Instagram : @blueskyma_1
Seorang gadis cantik tersenyum kecut menatap pantai yang ombaknya terombang-ambing kesana kemari, meratapi kepedihannya saat ini.
Begitu takdir tidak memihak kepadanya. . .
"Aku setuju untuk segera melangsungkan pernikahan" ucap laki-laki itu datar dan sama dinginnya dengan angin pantai malam ini.
"Aku tidak segila itu Gem!" sentak Mou.
"Jangan mempersulit segalanya Mou! , kita saling mencintai, dan keluarga kita juga merestuinya" ucap Gemilang yang terus menatap ombak.
"Aku tidak pernah mengatakan mencintaimu" ucap Mou yang mulai terisak "bagaimana mungkin Gem, aku mengkhianati sahabatku sendiri" ucap Mou memukul pelan lengan Gemilang yang berada disampingnya.
"Aku tidak perduli!"
"Dia sahabat kita Gem, dia sedang sakit. . . apakah kamu berniat membuat sakitnya semakin parah" Mou menangis begitu pilu, membuat Gemilang tidak tega melihatnya , lalu memeluk gadis yang dicintainya itu begitu erat.
"Kita harus bagaimana Gem?" ucap Mou disel
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ema, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
03 ~ Tunangan?
Ibel mengangguk kemudian bergantian menatap ketiga laki-laki yang sedang kebingungan itu.
"Gem" panggil Ibel mengulas senyum liciknya
Gemilang mengangkat wajahnya dengan datar "Hem"
"Help me please?" Ucap Ibel dengan puppy eyes nya.
Gemilang mendengus kesal "apa!".
Ibel mendekat kan bibirnya pada telinga Mou, ia membisikkan rencana liciknya..
Mou membesarkan matanya seketika "apa?!" ucap Mou Kemudian menggeleng.
"Cowo kaya gitu emang perlu dikasih pelajaran biar dia nyesel Mou udah mencampakkan sahabat ku yang cantik ini".
Ibel menarik tangan Mou untuk berdiri kemudian ia juga menarik paksa Gemilang yang sedang menyesap kopinya.
"Apaan sih bel!" gerutu Gemilang.
Namun ibel tak perduli ia tetap menarik tangan Mou dan Gemilang untuk mengikuti langkah kakinya.
Tujuannya adalah meja paling ujung, tempat dimana kampret itu berada.
"Haiii Bar" sapa ibel dengan penuh penekanan.
Mata Bara terkesiap ketika melihat Mou juga berada disana. "Hai juga bel" ucap Bara memaksakan senyumnya.
"boleh gabung sebentar nggak?" ucap Ibel penuh drama.
"silahkan" ucap Bara dengan santai, namun berbeda dengan wanita yang berada disamping Bara, ia sepertinya kurang nyaman dengan kehadiran mereka.
Ibel mendorong Gemilang dan Mou yang tampak mematung itu agar duduk dihadapan Bara dan pacarnya.
"bel!" sentak Gem dengan pelan dan menatap tajam pada Ibel, tapi anehnya ia tetap menuruti sahabatnya itu karena juga penasaran dengan rencana liciknya.
Setelah mereka duduk berdua, Ibel juga ikut duduk di kursi single, lalu menatap Bara dan pacarnya dengan seksama.
ia menggelengkan kepalanya "masih mendingan Mou kemana-mana" gumam Ibel lirih.
"apa bel?" tanya Bara yang mendengar suara itu dengan samar.
"Eh enggak kok Bar, ini loh mumpung kita ketemu disini. . . Eh, btw dia cewe Lo" ucapnya menatap wanita seksi dengan baju yang tidak pantas itu.
Bara tampak menggaruk tengkuknya "i iya" ucapnya memaksakan senyumnya.
"pas banget ya" ucap Ibel tersenyum begitu lebar.
Bara mengerutkan keningnya "pas apanya?" tanya nya bingung, masih tidak paham kenapa Ibel , Mou dan juga laki-laki yang tidak ia kenal ini berada di sini.
"kenalin ini Gemilang" ucap Ibel menunjuk Gemilang yang terlihat acuh.
"pacar nya Mo, sebentar lagi mau tunangan" ucap Ibel yang membuat Bara hampir saja tersedak ludahnya sendiri.
Sedangkan Gemilang dan Mou tampak membelalakkan matanya tak percaya oleh apa yang dikatakan Ibel,
Ibel mengedipkan sebelah matanya memberi kode pada dua manusia yang tampak kaget itu.
"tu tunangan?" ulang Bara seolah tak percaya.
"iya dong. . . iya kan Mo" ucap Ibel melemparkan pandangan pada Mou yang masih tampak linglung.
Sejujurnya sangat sakit sekali ketika melihat orang yang dicintainya, sedang bersama wanita lain di dipan matanya.
Namun ia harus kuat, tidak boleh lemah agar Bara bisa melihat dirinya baik-baik saja tanpa hadirnya, meskipun itu semua adalah bohong.
ia masih sering menangis ditengah malam, hanya karena mengingat begitu banyak kenangan yang mereka lukis bersama , selama ini.
"i iya" ucap Mou lalu mengalihkan pandangannya pada Gemilang.
"tuh kan pas banget, tahu nggak bar mereka itu manis banget loh. . . Gemilang memperlakukan Mou dengan baik" ucap Ibel penuh dengan sindiran.
"Tapi untuk yang kali ini gue pastiin jadi nikah deh, nggak kayak yang kemaren" tambah Ibel mengompori.
Bara masih saja mematung dan mengamati dua manusia yang tampak memakai kaos senada itu, tapi masih saja rasanya ia tak percaya.
Mou yang ia kenal akan selalu mengejar-ngejar nya meskipun ia berkhianat dengan wanita lain, Mou yang ia kenal akan selalu berusaha mendapatkan kembali cintanya.
Dan satu lagi, Mou tidak pernah dekat dengan laki-laki manapun kecuali dirinya.
Mata Mou mulai memanas ketika ditatap sedemikian oleh Bara, dadanya benar-benar sesak sekali.
Namun ia menoleh ketika merasakan pundaknya dirangkul oleh seseorang, matanya menatap bingung pada sosok Gemilang yang melakukan itu padanya.
"Mou bisa ikut aku sebentar" ucap Bara yang sudah tidak tahan lagi.
Baru saja Mou ingin menjawabnya namun Gemilang sudah bersuara terlebih dahulu.
"tidak bisa!" ucapnya singkat namun penuh penekanan.
Ibel tersenyum pada Gemilang yang nampaknya sudah mulai peka dengan permainannya.
.
.
.
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR GAESSS 💋
dah setiap ganti dan bikin email baru, download ulang kisah ini Abang gem dan mou..😭😭
baca lagi..
ulang lagi..
baca lagi..
baper nya bikin gamon😭😭