NovelToon NovelToon
Kau Ambil Calon Suamiku Ku Nikahi Pria Idaman Mu!

Kau Ambil Calon Suamiku Ku Nikahi Pria Idaman Mu!

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Cintapertama / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:52.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

Nuraa tersentak, di tangannya ada sebuah undangan pernikahan yang baru saja di kirim oleh seseorang entah siapa, mungkin saja seorang kurir. Nuraa tertegun memandangi 2 nama di bagian depan dari undangan tersebut. 2 nama yang sangat Nuraa kenal, bahkan kedua nama tersebut memiliki tempat istimewa di hatinya.
"Bagaimana mungkin? Tidak!" teriak Nuraa.
"Tidak mungkin mereka menikah." Undangan itu pun lolos begitu saja dari tangan Nuraa, bersamaan dengan tubuhnya yang merosot dan luruh ke lantai.

Penasaran dengan kelanjutan kisah Nuraa?

Ikuti terus dengan membaca novel ini yaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Vivi berdiri dari duduknya, wajahnya mengisyaratkan rasa tidak setuju dengan keputusan yang di ambil oleh Aska, bagi Vivi itu terlalu gegabah.

"Gak bisa gitu, Kak... kenapa harus menikah dengan Nuraa? aku gak merebut atau berselingkuh dengan suami Nuraa, Kevin belum menjadi suami Nuraa, selama janur kuning belum melengkung, itu bukan masalah yang besar."

"Paling hanya seminggu Nuraa bersedih, setelahnya dia akan hidup normal seperti biasanya, bagaimana bisa kakak menikah dengan orang yang tidak kakak cintai?"

Mendengar ucapan Vivi yang keluar dengan sangat enteng dari mulutnya, hati Aska seperti di remas, dadanya terasa nyeri.

"Seru nih," timpal Evelyn tersenyum tipis di sertai dengusan.

"Eve!" tegur Bundanya dengan mata yang menatap tajam ke arah putrinya tersebut.

"Aku ngantuk, silahkan kalian lanjutkan drama keluarganya." Evelyn berdiri dari duduknya dan melangkah pergi dari ruang keluarga begitu saja.

Kedua orang tua Evelyn hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah putrinya tersebut.

"Kakak kecewa sama kamu, Vi." Lirih Aska, tubuhnya memutar dan kakinya mulai beranjak pergi begitu saja dari ruang keluarga.

"Sialan! Kenapa kamu selalu saja beruntung Nuraa," bathin Vivi.

tangannya mengepal kuat membayangkan Nuraa akan menikah dengan Aska.

Sosok lelaki yang sangat Vivi idamkan bisa menjadi pendamping hidupnya, tapi sayang semua itu hanya bisa terjadi di dalam mimpinya.

Meskipun Vivi hanyalah adik angkat, tapi ia tau tidak mungkin Aska mau menikahinya, apalagi selama ini Aska benar-benar menganggapnya sebagai adik.

Karena kenyataan itu lah yang membuat Vivi mencoba mengalihkan rasa cintanya untuk Aska, sampai akhirnya Nuraa mengenalkan dirinya dengan Kevin yang saat itu baru saja berpacaran dengan Nuraa.

Vivi merasa iri terhadap Nuraa, karena baginya Nuraa selalu saja beruntung dalam hal apapun, Nuraa bahkan terlahir dari keluarga kaya raya, ayahnya pemilik hotel bintang 5 terkenal di kota mereka, sementara ibunya pemilik beberapa restoran mewah di kota mereka.

"Sudahlah nak, biarkan saja kakak kamu seperti itu untuk sementara waktu, dia hanya kecewa karena seharusnya pernikahan kamu sebagai salah satu anggota keluarga ini justru hanya dilakukan secara tertutup, terkesan pernikahan ini adalah aib yang harus di tutupi," ujar papah angkat Vivi.

"Kenapa harus di lakukan tertutup sih, bunda gak paham sama kamu, Vi, lagian kehamilan kamu pun belum terlihat, gak akan ada orang yang mencurigai hal tersebut."

"Apa kamu dan Kevin berusaha menutupi hal ini dari Nuraa? Agar Kevin bebas berhubungan dengan Nuraa, begitu?" tebak bunda angkat Vivi.

"Gak, Bund... aku bahkan ngasih undangan khusus untuk Nuraa, dan pasti dia udah terima undangannya," jawab Vivi.

"Ya terus... apa lagi masalahnya?"

"Biar papah yang bicara sama Kevin, papah ingin tau alasan kenapa dia gak mau menikahi kamu dengan selayaknya, kamu bagian dari keluarga Wirahardja, tidak seharusnya salah satu anggota keluarga kita di perlakukan seperti ini.

Vivi yang mendengar ucapan orang tua angkatnya bukannya merasa lega, ia justru semakin gelisah, menyembunyikan kegelisahannya dengan meremas tangannya sendiri.

Bukan tanpa alasan Vivi menyetujui permintaan Kevin untuk menikah secara tertutup tanpa mengundang siapapun selain keluarga inti dari kedua belah pihak.

Memang awalnya Vivi akan mengusulkan hal tersebut, tapi untungnya Kevin lebih dulu meminta hal tersebut, sehingga Vivi tidak perlu memikirkan alasan jika Kevin bertanya kenapa dirinya meminta pernikahan secara tertutup.

"Pah... aku tau papah dan bunda tulus sayang sama aku, walaupun aku bukan darah daging kalian, aku minta maaf karena udah bikin papah dan juga bunda kecewa, tapi sekali ini aja, tolong percaya aku, dan hargai keputusanku, aku cuma butuh dukungan papah dan juga bunda, selama kalian masih ada di sampingku, aku pasti kuat menghadapi segala konsekuensi kedepannya." Vivi menatap kedua orang tuanya dengan raut wajah memelas.

Hal yang biasa ia lakukan untuk mengambil simpati kedua orang tua angkatnya juga Aska.

"Kamu yakin, Sayang?" tanya bunda angkat Vivi penuh perhatian.

"Iya, Bund... aku yakin." Jawab Vivi di sertai anggukan ringan kepalanya.

"Yasudah kalo begitu, bunda hanya bisa mendoakan semoga Kevin bisa menjadi suami yang baik untuk kamu, karena setelah kamu menikah, tanggung jawab kami sebagai orang tua sudah lepas dan beralih ke pundak Kevin sebagai suami kamu."

"Meskipun begitu, jangan sungkan untuk meminta bantuan, apalagi kalo Kevin berbuat semena-mena sama kamu."

"Iya, Bunda... Vivi akan selalu ingat itu," Vivi memaksakan senyumnya untuk kedua orang tua angkatnya.

"Huuftt hampir saja," bathin Vivi.

"Kalo gitu aku pulang dulu ya bund, papah." Vivi berdiri dari duduknya hendak menyalami tangan kedua orang tua angkatnya tersebut.

"Loh... gak nginep di sini aja, ini udah malam, Sayang," tegur Bunda angkat Vivi.

"Maaf, Bund... aku ada deadline ngerjain laporan keuangan hotel."

"Oh gitu, yasudah... kamu hati-hati di jalan." Bunda angkat Vivi berdiri dan memeluk sejenak putri angkatnya tersebut.

Kedua orang tua angkat Vivi memandangi kepergian putri angkatnya tersebut sampai tubuh Vivi benar-benar menghilang di balik tembok pembatas ruang keluarga di rumah mereka.

...****************...

Semburat cahaya matahari berhasil masuk melalui celah jendela kamar Nuraa yang semalam ia lupa menutupnya dengan rapat, sinar hangatnya mengenai tepat wajah Nuraa mengusik Nuraa yang masih tertidur. Dengan malas Nuraa membuka kedua kelopak matanya, menguap lebar sembari merentangkan kedua tangannya.

Sayup-sayup Nuraa mendengar ketukan juga suara wanita yang sudah bekerja di rumahnya selama 20 tahun tersebut.

Dengan malas Nuraa membuka pintu kamarnya.

"Non... sarapannya udah siap, ayo makan dulu," ajak bi Sarti.

Semenjak kedua orang tua Nuraa meninggal, bi Sarti memberikan seluruh perhatiannya untuk Nuraa, seperti layaknya seorang ibu.

Bi Sarti tidak memiliki anak, sementara suaminya sudah lama meninggal.

"Iya bi... aku mandi dulu ya, kita sarapan sama-sama."

"Jangan bilang bibi udah sarapan?" tebak Nuraa.

"Gak non, bibi belum sarapan kok, yaudah buruan non mandi, bibi tunggu di ruang makan."

Nuraa kembali masuk ke dalam kamarnya, sementara bi Sarti memilih untuk kembali ke dapur.

Bi Sarti yang sedang menata buah ke atas meja makan segera menghentikan pekerjaannya saat ia merasakan ponselnya bergetar di kantung daster yang ia kenakan.

"Halo den Rahardian," sapa bi Sarti di telpon.

"Gimana kabarnya keponakan saya bi? Kenapa saya telpon kok gak di angkat?"

"Oh itu... mungkin non Nuraa masih mandi den," jawab bi Sarti.

"Oh... semuanya baik-baik aja kan bi? saya di sini sedang mengurus kepindahan untuk menetap di indonesia, kebetulan masa kerja Salma menjadi guru di sini berakhir 1 minggu ke depan."

"Kami sudah sepakat akan pindah dan mengurus hotel juga restauran milik mba Wulan dan mas Rama, Bi."

"Kasihan Nuraa, pasti sangat kesepian dan juga rindu dengan kedua orang tuanya."

"Alhamdulillah semuanya baik den, non Nuraa juga sehat kok, den Rahardian gak perlu khawatir, bibi masih ada di sini," jawab bi Sarti.

"Alhamdulillah... terimakasih bi karena masih setia bekerja dengan keluarga kami."

"Tentu saja den, keluarga MAHENDRA sangat berjasa untuk bibi dan mendiang suami bibi, bibi gak akan melupakan hal tersebut," mata bi Sarti mulai berkaca-kaca teringat semua kebaikan kedua orang tua Nuraa terhadapnya dulu.

"Bibi lagi telponan sama siapa sih?" tanya Nuraa yang tiba-tiba saja sudah berada di belakang bi Sarti.

Bi Sarti tersentak, kedua bahunya terangkat karena terkejut dengan Nuraa yang tiba-tiba saja sudah berada di belakang tubuhnya.

"Ini paman non Nuraa telpon," jawab bi Sarti.

"Pas banget... aku harus minta nomor om Chandra sama om Ardi, bahaya banget kalo tikus di hotel gak segera di basmi." bathin Nuraa.

Bersambung...

1
D_wiwied
endingnya koq gantung ya rasanya
Dhira: coba deh baca novelku yg judulnya pembalasan senyap sang istri sah kak...kali aja suka sama alur ceritanya hehehe...
total 3 replies
D_wiwied
si aska ini jd lelaki krg tegas, gampang bgt terpengaruh, untung aj Nuraa udh cinta jd bs menerima
D_wiwied
go kepin, segera ambil diary vivi, baca isinya apa aja
D_wiwied
karena Nuraa nunggu pria yg benar2 tepat, bahagia selalu ya kalian berdua Azka Nuraa
D_wiwied
apalah daya jiwa missqueen ku meronta rontaaaa 😆😆
Dhira: 🤣🤣🤣🤣 wkwkwkw
total 1 replies
D_wiwied
kalo sampe percaya berarti kamu mmg bodoh Ka
D_wiwied
apa hakmu nglarang2
D_wiwied
bunda lupa klo punya anak kandung mlh lbh mentingin si anak tiri yg gatau diri, heran deh koq bisa ya berlaku tdk adil bahkan selalu negatif thinking sm anak sendiri 🤔😠
D_wiwied
Nura nya emang pingin dihukum tu 😁
D_wiwied
heeehhh terus yg kemarin di apart apa piiin, amnesia ya kamu pake ga ngaku udah ena2 ma vivi
D_wiwied: sama2 kak, aku baru nemu novel ini ceritanya bagus so far 👍
total 2 replies
D_wiwied
yaa begitulah cewek, baju selemari tp bingung pake yg mana 😆😁😁
Rismawati Damhoeri
kenapa nggak ke rumah nuraa aja?, kan punya rumah mewah juga, suka2 mau ngapain berdua, drpd satu rumah 3 kk
Dhira: makasih yaa udah luangin waktu buat baca novel aku...trimakasih kak hehehe
total 2 replies
Astri Maulina
novelnya bagus kak ... semangat ya
Dhira: terimakasih kak...baca novel aku yang lain juga dong hehehe...kalo lagi banyak waktu luang yaa..
total 1 replies
D_wiwied
lepasin aja si kepin, mup on cari lg yg lain yg lebih segalanya dr si mantan
D_wiwied
rubah licik
D_wiwied
tadinya masih mikir jangan2 kepin dijebak sm vivi, ternyata... kepin ta sepolos yg ku kira 🤭😱
Nur Hafidah
belum sadra juga kebangeten ibunya aska,kasihan evelyn dirumah sendiri malah diabaikan demi anak pungut ratu drama
Nur Hafidah
kenapa ibu dan ayahnya azka belum sadar juga siapa vivi sebenarnya ya,yang suka drama
Nur Hafidah
Selamat nura semoga samawa
Nur Hafidah
makanya jadi orang jangan jahat kamu vi,kena juga kan dikerjain sama si kevin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!