NovelToon NovelToon
Damian: Jerat Sang Iblis

Damian: Jerat Sang Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Romansa Fantasi / Hantu
Popularitas:173
Nilai: 5
Nama Author: cinnamon girl

Jatuh cinta pada Hantu adalah sebuah kutukan. Kutukan takdir yang akan terus berputar pada keluarganya.

Ketika logika manusianya tertutupi oleh manipulasi gaib yang Damian lakukan. Membuat Cindy yang awalnya murni jatuh hati pada sikap dan ketampanan pria itu menjadi buta pada segala hal keanehan yang terjadi pada tubuhnya serta pada Damian. Namun setelah melahirkan anak pria itu perlahan ia sadar bahwa ia terlanjur jatuh pada jeratnya. Demi cinta ia mau jiwanya terjerat mati bersamanya selamanya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cinnamon girl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 18

Di bawah bantal kasur jati itu, batu giok hitam penambat sukma mulai memancarkan pendar merah yang redup, mengunci seluruh aura kematian Damian agar tidak mengikis raga manusia Cindy. Namun, sebagai gantinya, segel itu justru melipatgandakan gairah dan obsesi gaib yang meledak di antara kedua insan beda alam tersebut. Kamar itu mendadak terasa begitu pekat oleh hawa magis yang panas, meremukkan seluruh dinding pembatas antara dunia nyata dan dimensi gaib.

Damian tidak memberikan celah sedikit pun bagi Cindy untuk bernapas. Pangeran Belanda itu langsung mengukung tubuh mungil Cindy di bawah bayangan tubuh besarnya yang tegap dan bertelanjang dada. Sepasang mata birunya yang sehangat bara es menatap lekat-lekat wajah Cindy yang sudah merona merah sempurna, dipenuhi kabut nafsu yang memabukkan.

"Seminggu penuh di sana saya menahan diri untuk tidak menyentuhmu, Cindy... mijn liefde," geram Damian rendah, suara seraknya yang berat bergetar langsung di depan wajah Cindy. Jemari panjangnya yang sekeras porselen bergerak cepat menyentak daster katun tipis berwarna salem yang dikenakan Cindy, hingga kain itu robek di bagian dada, mengekspos keindahan tubuh murni yang begitu ia damba. "Malam ini, saya akan menuntut setiap detik waktu yang hilang itu dari tubuhmu."

"Ahhh... D-Damian... nggghhh!" Cindy melenguh panjang, tubuhnya meremang hebat saat telapak tangan dingin Damian merayap kasar dari pinggang naik ke dadanya, meremas kehangatan kulit manusianya dengan dominasi yang menuntut. "K-kamu... robek dasternya... emmmhh, beneran gak sabar banget ya... ahhh."

"Saya bisa gila jika harus menahan diri lebih lama lagi, Cindy," bisik Damian dengan nada mesum yang teramat intens. Ia menunduk, langsung membungkam bibir manis Cindy dengan lumatan yang kasar, liar, dan penuh dahaga.

Cindy membalas ciuman itu dengan tidak kalah liar. Rasa rindu yang tertahan selama seharian penuh yang ia kira hanya satu hari namun dirasakan sebagai siksaan seminggu oleh Damian membuat seluruh kewarasannya menguap. Ia mengalungkan kedua lengannya ke leher kokoh Damian, menarik tubuh pria itu agar semakin menempel erat tanpa menyisakan jarak sedikit pun.

"Emmmphhh... nggghhh... mmmph!"

Suara kecapan basah dari tautan bibir mereka beradu dengan deru angin malam yang mendadak berembus kencang di luar jendela. Di sela-sela ciuman panas itu, Damian memindahkan bibirnya ke sepanjang rahang tegas Cindy, lalu turun menggigit kecil leher jenjang gadis itu, meninggalkan tanda kepemilikan baru yang berwarna keunguan.

"Ahhhh! D-Damian... sakit, nggghhh! Ahhh... jangan di situ, emmmhh... h-hawa dinginmu... bikin aku merinding, ahhh!" pekik Cindy pasrah, kepalanya mendokak ke belakang dengan napas yang memburu cepat. Jari-jari lentiknya meremas rambut hitam lebat Damian yang berantakan, menenggelamkan diri dalam aroma mint tajam yang berpadu dengan wangi bunga kenanga mati yang semakin mencekik ruangan.

"Biarkan hawa ini menjalar di tubuhmu, Cindy. Kamu adalah milik saya... seutuhnya," geram Damian, suaranya semakin berat dan parau saat merasakan gairah Cindy yang ikut memuncak.

Tanpa membuang waktu lagi, Damian menyingkirkan sisa pakaian mereka hingga keduanya polos tanpa sehelai benang pun di atas ranjang. Ia memisahkan kedua paha hangat Cindy dengan lututnya, memposisikan dirinya di atas wilayah paling intim milik gadis itu. Ke-jantanannya yang besar dan pucat tampak menegang sempurna, siap menuntut haknya atas jalinan mati yang telah mereka sepakati.

“Tatap saya, Cindy. Tatap mata saya saat saya masuk ke dalam dirimu," perintah Damian dengan nada mutlak yang penuh wibawa.

Cindy membuka matanya yang sayu dan berkabut gairah, menatap langsung ke dalam manik mata biru malam Damian yang menghipnotis. Saat penyatuan itu terjadi secara perlahan namun bertenaga, Cindy memekik tinggi, mendongakkan dada kencangnya dengan air mata kenikmatan yang langsung meleleh di sudut matanya.

"Ahhhhh! D-Damian... nggghhh! T-terlalu besar... emmmhh! Ahhh... s-sesak... dingin banget di dalam... ahhhh!" jerit Cindy dengan suara parau, tubuh mungilnya bergetar hebat menerima gempuran rasa asing yang menjalar dari bagian bawahnya hingga ke ulu hati. Rasa dingin dari tubuh Damian kali ini tidak membekukannya, melainkan memberikan sengatan listrik gairah yang membakar seluruh saraf tubuhnya.

Damian menggeram rendah penuh kepuasan maskulin yang luar biasa pekat. Ranjang kayu jati kuno peninggalan orang tua Cindy mulai berderit ritmis, menjadi saksi bisu atas hantaman-hantaman bertenaga yang Damian berikan tanpa jeda. Ritme gerakannya cepat dan konstan, seolah ia sedang memahat takdir abadi di atas tubuh manusia kekasihnya.

"Nggghhh... kamu sangat hangat, Cindy... mijn liefde... emmmhh," desah Damian di sela-sela gerakannya yang semakin dalam. "Kehangatanmu ini... adalah satu-satunya alasan saya ingin tetap tinggal di dunia manusia yang bising ini. Hanya untuk merasakanmu seperti ini... semalaman penuh."

"Ahhh! Ahhh! D-Damian... nggghhh! L-lebih cepat... ku mohon, emmmhh! Ahhh... hantam lagi... s-sayang... ahhh!" rintih Cindy pasrah, pinggulnya bergerak naik secara instingtif, mencoba menyamai ritme liar Damian yang seolah tidak memiliki batas lelah. Gorden kamar mereka melambai-lambai kasar tertiup angin gaib yang berputar di luar, seolah ikut merayakan penyatuan mistis dua insan beda alam ini.

"Saya akan memberikan semua yang kamu minta, Cindy... nggghhh... ahhh," sahut Damian, seringai kemenangan yang mesum terukir jelas di wajah tampannya. Ia mencengkeram pinggang mungil Cindy dengan kedua tangan besarnya, mengangkat pinggul gadis itu sedikit lebih tinggi agar setiap jengkal dirinya bisa menghantam titik paling sensitif di dalam rahim Cindy.

"Ahhhh! Ahhhh! D-Damian... nggghhh! Aku mau... aku mau sampai... emmmhh! Ahhh... t-takut... ahhh!" desah Cindy beruntun-turun dengan napas yang semakin putus-putus. Seluruh tubuhnya berkeringat tipis, merona kemerahan kontras dengan kulit Damian yang tetap putih pucat laksana salju abadi. Ia takut tubuhnya hancur karena hantaman Damian serasa melepaskan jiwanya.

Damian menunduk, kembali membungkam jeritan manja Cindy dengan ciuman yang dalam, menyesap habis setiap desahan mesum yang keluar dari sela bibir tipis yang basah itu. "Ikuti saya, Cindy... melebur bersama saya di dalam keabadian ini... nggghhh."

Hantaman terakhir yang diberikan Damian terasa begitu cepat, dalam, dan tanpa ampun, mengguncang seluruh pondasi kamar kuno tersebut. Di puncak kenikmatan yang teramat memabukkan dan panas itu, Cindy menjerit kencang seiring dengan tubuhnya yang menegang kaku, jemari kakinya menekuk erat di atas sprei yang berantakan. Bersamaan dengan itu, Damian mengeluarkan geraman rendah yang berat dari dalam dadanya, menyemburkan cairan gaibnya yang dingin di dalam rahim Cindy, mengunci pelepasan mereka berdua dalam satu desahan panjang yang sarat akan kepemilikan mutlak.

Cindy ambruk pasrah di atas kasur yang sudah dingin, napasnya tersengal-sengal dengan kesadaran yang hampir hilang karena kelelahan dan kepuasan yang teramat ekstrem. Damian menyatu, melingkarkan lengannya yang kokoh, mendekap tubuh mungil yang lunglai itu dengan penuh kemenangan, tahu bahwa mulai malam ini dan seterusnya, tidak akan ada satu pun kekuatan di dunia ini yang bisa merebut miliknya kembali.

»»»»

Jemari panjang Damian yang sewarna porselen bergerak pelan, mengusap sisa keringat hangat dan air mata kenikmatan di pipi Cindy yang masih merona merah. Sentuhan sedingin es itu membuat Cindy yang sedang terengah-engah refleks melenguh kecil, merapatkan wajahnya pada telapak tangan kaku sang kekasih.

“Kamu selalu luar biasa sayang, selalu,” bisik Damian lagi, suaranya mengalun rendah laksana hembusan angin malam yang membelai rungu.

Cindy mendongak lemah, matanya yang berbentuk seperti mata rubah masih sayu dan dipenuhi kabut pasrah. “K-kamu... nggghhh... selalu tahu cara bikin aku lemas, Damian. Badanku rasanya seperti mau remuk, emmmhh...”

Damian terkekeh rendah, sebuah tawa gaib yang seksi dan berat bergetar di dalam dadanya yang tegap. Ia tidak membiarkan Cindy beristirahat terlalu lama. Dengan gerakan yang teramat posesif, ia kembali menarik pinggang mungil Cindy, membawa tubuh polos gadis itu untuk naik dan merapat di atas tubuh kaku manusianya.

“Itu karena saya sangat mencintaimu, Cindy... mijn liefde,” geram Damian parau, menatap lapar pada dada Cindy yang masih naik-turun dengan cepat akibat percintaan panas mereka baru saja. “Dan segel di bawah bantalmu itu... tampaknya membuat saya tidak akan pernah merasa cukup hanya dengan sekali penyatuan.”

"Ahhh... D-Damian, nggghhh... m-maksudmu kita... ahhh, lagi?" cicit Cindy dengan napas yang kembali memburu saat merasakan ke-jantanan Damian yang berada di bawah paha dalamnya kembali menegang keras dan dingin, mendesak menuntut jalan masuk.

"Ya. Semalaman penuh, Cindy... nggghhh," bisik Damian tepat di sela bibir Cindy sebelum kembali melumatnya dengan ciuman yang teramat dalam dan menuntut.

Cindy tidak bisa menolak. Sentuhan magis dari sang Iblis Belanda kembali menyalakan api gairah di dalam rahim manusianya. Ia melenguh pasrah dalam sela ciuman mereka, “Emmmphhh... nggghhh... mmmph!” sambil menggerakkan pinggulnya sendiri secara instingtif untuk menyambut kembali ketukan-ketukan dalam yang Damian berikan dari bawah.

Kamar kolonial itu kembali riuh oleh derit ranjang jati kuno dan desahan-desahan mesum yang bersahutan, mengunci sisa malam mereka dalam lingkaran gairah yang seolah tidak akan pernah menemui akhir.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!