Nama saya Yuda, Saya siswa SMA tahun ke 2. Kehidupan sekolah saya tidak ada yang istimewa. Tetapi ada seseorang yang sangat saya sukai dari tahun pertama sekolah, saya mengejar cintanya selama 2 tahun, namun tidak mendapatkan respon dan berujung penolakan yang menyakitkan. Sampai suatu saat saya mulai membuka mata saya, berapa banyak waktu yang saya buang sia-sia hanya untuk wanita yang tidak mencintai saya. Namun ini hanya permulaan dari cerita tahun ke 2 saya di sekolah. Dimana saya akhirnya memilih untuk melangkah maju dan berhenti membuang waktu, saya memutuskan untuk berhenti mengejar cintanya dan menjalin hubungan pertemanan dengan teman-teman lainnya. Berusaha mengupgrade diri dan mencoba membuka hati untuk orang baru walau rasa trauma dari orang lama masih membekas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dame Dha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 4 Rencana
~ Sudut pandang Yuki ~
Kejadian dilorong sekolah antara aku, Citra dan Yuda masih terbayang-bayang di pikiranku. Aku sangat penasaran apa yang direncanakan Yuda saat ini.
Rasa penasaran itu tanpa sada mendorongku untuk ingin tahu lebih banyak. Aku berada di lorong sekolah lantai 2 dan melihat mereka berdua dari kejauhan yang sedang membicarakan sesuatu.
Dilihat dari ekspresi wajah Citra yang tampak aneh semakin membuatku penasaran. Aku nampaknya harus mengirim pesan chat ke Citra untuk memastikannya.
Aku pun keluar dari sekolah untuk menuju tempat makan yang ada di seberang jalan. Sebelum pulang kerumah aku ingin mengisi perut ku yang kosong. Apalagi setelah banyak terjadi sesuatu padaku hari ini, rasa lapar sudah tidak tertahan lagi.
Setelah memesan makanan aku membuka smartphone ku. Aku mengirim pesan chat ke Citra untuk mengajaknya ketemuan besok saat akhir pekan.
Tak lama berselang Citra membalas pesan ku. Dia tidak keberatan untuk ketemuan dan dia akan menunggu menungguku di sebuah kafe yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya.
Ketika aku terlalu fokus pada smarthphone ku tiba-tiba ada yang menyapaku dan memanggil namaku.
"Yuki, boleh aku duduk disini"
Dia adalah Dennis, senior dari kelas 3 dan kapten tim sepak bola. Dia adalah salah satu siswa populer disekolah.
"Kak Dennis, boleh silahkan duduk saja kak" jawabku.
Apa tidak apa-apa aku duduk dengan kak Dennis berduaan seperti ini, kalau ada siswa lain yang melihat ini bisa jadi rumor yang tidak mengenakan.
Apalagi kak Dennis sangat populer di sekolah, aku tidak ingin berurusan dengan para siswi senior dikelas 3 yang mengidolakan kak Dennis.
Situasi jadi sangat canggung, akhirnya makanan yang ku pesan datang, aku pun langsung menyantap makanan ku dan bergegas untuk pulang.
"Eh..sudah selesai, cepat banget makannya" ucap kak Dennis.
"Iya kak, aku lagi buru-buru soalnya, duluan ya kak" jawab ku
Setelah membayar bill, aku pun keluar dari tempat makan itu, kak Dennis sepertinya sadar kalau aku menghindarinya, jadi dia tidak mengatakan apapun saat aku pergi.
Setelah perjalanan pulang menaiki taksi, aku pun sampai di rumah, aku ingin cepat mandi dan segera istirahat. Tubuhku terasa sangat lelah dengan apa yang terjadi selama hari ini.
~ Sudut pandang Citra ~
Setelah mengobrol dengan Yuda, aku pun pulang kerumah di jemput oleh ayahku. Di tengah perjalan smarthphone ku berbunyi, setelah ku periksa ternyata adalah pesan chat dari Yuki.
Dia mengajak ku besok untuk ketemuan. Katanya dia ingin membicarakan suatu. Pasti soal kejadian dilorong sekolah dengan Yuda tadi.
Besok adalah akhir pekan, mungkin aku harus mempertemukan Yuki dan Yuda untuk mendamaikan mereka, bagaimanapun aku adalah ketua kelas. Aku tidak ingin ada ketegangan di kelas yang ku pimpin.
Aku mengajak Yuki untuk bertemu di Jordan kafe tempat Yuda bekerja saat akhir pekan. Aku harus membuat mereka berdamai secepatnya.
Aku tidak ingin ikut campur dalam urusan perasaan pribadi mereka, aku hanya ingin agar teman-temanku tidak saling membenci satu sama lain.
Waktu dan tempat sudah di rencanakan, sekarang tinggal menunggu saatnya tiba untuk eksekusi.
~ Sudut pandang Yuda ~
Akhir pekan di mulai, Pagi hari jam 05:00 aku selalu jadi orang yang bangun paling pertama. Setelah mencuci muka dan menggosok gigi, aku langsung pergi keluar rumah untuk jogging.
Biasanya orang-orang banyak jogging di taman atau sekitar stadion, tapi aku lebih suka tempat sepi seperti persawahan dan perkebunan karet. Disana aku bebas melakukan gerakan apapun tanda di lihat orang banyak.
1 jam jogging dan aku kembali kerumah jam 06:00. Ketika aku kembali biasanya tante July sedang memasak di dapur, paman sedang memanaskan mobil di garasi, dan Yui masih di kamarnya.
Karena berkeringat aku langsung pergi ke kamar mandi, selesai mandi dan berpakain aku mengetuk pintu kamar Yui untuk membangunkannya.
"Yui...bangun...bentar lagi sarapan" ucapku sambil mengetuk pintu kamar Yui.
Yui pun membuka pintu dan keluar dari kamarnya dengan kondisi terburuknya. Biasanya dia tidak suka mandi pagi hari saat weekend.
Dugaanku benar, bukannya mandi dia malah duduk di sofa dan kembali rebahan. Ini selalu jadi kegiatanku setiap pagi akhir pekan. Yaitu memaksa Yui untuk mandi.
Ketika Yui sedang rebahan di sofa, aku langsung mengangkat tubuhnya yang kecil dan ringan ke pundak ku seperti sedang mengangkat karung beras.
"Aaaa...kak Yuu...." Yui berteriak sekeras-kerasnya.
Aku masukan di ke kamar mandi dan aku kunci dari luar agar dia tidak kabur.
"Kalau malas mandi setidaknya cuci muka mu itu, kalau tidak kamu akan dikurung disana sampai siang" tegurku pada Yui.
Aku menjalankan peranku sebagai kakak laki-laki untuk Yui, tentu saja aku ingin Yui lebih memperhatikan dirinya sendiri.
Dia sudah kelas 1 SMA tapi masih tapi masih sangat acuh soal penampilan, dia bilang dia tidak mau menonjol dan jadi incaran laki-laki disekolah.
Yui termasuk cerdas di kelasnya, tapi karena kurang memperhatikan penampilannya dia jadi kurang populer.
Gaya bicaranya juga slengean dan tidak ada manis-manisnya. Karena aku sudah tinggal bersamanya selama 10 tahun aku sudah terbiasa melihatnya seperti itu.
Tapi untuk teman-sekelasnya mungkin tidak begitu, Bagaimana seorang gadis cerdas dengan wajah imut seperti Yui tapi dengan pembawaan seperti anak preman pasar yang tidak mencerminkan kecerdasan dan wajah imutnya sama sekali.
Setelah bergulat dengan permasalahan Yui, tante July memanggil kami semua untuk makan pagi bersama.
Jam 07:00 pagi aku dan paman berangkat menuju kafe untuk mempersiapkan semua keperluan, mulai dari mengisi ulang bahan-bahan, membersihkan semua meja kursi dan lantai.
Jam 10:00 pagi tanda kafe buka pun di letakkan di depan pintu utama, seperti biasa aku bertugas sebagai pelayan yang ramah dan selalu tersenyum pada pelanggan.
~Sudut pandang Citra~
Jam 11:00 aku menghubungi Yuki kalau aku akan berangkat sebentar lagi menuju Jordan kafe. Aku menaiki taksi dari rumah selama 15 menit hingga sampai ketujuan.
Sesampainya di kafe, aku menunggu Yuki di kursi depan kafe, aku akan masuk kedalam kafe bersama dengan Yuki.
Dari luar aku melihat kedalam kafe, Yuda sedang melayani pelanggan dengan wajahnya yang ramah. Aku ingin menunjukan pada Yuki wajah Yuda yang sesungguhnya.
Yuki memang sudah menolak Yuda dengan pahit, tapi bukan berarti dia harus membenci Yuda juga, mereka masih bisa saling berbicara dan Yuda tidak perlu Menjauhi Yuki sampai menjadi orang asing.
Aku juga akan memberi tahu Yuki kalau aku dan Yuda sudah sepakat untuk bertukar tempat duduk.
Aku akan duduk disamping Yuki di meja nomor 3 sebelah kanan, sementara Yuda duduk menggantikanku di meja nomor 1 sebelah kiri. Yuda akan duduk disamping Raphtalia.
~Sudut pandang Yuki~
Jam 11:10 aku bergegas menuju tempat janjian aku dan Citra, Sebuah kafe sederhana bernama Jordan kafe. Aku belum pernah datang kesini sebelumnya.
Sesampainya di depan kafe, aku melihat Citra sedang duduk menungguku di kursi depan. Aku pun bergegas menghampirnya dan minta maaf karena datang terlambat.
"Citra maaf banget, kamu sudah lama ya nunggu disini" ucapku sambil menghela nafas karena berlari menghampiri Citra.
"Nggak lama kok, kalau begitu kita langsung masuk saja, hari weekend biasanya kafe ini sangat rame jadi ku harap masih ada tempat duduk yang kosong" jawab citra dengan ramah.
Kami berdua masuk dengan Citra berjalan di depanku dan aku mengikutinya dibelakang.
-Terima kasih sudah membaca cerita saya. Untuk ilustrasi karakter cerita ini bisa lihat di Trending akun saya.
Jika ada kritik dan saran silahkan DM saya dan jangan sungkan-sungkan :D