Sebuah pernikahan memang semua orang memimpikan itu . Namun bagi anak SMA di minta untuk menikah di usia muda . Apa bisa ?
Bahkan mungkin saat ini yang ada dalam pikiran mereka . Nanti nongkrong dimana sehabis pulsek (pulang sekolah ). Nanti lulus sekolah lanjut dimana .
Tapi memang ada hlo . Gama , memang harus sudah di takdirkan menikah muda dengan gadis yang memang susah sekali di atur . Alesya .
nantikan terus dan baca ya .. harus . dukung juga othor biar semangat .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 4
" Al lo tetap pergi ke sekolah ?" tanya Kirana melihat Alesya yang bersiap untuk sekolah .
" Iya ki . Gue nggak papa kok " ucap Alesya seraya tersenyum .
" Pake lip balm nih . Buar nggak terlihat pucat " ucap Jeni sambil menyerahkan lip balm yang ada di tangannya .
" Kena jigong lo nggak ?" tanya Alesya .
" Sialan lo . Gue rajin sikat gigi kali " ucap Jeni tak terima
" Ya siapa tahu " ucap Alesya lalu tertawa bersama Kirana .
Jeni memanyunkan bibirnya . Dia selalu jadi korban keusilan sahabatnya . Sifat Jeni yang manja dan cerewet . sering membuat Alesya dan juga Kirana gemas sendiri . Tapi Jeni juga sahabat paling care .
" Non sarapan sudah siap " ucap bibi dari luar pintu
" Siyap bibi . I'm coming " teriak Jeni
" Lo di rumah nggak di kasih makan nyokap lo ya ?" ledek Kirana .
" Sialan lo . Iya juga sih bukan nyokap yang ngasih makan tapi bibi " jawab Jeni lalu keluar lebih dulu dari kamar Alesya .
Jeni menuruni setiap anak tangga. Dan dia mendengar percakapan antara kedua orang tua Alesya .
" Kita jodohkan saja Pi dia . Kan kita juga sudah sepakat " ucap Mami Cintya .
" Alesya masih sekolah Mi. Biarkan dia lulus sekolah dulu baru rencana perjodohan ini kita bicarakan " ucap Papi Dion .
" Anak itu selalu saja membuat masalah " ucap Mami Cintya lalu meninggalkan Papi Dion yang hanya diam dan menggelengkan kepalanya . Istrinya masih saja seperti itu . Meskipun belum jelas cerita yang sebenarnya .
Jeni lalu menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar . Tapi apa yang akan dia lakukan . Lalu bagaimana dengan perasaan Alesya . Pasti ini akan lebih menyakitkan lagi . Tak terasa air mata Jeni menetes . Merasakan begitu berat menjadi Alesya .
" Dor " teriak Kirana dan Alesya bersamaan .
" Lo nangis Je ?" tanya Kirana .
" Sorry kita cuma canda " ucap Alesya tak tahu dengan Jeni yang tiba-tiba menangis .
" Apaan sih . Mata gue kelilipan " ucap Jeni lalu menghapus air matanya .
" Kalian ngapain di situ . Ayo turun kita sarapan bersama " ajak Papi Dion .
" Iya Pi ini turun " ucap Jeni lalu turun lebih dulu menghindari banyak pertanyaan dari sahabatnya .
Alesya dan Kirana lalu saling pandang . Mereka akhirnya memilih untuk turun dan sarapan . Daripada telat dan mendapat hukuman .
Setelah selesai sarapan mereka berangkat bersama menggunakan mobil Kirana .
" Ki pelan dikit dong . Biar dapat hukuman dari pak ketos tampan " ucap Jeni .
" Lo gila ya . Anggota penjajah gitu di kagumi " ucap Alesya .
" Dia suka sama Shaka , Al "ucap Kirana .
" Dih najong yaa .. Gue sukanya ya sama kak Gama " ucap Jeni .
" Kayak nggak ada cowok lain aja " ucap Alesya .
" Nggak ada Alesya . Dia itu super perfecto . Oke , no debat " ucap Jeni .
" Ya serah lo . Lagian lo berani deketin dia paling juga di labrak sama nenek gayung " ucap Kirana .
" Siapa ?" tanya Jeni .
" Siapa lagi kalo nggak nenek peyot " ucap Alesya .
" Nenek peyotlah , nenek gayunglah , nenek nenek lah . Serah lo " ucap Jeni .
" Yah ngambek " ucap Kirana seraya mencubit pipi Jeni yang sedikit chubby .
" Stop Kirana . Nanti bedak gue luntur " ucap Jeni lalu mengambil bedaknya lagi .
Alesya memilih untuk memainkan ponselnya . Dari pada berdebat dengan Jeni yang tak ada habisnya .
" Pulang nanti kita ke mall nya . Ada promo nih " ucap Alesya .
" Lo kayak orang susah aja sih Al" ucap Jeni dan di jawab anggukan oleh Kirana .
" Manfaatkan setiap momen dan promo " ucap Alesya dan mendapat anggukan juga dari Kirana .
" Lo mihak siapa sih Ki ?" tanya Jeni .
" Gue setuju dua-duanya " ucap Kirana.
Mobil Kirana terparkir di sekolah . Mereka memastikan penampilannya lagi sebelum keluar mobil .
" Dah yuk " ucap Kirana .
Banyak mata yang tertuju kepada mereka . Dari siswa kelas satu sampai kelas tiga . Mereka sengaja duduk di parkiran sekolah terlebih dahulu . Supaya dapat melihat primadona sekolah .
" Susah memang jadi cewek sempurna kayak gue " ucap Jeni .
" Jangan sombong lo " ucap Kirana mengingatkan .
" Bukan sombong sih . Tapi itu kenyataannya " ucap Alesya lalu tos dengan Jeni .
Kini giliran Kirana yang di jahilin .
" Ada pak ketos " ucap Jeni lalu merapikan penampilannya .
" Bagus akhirnya lo insyaf " ucap Shaka kepada Alesya .
" Insyaf insyaf . Makan tuh insyaf" ucap Jeni .
" Udah ayok .. Nanti kalian cinlok lagi " ucap Kirana .
" Nggak ada yaa" ucap Jeni seraya menarik tangan Alesya dan Kirana.
" Gue juga ogah sama lo " teriak Shaka .
" Jangan gitu Nyet . Ntar jatuh cinta hlo . Biasanya klo di novel begitu " ucap Raga menepuk Shaka .
Gama hanya menggelengkan kepalanya . Lalu berjalan meninggalkan Shaka .
" Tunggu " teriak Shaka .
Hari ini semua murid berkumpul di lapangan . Ada pengumuman mengenai calon ketua OSIS yang baru . Anggota OSIS yang lama sudah kelas tiga . Dan akan fokus untuk persiapan ujian .
" Panas-panas gini kenapa nggak di aula aja sih " keluh beberapa murid .
Hari itu memang matahari cukup terik .
" Di kira ikan teri apa ya di jemur kayak gini " ucap Jeni seraya membawa kipas di tangannya .
" Lo aja kali ikan asin " ucap Bowo .
" Yee nyambung aja lo Wowo " ucap Jeni .
" Du du du " ucap Bowo seraya menirukan dance blackpink .
" Serah lo lah Wowo " ucap Jeni .
Kepala sekolah dan juga ketua OSIS memberikan ucapan sambutan . Alesya sedari tadi hanya diam saja . Semua itu tak luput dari pandangan Kirana dan Jeni . Dari rumah memang Alesya terlihat pucat . Namun Alesya menolak untuk tidak masuk sekolah .
" Al lo klo mau pingsan kasih tahu ya " ucap Jeni .
" Lo nggak kuat ya Al?" tanya Kirana .
" Kuat kok . Bentar lagi paling juga selesai " ucap Alesya .
Benar saja , setelah sambutan dan calon anggota OSIS akan di pilih .Murid-murid memilih membubarkan diri setelah acara selesai .
Alesya masih berdiri di tempat . Tidak mau jika nanti berdesak-desakan . Yang akan membuat Alesya semakin tidak kuat .
bruk
" Al bangun Al " Kirana segera membangunkan Alesya .
Gama yang melihat itu langsung mengangkat Alesya . Menggendongnya dan membawanya ke ruang UKS .
Para siswi yang melihat itu di buat iri . Tak banyak yang mengatakan mereka pasangan serasi . Ada juga yang menganggap bahwa Alesya hanya cari perhatian terhadap Gama .
Kirana dan Jeni juga ikut terkejut . Namun mereka tetap mengikuti langkah Gama .
" Kalian sahabatnya ?" tanya Gama
" Iy, iya kak " jawab Jeni yang malah mendadak gagu .
" Temani dia . Sepertinya dia demam " ucap Gama .
" Iy, iya kak " jawab Jeni lagi .
Kirana yang melihat kegugupan Jeni rasanya ingin tertawa kencang . Namun dia berusaha menahannya .
" Kalau tidak antar pulang saja . Gue yang kasih ijin " ucap Gama .
" Oke kak . Makasih " ucap Kirana kali ini.
Jeni mengerucutkan bibirnya .
" Ya udah gue ijin ke guru jaga " ucap Gama lalu meninggalkan ruang UKS .
" Nggak gagu lagi lo ?" tanya Kirana begidik ngeri .
" Kiraanaaa " kesal Jeni .
" Ganteng banget ki . Aaaa " ucap Jeni seperti cacing kepanasan .