NovelToon NovelToon
Ibu Susu Untuk Reina

Ibu Susu Untuk Reina

Status: tamat
Genre:CEO / Single Mom / Janda / Hamil di luar nikah / Romansa / Ibu susu / Tamat
Popularitas:30k
Nilai: 5
Nama Author: Chika Ssi

Gendis baru saja melahirkan, tetapi bayinya tak kunjung diberikan usai lelahnya mempertaruhkan nyawa. Jangankan melihat wajahnya, bahkan dia tidak tahu jenis kelamin bayi yang sudah dilahirkan. Tim medis justru mengatakan bahwa bayinya tidak selamat.

Di tengah rasa frustrasinya, Gendis kembali bertemu dengan Hiro. Seorang kolega bisnis di masa lalu. Dia meminta bantuan Gendis untuk menjadi ibu susu putrinya.

Awalnya Gendis menolak, tetapi naluri seorang ibu mendorongnya untuk menyusui Reina, putri Hiro. Berawal dari menyusui, mulai timbul rasa nyaman dan bergantung pada kehadiran Hiro. Akankah rasa cinta itu terus berkembang, ataukah harus berganti kecewa karena rahasia Hiro yang terungkap seiring berjalannya waktu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chika Ssi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4. Titik Lemah Seorang Ibu

Gendis terdiam seketika. Dia ingin sekali berteriak bahwa telah kehilangan bayinya. Akan tetapi, entah mengapa dia tidak sanggup.

Alam bawah sadar Gendis masih mengharap bahwa anaknya tak benar-benar pergi. Dia masih berharap bahwa ada kesalahan yang terjadi. Gendis berharap bayinya tertukar dengan orang lain.

Akan tetapi, sekuat apa pun Gendis menolak kenyataan, semuanya buntu. Bayinya tak pernah ada dalam pelukan. Ayaka pun menjadi saksi pemakaman bayinya.

"Kamu juga bisa mengosongkan ...." Hiro menahan ucapan dan hanya melirik dada Gendis yang semakin basah.

"Aku nggak mau. ASI-ku hanya untuk anakku." Gendis balik kanan, ketika sekretaris Hiro datang.

Ren membungkuk kepada Gendis sebagai tanda hormat. Gendis hanya mengangguk sekilas sebelum akhirnya berjalan tertatih meninggalkan ruang IGD. Namun, langkahnya terhenti ketika Hiro kembali memanggil namanya.

Gendis menoleh lagi. Tubuhnya berputar menghadap Hiro. Lelaki tersebut mengambil alih tas yang dibawa oleh Ren.

Hiro duduk berjongkok di depan Gendis, lalu menyodorkan sepasang sandal crocks. Hiro memegang pergelangan kaki Gendis. Awalnya perempuan tersebut menghindar, tetapi Hiro kini mendongak dan menatapnya lembut.

"Pakai, sandal ini atau mau kugendong sampai ke mobil?"

Mendadak Gendis kembali teringat kejadian setahun lalu. Saat di mana Gendis digendong oleh Hiro keluar dari restoran Jepang ketika selesai rapat. Gendis langsung menggeleng.

Perempuan tersebut bergegas melepas sepatu hak tingginya. Gendis sedikit meringis menahan perih. Dia pun langsung memakai sandal tersebut.

"Ren akan mengantarmu pulang. Tolong pikirkan lagi soal menjadi ibu susu untuk Reina. Aku sangat mengharapkan bantuanmu, Ndis." Suara Hiro semakin lembut.

Namun, hal itu tak serta merta membuat Gendis langsung luluh. Ketika dia hendak kembali melangkah, tiba-tiba terdengar jeritan dan tangis. Hiro pun menoleh ke arah ruang IGD.

"Ren, tolong antar Gendis pulang. Aku akan di sini sampai kondisi Reina membaik."

"Baik, Pak." Ren mengangguk, lalu merentangkan tangan untuk memberikan isyarat agar Gendis jalan lebih dulu.

Hiro tak lagi menghiraukan Gendis. Dia berjalan cepat dan masuk ke IGD. Gendis masih mematung.

Mendengar jerit tangis Reina membuat dadanya yang penuh semakin berdenyut. Perempuan tersebut kini balik arah. Perlahan melangkah mendekati pintu IGD.

Hiro kini tengah menggendong bayi mungil dengan selang infus yang menancap pada kakinya. Reina menangis dan meronta seakan tengah merasakan sakit luar biasa. Gendis terdorong untuk mendekat.

"Boleh aku ... menggendongnya?" tanya Gendis ragu dengan suara bergetar.

Sontak Hiro menoleh. Dia menautkan kedua alisnya. Tatapan Gendis begitu lembut ketika melihat Reina.

Hiro mengalihkan tatapannya kepada Reina. Bayi berusia dua bulan tersebut masih menangis dan sedikit meronta. Akhirnya Hiro menatap Gendis, lantas mengangguk.

Gendis melangkah pelan mendekati Hiro. Ketika jemarinya menyentuh kulit Reina, ada getaran aneh yang dia rasakan. Lembut dan rapuh, adalah kesan pertama yang membuat Gendis langsung berkaca-kaca.

"Ternyata begini rasanya menyentuh bayi." Dada Gendis mendadak sesak.

"Jika saja anakku ... jika saja dia ...." Suara Gendis mulai bergetar hebat dan tangisnya akhirnya pecah.

Hal itu membuat Reina menangis semakin kencang. Hiro yang menyadari putrinya terganggu akhirnya mendekati Gendis. Dia menyentuh bahu perempuan tersebut sehingga membuatnya mendongak.

"Jika kamu masih belum bisa menenangkan diri sendiri, jangan pegang bayi yang sedang menangis, Ndis." Nada bicara Hiro dingin, tetapi ada ketegasan di sana.

Gendis langsung melirihkan suara tangisnya. Napasnya sesekali tersengal. Perlahan dia menatap Reina yang juga mulai berhenti menangis.

Mata bayi itu menatapnya. Bibirnya masih tampak melengkung ke bawah, tetapi sekarang sudah lebih tenang. Sejak Gendis lahir di dunia baru kali ini dia menyentuh dan menggendong bayi.

Air mata Reina belum benar-benar mengering. Bayi mungil itu perlahan menggerakkan tangan untuk menyentuh wajah Gendis secara reflek. Gendis menahan tangan mungil Reina agar tetap ada di wajahnya, lalu memejamkan mata seakan tengah meresapi sentuhan lemah bayi berusia 2 bulan tersebut.

"Aku akan menjadi ibu susu untuk Reina."

Kalimat tersebut meluncur begitu saja dari bibir Gendis. Perempuan yang belum lama menolak keinginan Hiro itu dengan mudahnya berubah pikiran. Sentuhan kecil reflek dari Reina berhasil mengubah segalanya.

Perlahan Gendis membuka matanya. Tanpa sengaja dia menangkap senyum kecil yang terukir di bibir Reina. Bayi tersebut kini terlelap tenang dalam dekapannya.

Gendis mulai mendekatkan wajahnya pada tangan Reina. Dia mengecup jemari mungil itu penuh kasih. Setelah puas memandang wajah Reina, Gendis mengembalikannya kepada Hiro.

"Aku harus pulang dulu untuk memompa ASI. Kita bicarakan lagi soal ini nanti." Gendis balik kanan dan keluar dari IGD.

Ren sudah menunggunya di luar ruangan tersebut. Dia memiringkan tubuh dan sedikit membungkuk untuk mempersilahkan Gendis jalan lebih dulu. Perempuan tersebut pun akhirnya berjalan di depan.

Langkah Gendis terasa ringan sekaligus berat. Sandal crocs yang diberikan Hiro menimbulkan suara pelan setiap kali menghantam lantai rumah sakit. Di balik tubuhnya yang tegak, dadanya bergetar hebat, seolah setiap tarikan napas membawa serpihan kaca yang menusuk ke dalam rongga.

Ren berjalan setengah langkah di belakang Gendis, menjaga jarak sopan. Sesekali lelaki tersebut melirik wajah pucat yang dipenuhi sisa air mata itu. Namun, Ren tak berani membuka suara. Aura Gendis seperti benteng baja yang rapuh di dalam, tetapi terlalu kokoh untuk disentuh.

Begitu mereka keluar dari lorong rumah sakit, udara malam menyergap. Angin lembap membawa aroma antiseptik yang bercampur dengan bau tanah basah. Langkah Gendis terhenti sejenak. Matanya menatap kosong pada bayangan dirinya yang terpantul samar di kaca pintu mobil. Bayangan seorang perempuan yang kehilangan arah.

Ren segera membukakan pintu. Gendis masuk tanpa sepatah kata. Mobil pun melaju, meninggalkan cahaya rumah sakit yang kian mengecil di kaca spion.

Sepanjang perjalanan, Gendis tidak bersuara. Matanya menerawang menatap jalanan kota yang dipenuhi lampu neon. Namun, pikirannya masih tertahan di ruang IGD. Sentuhan tangan bayi mungil bernama Reina itu masih terasa jelas. Seolah kehangatan yang singkat itu telah menyalakan bara di hatinya.

"Jika saja ...." Gumam Gendis nyaris tak terdengar.

Mobil meluncur mulus. Ren hanya sesekali memandang lewat kaca spion, memastikan Gendis baik-baik saja. Setelah satu jam perjalanan, mereka tiba di rumah kompleks apartemen yang tinggi menjulang.

Ren turun lebih dulu, lalu membuka pintu. Gendis melangkah turun dengan sandal yang masih menggantikan sepatu haknya. Dia menoleh sekilas kepada Ren.

"Terima kasih, Pak." Gendis setengah membungkuk.

Ren pun membungkuk sopan, lalu pergi. Gendis masuk ke lobi apartemen dan berdiri di depan pintu elevator yang masih tertutup rapat. Tak ada suara selain detak jam di pergelangan tangannya.

Pintu elevator terbuka dan membawanya ke unit apartemen milik Gendis. Saat kunci diputar, udara dingin dari dalam menyambut. Ruangan itu begitu luas, tetapi terasa hampa. Hanya terdengar gema langkah kakinya sendiri.

Perempuan itu akhirnya mengempaskan tubuh di sofa. Lengan kirinya masih terasa hangat, bekas dekap Reina tadi. Air matanya kembali jatuh tanpa bisa dia cegah.

Mengapa anakku tak bisa berada di sini? Mengapa yang kutimang hanya bayangan?

Telepon genggam di meja bergetar. Nama Ayaka tertera di layar. Gendis menatap lama sebelum akhirnya menggeser tombol hijau.

"Gendis?" Suara di seberang terdengar sangat cemas.

"Aku dengar kabar kalau kamu tadi pergi ke rumah sakit?"

1
Ana Akhwat
Sebenarnya ceritanya bagus,hanya karena terlalu banyak dramanya akhirnya saya lompati langsung baca di akhir bab🤭
Nani heri Upitarini
sat set dong....bergerak dlm senyap,...
Ika Yanti Unyil
setelah lewati berbagai hal.akhirnya hiro bisa bersatu dengan gendis
aksara bener2 superhero untuk mereka
terima kasih bacaannya thor
terus semangat berkarya thor ❤️❤️❤️❤️
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻 bikin mewek. salut sama penantian cinta dan semangatnya Hiro.🥰🥰 semangat Thor 💪🙏🏻
Debora Dwi
mungkin Reina anak kk Hiro, suami Yumi? 🤔
Esther
Happy ending.
Akhirnya sah Hiro dan Gendis
Meski ada hati yang terluka dibalik kebahagiaan mereka.
Semangat Aksara
tiara
akhirnya berakhir bahagia kehidupan Hiro dan Gendis.terima kasih karyanya thor semangat berkarya sehat selalu
Bisa Pesan Cover di Saya: Makasiiih kakkk, sudah bersedia baca karyaku yang jauh dari kata sempurna ini sampai akhir. Baca juga karya baruku yaaa
total 1 replies
ovi eliani
Alhamdulillah akhirnya syah juga , cinta sejati diantar mereka sdh terlaksana melalui akad nikah yg sakral semoga bahagia , menjadi keluarga SAMAWA Hiro dan gendis BTW jgn Lupa Buatin adek buat Reina ya thor , semangat thor di tunggu cerita yg lainnya, klo bisa squel nya cerita hiro dan gendis menceritakan hiro dan gendis anaknya aksara , tetima kasih author🙏
ovi eliani: oke siap Insya Allah🙏
total 2 replies
ovi eliani
Alhamdulillah akhirnya hiro sadar semoga semua berakhir dengan bahagia , baik hiro gendis dan reina bersatu sampai kakek nenek . terima kasih ini cerita yg kunantikan istimewa . vote dan bunga untuk mu thor semangat thor selalu berkarya yg terbaik 🙏
Esther
Hiro terselamatkan demi Gendis dan Reina.
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
ovi eliani
terkadang aku baca cerita author ada harapan hiro sembuh, terkadang harapan palsu pliss thor jgn membuat cerita ini seolah ingin panjang dan menyakit kan banyak orang, berilah secerca harapan buat mereka gendis , jiro dan reina , terutam yg baca. jgn terlaku berlarut dalam cerita menyedihkan hinga membuat pembaca kadang menanti kadang tidak diaini pwrlu ketegasan. maaf ini hanya komentar thor semangat thor🙏
ovi eliani: saya suka gaya elo👍
total 2 replies
Esther
😭😭 nangis lagi bacanya
Esther
semoga hasil pemeriksaan lanjutannya baik...semangat Hiro untuk sehat
ovi eliani
ngak busa berkata apa semua kata sefihb, bahagia semua menjadi satu, semoga hasil ya baik hiro bisa sehat, semua karena kekuatan cinta meteka bertiga saling yayangi satu sama lain terima kasih thor ceritanya keren banget perjuangan yg tak mengenal rasa lelah dan cinta yg sesunggunya.
Esther
ceritanya bagus 👍👍
Esther
semoga Hiro mendapatkan kesembuhan dan mendampingi Reina sampai dewasa.
Aksara....pengorbananmu untuk Gendis dan Hiro begitu luar biasa
ovi eliani
Subahanallah, ya Allah semoga berhalan lancar, Hiro bisa sembuh dari sakitnya karena waki nikah reina adalah hiro biarkan mereka menjadi keluarga kecil bahagia, di mana hiro fendis dan reina bersatu. ubtyk aksara tetima kasih cari wanita yg lain untuk mu. buat author keren keren👍
tiara
huhuhu bingung kasian Hiro juga Aksara,mereka orang-orang yang baik tapi menghadapi situasi yang sulit
Esther
masih berapa part nih episode sedihnya😭.
Hiro-Gendis-Aksara......kemana hati akan berlabuh
tiara
huhuhu sediih jadinya kan, apakah Gendis menikah dengan Aksara ya, karea Hiro sepertinya kritis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!