NovelToon NovelToon
Gadis Desa Milik CEO Tampan

Gadis Desa Milik CEO Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: HegunP

Ayu pikir jadi istri dari CEO tampan hidupnya akan bahagia seperti di film-film, nyatanya malah selalu direndahkan dan diperlakukan kasar.

Sang CEO, bernama Arvin, memandang Ayu hanyalah gadis dari desa yang tak pantas bersanding dengan dirinya, yang berkelas dan premium. Arvin menikahi Ayu memang bukan karena cinta.

Hingga datanglah hari dimana kesabaran Ayu telah habis. Dia hendak mengakhiri rumah tangganya, namun perilaku Arvin malah berubah menjadi sosok yang tidak ingin lepas dari Ayu.

Sebenarnya apa yang terjadi dengan isi hati Arvin? Dan bisakah Ayu tetap mempertahankan rumah tangganya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HegunP, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 Pria Bucin

Tiap bagian otot wajah Arvin menegang. Tatapannya mengarah ke depan namun fokusnya seperti entah berada di dunia mana sekarang.

Karena tak kunjung mendengar respon, Ayu perlahan membuka mata.

“Pak?” panggilnya setengah lirih, heran dengan arti wajah suaminya sekarang.

Namun tak disangka, Ayu mendapati alis Arvin yang bertaut perlahan meregang. Lengkungan tajam di sudut bibirnya juga menumpul.

Dan yang lebih mengherankan, garis-garis keras di wajah pria itu yang tadi kaku perlahan melunak.

Dalam keseluruhan, wajah Arvin yang biasanya dingin mengancam, kini seolah sedang diterpa angin hangat yang lembut.

“Bagaimana pak?” tanya Ayu, sekali lagi memastikan. Tangannya tak berhenti saling menggosok-gosok.

Sadar wanita di depannya memanggil dengan raut wajah bertanya-tanya, Arvin meneguk air minumnya lalu berdiri.

“Saya sudah makan malam di luar. Terlalu sering makan daging tidak baik buat kesehatan,” tukasnya, ketus.

Sebelum melangkah pergi, Arvin menambahkan, “Camkan itu!” lalu bergegas menuju kamarnya.

Ayu mendatangi piring Arvin setelah memastikan pria itu sudah tidak terlihat.

Di sana, Ayu menerbitkan senyum. “Syukurlah dia makan dua suapan.”

Dengan hati berbunga-bunga, Ayu pun beres-beres, mencuci semua piring dan peralatan dapur.

Dalam gembiranya, dia ingin Arvin seperti ini lagi besok malam. Dan semoga saja bisa lebih dari malam ini. 

Ayu memastikan itu.

...****...

Di area pelataran sebuah gedung pencakar langit, Arvin baru turun dari mobil hitam mewahnya. Dia lalu berjalan memasuki pintu masuk utama yang di atasnya bertuliskan megah, Pradipta luxe Properties.

Melihat kedatangan sang CEO muda, semua karyawan termasuk beberapa direksi di area lobi berubah sungkan. Beberapa yang kebetulan berpapasan menunduk hormat sembari menyapa sopan.

“Selamat pagi Pak Arvin!” sapa beberapa karyawan wanita, menundukkan kepala sembari memberi Arvin ruang melangkah.

Arvin balas menyapa dengan anggukan kepala tanpa ada senyum sedikitpun.

“Ih bos kita ganteng banget!”

“Iya. Pengen pingsan dibuatnya!”

Beberapa karyawan wanita mulai bertukar heboh setelah memastikan pimpinan mereka sudah berjalan jauh.

Arvin melangkah dengan gagahnya. Pandangannya tajam–dingin layaknya petarung sejati. Bahkan ayunan tangan dan gerakan bahu pria itu memancarkan kilatan energi kalau dia bukan orang sembarang.

Dia menaiki lift menuju lantai tertinggi. Sampai di sana, ia segera masuk ke ruang kerja, duduk di kursi kebesarannya.

Akan tetapi, tidak seperti saat di lobi tadi yang diselimuti aura kepemimpinan agresif. Kali ini untuk pertama kalinya, dia sedikit melonggarkan wibawanya dengan cara duduk menghempas diri ke kursi kerja, lalu memijat-mijat keningnya yang rada pusing sejak tadi malam.

Di atas meja, ada beberapa tumpukan dokumen yang biasanya ia langsung libas dikerjakan, tapi pagi ini ia biarkan untuk sejenak.

Dia menghela napas kasar. Memori lezatnya steak buatan Ayu tadi malam masih terasa menggenang di lidahnya.

“S i a l a n! Kenapa wanita kampung itu tiba-tiba bisa masak steak. Tak bisakah dia sadar diri?” gerutunya.

Arvin lantas teringat akan sesuatu. Dia menarik laci mejanya. Di dalam sana, tergeletak selembar foto lama bergambar dirinya, duduk merapat bersama seorang wanita cantik.

Foto itu ia ambil lalu dipandang dengan penuh kerinduan dan getaran ingin kembali ke masa itu. Bersama dengan sosok cinta pertamanya. Aurelia, seorang model terkenal.

Arvin dan Aurel menjalin kasih sekitar dua tahun yang lalu. Arvin tipe orang yang sangat bucin. Pria itu bahkan rela menggelontorkan uang puluhan hingga ratusan juta per hari demi memberi bukti akan ketulusan cintanya.

Dia mau melakukan apapun, walaupun harus menjadikan dirinya b u d a k, asalkan itu ampuh membuat Aurel selalu betah bersamanya.

Hingga suatu sore, datang kabar buruk menghantam jiwa dan raganya.

Waktu itu Arvin sudah berdandan rapi untuk menghadiri acara makan malam. Tiba-tiba HP-nya bergetar. Sebuah pesan masuk dari Aurel. 

Dan tak lama setelah membacanya, Arvin terkulai lemas di sofa. Kedua kakinya hampir tak bisa menopang seluruh tubuhnya.

Inti dari pesan itu mengatakan; Aurel sudah duduk di dalam pesawat terbang, menuju negara tetangga. Begitu mendarat, dia akan langsung menikah dengan seorang pebisnis berdarah bangsawan.

Tidak ada alasan rinci lainnya. 

Tidak ada kata-kata maaf untuk Arvin.

Kala itu, Arvin merasa nyawanya ditarik paksa. Sesak dan melelahkan, dengan air mata yang terus mengguyur.

Satu hal yang Arvin tangkap dan menjadi pembelajarannya sampai sekarang. Aurel pergi begitu saja karena dirinya dinilai kurang pantas. 

Setelahnya, Arvin yang dari awal wataknya keras, menjadi lebih keras. Dia yang memang seorang pria pekerjaan keras menjadi sosok yang makin gila kerja.

Hendrik Pradipta, alias sang kake, melihat kekacauan cucunya. Dia lalu menelepon orang tua Ayu, meminta Ayu agar bersedia menjadi istri Arvin.

Dan terjadilah pernikahan antara Arvin dan Ayu. Pernikahan yang tidak akan bisa melenyapkan cinta di dada Arvin kepada Aurel.

Ayu tahu soal Arvin dan Aurel.

Dulu, Arvin pernah gamblang menceritakannya kepada Ayu tepat di saat malam pertama. Malam yang seharusnya diisi dengan beradu cinta, tapi yang ada Arvin berpindah tempat ke sofa, membiarkan Ayu tidur sendirian di ranjang megah yang ditaburi serpihan mawar merah.

...****...

Malam ini Arvin sudah pulang, menaiki lift menuju rumah penthousenya ke lantai tertinggi. Dan untuk kali pertama, pikirannya seolah merasakan lelah mental.

Bayangan untuk pergi liburan mulai terlintas meski ia tahu tidak akan terjadi dalam waktu dekat ini, mengingat banyaknya jadwal penting yang harus diselesaikan tepat waktu.

Sampai di puncak tujuan, dia memencet beberapa tombol di pintu untuk membuka pintu rumah.

Klik!

Pintu terbuka. Arvin melangkah masuk.

“Pak Arvin!” sapa Ayu.

Melihat kedatangan Ayu yang tiba-tiba menyambut, Arvin sontak tertegun dengan penampilan wanita itu.

“Kamu …”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!