NovelToon NovelToon
HOT Duda Itu Majikan Hatiku

HOT Duda Itu Majikan Hatiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Duda
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

WARNING ⚠️
(untuk umur 17 keatas)

...
Arkeas InjitAsmo hidup dalam keteraturan yang mewah. Baginya, hidup adalah tentang estetika dan wangi yang presisi. Namun, dunianya runtuh saat istrinya pergi dan ia harus mengurus Alisya sendirian di tengah kesibukan peluncuran parfum terbaru. Sepuluh pengasuh profesional sudah ia pecat dalam sebulan karena "bau badan mereka tidak estetik."

Masuklah Zollana, melamar pekerjaan. Karena sebuah insiden di mana Zollana tidak sengaja memecahkan Vas bunga kristal itu hingga hancur berkeping-keping, Arkeas justru menyadari satu hal: Alisya anaknya berhenti menangis saat berada di dekat Zollana.

Arkeas terpaksa mempekerjakan Zollana sebagai nanny sekaligus asisten rumah tangga dengan kontrak "Dilarang Ceroboh". Namun, nyatanya? Zollana justru membawa kekacauan yang berwarna di rumah minimalis Arkeas yang dingin.

...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 4: CEO Gengsi vs Asisten yang Pengen Resign

...🌹🌹🌹...

Pagi itu, sinar matahari Jakarta masuk menembus jendela penthouse dengan sangat tidak tahu diri. Bagi Zolla, cahaya itu terasa seperti lampu sorot interogasi yang menelanjangi rasa malunya.

Zolla bangun dengan mata sembap. Semalaman dia overthinking sampai subuh. "Kenapa gue harus jatuh ke arah bibirnya dia? Kenapa nggak ke arah karpet aja? Kenapa hidup gue kayak drakor rating rendah?" gumamnya sambil menyiapkan susu untuk Alisya.

Di dapur, Zolla bergerak sepi—sungguh keajaiban dunia karena dia belum memecahkan apa pun pagi ini. Namun, ketenangan itu hancur saat suara langkah kaki berat terdengar dari arah koridor.

Deg. Itu dia. Arkeas InjitAsmo.

Pria itu tampil sangat slay dengan setelan jas charcoal yang dipadukan dengan turtleneck hitam di dalamnya. Rambutnya disisir rapi ke belakang menggunakan pomade beraroma wood. Wajahnya datar, kaku, dan dingin—seolah insiden "glitch bibir" semalam hanyalah mimpi buruk yang sudah dia hapus dari memori.

"Siapkan kopi saya. Black, no sugar. Dan pastikan suhunya tepat 80 derajat," ucap Arkeas tanpa melihat ke arah Zolla. Suaranya dingin, sedingin es krim yang ketinggalan di freezer sebulan.

Zolla membeku di depan dispenser. "I-iya, Tuan. Siap."

Zolla bergerak dengan kaku. Dia menyerahkan cangkir kopi itu ke meja makan dengan tangan gemetar. Saat jari mereka tidak sengaja bersentuhan saat serah terima cangkir, Zolla refleks menarik tangannya seolah tersengat listrik.

Arkeas menyipitkan mata. Dia menyesap kopinya perlahan, lalu meletakkan cangkir itu dengan denting yang cukup keras.

"Mulai hari ini, ada aturan baru," Arkeas akhirnya membuka suara, tetap tidak mau menatap mata Zolla. "Jarak aman antara kamu dan saya adalah dua meter. Jangan masuk ke ruangan saya tanpa mengetuk pintu tiga kali. Dan satu lagi... jangan pernah bahas kejadian semalam. Anggap itu kecelakaan kerja yang tidak masuk dalam asuransi."

Zolla menelan ludah. Hatinya yang kemarin sempat "jedag-jedug" kini terasa menciut. "Baik, Tuan. Saya juga nggak sudi kok bahas itu. Saya juga ngerasa rugi bandar."

Arkeas tersedak kopinya. "Rugi bandar? Kamu bilang saya bikin kamu rugi?"

"Ya iyalah! Itu first kiss saya, Tuan! Saya simpan buat calon suami saya nanti, eh malah 'kecolong' sama duda galak yang hobinya marah-marah," cerocos Zolla, keberaniannya muncul karena rasa jengkel.

Arkeas meletakkan cangkirnya, lalu berdiri. Dia melangkah mendekat ke arah Zolla. Satu langkah. Dua langkah. Zolla mundur sampai punggungnya menempel di meja dapur yang dingin. Arkeas melanggar aturannya sendiri—jarak mereka sekarang kurang dari tiga puluh senti.

"Dengar ya, bocah ceroboh," Arkeas mencondongkan wajahnya, aroma kopi dan parfum mahalnya menyerang indra penciuman Zolla. "Di luar sana, ribuan perempuan antre cuma buat dapet perhatian saya. Kamu harusnya sujud syukur karena bibir kamu dapet 'sertifikasi' dari bibir mahal saya."

Zolla mendongak, matanya menantang. "Ih, narsis banget! Sertifikasi apaan? Sertifikasi halal? Lagian saya nggak butuh perhatian Tuan. Saya cuma butuh gaji saya utuh buat bayar kosan!"

Arkeas menatap bibir mungil Zolla yang terus mengoceh. Ada dorongan aneh untuk membungkam mulut berisik itu lagi, tapi dia segera berdehem keras dan memundurkan tubuhnya.

"Intinya, jaga jarak kamu. Saya nggak mau skandal pembantu jatuh cinta sama majikan masuk ke akun gosip. Paham?"

"Paham banget, Tuan CEO yang Paling Sempurna Sedunia!" Zolla menjawab dengan nada sarkastik yang kental.

...🌹🌹🌹...

Arkeas pergi ke kantor dengan perasaan yang tidak karuan. Di dalam mobil, dia berkali-kali menyentuh bibirnya. Dia kesal karena Zolla menyebutnya "rugi bandar". Padahal, dia sendiri juga merasa aneh—rasa bibir Zolla yang manis stroberi itu terus membayangi pikirannya bahkan saat dia sedang menandatangani kontrak miliaran rupiah.

"Sialan. Kenapa gue jadi mikirin pembantu itu terus?" umpat Arkeas pelan.

Sementara itu di penthouse, Zolla sedang sibuk mengurus Alisya. Bayi itu sedang fase aktif-aktifnya, menendang-nendang sambil tertawa.

"Aduh Dek Alisya... Papa kamu itu beneran toxic ya? Sok dingin, sok ganteng... eh emang ganteng sih, tapi kelakuannya itu lho, bikin pengen resign detik ini juga!" Zolla curhat sambil mengganti popok Alisya.

Tiba-tiba, ponsel Zolla berbunyi. Ada telepon dari ibunya di kampung.

"Iya, Mak... Zolla udah dapet kerja. Gajinya gede kok, majikannya baik banget, orangnya ramah..." Zolla berbohong demi menenangkan ibunya. "Iya, Mak, nanti Zolla transfer buat biaya sekolah adek ya."

Tanpa Zolla sadari, Arkeas sudah pulang lebih awal karena kepalanya pusing (atau mungkin karena dia rindu suasana rumah yang sekarang ada "gangguan"-nya). Arkeas berdiri di depan pintu dapur, mendengarkan percakapan telepon Zolla.

Hati Arkeas yang tadi sekeras batu perlahan sedikit melunak. Ternyata di balik sifat ceroboh dan mulut berisiknya, Zolla punya beban yang berat. Dia bekerja keras demi keluarganya.

Zolla menutup teleponnya dan menghela napas panjang. Dia menoleh dan terkejut melihat Arkeas sudah berdiri di sana, bersandar di pintu dengan tangan dimasukkan ke saku celana.

"Tuan! Kok udah pulang? Katanya ada shooting iklan parfum baru?" Zolla panik, takut Arkeas dengar dia bohong ke ibunya.

Arkeas tidak menjawab. Dia berjalan mendekat ke arah meja dapur, mengambil sebotol air mineral, lalu menyerahkannya ke Zolla.

"Minum. Suara kamu serak habis teleponan," ucap Arkeas datar. Masih dingin, tapi ada sedikit nada perhatian yang terselip.

Zolla menerima botol itu dengan bingung. "Makasih, Tuan."

"Zol," panggil Arkeas saat dia hendak berbalik.

"Ya?"

"Masalah gaji... bulan depan saya kasih bonus. Tapi dengan satu syarat."

Zolla matanya langsung berbinar. "Syarat apa, Tuan? Suruh bersihin semua kaca di sini? Atau suruh cuci mobil Tuan pakai sikat gigi? Saya jabanin!"

Arkeas menatap Zolla cukup lama, lalu memalingkan wajahnya agar Zolla tidak melihat semburat merah di telinganya. "Syaratnya... jangan pernah puji saya di depan orang tua kamu kalau itu cuma bohong. Dan satu lagi, jangan berani-berani resign sebelum hutang vas bunga kamu lunas."

Setelah mengatakan itu, Arkeas langsung pergi menuju kamarnya dengan langkah cepat.

Zolla melongo. "Lah? Dia denger gue teleponan? Terus... dia nggak marah gue bilang dia baik padahal dia galak?"

Zolla tersenyum kecil. Ternyata, si CEO "Red Flag" ini punya sisi manusiawi juga. Meskipun cara ngomongnya tetap kayak es batu yang baru keluar dari freezer.

"Oke, Tuan Arkeas. Kita lihat siapa yang bakal luluh duluan," bisik Zolla penuh kemenangan.

...🌹🌹🌹...

(Bersambung ke Episode 5...)

Arkeas makin gengsi tapi mulai "soft" secara diam-diam. Hihihi 🫢🤭

1
falea sezi
alahh alah mas duda bucenn/Curse//Curse/
falea sezi
lanjooot
kikyoooo: wokey
total 1 replies
Indri
Terlalu berani karakter zolla
falea sezi
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!