NovelToon NovelToon
GAJAH MADA Sang Penakluk Dunia

GAJAH MADA Sang Penakluk Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Balas Dendam
Popularitas:877
Nilai: 5
Nama Author: Argo Sujendro

GAJAH MADA – Perjalanan Sang Penakluk Dunia
Darah jelata, didikan sang penguasa, takdir sang penakluk samudra.
Selamat dari pembantaian faksi hitam Mahapati berkat mukjizat perisai emas gaib, bayi kasta rendah bernama Mada diasuh secara rahasia oleh Rama Sidacerma—nama samaran Patih Nambi, Mahapatih Pertama Majapahit yang memalsukan kematiannya.
Di bawah didikan brutal sang mantan perdana menteri, Mada tumbuh menjadi kesatria berotot baja. Ia terlahir dengan takdir tertinggi: sepasang mata sakral Niti Sastra yang mampu memprediksi masa depan, dan Khodam Senopati Zirah Emas —entitas raksasa pelindung serupa dewa perang.
Demi menuntaskan dendam dan membersihkan Majapahit dari pengkhianat, ia merantau ke Trowulan sebagai Gajah Mada. Merangkak dari prajurit kasta terbawah, ia bangkit memimpin Pasukan Bhayangkara hingga mengumandangkan Sumpah Palapa yang menyatukan Nusantara.
Namun, di puncak kejayaannya, sebuah konspirasi mistis luar logika telah menantinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Argo Sujendro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4: Perburuan Pertama dan Insting Kidang Kencono

Fajar di tahun kesepuluh usia Mada tidak diawali dengan bentakan Rama Sidacerma di bawah guyuran air terjun. Suasana gubuk terasa sangat senyap ketika Mada mengikatkan pisau perunggu pemberian gurunya di pinggang kiri. Rama benar-benar tidak terlihat di mana pun pagi itu. Pria tua itu menepati ucapannya untuk membiarkan Mada melangkah sendirian membelah kabut tebal Hutan Tarik, menuju wilayah selatan yang dikenal sebagai Rimba Hitam.

Rimba Hitam adalah wilayah yang dihindari oleh para pemburu kapuk maupun pencari rotan dari desa-desa pinggiran. Di tempat ini, pohon-pohon jati purba tumbuh begitu rapat hingga tajuk daunnya di atas sana membentuk atap hijau yang memblokir sebagian besar sinar matahari. Udara di dalamnya terasa lembap, dingin, dan berbau tanah basah bercampur aroma mistis yang pekat. Tanah di wilayah ini kaya akan serpihan besi meteorit kuno, membuat aliran energi alam di sekitarnya menjadi sangat liar dan tidak stabil.

Mada melangkah dengan tenang, tanpa alas kaki. Setiap kali telapak kakinya menyentuh dedaunan kering di lantai hutan, tidak ada suara kresek yang terdengar. Lima tahun latihan (Langkah Halimun) dari pilar Tenaga Dalam tingkat dua, Jagat Alit, telah membuat tubuhnya mampu menyelaraskan berat raga dengan permukaan bumi. Pendaran hawa murni berwarna hijau muda mengalir tipis dan samar di bawah kulit kakinya, membuat gerakannya sehalus embusan angin malam.

Tugas pertama yang dibebankan Rama di pundaknya tidak main-main: membawa pulang tanduk Kidang Kencono sebelum matahari terbenam. Binatang ghaib itu adalah salah satu penguasa Rimba Hitam yang terkenal cerdik. Karena terbiasa memakan tumbuhan yang menyerap energi meteorit, rusa emas itu memiliki pasokan tenaga dalam alami tingkat Jagat Alit yang membuatnya mampu bergerak secepat kilat dan memiliki insting bahaya yang sangat tajam.

Dua jam Mada menyusup ke dalam keheningan hutan, mengandalkan kepekaan batinnya yang kini terkunci rapat di dalam dada. Ia tidak menggunakan mata emasnya secara sembarangan agar energinya tidak terkuras sebelum bertarung.

Langkah kaki Mada terhenti tepat di balik sebuah batu besar yang ditumbuhi lumut tebal. Di depannya, sebuah kliring kecil yang agak terbuka menjadi tempat bagi sesosok makhluk luar biasa. Hewan itu berdiri dengan anggun di antara semak pakis. Tubuhnya sebesar kuda perkasa, dengan bulu kuning berkilau yang memancarkan pendaran cahaya keemasan alami yang indah namun menekan. Tanduknya bercabang banyak, hitam pekat sekeras logam tempaan, dengan ujung-ujung yang meruncing tajam bagaikan mata tombak parang.

Kidang Kencono.

Mada merendahkan posisi tubuhnya hingga sejajar dengan semak-semak. Jantungnya berdetak dengan ritme yang sangat teratur, hasil dari latihan penguncian lubang spiritual selama bertahun-tahun. Ia mencengkeram gagang pisau perunggunya dengan tangan kanan yang kokoh.

Mada menghitung waktu dalam batinnya. Tepat saat kepala rusa emas itu menunduk untuk mengendus tanah, Mada menghentakkan kaki kirinya.

Wush.

Tubuh jangkung bocah sepuluh tahun itu melesat maju bagaikan anak panah ghaib. Jarak belasan meter dipangkasnya dalam sekejap mata tanpa suara menggunakan (Langkah Halimun). Pisau perunggunya terayun lurus, mengincar urat nadi di leher sang rusa.

Namun, insting binatang ghaib itu terlalu luar biasa. Sebelum bilah pisau Mada menyentuh bulu emasnya, kuku-kuku kaki Kidang Kencono mendadak memancarkan energi (Jagat Alit) berwarna hijau pekat.

Sret.

Hewan itu mendadak bergeser ke samping sejauh dua meter dengan kecepatan yang melampaui gerakan refleks manusia biasa. Tikaman pisau Mada hanya mengenai bayangan kosong. Sebelum Mada sempat memulihkan posisi berdirinya, rusa emas itu memutar tubuhnya dengan sangat tangkas di udara. Kaki belakangnya yang kekar, yang dibungkus energi hijau tebal, menendang lurus ke arah dada Mada.

DUAK.

Benturan keras bergema di tengah keheningan Rimba Hitam. Tubuh Mada terpental ke belakang sejauh beberapa meter, menghantam batang pohon jati tua hingga kulit pohonnya retak. Mada mendarat dengan kedua kakinya terlebih dahulu, terseret di atas tanah hingga meninggalkan dua jalur tanah yang dalam.

Mada mengusap dadanya yang terasa sedikit sesak. Kain bajunya robek membentuk pola tapak kaki rusa, namun kulit di balik bajunya tetap utuh tanpa luka, hanya menyisakan memar keunguan yang dengan cepat memudar. Keistimewaan pasif (Kulit Tembaga) yang ditempanya selama lima tahun di bawah air terjun telah menyelamatkan tulang dadanya dari kehancuran murni akibat hantaman energi tingkat dua tersebut.

Kidang Kencono mendengus keras, hidungnya mengeluarkan uap putih yang panas. Sepasang matanya yang cokelat jernih kini berkilat penuh amarah karena merasa terancam oleh kedatangan seorang manusia di wilayahnya. Binatang itu tidak berniat melarikan diri. Ia menurunkan kepalanya yang besar, mengarahkan deretan tanduk logamnya yang mematikan tepat ke arah Mada, lalu menghentakkan kakinya ke tanah.

Boom.

Tanah di bawah kuku rusa itu retak saat ia melesat maju. Kali ini, Rusa Emas itu bertindak sebagai pemburu yang mengejar mangsanya habis-habisan. Kecepatannya berlipat ganda, menciptakan serangkaian bayangan hijau di sela-sela pohon jati.

Mada langsung melompat tinggi ke udara, menghindari serudukan pertama. Tanduk rusa itu menghantam batu besar tempat penyamaran Mada tadi hingga batu itu pecah berkeping-keping menjadi kerikil tajam.

Rusa itu tidak berhenti. Begitu Mada mendarat di atas dahan pohon, hewan ghaib itu melompat dengan kekuatan kaki batinnya, menyeruduk dahan pohon tempat Mada berpijak hingga patah berantakan. Mada dipaksa bergulingan di atas tanah, menghindar ke kiri dan ke kanan dalam kondisi yang sangat terdesak. Setiap kali rusa itu lewat, angin tajam yang dihasilkan oleh energinya menggores ranting dan daun di sekitar hingga hancur.

Mada sadar ia berada dalam bahaya besar jika terus-terusan mengandalkan pertahanan fisik (Kulit Tembaga). Tenaga dalamnya akan terkuras habis untuk menahan benturan demi benturan, sementara matahari perlahan mulai bergerak naik menuju puncaknya. Ia harus menyelesaikan perburuan ini dengan satu serangan tunggal yang mematikan, persis seperti taktik perang efektif yang sering diceritakan Rama.

Di tengah kejaran maut yang buntu di antara himpitan akar pohon raksasa, Mada mendadak berhenti melangkah. Ia membalikkan tubuhnya menghadap ke arah datangnya Rusa Emas yang sedang melesat cepat ke arahnya.

Mada memejamkan sepasang mata hitamnya.

Di detik berikutnya, dari balik kelopak matanya yang tertutup, memancar seberkas cahaya emas yang tipis namun sangat tajam. Mata sakral (Niti Sastra Level 2) aktif sepenuhnya. Dunia fisik di sekeliling Mada mendadak runtuh dalam pandangan batinnya, digantikan oleh jalinan energi spiritual yang rumit.

Melalui (Niti Sastra), Mada tidak lagi melihat wujud fisik rusa yang berbulu emas. Ia melihat gumpalan energi murni berwarna hijau pekat yang sedang bergerak membentuk sebuah garis lintasan lurus di udara malam Rimba Hitam. Kemampuan prediksi dari mata sakralnya bekerja dengan sangat dingin; Mada bisa melihat ke mana arah ujung tanduk besi itu akan menghantam satu hitungan napas sebelum serangan itu benar-benar tiba di hadapannya.

Rusa emas itu tinggal berjarak tiga jengkal dari leher Mada. Angin tajamnya sudah mulai meniup rambut hitam bocah itu.

Dengan ketenangan batin yang luar biasa, Mada memiringkan kepalanya ke kiri hanya seujung jari.

Wush.

Tanduk logam yang mematikan itu melesat melintasi pipi kanan Mada dengan selisih jarak yang sangat tipis, tanpa menyentuh kulitnya sedikit pun. Akibat kecepatan gerak dan momentum tubuhnya yang terlalu besar, Kidang Kencono tidak bisa berhenti secara instan. Tanduknya yang tajam menghantam akar jati purba di belakang Mada dengan sangat keras hingga tertancap dalam ke dalam kayu keras setebal satu pelukan orang dewasa.

Hewan ghaib itu terjebak, meronta-ronta dengan panik mencoba melepaskan tanduknya.

Mada membuka kelopak matanya. Pupilnya kini berupa lingkaran emas murni yang bersinar terang tanpa celah. Ia tidak memanggil wujud raksasa utuh yang bisa menimbulkan suara ledakan besar ke langit, melainkan memusatkan seluruh sisa hawa murni (Kanuragan Raga) miliknya dan sebagian kecil energi Khodam tingkat dua (Wujud Purba) ke lengan kanannya.

Di kulit lengan kanan Mada yang jangkung, bermanifestasi siluet energi emas transparan yang membentuk cakar manusia raksasa yang polos namun memancarkan tekanan fisik yang luar biasa masif.

"Mati," bisik Mada dengan suara bergema dingin, menyatu dengan getaran suara ghaib di dalam darahnya.

Dengan satu sentakan tangan yang sangat presisi, Mada menghujamkan pisau perunggunya ke depan, mengincar satu-satunya titik lemah di tubuh sang rusa: sela-sela sambungan tulang leher bagian belakang yang tidak terlindungi oleh aliran energi hijau.

JLEB.

Bilah pisau perunggu itu amblas sepenuhnya hingga ke gagang, menembus kulit keras dan memutuskan urat nadi utama sang penguasa hutan. Darah hangat berwarna merah pekat menyembur keluar, membasahi wajah tegas, baju kain kasar, dan lengan kanan Mada.

Kidang Kencono mengeluarkan lenguhan parau yang panjang untuk terakhir kalinya. Tubuhnya yang besar bergetar hebat sebelum akhirnya kehilangan seluruh pendaran energi hijaunya, ambruk tak bernyawa di atas hamparan pakis Rimba Hitam.

Mada menarik napas dalam-dalam, menstabilkan kembali aliran batinnya. Cahaya emas di matanya perlahan meredup, menyisakan sepasang mata hitam seorang bocah yang kini dipenuhi noda darah perburuan. Lengannya yang dilapisi energi raksasa polos melarut kembali ke dalam tubuh, meninggalkan rasa hangat yang menjalar di pembuluh darahnya.

Mada memegang gagang pisaunya, lalu dengan gerakan yang terlatih, ia memotong pangkal tanduk hitam logam milik rusa tersebut. Dengan sepasang tanduk bercabang tajam di tangan kirinya dan pisau berlumur darah di tangan kanannya, bocah sepuluh tahun itu berdiri tegak di tengah kegelapan Rimba Hitam.

Ujian hidup dan mati pertamanya telah selesai dengan kemenangan yang mutlak. Mada berbalik arah, berjalan tenang membelah rimbunnya dedaunan jati menuju gubuk utara untuk menunjukkan hasil tempaan kawah candradimukanya kepada Rama Sidacerma.

1
nina hariah
semangat terus updatenya author
nina hariah
next author
nina hariah
cerita nya seru dan menarik
nina hariah
semangat terus updatenya author
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
nina hariah
semangat terus updatenya author
nina hariah
next author
EunHwa
kak mampir donk kak ke kara saya🙏
nina hariah
next author
nina hariah: semangat terus updatenya
total 1 replies
nina hariah
semangat terus updatenya 👍
Argo Sujendro: sudah diupdate, tinggal menunggu disetujui, semoga menikmati ya kak
total 1 replies
nina hariah
next author
Argo Sujendro: oke gasss
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!