Dendam seorang adik kepada gadis yang dia cintai atas kematian kakaknya. Asmara, gadis sederhana, penyanyi dangdut hajatan yang sedang naik daun, berubah nasibnya saat sebuah tuduhan pembunuhan dia terima tanpa dia bisa membuktikan kebenarannya.
Nasib apa itu.?
sepahit apakah nasibnya.?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rcancer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keputusan...
Di sebuah Villa di kaki gunung di sebuah kota kecil, nampak seorang pemuda sedang berkutat di depan lemari baju memilih pakaian yang hendak dia pakai hari ini. Sebenarnya pria itu tak perlu pusing pusing memilih pakaian, karena pada kenyataannya, apapun yang dia pakai sudah dipastikan akan terlihat sangat pas dan menambah kadar ketampanannya. Itulah salah satu pesona kuat yang pria itu miliki selain badan yang begitu tegap dan harta yang melimpah.
Ini adalah hari kedua dia bisa bermain bersama dua bocah yang telah mengisi sebagian ruang hatinya. dan sebagian ruang hati yang lain sudah terisi sejak dulu satu nama wanita yaitu nama ibu dari dua bocah tersebut.
Sebenarnnya dia masih sangat kecewa dengan perkataan wanita pujaannya tadi pagi. Dia yakin ucapan wanita itu benar benar dari lubuk hatinya yang paling dalam. Meski dia sadar, ucapan kebencian yang wanita itu ucapkan semata mata memang kesalahan dia yang begitu fatal. Tapi beruntungnya wanita itu tidak melarang dia bertemu dengan anaka anaknya. Itu adalah salah satu hal luar biasa yang dia harapkan. Dan pastinya dia juga punya harapan besar dari kedekatannya dengan anak anak itu. Sebuah harapan untuk meraih hati ibunya.
Setelah sekian menit berkutat dengan pakaiannya, kini pria itu beranjak keluar kamar dan menuju meja makan buat sarapan. sebenarnya ini bukan jam sarapan, mengingat ini sudah hampir jam sebelas siang.
"Mbok , mamah jadi pergi.?" Tanya pria itu begitu sampai di meja makan dan melihat asisten rumah tangganya juga berada disitu sedang mempersiapkan makanan untuknya.
"Jadi tuan, tadi sama neng Zia.."
"kemana kira kira ya mbok.?"
"Ya nggak tahu tuan, cuma nyonya pesan suruh nyiapin makanan kalau tuan nanti mau makan gitu."
"Oh."
"Hari ini, tuan nggak ngantor..?"
"Libur lagi mbok. papah jadi pergi ke Jakarta nggak mbok.?"
"berangkat kemarin tuan, tapi yang mbok denger sih katanya cuma sebentar. Nggak mau jauh dari nyonya besar katanya."
"Diihh, masa sih mbok..?"
Iya, nanti tuan tanya deh sama mas Doni.."
"Hahhaa, Papah lucu ya mbok, Uah tua aja papah masih bucin sama mamah.."
"Ya nggak apa apa tuan, malah bagus dong terlihat setia dan harmonis, tuan juga harus gitu nanti kalau punya istri. harus setia kaya tuan besar.."
"Pasti lah mbok, apalagi, calon saya ya mbok, orangnya susah banget di deketin.."
"Wah tuan sudah punya calon.?"
"Sudah mbok, tapi lagi marah mbok, karena aku bikin kesalahan fatal mbok.."
"Hmm, kalau kesalahan fatal sih agak susah tuan, tapi kalau bisa diperjuangkan, ya tuan jangan nyerah."
"Pasti lah mbok, aku nggak bakalan nyerah. dia tuh cinta pertama aku sejak tujuh tahun lalu mbok, susah nyari yang kaya dia.."
"Wahh, hebat tuan, lama juga yah.?"
"Makanya mbok, doain semoga hari ini aku dapat kabar baik mbok, agar dia mau maafin aku, jadi aku bisa cepet cepet nikah mbok.."
"Pasti tuan, mbok pasti doain kebahagiaan tuan."
"Makasih ya mbok.."
"Ya sudah tuan, mbok kebelakang dulu, masih banyak pekerjaan.."
"Oke mbok, makasih mbok.."
Dan asisten itu meninggalkan tuannya yang mulai menyantap makanan hasil masakannya.
Beberapa menit kemudian setelah menyantap makanannya, dia beranjak kembali ke kamar untuk mengecek beberapa pekerjaanya lewat laptop dan juga mengambil kunci mobilnya.
dilihatnya beberapa laporan yang lumayan menumpuk setelah dia sengaja beberapa hari libur bekerja. Meskipun laporan laporan itu ada yang menanganinya, namun dia tetap turun tangan juga untuk mengeceknya.
Beberapa saat kemudian urusan dengan laptopnya selesai. dia bergegas meraih kunci mobil yang tak jauh dari dirinya berada kemudian dia beranjak untuk menemui dua bocah yang hari ini meminta beli mainan. Sebelum keluar rumah hatinya berdoa sejenak
"Semoga hari ini hubunganku dengan Asmara membaik ya Tuhan.." dan dia segeda beranjak keluar rumah menuju mobilnya terus berangkatlah dia.
Sementara di rumah Asmara
"Kalau anak ibu memang benar benar menyesalinya, dan ingin menebus kesalahannya, suruh dia datang dan melamar Asmara. kita nikahkan mereka.."
Dan semua mata menatap tak percaya dengan keputusan yang di ucapkan pak Edi dengan yakin.
"Bapak..?"
"Mara, bapak ngerti perasaanmu, pasti ini akan sulit sekali, apa lagi yang di lakukan Angkasa benar benar keterlaluan. Bahkan kalau perlu dia harus dipidana atas kesalahan yang telah dialakukan. Tapi disini bapak bicara sebagai laki laki. Dengar Mara, laki laki kalau sudah mampu mengeluarkan airmatanya untuk seorang wanita, berarti laki laki itu tidak diragukan lagi ketulusan cintanya nak. seperti cinta bapak pada ibu, kamu sudah tahu kan kisah bapak dan ibu dulu seperti apa.? dan juga kamu lihat Langit dan Biru.meski mereka anak laki laki, tapi mereka tatap butuh ayah mereka sebagai teladan dan tumpuan hidup nak"
"Tapi pak.?"
"Mara, meskipun bapak tidak pernah berbicara dengan Angkasa, tapi hanya dengan melihat sikapnya saja bapak tahu dia tulus sama kamu nak. bahkan dia rela capek ngajak anak anak dan tidur di kursi kayu itu semua karena apa.? karena dia begitu tulus sama anak anaknya. coba laki laki yang selama ini berusaha mendekatimu, apa ada yang mau mengajak mereka bermain seharian tanpa kamu.? nggak ada. mereka datang kesini membawa makanan dan mainan hanya agar bisa bertemu sama kamu. Tapi lihat Angkasa. bapak nggak membela Angkasa nak, sama sekali tidak, bahkan bapak saja ingin memukulnya. Tapi bapak melihat kamu dan anak anak. sudah saatnya kamu dan anak anak bahagia nak. meskipun bapak bukan bapak kandung kamu tapi bapak juga ingi lihat kamu bahagia"
Selain anak anak, semua yang ada disitu pun kembali meneteskan airmata mendegar setiap kata dari bibir tua laki laki di hadapan mereka.
"Benar kata bapak nok, sudah saatnya kamu juga bahagia. Entah kamu mencintai nak Angkasa atau tidak, tapi lihat anakmu. Mereka butuh status juga yang jelas. berdamailah dengan hatimu nok. Masa lalu memang tidak bisa di ubah, tapi masa depan, kamu masih bisa merancangnya."
"Tapi bu..?"
"Jangan terlalu banyak berpikir, semakin kamu banyak berpikir maka akan semakin banyak hal hal lain bermunculan untuk menghambatnya, yakinkan saja hatimu nok, ibu sama bapak ngga mungkin menjerumuskanmu ke jalan yang salah."
Asmara pun terdiam, semua orang menatap ke arahnya. nampak sekali dia sedang memikirkan ucapan kedua orang yang sangat berharga dalam hidupnya. Dia juga menatap lekat kepada kedua anaknya yang sedang menatapnya juga. Dia menghela nafas dalam dalam, dan menenangkan hatinya yang tak karuan, Hingga akhirnya dia pun bersuara,
"Baiklah pak, aku bersedia menikah dangan tuan Angkasa.."
dan semuanya tersenyum mendengarnya.
@@@@@
author ttp konsisten...
hidup bollywood..💪
1 server qitahh...😉👄👄👄
jadi angkasa bisa melihat apa yg terjadi .... kau akan sangat2 menyesal telah memperkosa .. mempermalukan dan menyakiti hati wanita yg kau cintai angkasa ...