NovelToon NovelToon
Cinta Dan Belenggu

Cinta Dan Belenggu

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Lenny Utami

[NIKAH KONTRAK]❗
[OBSESI] ❗
[DARK ROMANCE] ❗
[CEO]❗

start proses : Juni 2026-Ongoing

by Leni Utami

"Cinta yang seharusnya membuat Layla merasa bebas, justru menjadi rantai belenggu yang mengikat erat dirinya. Di antara kekuasaan dan luka masa lalu serta hasrat panas membara, ia terjebak di kobaran asmara yang gelap. Bayangan kelam masa lalu masih menghantuinya. Akankah ia bisa memilih melepaskan diri dari belenggu yang menyiksa batinnya atau memeluk belenggu itu selamanya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CDB 4

Sudah tiga tahun lamanya Layla menjalani kehidupan di negri asing ini. Beruntung kontrak kerjanya di perpanjang selama dua tahun kedepan.

Selama tiga tahun itu Layla tidak pernah lagi bertemu dengan pemuda yang di tolongnya itu.

Layla kembali menaiki bus seperti biasa.

Ia baru pulang dari pekerjaannya.

Di bangku halte yang sama, pria itu kembali duduk sendirian.

Sudah hampir dua bulan Layla melihat sosok yang sama di tempat yang sama.

Anehnya, pria itu tidak pernah naik bus.

Ia hanya memperhatikan bus yang ditumpangi Layla, lalu pergi setelah bus itu menghilang.

Tingkah laku pemuda itu membuat Layla merasa aneh dan dia menganggap pemuda itu orang yang konyol.

Tanpa sepengetahuan Layla pemuda itu selalu mengikuti bus yang di tumpangi Layla dengan mobil mewahnya.

Setelah bus sampai ke pemberhentian selanjutnya dan menurunkan penumpang termasuk Layla, mobil itu melesat jauh meninggalkan bus di belakangnya.

Suatu malam di lain hari.

Layla pulang kerja larut malam karena dia dan temannya harus menyelesaikan pesanan bunga yang membeludak untuk hari Valentine.

Kebetulan bis terakhir sudah lewat terpaksa Layla jalan kaki untuk sampai di dorm, namun Layla berhenti istirahat sebentar di halte bus yang biasanya, dan pemuda itu ada di sana.

Layla berdiri sejenak di samping pemuda itu dengan jarak yang agak jauh.

‎"Maaf permisi, boleh saya duduk di sini, Tuan?" tanya Layla.

Layla merasa canggung, ia merasa sedikit takut kepada pemuda itu karena jalanan agak sepi di waktu itu, semua orang sedang menikmati malam valentine di pusat kota.

Pemuda itu menoleh kearah Layla.

Dengan wajahnya yang dingin pemuda misterius itu berkata...

‎"Silahkan, jangan merasa takut aku tidak akan menyakitimu."

Layla duduk perlahan di samping pemuda itu dengan perasaan canggung.

Layla mencoba mencairkan suasana dengan bertanya basa-basi.

‎"Baik. Apa anda sedang menunggu pacar anda?"

Lalu pemuda itu menatap Layla dengan tatapan dingin.

Tatapan itu membuat Layla semakin canggung.

Keringat dingin bercucuran di dahi Layla. Ia takut pertanyannya tadi membuat pemuda itu marah. Buru-buru ia meminta maaf.

‎"Ohh.... Maaf saya hanya bertanya..."

Belum sempat Layla menyelesaikan kalimat yang akan di ucapkannya tapi sudah di potong oleh pemuda itu.

‎"Bukan, dia bukan pacar saya. Saya hanya ingin membalas nya dengan benar," kata pemuda itu.

Layla kembali bertanya hanya untuk membuang waktu.

‎"Kenapa anda tidak pergi berkencan? Orang seperti anda pasti menjadi incaran banyak wanita cantik," ucap Layla.

Pemuda itu tersenyum tipis, lalu berkata...

‎"Bolehkah aku menganggap ini sebagai kencan?"

Sontak Layla kaget dengan pertanyaan konyol itu.

"Heh?! kenapa sih pemuda ini? Abis putus cinta ya," gumam Layla dalam hati.

Sebelum suasana tambah canggung Layla memilih pamit pergi.

‎"Maaf saya permisi, saya duluan ya," ucap Layla.

Namun belum selesai melangkah meninggalkan tempat itu, Layla di cegah oleh pemuda itu untuk pergi.

Pemuda itu menangkap salah satu tangan Layla dari belakang dan berucap,

‎"Tunggu!"

Layla sontak kaget dengan apa yang di lakukan pemuda itu.

"Eh? Ada apa? Apa ada masalah?" Layla kebingungan.

Pemuda itu menatap Layla dalam-dalam.

‎"Apa kau tidak mengenalku? Kau tidak ingat aku? Kau sendiri yang menyuruhku untuk berubah," ucap pemuda itu.

Layla merasa bingung, dia tidak mengerti apa yang di ucapkannya. Layla merasa bahwa itu pertama kali dia bertemu dan berbincang dengan pemuda itu.

Layla diam seribu bahasa, dia tidak tau harus menjawab apa.

Kemudian pemuda itu melanjutkan kalimat yang ingin di ucapkan nya.

‎"Apa kau ingat pemuda berbadan gemuk yang kau tolong dari para perundung waktu itu?" tanya pemuda itu.

Layla mengeryitkan dahi mencoba mengingat kembali. Tapi tak menemukan ingatannya.

Melihat ekspresi Layla yang semakin bingung, pemuda itu sontak merogoh sakunya.

Ia memperlihatkan alat pelindung diri berwarna pink yang dulu Layla berikan kepadanya.

Ada tulisan kecil berbunyi ''hortensia" di ujung alat itu.

Benda itu tampak tidak asing bagi Layla.

Layla berpikir sejenak.

Akhirnya ia mendapatkan ingatannya.

"Ohh ini kamu?" ucap Layla.

Pemuda itu kembali menyimpan benda itu ke sakunya.

Ia mengangguk dan berkata.

"Ia ini aku," ucap pemuda itu.

Layla nampak terkejut dengan perubahan yang di alami pemuda itu.

Entah apa yang selama ini pemuda itu jalani hingga penampilannya berubah total.

‎"Woow, kau terlihat sangat berbeda. Aku sama sekali tidak mengenalimu'' puji Layla.

Layla tersenyum.

"Maaf, bisakah kau melepaskan tanganmu dariku?" pinta Layla.

Pemuda itu langsung sadar ia belum melepaskan tangan Layla.

Pemuda itu melepaskan tangan Layla.

Akhirnya pemuda itu mengenalkan dirinya sebagai Zhao Lee.

"Aku sudah lama ingin mengucapkan terimakasih kepadamu," ucap Zhao Lee.

‎Layla tersenyum.

"Itu bukan masalah. Saya menolong karena rasa kemanusiaan. Dan itu wajar," ucap Layla.

''Senang bisa bertemu kamu lagi dalam keadaan yang lebih baik," tambah Layla.

Layla mengulurkan tangan dan Zhao Lee menyambutnya.

Layla juga memperkenalkan diri.

"Aku Layla Nurmala. Panggil aja Layla" Layla tersenyum.

Kemudian mereka duduk kembali di bangku panjang halte bus.

Dengan tenang Zhao Lee bertanya kepada Layla.

‎"Apa aku benar-benar terlihat sangat berbeda, Layla?''

Layla mengangguk pelan.

Zhao Lee kembali bertanya,

"Apa perubahan ini cukup baik di matamu, Layla?"

Layla memperhatikan penampilan Zhao Lee dari atas sampai bawah.

Kemudian tertawa kecil.

‎"Yah.. Sepertinya begitu.. Hehe," ucap Layla.

Tiba-tiba Zhao Lee melemparkan pengajuan yang membuat Layla lebih kaget.

‎"Layla menikah lah dengan ku," ucap Zhao Lee.

 Zhao Lee menyodorkan cincin berlian yang cantik.

Layla tertawa, karena menganggap itu sebagai lelucon belaka, dia pikir malam itu Zhao Lee habis melamar seorang gadis namun di tolak atau dia sedang latihan untuk melamar seseorang.

‎"Kamu sedang latihan ya? Lucu sekali. Apa segugup itu melamar seorang gadis? Ayolah kawan..., percaya diri lah. Kau pasti berhasil,'' ucap Layla.

Layla menyemangati Zhao Lee dengan sedikit bercanda.

Melihat respon Layla yang menganggap‎ lamaran ini sebagai lelucon, raut wajah Zhao Lee berubah menjadi serius.

Zhao Lee mencoba meyakinkan Layla bahwa dirinya benar-benar menginginkan Layla sebagai pasangan hidupnya.

"Aku melamar mu Layla," tegas Zhao Lee.

Melihat perubahan mimik wajah Zhao Lee, Layla juga menanggapinya dengan serius.

Ia menolak Zhao Lee tanpa berbelit-belit.

"Kalau begitu jawaban ku tidak. Aku datang ke sini untuk mencari nafkah. Bukan mencari pasangan," tegas Layla.

Melihat penolakan itu Zhao menerima dengan ‎hati yang lapang.

Namun ia tipe orang yang tidak mudah menyerah dengan takdir, ia suka menentukan takdirnya sendiri dan mengejarnya hingga dia mendapatkan hasil yang puas.

Akhirnya Layla dapat melihat senyum manis Zhao Lee. Karena sedari tadi wajah Zhao Lee nampak mengintimidasi.

"Tidak apa kau menolakku hari ini, mungkin suatu hari kau akan menerimanya."

Namun di dalam otaknya, ia sedang menyusun rencana demi rencana, karena dia tak suka kalah.

Ia jatuh cinta pada Layla saat pandangan pertama, Layla adalah cinta pertamanya.

Layla mengeryitkan dahi.

Dengan nada yang mengejek Layla berkata,

‎"Hph konyol."

Zhao Lee melirik ke arah tangan Layla.

Ia terdiam sejenak sebelum mengatakan sesuatu...

‎"Ngomong-ngomong ada bekas luka di tangan mu, apa yang terjadi?"

Zhao Lee penasaran sebenarnya apa yang pernah terjadi dalam hidup seorang Layla.

Entah mengapa Layla merasa, pria di sampingnya memberi rasa aman yang sulit dijelaskan.

Mungkin karena tiga tahun lalu dialah anak muda yang pernah ia tolong, atau mungkin karena setelah malam ini mereka tidak akan pernah bertemu lagi.

Tidak ada salahnya menceritakan sedikit tentang masa lalunya kepada orang asing yang mungkin tak akan ia jumpai lagi, pikir Layla,

Layla terdiam sejenak lalu mengambil nafas.

Dengan sedikit mata yang berkaca-kaca ia menceritakan sedikit asal usul tentang luka itu.

"Bekas kecelakaan mobil. Suamiku meninggal saat melindungiku. Aku juga kehilangan calon anak kami. Setelah itu, hidup harus terus berjalan. Aku tidak boleh menyerah begitu saja,"‎ ucap Layla.

Zhao Lee tertunduk lalu mengangkat kepalanya.

Ia berkata lembut kepada Layla.

‎"Kau tidak pernah berubah, Layla. Apa kau tidak pernah merasa lelah?" tanya Zhao Lee.

Zhao Lee terpikat oleh kecantikan dan ketulusan Layla.

Ia menganggap bekas luka itu sebagai karya seni dari Tuhan yang indah untuk Layla.

Layla tersenyum dan membalas pertanyaan Zhao Lee.

‎"Ya begitulah, aku tidak punya pilihan lain selain bekerja keras," ucap Layla.

Tak sengaja Layla melihat tangan Zhao Lee yang terluka.

Entah apa yang sebelumnya terjadi sebelum pertemuan itu di langsungkan.

"Tangan mu terluka," ucap Layla.

Sigap Layla memeriksa luka itu.

Mata Zhao Lee diam tak bergeming melihat wajah Layla yang nampak khawatir.

‎"Yah sedikit," jawab Zhao Lee pelan.

Kemudian Layla merogoh tasnya dan mengambil sapu tangan lalu membalut luka Zhao Lee.

Zhao Lee tersenyum.

Dengan lembut ia berkata,

‎"Terimakasih, kau selalu seperti ini padaku."

Layla berdiri dari tempat duduknya.

Kali ini Layla benar-benar harus berpamitan karena malam semakin larut.

‎"Aku harus pulang. Aku tidak bisa berlama-lama disini. Besok aku harus bangun pagi," ucap Layla.

Sontak Zhao Lee beranjak dari tempat duduknya.

Ia menawarkan diri...

‎"Aku antar. Apa masih jauh dari sini?" tanya Zhao Lee.

Layla menjawab cepat,

‎"Tidak, hanya 30 menit dari sini."

Dalam hati Zhao Lee berkata,

"Tiga puluh menit... lebih dari cukup untuk mengenalnya sedikit lebih jauh."

Zhao Lee tersenyum.

Ia berkata kepada Layla..

‎"Ok kita jalan sama-sama."

Layla nampak sedikit terkejut.

Ia nampak ragu.

"Apa kau yakin akan mengantarku?" tanya Layla memastikan.

Zhao Lee mengangguk mantap.

Kemudian mereka berjalan seirama.

Selama dalam perjalanan mereka berbincang hal random, seperti apa yang sedang tren saat ini atau kafe mana yang camilan nya enak.

Setelah sampai tujuan mereka berpisah dengan mengucapkan selamat malam. Itu ucapan perpisahan hangat pertama mereka.

Saat Layla perlahan hilang masuk dorm.

Zhao Lee masih berdiri di depan gerbang masuk memperhatikan Layla dari jauh.

Ia bergumam dengan dirinya sendiri.

"Mulai malam ini aku tak akan melepaskan mu lagi Layla."

Beberapa saat kemudian mobil sebuah mobil hitam berhenti persis di belakang Zhao Lee.

Seorang laki-laki paruh baya turun dari mobil, supir Yang.

Ia membungkuk hormat kepada Zhao Lee.

"Tuan.." ucap supir Yang.

Zhao Lee melirik dengan tatapan yang dingin.

Kemudian dengan sopan supir Yang membukakan pintu mobil untuk tuannya.

Zhao Lee berjalan masuk mobil dengan tenang.

Supir Yang menutup pintu mobil lalu duduk di kursi kemudi.

"Jalan," perintah Zhao Lee.

Zhao Lee menatap ke arah luar jendela.

Setelah sekian lama, ini adalah pertemuan pertamanya dengan Layla.

Ini juga pertama kalinya ia bisa mengobrol kembali. Setelah sebelumnya ia hanya bisa memperhatikan Layla dari jauh.

Sudut bibir Zhao Lee terangkat tipis.

"Layla...Layla Nurmala," gumam Zhao Lee.

Ia mengucapkan nama itu seolah-olah sedang menanamkannya kuat di hatinya.

****************

Terus dukung aku ya temen-temen 🥹

‎Dan terimakasih buat yang udah dukung aku...

‎ikuti terus keseruannya di setiap bab

‎update setiap hari dan ada crazy up di hari sabtu

‎terimakasih 🙏🌹😘

1
SANG
Maaf aku ngak punya vote. Sudah habis. Nanti kedepannya ya.../Pray//Pray//Ok//Ok/
Lenny Utami
makasehhh
SANG
Iklan untukmu thor💪👍
SANG
Mampir thor💪👍
SANG
Sembilan belas bunga untukmu thor/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
SANG
Cerita menarik thor💪👍
SANG
Ada apa ya, kok begitu tanpa sebab dan akibat jadi begitu/Shy/
SANG
Cepat amat😄😄
Lenny Utami: kalo kelamaan bosen 😭
total 1 replies
SANG
🍒 seru banget💪👍
Lenny Utami: iya khann n
total 1 replies
SANG
Pasti ada sesuatu nih...Sesuatu itu apa ya...??
Lenny Utami: yahhh begtu lahhh
total 1 replies
SANG
Menarik 💪👍
Lenny Utami: maksehh
total 1 replies
Austrea🪐
semangat terus kak
Lenny Utami: terimakasih...
total 1 replies
SαѕMαуα_(๑•͈ᴗ•͈)
jadi pihak perempuan yang kasih uang buat nikah 🤧
Lenny Utami: inget GK yang kasus cewek bundir gara² uang Panai 500 JT?
total 1 replies
SαѕMαуα_(๑•͈ᴗ•͈)
Lyly ini perempuan atau laki-laki?
Lenny Utami: perempuan beb
total 1 replies
SαѕMαуα_(๑•͈ᴗ•͈)
uang untuk apa ini?? banyak banget
Lenny Utami: uang adat buat nikah
total 1 replies
SαѕMαуα_(๑•͈ᴗ•͈)
kalau mau besar emng harus keluar negeri, di indo susah cari kerja😬
Lenny Utami: iya kann...udalah gaji mungil di pajakin pula...blm kepotong BPJS dll tambah mungil...
total 1 replies
SαѕMαуα_(๑•͈ᴗ•͈)
Waduh... kenapa ini?
Lenny Utami: akan terjawabdi episode selanjutnya
total 1 replies
Lenny Utami
Singapura. bebdi Singapura banyak orang china
SαѕMαуα_(๑•͈ᴗ•͈)
ceritanya berlatar di China ya? dari nama-namanya ... jadi inget Zhao ling he 🤭
SαѕMαуα_(๑•͈ᴗ•͈): beda marga Zhang 😆
total 1 replies
Lenny Utami
aku pikir aku bakalan bikin Zhao Lee karakter CEO biasa tapi malah jadi serem. manipulatif nya GK maen²
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!