NovelToon NovelToon
Seatap Dengan Mantan

Seatap Dengan Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:19.7k
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Pada masa putih abu-abu. Jeviza menjalin cinta dengan Keandra, tetapi baru 1 tahun pacaran, hubungan keduanya harus berakhir karena sebuah kesalah pahaman. Lalu keduanya dipertemukan lagi setelah 2 tahun berpisah, lebih gilanya, Jevi dan Kean berada di satu rumah. Seatap dengan mantan itu lah yang terjadi setelah perpisahan.



Mantan tapi masih cemburu, cinta tapi gengsi menjadi bumbu kehidupan keduanya setelah berada di satu rumah yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dapat Hukuman OSPEK

Masih berdiri di depan ratusan mahasiswa baru. Jevi dan Sisil menunggu keputusan dari kaka panitia yang akan memberi hukuman. Mereka diam dan tidak protes sama sekali, menyadari jika keduanya memang bersalah karena mengobrol disaat panitia OSPEK sedang menerangkan kegiatan yang akan dijalani selama OSPEK berlangsung seminggu ke depan.

"Kalian semua diam, dan tetap duduk di tempatnya masing-masing, nggak ada yang boleh berbicara apa lagi sampai mengobrol selama kita menerangkan di depan sini," ujar mahasiswa yang masih memegang megafon di tangannya.

"Paham?" teriaknya lagi.

"Paham kak," jawab mereka serempak.

Tidak berselang lama beberapa mahasiswa dan mahasiswi datang, mahasiswa dengan almamater juga atribut sebagai pengenalnya memasuki area berkumpulnya mahasiswa baru.

Jeviza dan Sisil tempat berdiri di tempatnya, menunggu keputusan dari panitia OSPEK yang akan memberi mereka hukuman.

"Ke, ada yang nggak tertib ini, ngobrol sendiri pas gue sama Vio lagi jelasin," ujar Gio, mahasiswa yang sedari tadi memimpin OSPEK.

Cowok yang disebutkan namanya itu berjalan mendekat, aura yang menguar dalam dirinya berhasil membuat ratusan mahasiswa yang masih duduk di depan merinding, bukan karena takut, tetapi terasa sangat dominan layaknya seorang pemimpin agung.

Lalu berhenti tepat di sebelah kedua gadis yang berdiri dengan kepala menunduk.

"Sesuai aturan aja," ujar Keandra, cowok yang menjabat sebagai ketua BEM di kampusnya.

"Oke, gue cuma nunggu perintah dari lo."

"Kalian perkenalkan diri masing-masing dengan menggunakan bahasa daerah kalian sekarang."

"Hah? bahasa daerah kak?" tanya Sisil mengulang.

"Iya, sekarang, dari kamu dulu," perintah Gio.

Sisil berdecak, ia sebenarnya tidak begitu fasih menggunakan bahasa daerahnya atau kelahirannya. Tetapi ia tetap menuruti perintah dari kakak tingkatnya itu.

"Halo semuanya, nami kulo Sisil Arsani." Sisil kemudian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dengan wajah kebingungannya berhasil membuat beberapa mahasiswa tertawa.

Sialan, sialan, gue sumpahi lo naksir gue kakak bangsat

Umpat Sisil dalam hatinya.

"Lanjut," titah Gio diangguki Sisil.

"Emm, kulo asli nipun saking purworejo jawa tengah, tetapi saniki tinggal di semarang."

Gelak tawa kembali terdengar mendengar Sisil yang tampak begitu kerepotan mengatakan bahasa daerahnya.

"Udah kak, gitu aja," cicit Sisil mendapat desahan dari Gio.

"Ini contoh manusia yang malu dengan bahasa sendiri, tidak mau belajar, jangan ditiru."

Diam-diam Sisil mengepalkan tangannya, kakak tingkat yang satu ini benar-benar sok tahu sekali tentangnya.

"Maaf kak, saya di purworejo cuma numpang lahir, gedenya di semarang," jawab Sisil membela diri.

"Emang semarang dimana? udah pindah ke jakarta ya? Bukan jawa lagi?"

Bangke, bangke, pengen gue sumpel kodok mulut lemesnya itu

Lagu-lagi Sisil mengumpat, tetapi kali ini dia lebih memilih diam, emosinya sudah ditahan sejak didebatkan oleh kakak tingkatnya cara bicaranya.

"Giliran kamu, pakau bahasa daerah asli."

Jevi mengangguk, memberanikan diri untuk mengangkat wajahnya ke depan, lalu menghela napas sebelum ia mulai mengeluarkan suaranya.

"Halo semuanya, perkenalkan nama saya Jeviza Ameera, asal saya dari jakarta dan saya senang berkuliah di sini, semoga kita bisa jadi teman."

Ujarnya diakhiri senyum paksa. Gio terkekeh sinis, begitu juga dengan Vio yang sedari tadi mengamati Jevi.

"Belum mulai kuliah udah bilang seneng? Yakin lo bakal seneng kuliah di sini?" sinis Vio tidak mendapat jawaban dari Jevi.

Jevi cukup tahu diri, semakin dia menjawab atau melawan, justru hukuman yang diterimanya tidak akan berakhir.

Tanpa siapapun tahu, dari ratusan orang yang berada di sana. Ada satu orang yang kini mengeraskan rahangnya. Tangannya terkepal di dalam saku jas almamaternya, juga dengan hati yang mendadak berdebar.

Keandra, laki-laki yang berdiri di belakang itu menatap lurus pada sosok gadis yang baru saja memperkenalkan dirinya, rambut yang dikepang dua seperti mahasiswi lainnya, juga baju yang dikenakan oleh gadis itu sama seperti yang dikenakan oleh mahasiswi lainnya, tetapi entah kenapa di mata Keandra tetap beda, atau cara pandang Keandra yang memang berbeda untuk gadis di depannya.

"Oke, untuk sekarang, kalian boleh istirahat, nanti tetap berkumpul di sini," suara Gio menginstruksi.

Para mahasiswa mulai menyebar. Tidak terkecuali Jevi dan Sisil yang langsung terduduk setelah tadi dibuat berdiri di depan teman-teman kampusnya karena hukuman.

"Gila, ini pengalaman yang nggak akan gue lupa Je, perkenalan kita bener-bener berkesan banget," ujar Sisil diangguki setuju oleh Jeviza.

"Setidaknya mereka nggak nyuruh kita buat lakuin hal aneh."

Sisil mendelik, lalu menggeleng tidak setuju.

"Buat lo nggak aneh, tapi buat gue aneh, malu tahu diketawai seluruh kampus."

Jevi ikut tertawa, lalu mengangguk. "Kaku banget cara ngomong lo, tapi keren, lo tetep usaha."

"Hai," sapa dua gadis yang tiba-tiba mendatangi mereka.

"Hai," balas Jevi dan Sisil barengan.

"Kenalin, gue Naura."

"Gue Tevi."

"Kalian keren banget tadi, bisa setenang itu padahal diplototi mulu sama kating," ujar Naura diangguki Tevi setuju.

"Apa lagi pas kak Kean dateng, kalian nggak noleh sama sekali, tetep nunduk aja gitu kaya yang buang kesempatan emas banget buat liat kak Kean dari deket," komentar Tevi tidak habis pikir dengan kedua gadis di depannya ini.

"Siapa bilang gue nunduk terus? Kepala gue emang nunduk ya? Tapi mata gue tetep nggak ngelewatin kegantengan kating tadi, siapa namanya?" tanya Sisil buru-buru dibalas keduanya dengan kompak.

"Kak, Kean-Keandra, dia ketua BEM lho."

"Nggak heran sih," ujar Sisil tampak mengangguk anggukan kepalanya.

"Gimana wanginya Sil? Terus aura menerkamnya kuat nggak kalau deketan? Secara tinggi banget buset kaya mas-mas gapura, mana gue sempet liat tangannya berurat gitu."

"Anying, iya kah? Sialan gue nggak sempet lirik tangannya yang seksi itu."

Obrolan Sisil, Naura dan Tevi terus saja seputar kakak tingkat yang katanya ganteng dan tinggi itu. Tetapi entah kenapa tidak berlaku untuk Jeviza yang mendadak merasa lemas mendengar nama yang sama persis seperti masa lalunya.

Bukan dia kan?

Nggak mungkin dia kan yang dimaksud kalian?

"Je, lo normal kan?" tanya Sisil membuat kening Jevi berkerut.

"Normal? Apanya?"

Sisil memutar bola matanya, sementara Tevi dan Naura terkekeh pelan.

"Lo diem aja kita lagi bahas kakak ganteng yang gagah, tinggi, dan maha dasyat itu."

"Gue diem, karena gue emang belum liat orangnya," jujur Jeviza.

Jevi memang tidak sempat mencuri pandang ke arah kakak tingkat yang tadi sempat mendekat. Tidak ada untungnya juga menurut Jevi, toh mereka akan tetap mendapat hukuman.

"Ck, bisa-bisanya lo nggak ambil kesempatan emas tadi, gue biarpun diketawai satu kampus, nggak masalah sih kalau bisa liat muka ganteng kak-"

"Kean," seru Naura dan Tevi kompak.

"Nah, itu maksud gue, wanginya kaya minta dipeluk anjir," celoteh Sisil disetujui oleh Naura dan Tevi.

Jevi masih sibuk dengan pikirannya, tetapi ia mencoba menyangkal jika yang sedang dimaksudkan oleh teman-temannya itu satu orang yang sama dengan masa lalunya.

Gue yakin, ada puluhan atau bahkan ratusan nama yang sama di dunia ini

Batinnya meyakinkan diri

1
Mei TResna Rahmatika
jeje buruu keandra nya di gaet 🤣
deeRa
Duhh, Ken fist nights nanti gimana ya Ama si jepii 😆
deeRa: 🤭🤭😄😆🤣
total 3 replies
It's me💓💓
k riria kpn romantis" sannya lma bgt dh
Riria Raffasya Alfharizqi: ya gimana ya kak, ini kan permantanan bukan percintaan hihi.. sabarrr duluu
total 1 replies
deeRa
Kapus, kita nyeblak yukk.. /Grin/
Riria Raffasya Alfharizqi: sambil ngegosip ye?
total 1 replies
Dian Rahmawati
masih saling cinta
Riria Raffasya Alfharizqi: keknya iya deh ka
total 1 replies
deeRa
Akun ku baru bisa dibuka lg🤭
bomloppp deh😍
Nikita
🧡
uwong
kalo menurutku,fotonya yang ada tulisan seatap dengan mantan itu bagus yang kemarin itu deh kalo yang sekarang itu kek norak gitu maap ya tapi ini cuma menurutku aja thor🙏
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
takut sma si zemi,, takut pria brkacamata kek di film" yg apasih namanya.. obses , dia kek pngen apa" yg dimiliki kean
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  : iyaa kaann😫
total 2 replies
Nikita
bang ke ayo tembak jepizza dong
Riria Raffasya Alfharizqi: tembak kamu aja, mau ngga?
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
udah bab 35 mereka masih diem" bae pdhl masih cinta,gue jorogin lama" berdua biar pada ngaku🤣
It's me💓💓: udh sebulan lbih diem diem nya😂😂
total 2 replies
dwi alfiah
ayo dong balikan
dwi alfiah: gemes aja kak ri
total 2 replies
Nikita
😘
Riria Raffasya Alfharizqi: hehehe
total 1 replies
Dian Rahmawati
wah Kean pengen cium jeviza
Riria Raffasya Alfharizqi: masa si ka? hee
total 1 replies
Siti Nur Rohmah
nafsu...nafsu...
tahan ke,,, tahan!!!
Riria Raffasya Alfharizqi: bilangin tu ka ke keandrul
total 1 replies
Dian Rahmawati
wah Kean pergi lagi nih
Lestary Tri
kak riri aku tampung dulu ya . tak baca nek nanti udah bnyak bab . .pasti slalu wow ceritanya . love u kak .
Nikita
eits tunggu🎶 tunggu🎶 tunggu🎶 Daleman ? 🤭
Riria Raffasya Alfharizqi: hahahaha
total 1 replies
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
hehh🤣
Riria Raffasya Alfharizqi: hahahaha
total 1 replies
Nita Nita
😄😄😄🤣🤣🤣🤣
Riria Raffasya Alfharizqi: hahahaha
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!