seorang pria kaya yang tak sengaja bertemu dengan seorang wanita muda yang tak jelas asal usul nya kini menjalin sebuah asmara,namun hal yang tak terduga terjadi setelah pria tersebut tahu bahwa wanita yang ia cintai ternyata sudah hamil muda sebelum mereka bertemu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sudawirat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
awal pertemuan 4
" Ternyata dia sudah bersuami,"bisik pria pada temannya setelah gagal berkenalan dengan wanita cantik yang duduk di sebalah mereka,
" hah,,masa iyaa sih,aku ngga percaya,kalau dia sudah menikah" balas teman nya,
Kini tampak ibu penjual sedang mengantarkan pesanan kepada wanita cantik tersebut,
" mbak,ini pesanan nya,selamat menikmati"ujar ibu penjual dengan senyum diwajahnya,
" terima kasih bu," balas wanita tersebut,dan ia pun memakan mie rebus dengan telur pesanannya.Disisi lain Bram masih sibuk dengan ponsel di tangan nya,dengan rokok di tercapit di jari nya sambil sesekali menyeruput susu jahe milik nya.
Tak lama kemudian tampak ketiga pria yang berada di dalam ruangan beranjak dari kursi mereka,dan salah satu dari mereka pergi menemui ibu penjual untuk membayar,
" bu,tadi kami pesan kopi hitam pahit tiga sama snack nya lima,berapa semua bu?" tanya pria tersebut,
" semua nya jadi tiga puluh lima ribu" balas ibu penjual pada pria tersebut,si pria pun mengeluarkan isi dompet nya lalu menyerahkan sejumlah uang yang di minta oleh ibu penjual,
" ini bu uang nya,makasih ya bu" ujar si pria ,ibu penjual pun membalas;
" sama -sama mas," balas si ibu penjual,
dan akhirnya dengan kepergian ketiga pria tersebut,kini tinggal si ibu penjual, bram dan wanita cantik yang ada dalam ruangan tersebut.
Wanita cantik yang melihat kepergian ketiga pria tersebut pun bergumam dalam hatinya;
" pergilah kalian,dasar pria tak punya sopan santun" seolah masih geram atas apa yang terjadi sebelumnya.
Beberapa menit berlalu,dan kini terdengar sebuah jam di dinding ruangan tersebut berbunyi,menandakan pukul dua belas malam,
Setelah selesai dengan makanan milik nya ,wanita tersebut langsung meminum habis susu hangat di hadapan nya,
" aku harus segera mencari hotel untuk menginap malam ini" gumam wanita tersebut dalam batin,ia segera beranjak dari kursi lalu melangkah ke arah ibu penjual untuk membayar,
" bu ,jadi berapa semua nya?" tanya si wanita pada ibu penjual,
" dua puluh ribu saja mbak" balas si ibu penjual,wanita cantik itu pun mengambil sejumlah uang yang diminta,lalu menyerahkan nya kepada ibu penjual,
" ini bu,saya pamit dulu ya,terima kasih" ujar wanita tersebut,pada ibu penjual,
" sama-sama mbak,hati-hati di jalan" balas si ibu penuh dengan senyuman,
wanita cantik tersebut hanya tersenyum lalu bergegas pergi dari kedai tersebut,namun di sela-sela langkah kaki nya yang berjalan keluar dari kedai,ia sempat melirik ke arah bram ,namun bram tak sedikit pun melihat kepergian nya.
Bram kini meletakan ponsel miliknya, lalu kembali menyalakan rokok,namun di dalam bungkus rokok miliknya kini sudah habis tak tersisa,saking sibuk nya ia sampai tak sadar telah menghabiskan seluruh rokok milik nya, lalu matanya melihat ke arah etalase yang ada di kedai tersebut,tampak jejeran rokok tertata rapi disana,melihat itu bram hendak berdiri,untuk membeli rokok,namun belum sempat ia berdiri,ia melihat si ibu penjual berjalan ke meja yang sebelumnya di tempati oleh wanita cantik,ibu penjual tersebut tampak sedang membereskan mangkuk bekas mie rebus dan gelas susu yang ada di meja,tak hanya itu ,ibu tersebut juga membereskan meja di sebelah nya,yang sebelum nya di tempati oleh tiga pria yang keluar sebelum nya,melihat itu bram pun bertanya,
" bu, rokok yang itu berapa harganya?" tanya bram pada si ibu penjual,ibu penjual tersebut langsung menoleh dan berkata;
"sebentar ya mas,saya beresin ini dulu" balas si ibu,sambil meneruskan pekerjaan nya.
Setelah beberapa saat si ibu akhirnya selesai dengan pekerjaan nya,kini ia melangkah ke arah etalase ,
" yang mana mas?" tanya si ibu pada bram,
" yang warna merah bu" balas si bram,
" yang ini mas?" sambil menunjuk ke arah salah satu rokok di etalase,
" iyaa bu, yang itu" balas si bram,melihat itu si ibu pun mengambil rokok yang di maksud untuk bram,perlahan si ibu berjalan membawa rokok tersebut lalu menyerahkan nya kepada bram,
" terima kasih bu" ucap bram dengan senyum di wajah nya,si ibu pun membalas senyum dari bram sambil berkata;
"sama- sama mas,mas sendirian aja?"balas si ibu bertanya pada bram,
" iyaa bu, saya sendirian aja"ujar bram,
" kemana istrinya kok ngga diajak?" tanya si ibu lagi,
" saya belum menikah bu" balas bram dengan senyum,
" lah,,maaf mas. ibu nggak tahu,kukira mas udah nikah" balas si ibu sambil tersenyum malu,
" enggak papa bu,banyak kok yang bilang saya sudah menikah,namun ya,,,kenyataan nya saya belum menikah"balas bram,mendengar bram berbicara seperti itu si ibu penjual pun bertanya;
" bolehkah saya duduk mas?" ujar si ibu penjual pada bram,
" ohh, silahkan bu" balas bram pada si ibu penjual,si ibu pun menganggut lalu duduk kursi di sebelah bram,ibu paruh baya tersebut kembali bertanya kepada bram;
" kenapa belum nikah mas?" tanya si ibu penjual kepada bram sedikit bergurau,
"gimana ya,masih belum ingin bu?" balas bram pada si ibu penjual,mendengar hal itu si ibu penjual berkata;
"nunggu apa to mas?" tanya si ibu dengan senyuman,mendengar hal itu,bram sedikit menatap mata si ibu yang tampak penuh kasih.bram pun bergumam dalam batinya;
" kenapa ibu ini harus bertanya tentang hal yang sebenarnya bukan urusan nya" gumam bram dalam batin,lalu sambil tersenyum bram pun membalas perkataan si ibu,
"ngga ngerti bu,aku ngga begitu mudah dekat dengan wanita" balas bram dengan senyuman di wajah nya,
" haduh,,ibu nggak percaya mas,masa pria setampan mas susah deket sama cewek" gurau si ibu pada bram,bram pun ikut sedikit tertawa, lalu membalas perkataan si ibu lagi;
" yaah memang seperti itu adanya bu"balas bram,tak lama setelah itu raut wajah si ibu berubah,dengan serius namun bernada lembut si ibu berkata kepada bram,
" sedikit terlambat itu bertemu jodoh itu bukan masalah,asalkan mau berusaha mencari,karena di dunia ini,manusia diciptakan untuk saling berpasangan" tutur si ibu pada bram,seketika bram terdiam sambil melihat dan mendengarkan perkataan si ibu yang lembut penuh kasih,perkataan tersebut membuat mata bram berkaca-kaca seperti akan menangis ,entah mengapa di saat itu bram kembali teringat sosok ibunda tercinta yang telah pergi.
Bram hanya diam setelah mendengar perkataan tersebut,dan belum sempat bram membalas,si ibu kembali berkata;
"kenapa mas diem aja?" tanya si ibu sambil melihat bram yang tampak termenung setelah mendengar perkataan dari nya,
bram pun menghela nafas untuk sesaat lalu menjawab pertanyaan si ibu
" enggak papa kok buk, cuma lagi kepikiran sesuatu aja" balas bram,pada si ibu,si ibu pun tersenyum lalu berkata;
" iyaa sudah, kalau begitu,ibu mau beres-beres lagi" ujar si ibu kepada bram,dan sambil tersenyum bram berkata
"iyaa bu,,nanti kalau sudah selesai,bisakah ibu membuatkan dua kopi hitam,namun di bungkus saja" ujar bram pada si ibu sambil memesan kopi,
" iyaa mas, setelah ini ibu buatkan" balas si ibu penjual kepada bram,bram pun hanya menganggut.
Bram tampak termenung lalu mengingat di masa ia di beri tutur oleh ibunya dulu,
" nanti kalau kamu sudah besar,jadilah orang yang berguna ya,kamu ngga harus kaya raya,tapi jadilah orang yang bermanfaat,terus kalau cari pasangan jangan memburu kecantikan,carilah orang yang berhati baik,ngga harus cantik tapi carilah orang yang bisa membuatmu nyaman,carilah orang yang ber ahklak baik" ucap ibunya dulu dalam ingatan bram,bram mengingat sorot mata ibunya,sorot mata tersebut mirip dengan sorot mata si ibu penjual saat memberi nasehat kepada Bram.
Bram yang tenggelam di dalam ingatan masa lalu nya tiba- tiba terkejut,oleh ibu penjual yang ternyata sudah selesai membuat kan pesanan untuknya,
" mas,ini pesanan nya" ujar si ibu penjual kepada bram,
"oohh,,,iyaa bu, terima kasih bu," balas bram sedikit terkejut,Lantas Bram mengeluarkan dompet didalam sakunya,sambil bertanya kepada si ibu penjual;
" berapa bu,tanya bram pada si ibu," ujar bram,
"lima puluh lima ribu mas",balas si ibu pada bram,
bram pun mengambil selembar uang dengan nominal seratus ribu lalu menyerahkan uang tersebut kepada si ibu penjual,
" ini bu,simpan saja kembalian nya bu" ujar bram sambil menyerahkan uang tersebut,mendengar itu,raut muka si ibu tampak terkejut lalu berkata;
" loh,,,buat apa mas, jangan begitu mas",ujar si ibu pada bram,
" enggak papa bu," balas bram sambil tersenyum,
"makasih banyak mas,ibu do'a in mas dapat jodoh yang cantik,baik hati seperti mas" balas si ibu dengan senyum bahagianya,
" sama-sama bu,kalau gitu saya pamit dulu ya bu, tak terasa saya sudah di sini cukup lama,sampai tak sadar kalau sudah jam setengah satu malam" ujar bram berpamitan ke pada si ibu penjual,
" iyaaa mas,hati-hati di jalan" balas si ibu tersebut,bram pun beranjak dari kursinya,mengantongi ponsel dan dompet lalu mengambil dua bungkus kopi yang sudah terbungkus di dalam kantong plastik,
" mari bu,lain kali saya akan mampir lagi" ujar bram kepada si ibu penjual sambil menundukan kepala,
"iyaa mas,ibu tunggu dengan senang hati kedatangan nya" balas si ibu penjual kepada bram,bram pun melangkahkan kaki nya keluar dari dalam kedai kopi tersebut,melangkah menuju mobil miliknya,meski jam sudah jam setengah satu malam keadaan di luar masih tampak seperti sore hari,di emperan kedai masih ramai dengan muda-mudi yang sedang bersenda gurau bersama-sama,bram sedikit melirik sambil melangkah masuk kedalam mobil.
" Dasar kalian,membuatku iri saja" gumam bram di dalam batin,setelah masuk ke dalam mobil.