NovelToon NovelToon
The Future With My Grumpy Neighbor

The Future With My Grumpy Neighbor

Status: sedang berlangsung
Genre:Sci-Fi / Time Travel / Menikah dengan Musuhku / Enemy to Lovers / Slice of Life
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Jangan dekat-dekat cowok lain, Cebol. Kau itu tanggung jawabku!"
Bagi Anvaya Dinakara, Narev Elvaro adalah tetangga raksasa setinggi 192 cm yang paling menyebalkan. Narev selalu mengawasi Vaya, melarangnya berteman dengan pria lain dengan alasan "menjaga titipan orang tua".
Namun, satu insiden di malam kelulusan melempar mereka sepuluh tahun ke masa depan. Vaya terbangun bukan di kamarnya, melainkan di pelukan Narev dewasa yang sangat memujanya. Lebih gila lagi, ada seorang bayi cantik bernama Miciella Aracelli yang memanggil mereka "Mama" dan "Papa".
Terjebak dalam pernikahan masa depan yang manis, mampukah mereka kembali ke masa lalu saat status mereka masih "musuh bebuyutan"? Atau justru Narev akan melakukan segala cara agar masa depan itu menjadi nyata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Sandiwara Papa dan Mama

[POV: Vaya]

"Narev, tolong! Gimana cara pakai kancing ini? Tanganku gemeteran!" aku berseru panik dari dalam walk-in closet yang ukurannya bahkan lebih besar dari kamar kos yang dulu pernah aku impikan.

Aku sedang berjuang memakai gaun elegan berwarna soft peach yang sepertinya adalah pakaian sehari-hariku di masa depan ini. Narev melangkah masuk. Dia sudah rapi dengan kemeja putih yang lengannya digulung hingga siku, menonjolkan urat-urat di tangannya yang terlihat sangat... dewasa.

"Sini, Cebol. Jangan berisik, Bi Inah bisa dengar," gumamnya. Dia berdiri di belakangku. Aku bisa melihat di cermin bagaimana jemari besarnya dengan cekatan mengancingkan bagian belakang gaunku. Sentuhannya yang tidak sengaja mengenai kulit punggungku membuatku merinding.

"Narev, kita beneran harus pura-pura? Maksudku, ibumu itu detail banget orangnya," bisikku sambil menatap matanya melalui pantulan cermin.

"Kalau kita ketahuan bingung, mereka bakal bawa kita ke rumah sakit jiwa, Vaya. Kamu mau berakhir di bangsal isolasi daripada di apartemen mewah ini?" Narev memutar tubuhku agar menghadapnya. Dia merapikan anak rambutku dengan gerakan yang sangat lembut, kontras dengan suaranya yang ketus. "Ingat, panggil aku 'Mas' atau 'Sayang'. Jangan panggil nama, apalagi panggil 'Raksasa'. Paham?"

Aku bergidik. "Panggil 'Mas'? Huekk. Rasanya mau muntah."

"Tahan muntahmu. Itu ibuku sudah datang."

Suara bel pintu terdengar nyaring. Aku dan Narev berjalan ke ruang tamu dengan langkah kaku. Di sana, Bi Inah sudah membukakan pintu untuk seorang wanita paruh baya yang terlihat sangat glamor dengan tas Hermes di tangannya. Itu adalah Tante—maksudku, Mama—Dewi, ibu Narev.

"Narev! Vaya! Ya ampun, cucu kesayangan Oma mana?" Mama Dewi langsung menghambur memelukku. Aroma parfum mahalnya sangat menyengat. "Vaya, kok kamu pucat banget sayang? Narev, kamu nggak telat kasih dia jatah uang belanja, kan?"

Narev berdehem, lalu dengan santainya merangkul bahuku dan menarikku merapat ke sampingnya. "Nggak lah, Ma. Vaya cuma agak kurang tidur tadi malam. Ya kan, Sayang?"

Aku tersedak ludah sendiri mendengar kata 'Sayang' keluar dari mulut tajamnya. Aku terpaksa tersenyum lebar hingga pipiku pegal. "I-iya, Ma. Semalam Mici agak rewel, jadi kita... begadang."

"Rewel?" Mama Dewi mengerutkan kening. "Tapi tadi Bi Inah bilang Mici tidur nyenyak sekali semalam. Jangan-jangan kalian yang rewel di kamar?"

Wajahku terasa panas seperti terbakar. Aku mencubit pinggang Narev dengan keras.

"Aduh!" Narev meringis, tapi langsung merubahnya menjadi tawa kaku. "Maksud Vaya itu... kami lagi bahas masa depan, Ma. Iya, masa depan yang sangat panjang."

Miciella kemudian dibawa keluar oleh Bi Inah. Begitu melihat Mama Dewi, bayi itu langsung tertawa. "Oma! Oma!"

"Sini sayang sama Oma!" Mama Dewi menggendong Mici, lalu menatap kami berdua dengan menyelidik. "Kalian kok berdiri jauh-jauhan gitu? Biasanya kalau Mama datang, kalian nempel terus kayak perangko. Narev, biasanya kamu nggak bisa lepas dari pinggang Vaya."

Narev langsung bergerak. Tanpa peringatan, dia menarikku masuk ke dalam pelukannya dari belakang, menumpukan dagunya di atas kepalaku—posisi favoritnya sejak zaman SMA kalau sedang ingin mengejek tinggiku, tapi kali ini terasa berbeda.

"Lagi agak marahan dikit tadi, Ma. Biasa, Vaya ngambek karena aku larang dia makan es krim pagi-pagi," ucap Narev lancar, seolah dia sudah biasa berbohong seumur hidupnya.

"Bohong! Dia yang—" kalimatku terhenti saat Narev mengeratkan pelukannya, tangannya yang besar mengusap lenganku seolah menenangkan.

"Sstt, jangan ngambek lagi dong, Mama," bisik Narev tepat di telingaku. Napas hangatnya membuat jantungku berdisko di dalam dada. "Malu dilihat Mama."

Aku membeku. Mama? Panggilan itu terdengar jauh lebih berbahaya daripada 'Cebol'.

"Nah, gitu dong. Romantis!" Mama Dewi tersenyum puas. "Vaya, kamu beruntung banget punya suami kayak Narev. Walaupun dulu dia bandel dan hobi berantem di sekolah, tapi sejak nikah sama kamu, dia jadi bucin parah. Semua asetnya atas nama kamu, tahu?"

Mataku membelalak. "A-aset? Atas nama saya?"

"Tentu saja," Mama Dewi tertawa. "Dia bilang, dia nggak mau kamu punya alasan buat ninggalin dia. Makanya dia ikat kamu pakai harta dan anak. Licik ya anak Mama ini?"

Aku menoleh ke arah Narev yang sekarang hanya diam dengan ekspresi datar yang sulit dibaca. Pria ini... Narev versi masa depan ini ternyata jauh lebih posesif dan gila daripada yang kubayangkan.

Begitu Mama Dewi sibuk bermain dengan Mici di karpet, aku menarik Narev ke dapur.

"Narev! Apa-apaan aset atas namaku? Kamu beneran segila itu di masa depan?" bisikku tajam.

Narev bersandar di meja dapur, menatapku dengan tatapan gelap yang dalam. "Aku yang di masa SMA saja sudah gila kalau soal kamu, Vaya. Jadi nggak heran kalau sepuluh tahun kemudian aku jadi lebih gila."

"Tapi kita harus balik! Ini bukan dunia kita!"

Narev maju satu langkah, mengurungku di antara meja dapur dan tubuh besarnya. Dia menunduk, matanya menatap bibirku lama sebelum beralih ke mataku.

"Gimana kalau aku nggak mau balik?" tanyanya pelan. "Di sini kamu milikku. Di sini ada Mici. Di sini nggak ada cowok kayak Rian yang berani deketin kamu. Ini surga buatku, Vaya."

Aku terdiam, lidahku kelu. Narev yang ada di depanku saat ini terasa seperti orang asing yang sangat mengenal setiap titik lemahku. Apakah aku sanggup melarikan diri darinya jika masa depan ini benar-benar menjadi nyata?

1
Lis Lis
labil ......
G konsisten sma omongannya si vaya
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭 mungkin vaya galau kak...
total 1 replies
Lis Lis
AQ jga G tau spa yg harus aku prcya vaya😭😭😭
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak sudah mampir 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Sulas Lis
huaaaaa huaaa 😭😭😭
ko pendek kali babnya panjangin dikit dong kaaaa
Ariska Kamisa: terimakasih kak udah mampir... 🙏🙏🙏 terimakasih atas sarannya... 🙏🙏🙏
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍👍
awesome moment
bingung mo.kasih comment. tll sedikit dan...agak lama. smp hmp lupa. maapkeun
awesome moment
vaya sgt memuakkan. oon g abis2. wanita tu mending dicintai. aman. ogeb dipiara. ragu digedhein. vaya EGOIS!!!
Ariska Kamisa: sabar kak... kita doakan naren bisa meluluhkan Vaya yaa
total 1 replies
awesome moment
vaya n g slese2 ragunya. jd pengin getok palanya
Nadira ST
Kamu seharusnya bersyukur dicintai naren secara ugal2an diluaran Sana banyak istri tidak seberuntung dirimu vaya,ak aja sebagai perempuan sampai iri ,cinta naren kepadamu
Ariska Kamisa: semoga vaya segera dapat hidayah yaa 🤭
terimakasih sudah mampir kK🙏
total 1 replies
awesome moment
di cerita kakak tu, woman leadnya dicintai ugal2an sm man leadnya. 😉👍
Ariska Kamisa: karena itu adalah impian semua wanita ga sih...🤭
total 1 replies
awesome moment
malah terhura dgn cibat narev yg sedunia raya buat vaya. pegang kuat cinta narev, vaya..jgn smp lepas. tar nyesel smp pindah alam lho
Ariska Kamisa: terimakasih kakak🙏🙏
total 1 replies
awesome moment
vaya, syukuri dan terima..dicintai dijadikan pusat dunia tu aman lho.
awesome moment
smg vaya membalas cinta nares dgn sm besar
Ariska Kamisa: Terimakasih kak 🙏
total 1 replies
Nadira ST
lanjut thor💪💪💪💪💪💪
Ariska Kamisa: Terimakasih kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!