NovelToon NovelToon
DUNIA X KEKACAUAN

DUNIA X KEKACAUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi
Popularitas:322
Nilai: 5
Nama Author: YT FiksiChannel

Dien Moretz adalah sarjana pengangguran yang selalu gagal dalam wawancara kerja, karena memiliki kekurangan bibir sumbing yang menyebabkan komunikasinya tidak lancar dan dianggap sebuah beban. Suatu hari saat sedang mencari pekerjaan, tiba-tiba ada monster yang muncul dan memangsa orang-orang. Dien yang selamat akhirnya menyadari bahwa ada dunia lain, dunia yang berbeda dari yang dia jalankan selama ini. Dien yang tertarik dan tidak mendapatkan pekerjaan akhirnya memilih menjadi bagian dari dunia tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YT FiksiChannel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kapten Medi Gusting

Markas Tersembunyi, Kota Selabatu. 

Byurrr! 

Dien terbangun dari pingsan ketika merasakan air dingin menghantam wajah dan membuat seluruh tubuhnya basah kuyup. Dien batuk-batuk sembari melihat sekelilingnya yang tampak suram dan mencekam. Tempat dingin dan sempit itu dipenuhi lilin yang menyinari seluruh ruangan. Dien yang setengah sadar mendapati bahwa dirinya berada di sebuah ruangan dengan keadaan tangan dan kaki terikat di kursi. 

Dien samar-samar melihat seorang pria berada tepat di depannya. Pria dengan luka codet di pipi kanan itu tersenyum penuh arti, sebuah senyuman licik, penuh tipu daya, dan menakutkan. 

“Halo!” Kapten Medi menyapa sembari memperbaiki posisi duduknya. 

Dien menggeleng kepala pusing dan kepalanya rasanya seperti akan meledak saja. Dien mencoba beradaptasi dengan keadaan sekitar dan mengabaikan kapten Medi yang menyapanya. 

“Halo! Apakah kamu mendengarku?” Tanya kapten Medi melambaikan tangan mencoba menarik perhatian Dien. 

“Siapa kau? Aku ada dimana?” Dien menatap kapten Medi dengan kepala yang masih pusing. 

“Akhirnya kau sadar juga.” Kapten Medi tersenyum tipis. 

“Namaku Medi Gusting, kamu bisa memanggilku kapten Medi. Aku adalah kapten departemen kepolisian khusus pasukan malam kota Selabatu. Salam kenal anak muda!” Kapten Medi memperkenalkan dirinya dengan percaya diri dan sombong. 

“Departemen kepolisian khusus pasukan malam?” Dien kebingungan karena baru mendengarnya. 

Kapten Medi tersenyum main-main melihat Dien yang linglung. 

“Aku dengar kamu ingin menjadi pasukan malam. Apakah itu benar?” Tanya Medi tersenyum santai. 

Mendengar pertanyaan kapten Medi, Dien mengingat semuanya. Dien mengingat apa yang terjadi kepadanya. Dien dengan cepat mengangguk membenarkan, lalu berusaha untuk terlihat tenang di hadapan kapten Medi Gusting. 

“Itu benar. Aku ingin menjadi praktisi spiritual dan melawan monster.” Ucap Dien berusaha menghilangkan pusing dengan menggeleng-geleng kepala. 

“Darimana kamu tahu tentang kami?” Tanya Medi masih dengan senyuman santai. 

Dien bingung sesaat mendengar pertanyaan tersebut.

“Bukankah mereka sedang merekrut anggota baru? Kenapa orang ini bertanya? Apakah dia sedang mengujiku?” Dien membatin di dalam hati menyelidik maksud kapten Medi. 

Kapten Medi menunggu dengan sabar.

“Aku melihat iklan lowongan pekerjaan yang kalian bagikan di aplikasi pencari kerja. Dari sanalah aku mengetahuinya dan tertarik bergabung.” Balas Dien apa adanya.

Kapten Medi terlihat tidak percaya dan sedikit mengernyitkan dahi. Kapten Medi melihat Dien lebih dalam seakan-akan ingin mengungkap kebohongan Dien. 

“Iklan lowongan kerja? Coba aku lihat.” Ucap Medi tidak percaya. 

Dien menggoyangkan-goyangkan tangannya yang terikat di kursi kayu. Melihat itu kapten Medi mengerti, lalu melambaikan tangan ringan. 

Tiba-tiba tali yang mengikat Dien putus begitu saja. Dien segera mengambil ponselnya di atas meja yang berada di pojokan, lalu membuka aplikasi dan memperlihatkan iklan lowongan kerja yang dimaksud. 

Kapten Medi melihat iklan tersebut dengan tidak percaya, lalu mengembalikan ponsel kembali kepada Dien. 

Setelah wawancara yang aneh, Dien diarahkan untuk menemui seorang alkemis di ruang alkimia untuk mendapatkan sebuah ramuan sihir yang bernama ramuan sihir kebangkitan spiritual. Sebuah ramuan sihir yang katanya dapat memberikan kekuatan spiritual kepada orang yang meminumnya. 

Dien sebenarnya tidak percaya, namun mengingat kembali apa yang terjadi sebelumnya dia mau tidak mau harus percaya.

“Dimana ruangan alkimia itu berada?” Gumam Dien mencari ruangan alkimia.

Setelah mencari cukup lama, Dien pada akhirnya berhasil menemukan ruangan alkimia yang dimaksud. Dia segera mengetuk pintu ruangan dan masuk setelah mendapat jawaban dari penghuni ruangan alkimia. Saat melangkah masuk ke dalam ruangan alkimia Dien melihat berbagai botol ramuan yang berserakan di meja dan lantai ruangan. 

Melihat ruangan alkimia, Dien langsung mengingat laboratorium penelitian di universitas. 

“Kau siapa?” Tanya seorang perempuan sembari memperbaiki kacamatanya. 

Dien terkejut sesaat dan melihat wanita itu dari atas hingga ke bawah kaki. Perempuan muda berkacamata itu sangat cantik, berdada proporsional, tidak terlalu besar dan terlalu kecil, serta sangat menggoda. 

“Aku Every Kingston, asisten kepala divisi alkimia departemen kepolisian khusus pasukan malam kota Selabatu.” Ujar wanita berdada sempurna itu memperkenalkan dirinya. 

“Kau siapa dan apa yang kau lakukan disini?” Tanyanya terkesan meremehkan, bahkan merendahkan. 

Dien menghela nafas ringan dan menyerahkan surat rekomendasi kepada Every. Every menerima surat rekomendasi dengan kasar dan membacanya. 

“Ouh… anggota baru ya.” Gumam Every datar dan tidak tertarik.

“Orang cacat sepertimu direkrut menjadi pasukan malam? Bagaimana bisa?” Every tampak bingung, lalu membaca informasi Dien di surat rekomendasi. 

“Kamu juga bukan murid akademi sihir maupun akademi militer. Bagaimana bisa kamu direkrut?” Tanya Every tidak percaya dengan informasi Dien. 

“Seperti yang anda lihat. Aku direkrut menjadi anggota pasukan malam. Itu artinya aku memiliki kemampuan.” Balas Dien santai dan acuh tak acuh. 

“Begitukah? Baiklah!” Every mengembalikan surat rekomendasi.

Every kembali sibuk dengan penelitiannya meninggalkan Dien seorang diri. Dien tidak bisa membantu dan menunggu dengan sabar sembari melihat-lihat isi ruangan alkimia yang berantakan. 

Cukup lama Dien menunggu dengan bodoh di dalam ruangan. Sementara Every terlihat sibuk sendiri dan terkesan tidak peduli sama sekali dengan keberadaannya. Wanita itu tampaknya sedang meracik ramuan, itu dapat dilihat dengan berbagai botol yang berserakan di dalam ruangan, dan Every sesekali melempar botol ramuan gagal dengan sembarangan. 

“Halo! Nona dimana aku bisa mendapatkan ramuan kebangkitan spiritual?” Tanya Dien menghindari lemparan botol ramuan sihir sembari menahan kekesalannya.

Tidak ada jawaban dari Every Kingston. Wanita muda yang seumuran dengan Dien itu tampak tidak peduli, bahkan terkesan mengabaikannya sepenuhnya. Every bahkan dengan acuh dan tanpa rasa bersalah melempar botol ke arah Dien tanpa menoleh sedikitpun. 

“Halo? Wanita berdada besar, apakah kamu mendengarku? Apakah otakmu mengecil demi memperbesar dadamu?” Tanya Dien sangat kesal sambil melambaikan tangan ke wajah Every yang sibuk sendiri. 

Every langsung menatapnya tajam dan mengintimidasi. Wanita itu seakan-akan ingin memakan orang hidup-hidup. 

“Apa kau bilang, brengsek? Katakan lagi?” Tanya Every sangat marah. 

Dien hanya bisa tersenyum canggung dan tidak tahu harus menjawab apa. Sebenarnya Dien tidak bermaksud mengatakan hal tidak senonoh tersebut, namun Every benar-benar membuatnya kesal. Dien mundur satu langkah ketika Every mendekat dan mendesaknya untuk berbicara.

Pintu terbuka lebar! 

Benturan keras! 

Pintu ruangan alkimia tiba-tiba terbuka lebar seperti ditendang dengan kuat. Seorang pria tua setengah botak masuk ke dalam dengan tergesa-gesa sembari membawa beberapa tanaman herbal. 

“Every! Aku mendapatkan bahan-bahan untuk membuat ramuan kesembuhan serangan jantung… eh!!!” Ucap pria tua yang bernama Marcus Gordon itu dengan semangat, lalu kaget melihat Dien yang terpojok di sudut ruangan alkimia dan Every menatapnya begitu dekat.

Dien dan Every tampak seperti akan berciuman. Marcus tampak salah tingkah dan mencoba keluar dari ruangan. 

“Benarkah paman?” Tanya Every semangat, lalu mengambil tanaman herbal spiritual dari tangan Marcus. 

Marcus tersenyum melihat Every yang sangat senang. Pria tua itu melihat Dien dengan tatapan aneh dan kasihan. 

“Bocah kau pasti anggota baru pasukan malam, apakah aku benar?” Tanya Marcus setelah diam sejenak. 

Dien mengangguk, lalu melihat Every yang sangat semangat seperti anak kecil yang mendapatkan permen. 

“Sebaiknya kau jauh-jauh dari wanita itu. Dia sangat beracun. Untungnya aku datang tepat waktu, jika tidak kamu mungkin terbunuh saat berciuman dengan wanita beracun itu.” Bisik Marcus sepelan mungkin, membuat Dien kaget dan tidak menyangka. 

“Baiklah langsung saja ya. Kamu ingin ramuan kebangkitan spiritual dengan kekuatan apa? Elemen api, elemen air, elemen cahaya, atau elemen petir? Selama kami memiliki bahan-bahannya, kami akan langsung membuatnya untukmu.” Tanya Marcus dengan ceria dan membuat suasana tegang menjadi santai. 

“Aku ingin ramuan sihir yang bisa melihat masa depan.” Balas Dien langsung saja, karena memang sejak awal dia menginginkan kekuatan tersebut. 

Every yang senang mendapatkan beberapa tanaman herbal yang dicari-carinya langsung menoleh kaget melihat Dien. Sementara professor Marcus kaget tidak percaya dengan permintaan pria muda tersebut. 

“Ramuan kebangkitan spiritual melihat masa depan?” Gumam Marcus terbata-bata dan tidak percaya dengan pendengarannya. 

“Iya, aku ingin ramuan kebangkitan spiritual melihat masa depan.” Balas Dien memastikan permintaannya. 

“Nak, permintaanmu tidak bisa kami penuhi. Pilih ramuan kebangkitan spiritual yang lain saja.” Pinta Marcus sedikit kesal. 

“Kenapa?” Tanya Dien polos. 

Bersambung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!