NovelToon NovelToon
Tuan Besar

Tuan Besar

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Romantis / Balas Dendam / Pembunuhan
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: jeloveus

Alexander Moralez Arzallane adalah seorang laki - laki berkuasa yang menyeramkan, tinggi besar dengan wajah yang dingin,, tidak pernah tersenyum, ganas dan sangat menakutkan. Psikopat sekaligus pemimpin Mafia yang sangat berbahaya.

Seorang Tuan Besar Arzallane yang berkuasa, hidup dengan banyak konflik dari masa lalunya yang penuh dendam dan pembalasan.

Sampai suatu hari bertemu dengan putri dari orang yang membuat hidupnya hancur.
Akankah ada cinta yang dapat mengubah jalan hidup seorang Tuan Besar Alexander Moralez Arzallane.

Cerita adalah asli hasil pemikiran dan sudut pandang pribadi penulis.

No plagiat

Tanggapi cerita dengan bijak, karena ini hanya sebuah karya imajinasi penulis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jeloveus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4. Tertarik

" Cantik, " Han Liu bergumam perlahan.

Tangannya tersentak kaku ketika menyadari bahwa tangan kanannya masih mengelus pipi Kinara.

Han Liu mengerjap sejenak, menggelengkan kepala untuk mengusir ketertarikannya pada gadis didepannya.

Seorang maid datang menghampiri Han Liu,

" Maaf Tuan, Dokter Ryan Juville sudah datang. Apakah bisa dibawa masuk Tuan ? "

" Cepatlah ! "

Seorang laki - laki tinggi tegap dengan kacamata minusnya memasuki sebuah ruangan. Kumis tipis, rambut yang tertata rapi dan kemeja biru dengan jas khas dokternya menampilkan kesan seorang dokter yang disegani.

" Mainan baru lagi Han ? " suara Dokter Ryan Juville memecah kesunyian begitu mendekati sisi ranjang.

Mengamati sejenak gadis cantik yang tergolek tak berdaya.

" Cantik. " gumam Dokter Ryan perlahan, sembari tangannya dengan cekatan membersihkan luka di kepala Kinara.

Han Liu hanya mendengus kesal. Entah, perasaanya tiba - tiba menjadi buruk.

" Jangan mencoba mengusik, Dokter Ryan ! " Han Liu mencoba memperingatkan.

" Hahahaa ... . Ternyata Kau sama saja dengan si batu es Alex. " Dokter Ryan tertawa, berhenti sejenak untuk memberikan suntikan kepada Kinara.

" Gadis ini mengalami tekanan yang sangat berat. Saya anjurkan untuk tidak menekannya terlalu berat." ucap Dokter Ryan sembari menulis resep pada secarik kertas

" Apakah Kau tidak bisa mencari gadis yang lebih bagus untuk jadi mainan Tuan Besarmu ?" lanjut Dokter Ryan lagi.

" Dia tidak pantas menjadi mainan, Sekretaris Han ! " Dokter Ryan Juville menilai paras dan karakter Kinara.

Dokter Ryan Juville adalah seorang yang cerdas, kelebihan khususnya adalah Dokter Ryan Juville sangat kritis dalam melihat wajah sehingga dapat menganalisa karakter seseorang dengan mudah.

Han Liu hanya terdiam. Mata tajamnya meneliti paras gadis itu yang masih tak sadarkan diri.

Dalam hatinya membenarkan ucapan Dokter Ryan, " Aku juga tidak rela. Tapi keinganan Tuan Besar adalah segalanya." Han Liu membatin.

Brakkk.

Tiba - tiba pintu terbuka dengan kencang. Satu sosok tinggi besar dengan angkuh dan dingin memasuki ruangan.

" Ada apa ini ? " Suara baritonnya menggelegar mencari tahu apa yang sedang diperdebatkan Han Liu dan Dokter Ryan.

Seketika suasana menjadi mencekam dengan aura dingin yang membuat orang tidak nyaman.

" Dasar manja, " lanjutnya lagi.

Alexander Moralez Arzallane seorang Tuan Besar dengan aura dingin yang menakutkan menghampiri sisi ranjang.

Dokter Ryan Juville mundur perlahan memberi tempat kepada Alexander Moralez untuk mendekati sisi ranjang.

" Jangan macam - macam, Tuan Besar yang terhor ... ! " Dokter Ryan memperingatkan Alexander Moralez, tapi belum selesai kalimatnya sosok yang disebut Tuan Besar yang kejam dan dingin sudah meraih gelas di meja samping ranjang sebelahnya, mengangkatnya dan byuurrr ... .

Air dalam gelas sudah tersiram di wajah gadis itu.

Kinara gelagapan mencoba mencari udara karena ternyata hidungnya banyak kemasukan air.

Matanya mengerjap. Kepalanya masih pusing.

" Tuan ! "

" Alex ! "

Suara Han Liu dan Dokter Ryan bersamaan memperingatkan Tuan Besar Alexander Moralez.

Kinara masih mengerjapkan matanya. Dunianya masih gelap. Tangan kanannya masih berusaha mengusap wajahnya yang basah.

Betapa terkejutnya Kinara ketika menyadari bahwa dirinya ada di atas ranjang di sebuah ruangan asing dengan tiga orang laki - laki yang sedang menatapnya tajam.

Ingatannya dengan cepat mengingat apa yang sudah terjadi. Yah, kemarin dirinya dibawa Jefri Arkanzaz dan diserahkan kepada Tuan Besar dari keluarga Moralez Arzallane sebagai penebus salah sekaligus hutang ayah dan ibu tirinya. Entahlah alasan apalagi yang digunakan Jefri Arkanzaz sehingga membuatnya selalu menjadi alat penebus.

Mengenaskan.

Kinara bersikap waspada. Memandang sekeliling untuk mencari celah untuk kabur.

" Yah, kabur. Aku harus segera kabur dari sini. Aku tidak mau mati sia - sia di tangan Tuan Besar pemarah ini. " Kinara membatin. Diam - diam Kinara mengumpulkan tenaga dan keberaniannya untuk lari.

Kinara menatap pintu yang terbuka, sambil sesekali mengucek matanya untuk mengelabuhi ketiga laki - laki itu, berharap mereka belum menyadari bahwa dirinya sedang mengumpulkan tenaga untuk bersiap lari.

" Ukh ... ." tiba - tiba Kinara mengeluh sambil memegangi kepalanya. Sedikit pusing.

Dokter Ryan Juville mwncoba maju untuk mendekatinya tapi jalannya terhalang tubuh tinggi besar dihadapannya.

Ada celah saat Dokter Ryan mencoba maju dan sosok tinggi besar dihadapannya tidak mau bergeming dari tempatnya.

Dengan perhitungan yang matang Kinara melompat dari ranjang untuk bergegas berlari menuju pintu.

Tapi naas tubuhnya yang masih lemas dan kepalanya yang masih pening dengan mudah ditangkap oleh Tuan Besar. Ditariknya dengan keras, tanpa menyadari bahwa kaki Dokter Ryan Juville sedang melangkah maju akan mendekati ranjang.

Entah bagaimana yang jelas sekarang Kinara merasa jantungnya berdegup dengan kencang. Tubuhnya gemetar tak terkendali. Nafasnya sudah menderu.

Mereka jatuh bersamaan.

Harum.

Tanpa disadari Kinara mengendus dada tubuh laki - laki dibawahnya. Tubuhnya meremang merasakan sensasi aneh yang membuat bulu kuduknya meremang sekaligus bergetar secara bersamaan.

" Hhhmmm ... . Harum. Ini sangat menenangkan. " Kinara bergumam perlahan dan tangan mungilnya mulai menelusuri dada bidang dibawahnya. Tanpa menyadari bahwa tubuh tegap dibawahnya menegang sejenak bersamaan dengan sesuatu yang mengeras dibawah sana.

Gigi Tuan Besar bergemeletuk menahan sensasi yang mendebarkan. Tangan kecil Kinara mengusap dadanya perlahan tanpa disadari gadis itu.

Alexander Moralez hampir menggeram menahan sesuatu. Belum pernah dalam sepanjang hidupnya merasakan sensasi mendebarkan seperti saat ini. Tuan Besar Alexander Moralez menatap wajah gadis diatasnya dengan tatapan tak terbaca. Gairahnya menjadi bangkit seketika dan tangannya masih melingkar dipinggang Kinara.

" Sialan. " desisnya perlahan.

" Siiialan. Booodoh. Beeeerat. " sebuah umpatan tertahan dari bawah tubuh mereka.

" Haaahhahaaa ... . " tanpa bisa ditahan Han Liu tertawa mengamati ketiganya dengan posisi yang tidak seperti biasa.

Tuan Besar Alexander Moralez tersentak dari bayangan liarnya.

" Maaf Tuan. " Han Liu menutup mulutnya. Walaupun sedikit merasa cemburu karena ternyata Tuan Besarnya menyimpan ketertarikan pada gadis diatasnya.

" Beeeerraattt ... Sialan. Kalian bisa menyingkir tidak ? Tubuhku remukkkkk ... . " Dokter Ryan mendesis kesakitan karena tertimpa tubuh dua orang. Tangannya masih berusaha menyadarkan Tuan Besar yang entah sedang memikirkan apa sehingga tak berusaha beranjak dari jatuhnya.

" Tuan ! " Han Liu mencoba menyadarkan Tuan Besarnya.

Tuan Besar Alexander Moralez masih terpana menatap tubuh mungil diatasnya. Bulu lentik, wajah manis dengan lesung pipit dan sebentuk bibir merah muda yang sangat menggoda.

" Hahh ... kalian. " Dengan sentakan keras dan sekuat tenaga Dokter Ryan Juville menggulingkan kedua tubuh yang masih nyaman berpelukan di atasnya.

Tidak sia - sia pelatihan militer yang pernah dilalui Dokter Ryan Juville beberapa tahun lalu mampu menggulingkan beban berat diatasnya.

Tubuh yang kuat dengan tenaga full cukup untuk menggulingkan raksasa besar di atasnya.

" Aw... . " Kinara kaget karena tubuh kecilnya terguling menerpa sesuatu yang sangat keras dan merasakan ada benda yang menegang dibawahnya.

Sadar akan sesuatu yang tidak beres, Kinara bangkit dengan tergesa. Tapi sekali lagi naas bagi tubuh Kinara bukannya bangkit berdiri malah terduduk tepat diatas sesuatu yang keras dan sedang dalam mode menegang.

Ujung kalung panjangnya membelit kancing kemeja Tuan Besar Alexander Moralez.

Tubuh Tuan Besar Alexander Moralez semakin tersentak menegang. Gairahnya meletup lagi. Tangannya meremas pinggang Kinara untuk menyalurkan hasrat yang mulai menggila.

Dengan berat hati Han Liu menarik tangan Dokter Ryan Juville yang terpaku melihat kedua makhluk beda jenis itu sedang saling menatap.

Ada percikan kecemburuan di mata dan hati Han Liu karena ternyata untuk pertama kalinya ia jatuh hati pada seorang gadis mainan Tuan Besarnya.

" Ih kalian ... lanjutkan saja! Sana guling - guling di ranjang jangan di lantai ! Keras dan dingin. Cari tempat empukkk sana ! Hmm ... . " suara Dokter Ryan terdengar di sela kekehannya. Langkahnya berderap karena ternyata Han Liu menyeretnya dengan kasar.

Kedua manusia beda jenis itu masih nyaman dengan posisinya sampai bunyi hempasan pintu terdengar keras ditelinga mengagetkan keduanya.

Dengan sekali hentakan tubuh kecil Kinara terguling lagi ketika Tuan Besar menghempaskannya dengan kasar ke lantai.

Dengan menghentak Tuan Besar Alexander Moralez berdiri tegap. Tangannya mengibas seakan ada beribu kuman yang sedang menempel ditubuhnya.

👉 bersambung

👉 Tetap dukung karya author ya. Like, coment, rate dan vote ya. Terima kasih. Lope lope sekebon 🌹🌹

1
Taryumi 2003
kasian banget dude .terlalu kejam Alexander..
Bunny🥨: “Ketika tubuh jadi taruhan untuk keadilan. Mampir juga yu di ceritaku berjudul "kesepakatan di Atas Ranjang.” ditunggu kehadirannya ❣️
total 1 replies
Taryumi 2003
merasa punya penyakit gituan, ga ush pakai pakai wanita lah...
Taryumi 2003
Lo kira baju,..
Taryumi 2003
och pake gaun , berangkt kerja.. kirain kabur dari pesta .
Tin Wulan
kapan up date nya Thor,lama banget
Nazimah Mamat
lamanya na
Muhammad Arya Hadinata
thor udah lama nunggin kok nggak update padahal udah lama loh
Muhammad Arya Hadinata
bagus sekali
Yuni Herwani
bagus ceritanya buat penasaran
Har Zega
Luar biasa
Ijonjanbi
g up kah kk
Devi Handayani
kenapa ga lanjut thor😭😭😭😭
✿︎ Cﺃꪀꪻꪖ white 💦 ❥︎⏤͟͟͞͞R ᥫᩣ
blm up lagi kah
Muhammad Arya Hadinata
hehehe kayaknya ada yg lagi suka suka gitu deh,belom sadar aja kali ya semangat Thor jangan mudah menyerah menyelesaikan up selanjutnya
Tati Cahya
jangan bilang kalo hati nya tuan besar Hello Kitty 🤣
Devi Handayani
lanjut tuan besar😁😁😁
✧͢⃟ᤢ🌹⁹
next kak...
✧͢⃟ᤢ🌹⁹
penasaran
cepat up donk
Muhammad Arya Hadinata
lanjut
Devi Handayani
hadehhh kebanyakan musuh pusing pala ainggg😵😵😵😵😵😓😓😓😓
Tati Cahya: bukan lagi..🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!