NovelToon NovelToon
OB MILIK CEO

OB MILIK CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:42.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: EmeLBy

Muna Hidayatullah
Anak gadis pasangan Betawi yang
karena terbentur biaya
Setelah lulus SMA
terpaksa melamar menjadi seorang OB
di sebuah perusahaan.

Takdir bernasib baik padanya.
Sebab pemilik perusahaan itu jatuh hati padanya.

Simak perjalanan kisah cintanya.
Happy Reading🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31 : KEMAUAN KEVIN

Kevin memang berasal dari keluarga kaya yang mungkin tidak akan kesusahan sampai tujuh turuanan. Tetapi memiliki ayah seperti Diendra membuatnya merasa seperti orang termiskin di dunia. Karena kurang kasih sayang.

Terutama sejak meninggalnya mami Beatrix. Hanya sampai di bangu SMA ia menikmati kasih sayang seutuhnya dari maminya. Karena paksaan untuk kuliah di luar negeri yang membuatnya terpisah dan jauh dari kehangatan kasih sayang sang mami.

Namun, Kerinduannya pada sang mami tentu selalu terobati saat terkadang maminya menetap lama di kota tempatnya kuliah. Di situlah Kevin dapat kembali di manjakan oleh sang mami, teruutama dari masakan olahan maminya tersebut.

Mami Beatrix adalah wanita yang pandai menutupi perasaaan sakitnya, bahkan 2 tahun terakhir saat Kevin menyelesaikan S2nya. Ia hampir tidak pernah terdengar mengeluhkan sakitnya.

Beruntung Kevin segera pulang walau belum sempat wisuda karena Prety yang membocorkan rahasia penyakit mami dan sudah sampai masa stadium akhir.

Diendra memang telah memberikan sebuah perusahaannya untuk Kevin yaitu perusahaan yang Kevin pimpin sekarang. Tetapi jauh di lubuk hati Kevin. Sesungguhnya ia tidak sudi untuk serius dalam menjalankan perusahaan itu. Sebab masih menggunakan nama pria yang hanya ia hormati sebagai ayahnya.

Oleh pertemuannya dengan Muna, bahkan berkesempatan dekat tidak hanya dengan Muna. Melainkan degan keluarga Muna. Sungguh sesuatu yang sangat membuat Kevin semangat kembali. Kevin bagai menemukan sebuah keluarga utuh yang sederhana di rumah Muna.

Kekocakan keluarga itu sangat menarik perhatian Kevin. Ia merasa mungkin ia tidak hanya jatuh cinta pada Muna, tetapi juga akan menyayangi babe Rojak dan nyak Time juga.

Kini Kevin sudah berada dalam kamar tidurnya di apartemen.

Menatap sajadah yang ia bentangkan di tengah malam.

Kevin menangis sejadi-jadinyaa. Tatkala kilas balik segala perbuatannya berseliweran dalam benak dan bayangannya.

Kata menyesal tentu tidak akan merubah apapun, tetapi janji untuk pelan-pelan melangkah ke arah lebih baik tentu bisa menjadi pilihan hidup Kevin selanjutnya.

Muna bagai mood boster bagi Kevin. Pagi ini ia terlihat semakin bersemangat tentu saja karena ia sudah janjian dengan Muna untuk berangkat ke kantor bersama.

"Abang sudah di depan." Chat Kevin pada Muna.

"Iye ... Muna udah jalan ini bang." Jawab Muna yang memang sudah menampakkan batang hidungnya pada Kevin.

"Pagi Muna...ga mau cium abang?" Goda Kevin menunjuk pipinya dengan telunjuk membuat Muna salah tingkah.

"Heeiii... siapa abang? Main minta cium segala. Muna naik angkot aja deh bang." Muna pur-pura inin keluar dari dalam mobil Kevin.

"Becanda aja kali Mun. Gitu aja Ge-eR." Kevin mulai bisa lancar bercanda dengan Muna.

"Ha...ha...siapa yang Ge-eR, emang abang mesum."

"Udah enggak lho Mun."

"Bodo..."

"Muna ga percaya sama abang?"

"Udeh ah...kagak penting bahas gituan." Muna mengakhiri obrolan tidak jelas mereka.

"Abaaang, ntar Muna turun jangan di depan kantor yak. Biar Muna jalan kaki aja."

"Kenapa?"

"Malu lah aye bang."

"Kenapa malu...? Mestinya Muna bangga dong bisa dekat sama pemilik perusahaan."

"Nah justru karena abang pemilik perusahaan itu lah yang buat Muna minder. Ntar di kira Muna ngapa gitu sama abang. Apalagi jika ada yang denger Muna pangilnya abang.Bisa kacau semuanya bang."

"Masalahnya di mana? Ada gitu peraturan OB tidak boleh bergaul sama CEO?"

"Ya kagak sih. Cuma ya Muna kagak enak aja gitu bang."

"Atau Muna abang pindahin tugas kerjanya... jadi asisten pribadi abang saja?"

"Bujuuug. Abang lebay ah. IQ Muna kagak nyampe mikirin tugas yang kaya begituan. Muna udah cukup mahir becanda ame sapu, pel n alat mask di pantry."

"Ya kalau hanya karena status Muna sebagai OB, Muna jadikan alasan ga mau deket sama abang. Memindahkan tugas Muna bagi abang itu solusi."

"Jangan pindahin Muna bang. Muna senang kerja di situ, teman satu tim Muna juga udah Muna anggep kaya sodare Muna sendiri."

"Teman satu Tim bisa Muna anggap kayak sodara. Kalo abang Muna anggap sebagai apa?" Kevin ingin lebih menjurus pembicaraan mereka.

"Ya...bagaimanapun. Abang tetep Muna anggap sebagai bosnya Muna. Bos yang kagak boleh Muna bantah jika memberi perintah."

"Jadi manggil abang juga bagian dari perintah? Bukan karena Muna anggap abang kaya sodara juga gitu?"

"Ya ilaaahh... abang satu tingkat di atas mereka lah dudul. Secara aye mau-mau aje ngikutin semua maunya elu baaaang...abaaang." Monolog Muna dalam hatinya.

"Kenapa diam...?"

"Kagak tau jawab ape... takut salah."

Kevin mengusik pucuk kepala Muna dengan gemas.

"Maaf abang cuma bercanda Mun. Abang cuma mau Muna tidak usah memikirkan akan perbedaa status kita yang secara manusia dia anggap jauh berbeda ini. Kedua abang juga mau, Muna tidak perlu memikirkan apapun yang orang akan katakan misanya ada yang memperhatikan kedekatan kita. Kita sama Mun. Masih sebagai manusia yang di ciptakan oleh Tuhan yang sama. Dan selanjutnya yang abang mau, Muna boleh sedikit memikirkan arti kedekatan kita selama ini. Itu saja."

Muna hanya diam, menyerap semua yang Kevin sampaikan. Pada kemauan Kevin yang pertama dan kedua, mungkin Muna dapat mengerti. Tetapi yang terakhir tentu saja belum berani mengandai-andai.

"Jadi mau turun di sini?" Kata-kata Kevin cukup membuyarkan lamunan Muna sedari tadi.

"Eh..ii..iy..." Percuma.

Percuma saja Kevin menanyakan hal tadi, toh tanpa menunggu jawaban Muna. Kevin sudah dengan cueknya tetap melajukan mobilnya kedalam gedung perkantoran dan berhenti tepat di depan pintu keluar. Dimana kemarin ia membukakan pintu mobilnya untuk Muna.

Mendadak kulit wajah putih Muna memerah tak sanggup menyandang malu. Yang lagi-lagi suasana pagi itu terlihat sudah ramai. Saat semua karyawan sudah mulai datang berseliweran di perusahan tersebut.

Muna memilih naik dengan menggunakan tangga saja. Tidak peduli bagaimana gempornya betis Muna harus naik sampai ke lantai 37. Ngos-ngosan itu pasti. Tapi Muna tidak ingin selalu terlihat dekat dengan Kevin yang mungkin saja bisa bertindak nekat.

Muna segera membuka lemari pendingin di ruang pantry. membuka salah satu tutup botol air mineral kemudian menenggaknya hingga tandas.

"Habis apa kamu Mun, minum udah kayak kesetanan gitu?" tegur Jali yang tidak Muna sadari sudah berada dalam ruangan yabg sama dengan Muna.

"Eh ada bang Jali. Muna habis olah raga pagi bang. Takut kurang gerak, iseng aja naek ke mari pake tangga."

"Masyaalloh Mun, ga bengek kamunya?"

"He...he...bengek sih kagak. Mau modar iya."

"Oh iya Mun, kebeneran kita cuma lagi berdua. Kemaren ada yang sempat liat tangan Muna di tarik pak bos lalu kalian masuk ke mobil dia. Bisa Muna jelaskan sama bang Jali, ada hubungan apa kalian?"

"Iye... kemaren pak bos mau kasih tugas tambahan sama Muna. Jadi gitu deh... Muna di ajak. Soal hubungan...? kagak ada ape ape, sama kaya kite aje bang."

"Maaf ya Mun. Bang Jali sudah anggap Muna kaya adik sendiri. Jadi, hati-hati sama pak bos. Kabarnya dia playboy Mun. Kamu masih muda, juga masih mau ngejar cita-cita. Jangan sampe kamu gagal karena silau atau termakan rayuan dia."

"Iye bang. Muna terima kasih sama bang Jali sudah ingatkan Muna. Tenang bang, Muna tetap selalu ingat tujuan Muna kerja di mari adalah buat mencapai cita-cita Muna."

Jali menepuk pundak Muna. Sungguh Jali tulus menganggap Muna layaknya adik. Kemudian berlalu meninggalkan Muna sendiri dalam ruangan tersebut.

Bersambung...

Jadi orang cantik emang gitu yak

Banyak yang perhatiin gitu

Nyak otor cukup di kasih jempol aje dah seneng beeeuuut

Thanks juga buat readerku yg udah kasih vote, mawar n kopi juga, semoga Allah balas semua kebaikan kalian berupa sehat n rejeki tak terhingga ya.🤗🤗🤗

ai lop yu polll dah

❤️🌹☕❤️❤️🤭🤭🙏🙏🙏

1
Kanjeng Ribet
eeeeeeaaaaa.... jdi dor ma BangKe... 😍
Kanjeng Ribet
moduuusss BangKe
Kanjeng Ribet
ini visualnya siapa mak otor?
zyan bkn sie?
Kanjeng Ribet
muna liat live streaming.... gk di vidio ajah mun... 🤣🤣
Kanjeng Ribet
name kite sama Mun... tp nasib kite berbeda... 😄
Kanjeng Ribet
waduuuhhh... si bos dh kya teh celup...
itu mata asli pak bozz.. bkn lensa kontak... elaaahhh🤣🤣
Ellia Mardiana
baju pengantin sepertinya sdh beli dari Stevani ya
Andreas Dwi Purwanto
oke
.. Ma nyak...😁😁😁
Suyanti Suyanti
Luar biasa
🌼EmeLBy🌼: Terima kasih.
mampir juga di karya terbaruku
JADI CERAI, GAK?
Di tunggu yaaak
mksh
total 1 replies
⛧⃝ 𓂃Luo Yi⧗⃟
bagus thor. cuma awalnya bacanya blepotan . eh ternyata bahasa betawi. semangat trus thor
🌼EmeLBy🌼: Waaah... selamat membaca
mampir du karya Ongoing mu yuuk
JADI CERAI, GAK?
makasih
total 1 replies
🌼EmeLBy🌼
sama
renataaprilia8@gmail.com
mampus lu sep ,😁😁😁
renataaprilia8@gmail.com
klo Gita Jodohny Gilang !pegimane ame Siska nyak gk ad kbr tu gadis Cikoneng 🤭
renataaprilia8@gmail.com
Alhamdulillah akhirnya launching. juga Kevin junior ny
renataaprilia8@gmail.com
♥️♥️♥️♥️♥️
renataaprilia8@gmail.com
eh bel siapa elu ,Muna bahkan pemegang saham Terbesar hello anda ngigau ya👿
renataaprilia8@gmail.com
aamiin ya Allah
renataaprilia8@gmail.com
asiaaaaaaap 👍
renataaprilia8@gmail.com
selamat untuk kedua mempelai, semoga jg keluarga samawa, Amin 🥳🥳🥳🥳🥳
renataaprilia8@gmail.com
akhirnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!