NovelToon NovelToon
THE RED LIPS-FINAL

THE RED LIPS-FINAL

Status: tamat
Genre:Action / Mafia / Militer / Anak Genius / Tamat
Popularitas:251.4k
Nilai: 5
Nama Author: Lelevil Lelesan

Lovina Serena Robinson adalah seorang wanita cantik jebolan dari MI6. Rekrutan termuda berusia 18 tahun dan menguasai 8 bahasa.

Namun, trauma yang dialaminya ketika berumur 10 tahun dan menewaskan kedua orang tuanya, tak bisa disembuhkan oleh MI6. Lovy menjadi semakin kejam. Dia mengundurkan diri dari MI6 setelah merasa dijebak dalam misi pertamanya.

Sang nenek membawa Lovy kepada Lea dan menjadikannya salah satu anggota The Red Lips. Sebuah organisasi yang berisi para wanita yang memiliki trauma hebat. Tujuannya, membunuh semua pria hidung belang dengan kematian tragis.

Siapa sangka, kehidupan baru Lovy membuatnya berhasil hidup layaknya sipil dan bertemu cinta sejatinya, Sean Wilver.

Namun, kebahagiaan itu tak berlangsung lama setelah Lovy tahu pembunuh kedua orang tuanya. Lovy membalaskan dendam itu dan meninggalkan Sean. Dalam pengasingannya, Lovy mengandung anak dari pria yang pernah dicintainya.

Bagaimana nasib anak lelaki yang lahir dan kini menanyakan tentang ayahnya?

***
Selamat datang di novel Lele karya ke 8❤️ Semoga suka ceritanya dan jangan lupa berikan semua dukunganmu padaku ya😆
Vote poin, koin, vocer, like dan komen ajaib😍
Nglunjak bin ngarep🤭 Lele padamu💋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lelevil Lelesan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ZERO*

Rico melakukan ancaman. Tentu saja para pria itu panik. Sopir segera meminggirkan kendaraan ke bahu jalan, sedang Rico masih dalam posisi siap melompat.

"Hei, bukan begitu caranya mengancam kami," tegas pria yang duduk di samping Rico mencoba menasehati.

"Aku tak peduli. Aku ingin bertemu mommy! Aku ingin menolongnya! Kalian tidak tahu penderitaanku selama ini! Aku kesepian dan tertekan. Aku merindukannya!" jawab Rico dengan mata berlinang.

Para pria itu saling melirik dan pada akhirnya pasrah dengan permintaan bocah tampan itu.

"Baiklah, kami mengerti. Namun, berjanjilah. Kau harus menurut, jangan gegabah karena lawan kali ini orang yang berbahaya. Jika kau sampai terluka atau terjadi hal buruk, kau akan membuat kami dalam masalah. Kami tak ingin berurusan dengan ibumu. Kaumengerti?" tegas pria yang duduk di bangku belakang sampai berdiri meski badannya membungkuk karena terhalang langit-langit mobil.

Rico mengangguk. Pria yang duduk di samping Rico memberikan tangannya dan anak lelaki itu segera menyambutnya. Rico kembali duduk dan sopir segera menaikkan kembali kaca jendela.

"Jadi ... Mexico?" tanya sopir.

"Ya, Mexico," jawab pria yang duduk di samping Rico malas.

"Yey!" jawab Rico senang karena akhirnya permintaanya dituruti.

Mobil akhirnya melaju menuju ke perbatasan. Mereka sengaja tak menggunakan pesawat karena takut dilacak pihak kepolisian mengingat kini Rico menjadi buronan mereka.

Di tempat Lovy dan timnya berada.

Akhirnya waktu yang telah dinantikan tiba. Saatnya Baron dan anak buahnya mengantarkan pesanan HC kepada Zero di tempat yang sudah dijanjikan.

Lovy dan timnya telah pergi terlebih dahulu agar tak dicurigai oleh pihak Zero.

"Jangan membuatku rugi, Lovy. Seperti janjimu, kau hanya ingin melihat Zero. Jadi, pastikan targetmu karena aku tak mau terlibat," tegas Baron sebelum misi dimulai.

Lovy mengangguk paham dan segera pergi dengan mobil pemberian Baron bersama Vivi. Sedang Dorothy dan Suzanne pergi mengendarai motor sport. Mereka berboncengan dan mengambil rute berbeda.

Baron dan anak buah yang telah ditunjuknya akan pergi menemui Zero di Holbox. Sedang HC yang dimuat dalam truk khusus akan dibawa ke sebuah dermaga kapal menuju Marina Hacienda del Mar di mana D-S ditugaskan untuk mencari tahu ke mana tujuan akhir dari pengiriman itu.

"Tetap terhubung meski kita terpisah. Jika keadaan sulit, segera tinggalkan lokasi. Nyawa kalian berharga dan aku masih membutuhkan bantuan kalian untuk mengungkap kasus ini. Kalian mengerti?" tegas Lovy dari sambungan telepon.

"Yes, Mam!" jawab D-S mantap seraya terus berkendara di hari menjelang fajar, satu jam sebelum truk pengangkut diberangkatkan.

Setibanya di lokasi, D-S melihat pria yang diyakini adalah Zamrud sedang berada di atas sebuah yacht seperti menunggu kedatangan pesanannya.

"Hei," panggil D ketika ia melihat sebuah jet ski berlabuh pada pinggir pantai.

Suzanne mengangguk paham dan segera berlari menuju ke arah jet ski. Sedang D, mencari lokasi yang tepat untuk melakukan pengintaian.

Perjalanan menempuh sekitar hampir 3 jam mengikuti arahan GPS. Akhirnya, Lovy dan Vivi tiba di Holbox saat matahari bersinar.

Mereka melihat sebuah pesawat tipe Cessna Amphibi berada di perairan dekat pantai, tapi tak terlihat ada orang atau penjaga di sekitar benda terbang yang terapung itu.

"Sepi. Ini mencurigakan, Lovy," terang Vivi dari balik teropongnya.

"Hem, aku tahu. Baron seharusnya sudah dalam perjalanan. Kita sebaiknya tetap waspada dan periksa sekitar. Tetap berdekatan," tegas Lovy dan Vivi mengangguk.

Dua orang itu sengaja berpakaian layaknya turis. Lovy dan Vivi menyamar dengan penampilan lain agar tak dikenali.

"Lovy," panggil Vivi saat ia melihat sekelompok pria sedang berkumpul dan duduk di sebuah teras penginapan.

Lovy menggunakan teropong untuk memastikan penglihatannya. Praktis, matanya melebar.

"Itu Sean!" pekiknya dengan suara tertahan saat melihat mantan suaminya berada dalam kumpulan menikmati cerutu.

Napas Lovy memburu dan langsung membalik tubuhnya terlihat panik. Vivi melihat kawannya lekat seperti tak bisa menahan gejolak dalam dirinya karena melihat sosok pria yang pernah dicintainya.

"Lovy, ingat. Kaubilang jika pria yang kautemui di rumah hitam bukan Sean, tapi pria mirip Sean. Aku sangat yakin jika lelaki itu adalah Zero. Entah ada intrik apa yang mendasari hal itu, tapi menurutku, pria itu sengaja melakukannya. Dia memang mengincarmu. Buktinya, kausempat dibawa pergi olehnya, tapi berhasil digagalkan oleh kami," tegas Vivi menatap sahabatnya lekat.

Lovy berusaha menenangkan hatinya di mana keduanya bersembunyi di balik sebuah semak dekat penginapan itu.

"Ya, kau benar. Dia bukan Sean. Aku harus cari tahu kebenarannya," tegas Lovy dan Vivi mengangguk setuju.

"Sial, banyak nyamuk. Bagaimana jika kita kembali ke mobil? Setidaknya, kita sudah tahu orang-orang yang akan ditemui oleh Baron nanti," ucap Vivi menawarkan. Lovy mengangguk setuju.

Keduanya segera pergi meninggalkan lokasi dan kembali ke mobil. Selama menunggu, pikiran Lovy malah kembali membawanya saat bersama Sean dulu.

Pertama kalinya, Lovy tak menganggap pria sebagai ancaman atau target yang harus dibunuh.

Ucapan Elda sang nenek teringat jelas dipikirannya yang selalu mengatakan jika Sean berbeda dengan pria lainnya. Sean polisi yang baik dan pantas untuk dicintai.

"Sean," panggil Lovy berusaha menahan air mata dan rasa rindunya.

Selang 30 menit, sebuah helikopter mendarat di dekat penginapan tersebut pada landasan helipad. Lovy terkejut dan segera membangunkan Vivi yang tertidur lelap.

"Baron datang," ucap Lovy dengan mata membidik helikopter tersebut di kejauhan.

Lovy dan Vivi segera meneropong dari dalam mobil untuk memastikan. Ternyata, memang Baron yang muncul di tempat itu.

Pria yang diyakini adalah Zero, menyambut Baron seraya berjabat tangan. Sayangnya, dua wanita cantik itu tak bisa dengar apa yang dikatakan oleh target mereka.

Baron mengatakan jika pemeriksaan orang-orang Zero ketat dan ia tak bisa menggunakan penyadap atau pelacak karena pasti akan dicurigai dan ia bisa dibunuh di tempat.

Lovy memahami kondisi itu dan memilih untuk melakukan pengintaian layaknya ketika ia berada di militer.

"Lovy, mereka memasuki penginapan," ucap Vivi yang mengikuti pergerakan Baron dan Zero.

"Mereka pasti sedang melakukan transaksi. Biarkan saja, jangan usik. Sebaiknya kita bersiap untuk menyelinap ke dalam pesawat milik Zero selagi mereka berada di dalam," bisiknya. Vivi mengangguk siap dan segera berkemas.

Keduanya mengendap menuju ke pesawat yang berada di perairan. Vivi melindungi Lovy yang berusaha untuk mendekati pesawat dari samping mobil dengan pistol dalam genggaman. Tiba-tiba saja ....

"Wow! Panjang umur! Lihatlah, Patricia Magdalena alias Lovina Serena Robinson telah siap untuk kauajak terbang, Tuan Zero," ucap Baron lantang saat ia dan sekumpulan pria keluar dari dalam penginapan yang mendapati Lovy mencoba memasuki pesawat.

"Oh, shitt! Lovy!" teriak Vivi panik karena mereka ketahuan.

Mata Lovy melebar. Ia merasa jika Baron menjebak mereka. Lovy dengan sigap berlindung di balik pelampung komposit yang membuat pesawat itu terapung di atas air.

Namun, bukan hujan peluru yang mereka dapatkan, melainkan banyaknya tabung-tabung gas yang dilemparkan ke arah dua wanita cantik itu.

Vivi terkejut dan tiba-tiba saja tak sadarkan diri usai menghirup gas tersebut. Lovy yang melihat gas itu membuat Vivi pingsan, segera memasuki perairan dalam dan berenang.

"Jangan biarkan dia lolos! Tangkap hidup-hidup!" tegas Zero menyerukan perintahnya.

Segera, anak buah Zero berlari menuju ke perairan. Mereka berenang mengejar Lovy yang menjauh dari wilayah tempat Zero berada.

"Jadi ... pulau pribadi?" tanya Baron dengan senyum lebar.

"Aku belum mendapatkannya. Pulau itu tak akan pindah ke mana-mana. Bersabarlah," tegas Zero menatap Baron dingin.

Baron menggembungkan pipinya dan mengangguk. Pria itu meringis saat melihat Vivi dibopong masuk ke dalam mobil ciptaannya.

Seorang pria duduk ke kursi kemudi. Ia melaju dengan mengendarai mobil merah menyala itu meninggalkan lokasi membawa Vivi pergi.

Zero melihat anak buahnya seperti kesulitan menaklukkan wanita yang diincarnya. Zero berjalan dengan santai menuju ke pantai. Baron mengikuti Zero seperti kacung.

"Bawa kemari pesawat itu," titahnya.

Salah satu anak buah Zero segera mendatangi pesawat dan mengoperasikannya. Benda itu bergerak maju seperti kapal dan kini berada di pinggir pantai.

"Hei, hadiahku!" teriak Baron saat Zero naik ke pesawat.

Zero melemparkan sebuah kunci pada pria itu. Baron menangkapnya dengan sigap, tapi ia bingung dengan hal tersebut.

"Kau membuat anak buahku kerepotan hingga harus aku sendiri yang menangkapnya. Hadiahmu kuturunkan. Itu sudah lebih dari cukup," tegas Zero dengan wajah dingin lalu menutup pintu pesawat.

Baron merasa dibohongi, tapi tak bisa berkutik. Ia melihat gantungan kunci itu dengan kening berkerut.

Ia mengenali tulisannya dan langsung menoleh saat menyadari penginapan tempat ia bertemu dengan Zero menjadi miliknya.

"Wow! Rumah ini menjadi milikku? Hahaha! Not bad!" serunya senang karena mendapatkan sebuah penginapan yang sudah lengkap dengan furniture di dalamnya. "Senang berbisnis denganmu, Tuan Zero!" ucap Baron seraya melambaikan tangan dengan wajah gembira.

Pesawat amfibi itu bergerak mendekati ke kumpulan anak buah Zero yang bertarung di perairan dangkal.

Para pria itu berusaha menjatuhkan Lovy. Sayangnya, wanita yang berusaha dilumpuhkan mereka sangat tangguh dan tak mudah menyerah.

BUAKK! BYURR!

Lovy meluncurkan kedua kakinya ke depan dengan mantap. Ia menendang dada seorang pria di depannya saat kedua tangannya dipegangi kuat di sisi kiri dan kanan.

Pria itu jatuh ke belakang dan menghantam permukaan air hingga cipratan air besar mengenai wajah semua orang.

DUAKK!

"Agh!" erang pria yang memegang tangan kanan Lovy setelah wajahnya dihantam kuat dengan kepala wanita perkasa itu.

Cengkeraman pria itu melemah dan Lovy memanfaatkannya dengan menjadikan tubuh lelaki itu sebagai sandaran tolakannya. Lovy kembali meluncurkan tendangan ke belakang dengan menekuk kaki kirinya.

DUAKK!

"Ugh!" erang pria yang memegangi tangan kiri Lovy saat ibu dari Rico berhasil mengenai lutut pria tersebut dan membuat cengkeramannya ikut melemah.

Lovy mengerahkan tenaganya dan menggunakan kedua sikunya untuk mengenai rusuk dua pria itu.

Anak buah Zero merintih kesakitan dan membuat cengkeraman mereka lepas. Lovy segera berlari menuju ke pantai mencoba kabur. Namun ....

"Lovy!" seru Zero berdiri di samping pintu pesawat yang telah terbuka.

Lovy menghentikan langkahnya seketika. Jantungnya berdebar karena ia mengenali suara pria itu yang terdengar mirip dengan Sean. Lovy mematung dan menoleh perlahan meski terlihat ragu.

Napas Lovy terengah dengan tubuh basah kuyup ketika melihat Zero yang sosoknya mirip dengan Sean berjalan mendekat ke arahnya mengangkat kedua tangan.

Lovy yang sudah kehilangan pistolnya tak bisa melakukan ancaman, tapi ia tetap terlihat waspada.

"Kaupasti berpikir aku Sean. Benarkan tebakanku?" tanya Zero seraya mendekati perlahan. Lovy tak menjawab dan semakin menatap lelaki itu lekat. "Kau tak ingin tahu alasannya? Kenapa aku bisa begitu mirip dengan Sean?" Lovy tampak terkejut. Keningnya berkerut dan terlihat bingung. "Ikut denganku, maka kau akan tahu segalanya," ucap Zero seraya mengulurkan tangan kanannya.

Lovy tampak ragu. Ia hanya melihat telapak tangan Zero, tapi tak meraihnya. Zero tersenyum dan hal itu membuat Lovy semakin sulit untuk menolak.

"Aku hanya menawarimu sekali, Lovina Serena Robinson. Kupastikan, kau akan menyesal menolak tawaranku. Aku bukan pria penyabar. Kuberikan kau kesempatan untuk mengetahui semua tanpa ada kebohongan. Namun, jika kau tak bersedia, jangan halangi setiap langkahku karena aku tak segan untuk menyingkirkanmu termasuk anakmu Rico, dan semua orang yang kau sayangi," tegas Zero masih mengulurkan tangan dan menatap Lovy lekat.

Lovy terlihat bingung. Ia hanya berdiri dan melihat tangan Zero yang menengadah. Namun sepertinya, Zero orang yang memegang ucapan. Pria itu langsung berpaling begitu saja meninggalkan Lovy.

"Aku ikut," ucap Lovy tiba-tiba saat Zero melangkah pergi.

Pria itu menghentikan langkah. Ia tersenyum miring lalu menoleh dengan wajah datar.

"Cepat kemari. Waktu kita terbatas," ucapnya, dan Lovy segera berlari mendatangi Zero.

"Berjanjilah kau tak akan menyakiti kawan-kawanku," pinta Lovy.

"Ya. Sudah kulakukan. Anak buahku membawa Vivi ke perbatasan Mexico, termasuk dua kawanmu Dorothy dan Suzanne. Maaf jika Baron licik padamu. Dia tak bisa menolak hadiah yang kuberikan. Dia sangat mudah untuk dihasut," ucap Zero saat Lovy diajak naik ke pesawatnya.

Lovy terlihat kesal. Tebakannya benar jika Baron menjebaknya. Namun, Baron tak terlihat bersalah.

Pria itu malah melambaikan tangan dengan segelas koktail dalam genggaman terlihat senang.

Lovy mengembuskan napas keras dan segera masuk ke pesawat pria yang mirip dengan Sean.

"Betapa beruntungnya Sean menikahi wanita sepertimu, Lovina Serena Robinson. Sayangnya, dia bodoh karena melepaskanmu," ucap Zero saat pesawat mulai melaju dan telah dipenuhi anak buahnya yang babak belur karena serangan Lovy di perairan.

Lovy diam tak menjawab. Ia melihat keindahan pantai Meksiko dari atas langit. Wajahnya sendu seolah kebahagiaan yang sedang ia perjuangan lenyap bersama dengan dirinya yang memilih pergi bersama Zero.

***

ILUSTRASI

SOURCE : GOOGLE

1
Rasni 01
seri dan pastinya sangaaaat menegangkan👍👍
Atiqa Fa
sebenarnya tdi malam mereka g ngapa²in, licik jg Estella
Atiqa Fa
g ada yg bisa menandingi karya kak Lele digenre aksi mafia
👑Ulhak 💣
kau itu master... selalu bisa menghidupkan sebuah karakter.. 🔥🔥🔥
👑Ajudan Tante Lele💣: kwkwkw master apaan🤣
total 1 replies
👑Ulhak 💣
mulai lg petualangan imajinasi q...
👑Ajudan Tante Lele💣: ehhh ada ulhak😍
total 1 replies
Florist
le, kamu dimana ?
Florist: kutengok berkali2 ga ada pergerakan, makanya absenin 😂
total 2 replies
Zidhan Khan Sunggi Langit
hhaallooo....... lele jumbo, aQ hadir lagi, lama banget gak baca novel mu, aQ bersemedi tapi walaupun berabad-abad aQ gak buka novel mu, aQ tetep inget cerita dari karya mu yg pernah aQ baca le, karena sudah mendarah daging 🍖
Zidhan Khan Sunggi Langit: mencoba berkelana le, tapi gak ada yg 100% sreg di hati ❤💞
total 3 replies
Charlotte Lynn
Luar biasa
👑Ajudan Tante Lele💣: Alhamdulillah tengkiyuw ya ❤️
jangan lupa baca karya lainnya dan tinggalin dukungan juga😘
lele padamu💋💋💋
total 1 replies
Darwin
keren
👑Ajudan Tante Lele💣: tengkiyuw ❤️❤️❤️
total 1 replies
Firoh Nasa Karangjati
wkwkwk. gimana sih pak pol 🤣
👑Ajudan Tante Lele💣: belom ngopi kayaknya 😆
total 1 replies
Minthil She Judhezt
jdi sundel bolong aja bisa apalagi jdi mafia Thor
👑Ajudan Tante Lele💣: ya owoh😆
total 1 replies
Mardiana Nur Mokoginta
leee....ketemu lagiiii di novel barumu....keren leee🤩🤩🤩
👑Ajudan Tante Lele💣: welcome welcome
total 1 replies
🌸Juny~Jyun💞
wahh bru awal aja udah bkin snam jantung 😯😂
👑Ajudan Tante Lele💣: kwkwkw semangat 💪
total 1 replies
Zizizaen
selalu suka novel ajudan lele
👑Ajudan Tante Lele💣: makasih yaaa💋💋💋
total 1 replies
Bita DL
Thor lanjutan nya di mna
👑Ajudan Tante Lele💣: nanti dinovel yg sama cm msh nanti. lgi selesein yg on going dl
total 1 replies
Bita DL
lanjutan nya dimna kak
👑Ajudan Tante Lele💣: msh nanti di upnya. selesaikan yg ke putus dl novel si jono
total 1 replies
Gladiez Swindy Suoth
season 2nya mana le ? 🥺😅
Bita DL: Jagan gitu la Thor penasaran nhe aku lanjutin dong thor
total 2 replies
Citra Ayu
br nyimak,, 😇😇🙏🙏🙏
👑Ajudan Tante Lele💣: smg suka ceritanya
total 1 replies
Wahyu Indrawati
jadilah kuat layaknya vesper lovy.... demi kluarga kecilmu ....cemunguthhh lawan kebiadaban....hh
👑Ajudan Tante Lele💣: kwkwkw cemangat 💪
total 1 replies
Wahyu Indrawati
semangat mattew ... jangan sia2 kan pengorbanan pak tua ter love ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!