NovelToon NovelToon
Kata-kata Cinta

Kata-kata Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:560.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: dandelion_me

Layya. umur (25 tahun) Cantik dan anggun. itulah kata pertama ketika orang melihatnya.

4 tahun yang lalu, hidupnya yang bahagia, nyaman dan tenang harus kacau balau serta menyakitkan setelah ia mengenal seorang pria yang ternyata bukan kebenaran mencintainya melainkan dia...mencintai temannya, teman yang sangat lama sudah dia kenal karna itu membuat seorang layya trauma akan setiap kata kata cinta.

Rayyan Andriyatama (27 tahun). tampan, kaya, cerdas, cool, pemain wanita, dan berwajah dingin datar. tapi selalu bisa membuat para wanita menggila terhadapnya.

Baginya tidak ada wanita yang tidak bisa ia dapatkan jika ia mau, meski ia harus mengikat sebuah ikatan yang sama sekali tidak ia inginkan selama ini terkecuali dengan satu wanita yaitu...teman akrab istrinya. yang merupakan seorang model dan sudah lama ia menyukai wanita tersebut namun wanita itu selalu menolaknya hingga hal gila ia lakukan untuk mencapai tujuannya. yaitu mendapatkan Reina.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dandelion_me, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu 15 menit. akhirnya layya sampai di tempat tujuannya. kepalanya mendongak menatap bangunan besar di depannya yang juga menjulang tinggi. layya menggerakkan kakinya melangkah masuk ke dalam sana sembari memerhatikan situasi di dalam di mana para pekerja yang sedang mengerjakan pekerjaan mereka masing masing. langkah layya terus membawanya semakin masuk ke dalam perkarangan rumah tersebut. ia berhenti tepat di samping air mancur ralat tempat air mancur yang belum siap atau jadi karna baru di buat.

Dua kata. 'rumah indah'. tapi ia tidak suka karna terlihat terlalu megah dan mewah. ia lebih suka yang elegan dan simple. lagian untuk apa pendapatnya. tugasnya di sini bekerja menjalankan tugas menyenangkan hati klien.

"ibu...".

"zunaira". sambung layya memperkenalkan diri tidak lupa ia menyungging senyum ramah.

"ah...ibu Zunaira desainer itu? ".

Layya tersenyum memaksa.

"ya pak? bapak...pak aldi? ". ia kenal karna menyangkut desain rumah ini selalu berhubungan dengannya.

"oh bukan? saya pak lardo pengawas rumah ini, saya di tugaskan menunggu bu Zunaira untuk melihat lihat rumah ini sebelum pak aldi datang, pak aldi bilang mungkin akan telat sedikit".

"oh tidak apa, saya akan berkeliling sendiri jika bapak tidak keberatan".

Pak Lardo terlihat diam sejenak berpikir lalu ia mengangguk.

"jika ada yang perlu, ibu panggil saya saja".

"tentu saja". layya tersenyum ramah.

"baiklah bu, saya permisi! "

Layya mengangguk.

"terima kasih pak lardo".

Pak lardo membalik melenggang pergi dari sana untuk mengecek pengawas para pekerja untuk tidak terjadi kesalahan.

Setelah kepergian pak lardo layya melanjutkan langkahnya. sedangkan di dadanya terlihat satu berkas yang sesekali akan ia conteng di sana.

Layya masuk ke dalam rumah. belum terlihat apapun kosong dan belum ada ukiran. ia melangkah semakin masuk ke dalam memeriksa satu persatu ruangan atau kamar lalu ia beralih ke suatu tempat yang terlihat seperti dapur setelah dari sana layya melangkah naik ke tangga, rumah berlantai dua dengan gaya mediterania. kepala layya melihat ke seluruh ruangan yang ia lewati hingga ia sampai di balkon. layya melihat ke bawah. di mana para penanam rumput atau pohon hias atau para pekerja yang sedang menanami rumah. mata layya beralih melihat ke kolam renang yang sudah siap 70%.

Layya membalik tubuhnya melenggang pergi dari sana.

Setelah beberapa lama ia berada di dalam sana layya melangkah hendak keluar dari rumar tersebut. ia berhenti saat suara getaran hp di dalan tas kantong jas kerjanya.

Meraihnya mengangkatnya.

"Assalamu'alaikum " layya kembali melangkah setelah menerima panggilan.

"...."

"setelah ini aku akan ke sana".

"..."

"baik, sampai jumpa di sana". layya menutup panggilan telpon dari asistennya+temannya.

Ia kembali melangkah dan terhenti saat melihat seorang pria masuk dari pintu rumah tersebut.

Layya menyatukan alisnya saat melihat pria di depannya menatapnya terus dan...ini sangat membuatnya tidak nyaman.

"euhmmm...pak aldi? ". layya asal menebak namun ternyata ia benar. pria itu tersentak atau pulih dalam menatapnya tanpa berkedip. ia tidak tahu kenapa, mungkin belum pernah melihat wanita pakai hijap atau aku rasa bukan karna itu karna itu hal yang sudah umum sudah di sini.

"bu...zunai-ra? ". aldi bertanya dengan rasa tidak percaya namun rasa itu hilang seketika saat wanita cantik dan anggun di depannya mengangguk.

"ah ya...saya zunaira dari Perusahaan Design LK".

Aldi mengedip ngedipkan matanya beberapa kali, tidak percaya dengan apa yang dia lihat. ini tidak seperti rumor.

"pak aldi...?". panggil layya lagi saat melihat pak aldi yang kembali hanya menatapnya. jika bukan karna klien sungguh ia akan marah pada pria ini.

"ah maaf itu...anda tidak seperti yang di rumorkan! ".

Layya menaikkan satu alisnya.

"rumor? ".

"itu...ah, sudah lupakan saja! oh ya? maaf saya terlambat, tadi ada hal yang harus saya bereskan dulu".

"tidak apa dan ya...saya sudah melihat semuanya dan...tidak ada yang perlu di bongkar lagi, semua luar biasa. hanya perlu lanjut ke tahap selanjutnya". jawab layya ramah lalu dia tersenyum tipis.

Aldi mengangguk anggukan kepalanya mengerti.

"kalau begitu, pak presdir akan sangat menyukainya"

"dan tidak jadi menuntut ganti rugi? ". canda layya sembari melewati aldi melangkah keluar.

Aldi mengerjap. ia membalik melihat layya sebelum mengejar langkah desainer tersebut yang sudah mencapai tangga pintu rumah.

"bu Zunaira tahu dari mana kalau pak presdir akan menuntut? " aldi melangkah di samping layya.

"dari caranya mengoreksi desain dan memilih desain, saya sudah tahu dan itu bukan hal sulit! seorang pria yang tidak mau menerima hasil yang merugikannya".

Aldi tertawa datar. tebakan bu Zunaira tepat sekali. memang atasannya begitu. semua hasil kinerja harus bagus tidak ada kata kurang mungkin karna itu, perusahaan di tangannya menjadi perusahaan besar di negara ini dan juga ke beberapa negara lain sejak kepemimpinannya menggantikan ayahnya. Pak Andriyatama biasa di sapa pak Tama.

"jadi bu zunaira sekarang mau balik? ".

Layya mengangguk.

"ya".

"ah...mau saya antar? perusahaan anda satu arah dengan tujuan saya". aldi menawari tumpangan.

"terima kasih saya bawa mobil sendiri dan...saya tidak keperusahaan tapi ke Imperial".

"hari ini dan sekarang? ".

Layya mengangguk.

"tapi bukankah janjian anda dan presdir besok ya? apa di percepat tanpa sepengetahuan ku? "

Layya tertawa kecil.

"mana mungkin anda tidak tahu pak aldi? saya dengar anda tangan kanannya tapi ini bukan soal janji temu. melainkan desain meeting room akan di mulai sore ini dan saya rasa para pekerja sudah sampai. saya hanya mau mengecek di sertai melihat ruangan karna saya hanya melalui video call perusahaan".

Aldi mengangguk mengerti. ia mengaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.

"seharusnya saya juga bisa menemani untuk melihat lihat"

"oh tidak apa, saya hanya sebentar mungkin beberapa menit di sana, kalau begitu...saya permisi dulu, assalamualaikum pak aldi". pamit layya lalu dia melenggang pergi setelah mendapat anggukan dan jawaban dari aldi.

Aldi masih melihat punggung layya yang berlalu di depannya. mulai sekarang ia tidak akan mempercayai gosip ataupun rumor lagi. rumor menyatakan kalau desainer terkenal beberapa tahun ini Bu Zunaira itulah nama yang sering di sapa. gendut, berumur sekitar 35 ke atas+ibu ibu dengan memiliki banyak anak tapi yang terlihat...kebalikannya. cantik? anggun dengan hijap dan busananya dan sepertinya single.

"haruskah ku akui? kalau aku...jatuh cinta...pada pandangan pertama padanya...". gumam aldi dengan matanya yang mematung melihat ke depan.

💓💓💓

Layya sampai di tempat tujuannya gedung perusahaan Imperial. ia melangkah masuk ke lobby dengan ke anggunan selalu melekat pada dirinya. kakinya membawanya ke meja resepsionis dan menyapa kedua wanita di sana yang menurutnya lebih muda darinya.

"ada yang bisa kami bantu bu? ". tanya salah satu dari keduanya ramah.

Mata layya melihat ke tag nama karyawati tersebut.

'dila'.

"euhmmn...saya dari design LK...".

"ah...untuk desain meeting room kan?"

Layya tersenyum sembari mengangguk. ramah juga mereka dan peka.

"di lantai berapa itu? "

"itu...ah, mari saya antar".

Layya mengangguk menyetujui. seharusnya ia sudah tahu dari asistennya namun tidak mungkin kan ia melenggang saja naik ke atas tanpa permisi. ini perusahaan orang atau rumah bagi orang lain.

Keduanya sampai di depan pintu lift menunggu lift turun menjemput mereka.

Mata layya melihat ke lift samping yang pintunya berbeda warna dengan 2 lift ini.

"itu...lift untuk presdir, dan hanya asistennya saja yang boleh pakai pak aldi".

Layya mengangguk mengerti.

"terima kasih dila? jadinya saya tidak akan salah masuk nanti".

Dila melihat ke tag namanya. ia tertawa kecil.

Lift sampai dan terbuka. mereka tidak naik dulu karna menunggu karyawan di dalam sana keluar dan ketika terlihat kosong mereka langsung melenggang masuk di sertai beberapa karyawati lain.

"kalau boleh saya tahu nama ibu siapa? tidak adil, ibu sudah tahu nama saya".

layya tersenyun tipis.

"zunaira".

Dila membulatkan matanya.

"bu Zunaira...desainer itu..? yang dari new york itu? ". dila bertanya tidak percaya dengan mimik wajahnya terkejut.

"ya! kamu tahu aku? ".

Dila tersenyum sumrigah.

Layya mengernyitkan dahinya.

"tentu saja! mami pernah minta design anda untuk kantor papi dan saya sangat suka semua design anda, saya...fans anda". dila terkikik senang. ia tidak menyangka hari ini ia bisa melihat idolanya. kakak kelas yang sangat ia kagumi.

Layya tidak mau memikirkan kantor mana yang sudah ia design untuk papi dila karna sudah banyak kantor yang ia design bahkan sudah tidak terhitung jari lagi. di tambah sekarang ia harus lembur karna penawaran yang sangat banyak dan fokusnya juga hanya satu sekarang. tender desain kontruksi sebuah gedung hotel milik dari Group Imperial yang akan didirikan di swiss dan pak kevin bilang mereka harus memenangkannya. inilah salah satu kenapa ia di kembalikan ke kantor pusat. tapi tidak apa, karna gajinya di naikkan 2 kali lipat. he he he.

Ting...

Pintu lift terbuka. mereka sampai di lantai 11 lantai di mana ruangan meeting room berada.

Keduanya keluar dari lift melangkah ke pintu berdaun dua yang besar dan menjulang tinggi namun hal tersebut sudah sangat biasa bagi seorang layya. ruang meeting, kantor atau desain restauran dan cafe.

"di sini, kita sampai, saya permisi dulu ya bu? ".

"terima kasih ya dila dan selamat bekerja lagi". balas layya dengan tidak lupa senyum ramahnya.

Dila tersenyum senang.

"ibu juga, permisi". pamitnya lalu melenggang dari sana setelah mendapatkan jawaban dari layya. ia maunya minta foto. eh hpnya ada di loker ruang ganti. nyeselin.

1
Erna Wati
lanjut kak sdah nunggu lamaaaaaaaa upny
Erna Wati
lanjut thor, saking senangnya sma novelny aky sdah bca sampai 3 kli,
Ros Miyati
thor, update lagi ceritanya ini sdh lama menunggu kl bisa tamat, please
Umi Musringah: ceritanya engak masuk akal
total 1 replies
mom clarita
kenapa gak update lagi......????????????????
@hana017
Karna like dan koment dikit banget... lelah hati ini ...
Tarie Aja
kenapa gak dilanjut lagi... ceritanya bagus/Good/
Yu Ky
bagus ceritanya
Katoda
bagus sekali cerita nya
mom clarita
novel ini sangat menarik tapi sayangnya kenapa gak lanjut padahal sudah dari lama ditunggu updatenya.......gak mau beri ulasan 5 bintang soalnya kecewa karna novelnya gak update2 kalo memang gak diselesaikan mengapa harus ditulis.....bagus banget menurutku....
Ros Miyati: y, suka ceritanya bagus kenapa gk dilanjut thor
total 1 replies
mom clarita
ini novel gak update lagi ya Thor......?????
mom clarita
kq masih blm update ya Thor......?
mom clarita
jadi semangat bacanya.......seru.....ditunggu update nya ya thor.....semoga masing2 bisa mengalahkan ego.....
Agus Susanto
wanita klo d butakn cinta ya seperti layya meski mlihat suami selingkuh ttp g bisa berpaling k lain hati.
Tanpa Nama
sejauh ini belum juga clear masa lalunya fan kesalah pahamannya
Tanpa Nama
kesalahpahaman sudah berlarut harus di urai bahagia akhirnya
Erna Wati
selalu kutunggu,sdah mlai terkuak rahasiany ayo rayyan ktakan dgan jujur dan akhiri kesalahfahaman ini dan bersatu kmbali mnjdi keluarga yg utuh
Erna Wati
up lgi thor saking seneng alur ceritanya bacanya aku berulang2 tdak bosan
Kayla Rizki
akhir adik yusuf and maryam otw
Erna Wati
novel pling aku tunggu2 upnya novel yg menurutku ceritnya berkelas slslu ditunggu upnya,jgan lama2
Dewi Saputri
💪💪👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!