
uups
ahhh penonton kecewa,, adegannya Ng ad
uups
mau jadi juragan bawang ya thorrr,,,,
Elis Nurhayati
m bb lmlmlmlmlmlm lmlmlml lmlmlmlmlm. llmlm. jlllb nm mlm l m ln. llmmn nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn. nnn nnnnnnn n nmnn nnnnnnn
Riska Wulandari
lah kamu udah dapetin Faris tapi kamunya yg g mau Ra..
Riska Wulandari
janji jangan cengen lagi ya Sabil..
masa dari awal sampai mau end nangis mulu..
Riska Wulandari
Faris suka sama Aura yg suka sama Kevin yg suka sama Sabil yg saling cinta ama Farel..puyeng dahhh...
mending d cut aja milih yg udah pasti Ra..
Riska Wulandari
Farel kuat loh udah setahun brlum unboxing..
Riska Wulandari
mending Aura sama Faris aja..
Riska Wulandari
lagian masih muda Waaaaa,,nikmatin aja semua alur..jangan paberan..patah hati..noh si Faris jomblo..
Riska Wulandari
ah elahhhhh si othornya bercandanya bikin jantungan...
eh keluarga stressss,,untung si Sabil g bunuh diri..🤭🤭
Riska Wulandari
inget kmren waktu kamu ngemis2 Rel..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!