Su Yinyin adalah aktris cantik yang baru mekar. Ia banyak memghabiskan waktu bersama pria tampan dan mempermainkan mereka. Semua mengagumi dan mencintai nya. Namun, bagaimana jika ia harus masuk ke dalam novel berlatar kuno dan menakhlukan hati seorang pangeran kedua yang dingin dengan tingkat cinta minus seratus! Gila itu sih bukan cinta tapi sudah tidak cinta dari awal!
Belum lagi ditambah konflik Dikrit Kaisar yang mengharuskan pangeran kembali menikahi Putri Mahkota dari Utara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 4 : Alasan Minus 100
Mo Jue keluar dari kamar mandi dengan jubah sutra hitam legam yang tersampir sempurna di tubuh tegapnya. Rambut basahnya yang panjang tergerai bebas, meneteskan air di atas kerah jubah dan menambah kesan berbahaya sekaligus memukau.
Ia melirik sekilas ke arah Su Yinyin yang berdiri kaku memegang sisa jubah cadangan, lalu berjalan melewatinya begitu saja menuju ranjang besar bermotif ukiran naga di sudut ruangan.
"Duduk," perintah Mo Jue singkat, suaranya sedingin angin musim dingin.
Su Yinyin menelan ludah, lalu melangkah ragu-ragu dan duduk di ujung ranjang yang berjarak cukup jauh dari pria itu. Di hadapannya, layar sistem kembali menyala dengan deretan informasi penting yang mendadak terbuka otomatis.
[Ding!]
[Membuka Informasi Latar Belakang Target: Mo Jue (Pangeran Kedua)]
[Alasan Sifat Dingin: Pengkhianatan berdarah di masa lalu, pembunuhan sang ibu kandung oleh selir istana, serta pernikahan politik paksa dengan mendiang putri keluarga Su yang dianggap sebagai mata-mata musuh.]
[Status Pernikahan: Telah menikah selama tepat 6 bulan, namun selama itu pula mereka tidak pernah tidur sekamar dan hidup bagaikan musuh dalam selimut.]
Su Yinyin tertegun membaca data tersebut di dalam kepalanya. Pantas saja skor kesukaannya minus seratus! batinnya ngeri.
Enam bulan lalu, kaisar menikahkan Mo Jue dengan Su Yinyin--tubuh yang kini ia tempati--sebagai bentuk hukuman dan mata-mata terselubung untuk melemahkan faksi pangeran kedua. Bagi Mo Jue, pernikahan ini bukan ikatan suci, melainkan jebakan mematikan yang siap meledak kapan saja.
"Kenapa diam?" suara berat Mo Jue memecah keheningan. Pria itu duduk menyilangkan kaki, menatap tajam ke arah Su Yinyin dari seberang ranjang. "Biasanya, kau akan memanfaatkan kesempatan ini untuk merengek minta dipulangkan ke kediaman ayahmu, atau mengancam akan melapor pada Perdana Menteri."
Su Yinyin mendongak. Ia tahu, jika ia salah mengambil langkah, kepalanya bisa melayang sebelum matahari terbenam di istana ini. Ia harus mengubah strategi. Menjadi penurut yang naif tidak akan menyelamatkannya di istana yang penuh duri ini.
"Yang Mulia," ucap Su Yinyin dengan suara pelan namun terdengar tegas, menatap langsung mata kelam suaminya. "Jika aku bilang... ingatan tentang masa lalu itu sudah hilang, apakah Anda percaya bahwa aku yang sekarang bukan lagi Su Yinyin yang dulu?"
Mo Jue menyipitkan mata. Suasana di dalam kamar mendadak menegang. Pangeran itu perlahan condong ke depan, aura membunuhnya menguar memenuhi ruangan.
"Kau pikir trik pura-pura amnesia bisa melunturkan dosamu?" Mo Jue mendesis tajam. "Enam bulan lalu, wanita dari klan Su meracuni teh ibuku hingga tewas perlahan. Dan sekarang, kau berdiri di hadapanku dengan sandiwara murahan?"
[Ding!]
[Peringatan! Konflik Internal Istana Meningkat.]
[Misi Baru Terbuka: Ungkap Petunjuk Racun Ibu Mo Jue dalam waktu 7 hari untuk membersihkan nama Su Yinyin dari daftar hitam.]
[Hadiah: Poin Keintiman +20, Kepercayaan Target meningkat.]
Sebelum Su Yinyin sempat merespons ancaman itu, suara ketukan pintu yang tergesa-gesa tiba-tiba menggema dari luar kamar utama.
Tok! Tok! Tok!
"Yang Mulia Pangeran Kedua!" suara seorang pengawal istana terdengar panik dari balik pintu kayu jati. "Darurat! Selir Ruan mengirim utusan khusus ke halaman depan. Mereka membawa titah langsung dari Permaisuri untuk memeriksa kediaman Anda dengan alasan mencurigai adanya benda terlarang!"
Mo Jue langsung berdiri, wajahnya mengeras bagai es batu. Selir Ruan--wanita yang memegang kendali harem kekaisaran saat ini dan musuh bebuyutan faksi Mo Jue--tampaknya memilih waktu yang sangat tepat untuk menyerang.
Mo Jue menatap Su Yinyin tajam, seringai sinis terukir di bibirnya. "Sepertinya sekutumu dari faksi utama sudah datang untuk menjemputmu, atau justru datang untuk memastikan apakah kau sudah berhasil menjalankan tugas rahasiamu?"
***
Mohon dukungan untuk Like, Komen, dan Ikuti Penulis Noveltoon ANWi yah, terimakasih ❤️
permaisuri
jika kau berdamai dgn mu jue pasti hidupmu akan tenang
TPI sayang sekali kau selalu mengusik singa yg sedang tidur
lalu kenapa seorang permaisuri begitu merasa terancam dgn kehadiran dan kesuksesan jendral joe
sehingga permaisuri hidup semena mena👊
kena kaisar begitu ceroboh
permaisuri👊
wah gawat, dua wanita dlm satu atap
yg terkadang sejalan😭😭
semoga putri mahkota bisa diajak kerja sama
pasti bisa meluluhkan pangeran kedua
su😁😁
gak tau apa gimana hantun su yinyin😁😁👊
sungguh belum tau rasanya jadi buucin yaa🤣
apa dia dicekik atau terpeleset di kamar🤔🤔🤔