Langit Maharaja dan Nezha Calista dua teman yang tidak pernah terpisahkan,
Pertemanan mereka sudah lama sejak SD hingga kini mereka duduk di kelas 12 SMA.
Mereka Siswa/i yang terpopuler di sekolah nya.
Langit yang terkenal nakal dan jahil selalu membuat Nezha darting. Namun Langit teman yang paling baik di antara teman-teman lainnya, dan Nezha tidak pernah terganggu sama sekali dengan kelakuan teman baiknya itu.
Akankah seiring berjalan nya waktu mereka tumbuh perasaan cinta atau memang selama itu mereka memiliki perasaan satu sama lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadziwa Syifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KTBK04
Paginya, Langit terbangun ia beranjak dengan cepat keluar dari kamar Nezha.
Ia kikuk saat di ruang tamu bertemu ayahnya Nezha yang sedang duduk santai, di temani secangkir kopi, dan koran.
Damar menoleh menatap Langit yang canggung.
"Om, Langit pamit." ucap Langit dengan sopan, entah saat bersitatap dengan ayah Nezha sangat malu dan gugup.
"Lang, Besok kamu ninep lagi di sini, saya sama momy nya besok mau keluar kota." ucap Damar menatap Langit sekilas, ia percaya dengan satu teman putrinya bisa menjaga dengan baik.
Langit mengangguk.
"Baik om," balas Langit, lalu ia pergi di hadapan ayahnya Nezha yang fokus membaca korannya.
......................
"Mih, Nezha berangkat yah," teriak Nezha buru-buru.
"Nezha! Kamu belum sarapan, Nak." balas ibunya di dapur.
"Nanti ajah di kantin, Mih." balas Nezha setengah berteriak.
Ia sedikit kesal Langit sudah pasti meninggalkan dirinya, ia hampir kesiangan.
Tanpa memperdulikan sekitar dan Nezha yakin Langit sudah meninggalkan dirinya, ia buru-buru masuk taksi. Padahal rumah Langit di depan matanya.
"Cepat yah pak," ucap Nezha.
"Iyahh, Neng." ujar si sopir.
......................
Di sekola NUSA BAKTI Nezha turun dari taksi dengan buru-buru, 10 menit lagi ia hampir masuk jam pelajaran.
Sesampainya di kelas ia duduk di bangkunya, teman sebangkunya berteriak heboh.
"Nezha!! Tumben banget sih kamu berangkatnya agak siang." pekik Dewi suaranya yang hampir kedengaran seluruh kelas.
Nezha yang di tanya mengedar ke arah kelas yang tidak ada teman menyebalkannya ini.
"Dew, Loh nggak lihat si Langit." tanya Nezha.
"belum dateng Nezh, si Langit udah pasti nongki dulu di kedai mbak Guren." balas Dewi yang sudah ia tebak berandal di sekolahnya, selalu absen di sebuah kedai tak jauh dari sekolahnya.
Tak lama segorombol teman-teman kelasnya termasuk Langit, masuk dengan keadaan seragam yang jauh dari kata rapi.
Pekikan-pekikan di luar sekola menggema saat kedatangan geng, Langit. Berjumlah 5 orang. Sudah pasti fans nya berteriak heboh.
Nezha menatap malas saat salfok ke sudut bibir Langit sedikit berdarah.
Sudah pasti temannya ini berkelahi dengan kelas sebelah.
Langit menghampiri Nezha yang buang muka tak menatap Langit.
"Nezh, anter gwe ke UKS yuk." ajak Langit.
Nezha memutarkan matanya malas.
"E_Enggak mau!" tak ada kata tidak mau, Nezha di paksa mengikuti langkah Langit menuju ke UKS.
Setibanya di ruang UKS, Langit mengambil kotak P3K.
"Obati luka gwe, dulu dong. Loh banyak mau nya sama gwe, yah kali gwe minta tolong loh nggak bantuin, awas ajah loh kalau nggak mau, gwe grepe-grepe." ancamnya, Lalu ia duduk di samping Nezha yang diam tak menyahut.
"Apa sih Lang? Ngancam mulu loh yah." dengan telaten Nezha mengobati lukanya.
Langit tersenyum menatap wajah cantik Nezha dari dekat.
"Loh berantem sama siapa lagi, gwe bilangin sama bokap loh, yah." ancam Nezha.
"Nggak usah tau ini urusan jantan," balasnya sambil menikmati wajah cantik temannya ini, jujur ia sangat menikmati.
Tak Nezha sadari kedua tangan Langit sudah merengkuh pinggangnya lebih dekat.
"Tangan loh, Lang. Jangan macem-macem." ucap Nezha yang berusaha melepaskan kedua tangan Langit di pinggangnya.
Nezha menekan luka memar di rahang pemuda itu hingga mengaduh kesakitan,
"Hiyaaak.... Nezha ahk! Sakit a*jir." pekik Langit.
Bukannya berhasil lepas, Nezha hampir membulatkan matanya. Langit memeluk nya sangat erat dan ia memang sambil berdiri sehingga wajah Langit menempel di d*da nya.
"Hiyaakk... Langit!!!" pekik Nezha hampir jantungan.
Berhasil lepas Nezha menonyor pemuda tampan ini yang rambutnya berantakan. Terjungkal ke bahu brankar.
Langit tersenyum jahil.
"Tt loh gede banget, Nezh." celetuknya tak berdosa.
Nezha memukul wajahnya dengan sekuat tenaga, lalu ia pergi meninggalkan Langit yang tertawa terbahak-bahak.
......................
Jam istirahat tiba, Nezha pergi kekantin bersama Dewi.
Mereka memilih bangku paling pojok, sementara itu, Bintang sang ketua Osis yang kebetulan di kantin melihat Nezha ia menghampirinya.
Nezha yang menyadari ia gugup, Dewi membulatkan matanya tak percaya, yang benar saja ketua Osis yang di kenal dingin di kelas IPS, tersenyum ke arah Nezha.
"Hai, Nezh, Dew." sapanya lalu duduk di sebelah Nezha.
Nezha tersenyum canggung dan Dewi masih tak percaya Bintang berada di sekitarnya,
Orang-orang yang ada di kantin menatap intens, gimana tidak di tatap seorang ketua Osis yang di kenal dingin dan cuek dengan perempuan kini mendekati Nezha yang notabene siswi populer.
"cocok sih! Tapi nggak harus Nezha, lah."
"loh yang benar saja, Bintang menyukai Nezha."
" Si Nezha kan cowoknya si Langit, lah dia nggak adil banget. Bisa-bisanya dua-dua nya di embat."
"Gwe sih, denger-denger si Langit sama si Nezha pacaran."
Itulah obrolan orang-orang di sekitar kantin membicarakan Nezha, Langit, dan Bintang.
Nezha tak memperdulikan sekitar ini alasan ia tidak mengungkapkan perasaan kepada Bintang, resikonya berat. Bisa-bisa geger satu gedung sekolah.
Langit dan teman-temannya baru datang bersama ke lima temannya, menatap Nezha sekilas,lalu duduk di bangku yang kosong tak jauh dari tempat Nezha.
...----------------...
Jangan lupa kasih ulasan yah, bepQuh biar Author semngat nulisnya, soalnya Othor sangat-sangat banyak kerjaan. Tapi aku usahain sehari up 3 bab.
Terima kasih.... Selamat membaca 😘😘
authornya seneng bgt bikin naira kesusahan kayanya, ntar di bar naira diketemukan sm ibunya, nebak aja sih
minta maaf tu yg tulus tante, anak sm emaknya sama saja