NovelToon NovelToon
Pendekar Lembah Siluman

Pendekar Lembah Siluman

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:172.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Putra Bungsu

Bercerita tentang seorang anak yang ayahnya dibunuh, ketika terjadi perebutan tahta kerajaan oleh saudara ayahnya sendiri bernama Duryandra.

Ibunya diselamatkan oleh seorang Empu yang sangat sakti dan juga seoarang Nyai saat sedang mengandungnya, sampai akhirnya ibunya meninggal saat melahirkannya.

Dan kemudian ia dibesarkan oleh seorang Empu bernama Maha Surya dan seorang Nyai bernama Santi.

Nantinya anak ini akan menjadi Pendekar tak tertandingi yang akan menaklukkan berbagai kerajaan-kerajaan, serta membinasakan para raja yang semena-mena pada rakyatnya, dan juga yang tidak mau tunduk diatas perintahnya.

Novel berjendre Fantasy Komedi dan petualangan.
Novel karya anak bangsa.. Hehehee

Bukan Novel yang updet setiap hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putra Bungsu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tingkah Polos Arya Chakra

Di Kerajaan Gajah Duduk sedang terjadi diskusi tentang rencana penyerangan, untuk menakhlukkan kerajaan Badak Bercula.

"Menurut kalian bagaimana sistem rencana penyerangan kita untuk kerajaan Badak Bercula." Raja Duryandra meminta pendapat para senopatinya.

"Sendiko dawuh gusti." Senopati Gandaruwo meminta izin untuk memberikan pendapat, dengan menundukkan kepalanya. "Menurut saya bagaimana jika kerajaan Badak Bercula biar saya dan Senopati Badaru saja yang membereskannya."

"Maaf gusti hamba tidak setuju." Senopati Adiguna hendak memberikan pendapatnya. "Walaupun kerajaan Badak Bercula terbilang tidak menonjol, akan tetapi senopati di kerajaan itu juga tidak bisa dianggap enteng."

"Hemm.. Benar gusti dengan apa yang dikatakan Senopati Adiguna." Ujar, Senopati Darmaji membenarkan apa yang dikatakan oleh Senopati Adiguna.

"Hemm.. Memang sebenarnya aku sudah memikirkannya, oleh sebab itu aku menugaskan pada Senopati Adiguna dan Senopati Darmaji untuk mengambil alih kerajaan Badak Bercula."

Kedua Senopati tersebut segera mengambil posisi berlutut dengan menundukkan kepala. "Baik gusti, titahmu akan kami laksanakan." Keduanya hendak pergi namun raja Duryandra menghentikannya. "Tunggu.."

"Tugas ini harus berhasil, dan bawalah 200 pasukan bersama kalian." Ujar, raja Duryandra menimpali.

"Baik gusti." Jawab kedua senopati tersebut dengan bersamaan.

Kedua senopati kemudian bergegas mempersiapkan prajurit yang akan dibawa ke medan pertempuran. "Kalian semua persiapkanlah kekuatan kalian, kita akan menggempur kerajaan Badak Bercula."

Setelah beberapa persiapan dan peralatan perang pun juga sudah siap, barulah sang raja Duryandra melepas kepergian mereka. "Berangkatlah kalian semua, jangan pulang sebelum menang."

"Siap gusti raja." Perkataan serempak baik dari senopati maupun para prajurit.

Dua senopati serta para prajurit kemudian bergegas berangkat menuju lokasi kerajaan Badak Bercula untuk menggempur serta menduduki kerajaan tersebut.

***

Didalam perguruan Arya Chakra yang terjatuh karena terpleset saat terkejut dari lamunannya, kemudian ia mulai berdiri kembali.

"Nah kang Arya, hari ini Wulan akan mengajak kang Arya melihat-lihat perguruan ini." Tutur Wulan dengan nada lemah lembut.

"Hemm.. Baiklah aku pun merasa penasaran bagaimana suasana di perguruan ini." Arya Chkra nampak semangat ingin sekali melihat-lihat keseluruhan dari perguruan.

Pertama kali Wulan mengajak Arya Chakra dari bagian depan hingga menuju bagian tengah perguruan, dibagian tengah ternyata terdapat banyak gubuk-gubuk kecil.

"Kang Arya pasti bingung kan, kenapa banyak gubuk kecil?"

"Iya, aku sempat penasaran buat apakah gubuk-gubuk kecil itu? "

"Gubuk kecil itu adalah tempatnya para murid junior beristirahat." Wulansari menerangkan kegunaan gubuk kecil tersebut.

"Murid junior??" Karena Arya Chakra terlalu lama tinggal didalam hutan, jadi dirinya masih belum tahu tentang kata junior. "Kalau boleh tahu apa itu murid junior?"

"Kang Arya tidak tahu apa itu junior?" Wulansari mengelus-elus keningnya, sambil sedikit tertawa.

"Kenapa kamu malah tertawa wulan?"

"Habisnya Wulan bingung dengan kang Arya, masa iya murid junior tidak tahu." Lalu Wulansari pun menjelaskan arti dari kata junior kepada Arya Chakra.

"Ohh.. Jadi murid junior itu adalah murid baru yang baru masuk perguruan." Arya Chakra mangguk-mangguk tanda mengerti.

"Kalau murid senior apakah kang Arya juga tidak tahu apa itu artinya?"

Arya Chakra hanya senyum-senyum sambil menggelengkan kepala.

"Kalau murid senior berarti murid yang sudah masuk kualifikasi, dengan ilmu kanuragannya ketahap fana."

Karena Arya Chakra tak pernah mempelajari tahapan-tahapan dalam ilmu tenaga dalam atau kanuragan, jadi dia makin bingung saat Wulansari menjelaskan panjang lebar.

Melihat Arya Chakra hanya menatap dirinya dengan pandangan bingung serta dalam keadaan mulut terbuka, Wulansari sudah faham bahwa penjelasannya panjang lebar itu sia-sia saja.

Wulansari hanya bisa menepuk kening sambil menggelengkan kepala, karena sudah pusing terhadap Arya Chakra, yang ternyata belum tau menahu tentang tahapan-tahapan didalam ilmu tenaga dalam.

...

1
Pukak raja Pukak raja
cerita ini sangat bagus
Wahyu Indra
kurang niatnya untuk melanjutkannya ya thor
Lalu agus hartadi
Buruk
Lalu agus hartadi
Kecewa
Vicky Shah Vicky Shah
apa. judul kelanjutannya
Mamat Tea
kenapa sih setiap cerita selalu gak ada lnjutn nya
Asri Mulia
ga nyambung
Priambudi
bikin penasaran aje ....
Triyono
cerita yang menarik aku suka
Jimmy Avolution
Terus....
Ery Syarief
ini ceritanya ga lanjut...ga ada cerita lanjutannya
Ery Syarief
ga di lanjut lagih ceritanya
Abdussalam 2
lanjut thor
Ery Syarief
kenapa ga di up lagih Lur
Jimmy Avolution
Up...up...up....
Jimmy Avolution
Ayo....
Jimmy Avolution
Jossss ..
Jimmy Avolution
Nice...
Jimmy Avolution
Jossss...
Jimmy Avolution
Sipppp....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!