NovelToon NovelToon
Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Chicklit / Tamat
Popularitas:117.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Hazhilka

(Revisi)
Novel ini menceritakan tentang gadis yang mengalami kecelakaan yang membuat hidupnya berubah. hingga akhirnya menuntun hidupnya pada satu takdir.

mampukah ia bertahan dalam penekanan baik internal maupun external. karena ketika ia bangun ia harus bertarung dengan yang mengubah seluruh hidupnya.

bahkan pria yang ia cintai membuang dirinya.

"sakit mengajari aku banyak hal".Jasmine

"jangan pernah nyerah hanya karna keadaan kita sekarang".Inka

"jangan berjanji lagi untuk kali ini. kalau ga bisa yakin untuk kembali".Ochi

"bagaimana bisa aku pergi darimu dan merelakanmu jika kamu yang selalu ada di mimpiku". Dea

" Pada akhirnya akulah yang merusak mereka semua. akulah penyebab mereka menjadi menderita. akulah. akulah . sampah itu".
lelaki tampan itu mengutuki dirinya sendiri.

ia mengingat dan menyesali perbuatannya. bahkan takdir masa lalunya pun membuat semua orang menderita.

hai readers ini Novel pertamaku..no judge only critics please....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hazhilka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dea Dan Keinginan Hatinya

#Dea Dan Keinginan Hatinya

Desahan dan lenguhan terdengar jelas di telinganya Dea. Hatinya tergelitik untuk mencari tau tentang sumber suara itu. Ia melihat ke dalam sebuah ruangan dari celah pintu yang terbuka. Ia menelan kasar salivanya saat melihat sebuah adegan panas. Yah, adegan panasnya Celine dengan seorang pria yang tadi memeluknya.

"Ini gila. Mereka berdua melakukannya di saat semua orang masih berpesta ria di luar sana." gumamnya di hati.

Dea segera memalingkan wajahnya. Pasangan itu semakin liar dalam cumbuannya. Hingga persenggamaan keduanya pun semakin memanas.

Desahan pasangan itu membuat Dea merinding sebagai wanita normal. Yah, ia juga mulai merasakan sengatan listrik mengalir di setiap sarafnya vitalnya. Dea menginginkan sentuhan dari seorang pria. Yang pastinya bukan para pria tua bangka yang mengincar dirinya selama ini.

Dea yang takut tak bisa mengontrol dirinya dengan cepat bergegas dari tempat itu. Ia kembali menemui tante Sonya. Semakin lama ia berada disini. Bisa-bisa akan membuat dirinya semakin larut dalam kabut gairah. Ia takut tak mampu mengendalikan dirinya sendiri nantinya.

Adegan panas yang diperankan Celine dan suaminya terus terngiang-ngiang di pikirannya Dea. Ia mulai membayangkan hal-hal yang bersifat manis dan mesum seperti kehidupannya Celine yang sekarang.

Dea mulai memikirkan tentang arti memiliki pasangan hidup. Jika dirinya memiliki suami seperti Celine, pastilah hidupnya tidak akan seperti ini. Sudah jelas ia akan bebas dari Evan dan tante Sonya yang selalu saja mengatur-atur hidupnya seperti saat pertemuan tadi.

Ia mencoba mengendalikan pikiran liarnya sendiri. Dari kejauhan Sonya memanggilnya. pikiran gadis itu teralihkan.

"Dea, tuan ini ingin mengajakmu jalan-jalan setelah acara ini selesai." Sonya menawarkan Dea pada seorang pria tua yang di kenal tajir di dunia bisnis.

"Aku lagi capek Tante. Besok saja ya," bisiknya di telinga Sonya.

"Ga bisa begitu dong, Dea. Tuan ini adalah seorang yang royal terhadap agensi kita. Apalagi terhadap wanita yang mau diajak kencan dengannya. Rugi rasanya kalau kamu menolaknya," bujuk Sonya yang juga berbisik di telinganya Dea.

"Besok saja ya, Tante. Aku lelah, Aku capek banget. Sedari pagi aku telah mengikuti keinginannya tante. Jadi please untuk hari ini. Aku diliburkan dulu." Dea memohon dengan perasaan kesal.

"Tidak bisa!" Sonya berbisik tegas di telinganya Dea. Sonya buru-buru tersenyum pada pria yang tengah memandang dirinya dengan raut penuh tanya. Ia menyadari jika ia telah meninggikan suaranya tadi.

"Bagaimana? Apakah boleh saya membawa Dea malam ini?" tanya pria itu penasaran.

"Oh, tentu saja boleh, Tuan. Silahkan," jawab Sonya sumringah.

Pria paruh baya itu terkekeh senang. Sementara Dea semakin mengepal erat tangannya.

"Ini adalah kesempatan bagus buat kamu. Harus sekarang juga!" titah Sonya seraya merapatkan giginya geram.

"Jangan berulah, Dea. Kalau kau tidak menuruti tante. Aku akan adukan dirimu ini dengan alasan menolak kontrak dari perusahaan ini.'

Dea menatap tak percaya pada apa yang didengarnya barusan. Bisa-bisanya wanita ini mengadukan dirinya pada Evan. Sementara Sonya menyeringai puas akan perkataan yang di lontarkan barusan untuk anak didiknya yang satu ini.

"Ingat Dea, kau itu telah ditolak oleh sebuah perusahaan sehebat Kehl Bio Company. Jadi mau tak mau, suka atau tidak suka, kau harus menerima apa yang tante berikan buat kamu untuk dijadikan duit, Midea," ucap Sonya.

"Kau belum mengenal sifat Evan sepenuhnya. Jika kau mengetahui sifat Evan yang sebenarnya. Maka kau akan menyesal telah melanggar titahku."Sonya mengingatkan wanita itu.

Sonya menyeringai puas saat melihat Dea hanya bergeming dengan nafasnya yang memburu. Ia merasakan ketakutan pada diri anak didiknya itu akan ancamannya.

"Baguslah. Sudah sepatutnya kau memang harus takut padaku, Dea." Sonya bergumam di hati. Ia tersenyum miring menatap wanita yang tengah mematung dihadapannya kini.

"Akh," pekik Midea tiba-tiba sembari memegang kepalanya.

"Dea, kamu kenapa?" tanya Sonya yang seketika itu juga menjadi khawatir.

"Oh, dia kenapa?" tanya pria tua itu penasaran.

"Kepalaku tiba-tiba sakit, Tante. Akh, aww," Dea terus merintih kesakitan.

"Aduh, kenapa tiba-tiba begini sih, Dea" ujar Sonya heran.

Dea hanya menggeleng pelan seraya memijat kepalanya. Sonya merogoh tasnya untuk mengambil obat yang biasa ia bawa untuk Dea.

"Duh, mana tante lupa bawa obatnya kamu lagi," ujar Sonya gelisah saat ia tak berhasil menemukan obat pereda nyeri apapun dalam tasnya.

"Aku pulang aja ya, Tante. Biar aku bisa istirahat," ujar Dea yang semakin merintih kesakitan.

Dea berusaha meyakinkan wanita itu agar mengijinkan dirinya untuk pulang lebih cepat meskipun pesta belum selesai.

"Duh, gimana ini?". Sonya mulai merasa tak enak hati pada pria yang telah membuat janji padanya untuk berkencan dengan Dea.

"Baiklah, Sonya. Tak apa jika dia tak bisa malam ini. Lain kali saja kita buat janji lagi," ujar pria tersebut.

"Baiklah, tuan. Terima kasih atas pengertiannya," ucap Sonya merasa tak enak hati.

"Oh, ini bukanlah apa-apa. Biarkan dia beristirahat. Bukankah masih ada waktu esok?" ucap pria itu.

"Tuh, dengar Dea. Tuan ini sudah baik sama kita. Jadi kamu harus membalasnya besok," ucap Sonya.

Dea hanya menanggapinya dengan tersenyum miring sambil terus memijat kepalanya.

"Ya, sudah kamu pulang sekarang. Jangan lupa minum obatnya sampai di apartemen. Langsung istirahat, okey?" ujar Sonya mengingatkan wanita yang ia pikir ceroboh dengan tak meminum obat dan vitamin secara beraturan.

"Ya, Tante. Makasih," ucap Dea. Lalu segera beranjak keluar dari gedung itu

Yah, Alasan itulah yang selalu ia pakai jika dirinya tak memiliki mood untuk melayani pria, meskipun hanya sekedar mengobrol dan jalan-jalan. Ia terpaksa berakting sakit kepala untuk meyakinkan Sonya agar dirinya dibebaskan dari tugas melayani pria mesum.

Walaupun Dea tau akan ada harga yang harus dibayar keesokan harinya atas apa yang tertunda malam ini. Sonya secara langsung membuka kencan laknat untuk dirinya tanpa persetujuan darinya.

Apalagi tante Sonya semakin gencar mempromosikan dirinya dengan para pemilik perusahaan-perusahaan nakal, semenjak kontrak dengan perusahaan Justin gagal diperbarui.

Wanita glamour itu tanpa memilah-milah mempromosikan dirinya ke perusahaan yang sekiranya bisa menjadikan dirinya model di sana.

Maka itu pulalah Dea selalu mempersiapkan dirinya untuk menyelesaikan apa yang disepakati Sonya dengan pria tersebut tanpa dirinya harus bergelut di atas ranjang dengan mereka.

Sebenarnya dirinya pun mulai jenuh menghasilkan uang dengan cara begini.

"Apakah aku harus mencari seorang pria kaya seperti suaminya Celine untuk ku nikahi,".

Wanita itu larut dalam pemikirannya hingga tanpa sadar jika mobil yang ditumpanginya telah berada di parkiran apartemennya.

Malam semakin larut saat ini, Dea belum bisa memejamkan matanya semenjak tadi. pikirannya menerawang jauh, mengkhayalkan seseorang yang menjadi pendamping hidupnya, bagaimana ia menjalani hidupnya setelah menikah.

Dea mendesah pelan, lalu menyeruput pelan coklat panas seraya menggenggam erat mug gelasnya. Wanita itu menghabiskan setengah malamnya menatap lampu-lampu kota dengan berbagai warna dari balkon apartemennya.

Indah memang. Tapi tak seindah hatinya saat ini. Keinginan hatinya begitu kuat untuk memiliki pasangan hidup seperti Celine.

"Mungkin aku harus meminta pendapat Celine mengenai hal ini," pikirnya.

****************

Mohon dukungannya untuk novel ini dengan memberikan like, vote, komentarnya ya.

Terima kasih

By Hazhilka ❤️

... --...

1
Zahara Syarifah
Tes baca
Poepoe
update jangan telat
Nazila
🤣
Nuri
Aku suka jalan ceritanya
Almanak
👍
Henna
g
Henna
berasa lain
zeon king
maen tinggal aja ni kawan
Jeslyn
okeh deh ceritanya
Salman Akhsan
like
Zahara Syarifah
habis. ada lanjutannya thor
Zahara Syarifah: ok deh thor
total 2 replies
Hidayat Dayat
lagi enak baca, taunya udah habis aja.
Hidayat Dayat
lah, habis ya Thor?
Salman Akhsan: di sambung bang
total 2 replies
Jessy Ode
ceritanya bikin kita penasaran dan endingnya menggantung
Hazhilka279: kan sudah ada kelanjutannya di She is My Dea ( mengejar istri gila)
total 1 replies
Z. Zarqi
kelanjutannya gimana?
yhoenietha_njus🌴
siapa sebenernya si Dea..sebelum hilang ingatan...koq kayaknya pinter tau segala ramuan kimia...😰
Hazhilka279: terus membaca hingga akhir ya?.
total 1 replies
yhoenietha_njus🌴
mampir kak
Hazhilka279: iya. terimakasih semoga suka ceritanya
total 1 replies
zeon king
cukup menarik, cuma menggantung
ni'eylan
Mantap ceritanya. Awalnya aja dah seseru ini Kak👍
Sri. Rejeki
bagus baget jalan ceritanya.. suka sama alurnya.. semangat kakak.. aku kasi bintang 5 ya..
Hazhilka279: terimakasih mita
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!