NovelToon NovelToon
Istri Bayangan Tuan Buta

Istri Bayangan Tuan Buta

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:17k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Keseharian Lana menjadi pendamping Tuan Buta untuk menjadi pengganti istrinya yang sering keluar dengan pria lain itu berbuah kebingungan. Itu terjadi ketika Tuan buta itu sembuh dari kebutaannya. Dia mengira selama ini istrinyalah yang mendampinginya. Keberadaan Lana lenyap seketika tanpa berbekas.

Apa yang akan terjadi ketika semua kebiasaan yang ia pikir adalah milik istrinya itu tidak nampak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 4 Kehidupan gadis petugas kebersihan.

Pukul setengah tujuh petang, Lana baru saja pulang kerja. Ia mengeluarkan kunci dari dalam tasnya. Namun ketika kunci di masukkan ke dalam lubang kunci di pintu, benda itu tidak bisa di gerakkan. Sepetinya ada kunci lain di balik pintu. Lana segera mencabut kuncinya dan memutar kenop pintu. Rupanya pintu tidak di kunci. Ia mengintip ke balik pintu, dugaannya benar. Ada kunci lain di balik pintu.

Jadi paman ada di rumah? Lana menghela napas kasar. Padahal beberapa hari paman Yoni tidak pulang. Ia sudah bernapas lega karena itu. Bola mata Lana beredar ke seluruh ruangan yang luas, tapi lusuh. Karena kurang perawatan, rumah ini jadi terlihat buruk. Dia tidak melihat batang hidung pamannya itu. Kaki Lana bergerak cepat menuju ke kamarnya. Dia langsung ingat soal dompetnya yang ketinggalan.

Ketika masuk kamar, ia langsung mencari dompet yang ia ingat tertinggal di atas meja rias yang ala kadarnya. Tidak ada. Ia pun mencari ke seluruh penjuru kamarnya yang sempit. Namun hasilnya sama. Lana berdecak kesal. Ia ingat soal pintu yang tidak terkunci tadi. Wajahnya langsung panik. Ia keluar kamar dengan langkah lebar.

"Paman! Paman!" teriak Lana. Hening sesaat. "Kemana orang itu?" tanya Lana gusar. Ia yakin pria itu ada di dalam rumah sekarang. "Paman! Paman!" Ia bergerak mencari pria itu di ruang tengah. "Paman! Dimana Paman?" panggil Lana tidak sabar.

"Heeiii!!" teriak suara pria kesal. Rupanya pria itu tengah tiduran di atas sofa butut di depan tv. Lana menoleh cepat. "Kenapa teriak, teriak?!" bentak paman Yoni yang sudah duduk.

"Dimana dompetku?" tanya Lana dengan penuh penekanan.

"Dompet? Kenapa tanya dompet padaku, Hah?" Paman Yoni menggaruk kepalanya hingga membuat rambut itu lebih acak-acakan daripada tadi.

"Aku ketinggalan dompet di rumah. Tadi pagi aku ingat ada di atas meja di kamar. Namun sekarang saat aku mencarinya, dompetku itu tidak ada. Aku tahu pasti paman yang mengambil dompetku," tuding Lana dengan emosi yang kentara.

"Heh, jangan seenaknya saja. Kenapa aku harus mengambil dompetmu? Bicara jangan ngawur anak bodoh!" bentak pria ini kesal.

"Aku tidak ngawur, Paman. Tidak mungkin dompetku tiba-tiba hilang karena itu ada di dalam rumah. Itu pasti Paman. Nenek selalu bilang kalau paman itu menyusahkan," geram Lana tidak bisa lagi menahan diri.

"Mulutmu itu kurang ajar. Sama kayak bapakmu," desis paman Yoni membuat Lana makin naik darah.

"Bapak itu orang baik. Beliau tidak pernah menyusahkan nenek. Jadi jangan sembarangan bicara soal bapak," ujar Lana tidak bisa menyembunyikan raut wajah marahnya. Apalagi mendengar orang membicarakan orangtuanya yang sudah meninggal dengan hinaan. Paman Yoni hanya mendengus. Mencibir pembelaan Lana tentang orang tuanya. "Kembalikan dompetku!" teriak Lana kesal.

"Berisik! Dompet mu itu di meja!" tunjuk paman Yoni dengan telunjuknya ke arah meja tv dengan kesal. Bukan kesal karena di tuduh, tapi karena ketahuan. Sudah menjadi kebiasaan pria ini meminta uang dan mengambilnya kalau melihat ada uang. Pun itu terjadi berulang kali. Baik nenek dan Lana paham betul sifat paman Yoni.

Lana langsung beranjak mendekat ke meja tv. Tepatnya di bawah meja. Ia mengambil dompetnya yang tergeletak tak terurus di sana. Namun, rasa sedihnya belum hilang ketika melihat isi dompetnya kosong. Uang gajian yang ia ambil lenyap. Tinggal KTP dan kartu BPJS yang ada. Untung saja kartu ATM lupa ia masukkan dompet. Setelah selesai mengambil uang tunai di ATM, ia masukkan ke dalam tas. Jadi beruntung tidak menjadi sasaran pria ini.

"Kemana semua uang yang ada di sini?" tanya Lana marah. Meski tidak berteriak, suara itu menunjukkan kemarahannya. Bahkan matanya juga sudah berkaca-kaca.

"Uang apa?" tanya paman Yoni kesal.

"Semua uang yang ada di dalam dompet ini tadi," tunjuk Lana pada dompetnya dengan kasar.

"Entahlah. Aku tidak tahu." Paman Yoni bersikap acuh seraya ingin rebahan lagi.

Lana segera mendekat dan mencegah pamannya tidur. "Jangan seenaknya. Paman tahu uang yang ada di sini tadi! Cepat kembalikan padaku!" pinta Lana.

"Hei! Kurang ajar kamu!" hardik paman Yoni. Pria ini mendorong lengan Lana dengan kasar. Hingga membuat tubuh Lana mundur dan hampir terjatuh ke lantai. Lalu Yoni mulai bangkit dari sofa butut itu dengan wajah marah. Lana mengeraskan kepalan tangannya.

"Berikan uangku!" teriak Lana masih menagih uang yang ada di dompetnya.

Plak! Tamparan keras mengenai pipi Lana. "Tutup mulutmu. Kamu di sini juga menyusahkan ibuku. Kamu pikir kita bahagia kamu datang ke rumah ini?" Ujung bibir Yoni tersenyum mengejek. Lana terdiam dengan mata berkaca-kaca. Pun tangannya memegang pipi kanannya yang terasa panas dan perih karena tamparan barusan. "Jangan menyebutku menyusahkan. Kamu juga menyusahkan. Seharusnya ibuku hanya perlu mengurusi dirinya sendiri, tapi kamu muncul tiba-tiba."

Tidak. Itu tidak benar, jerit Lana di dalam hati. Meski tahu kalau itu tidak benar karena ia tahu neneknya tulus merawatnya, tapi Lana merasakan hatinya sakit. Dirinya memang menumpang di rumah nenek. Itu adalah fakta.

Terdengar suara telepon berdering. Sepertinya dering telepon itu dari ponsel paman Yoni yang ada di sofa butut tadi. Syukurlah itu berhasil mengalihkan perhatiannya. Karena akhirnya pria ini menoleh ke asal ponsel berdering.

"Jangan mengatakan hal kurang ajar lagi padaku, bocah. Uang hanya sedikit saja di ributkan. Toh kamu tetap bisa tinggal di sini. Anggap saja itu uang sewa karena kamu tinggal di rumah ibuku." Setelah mengatakan itu dengan mimik wajah menyebalkan, Yoni melangkah mendekat pada ponselnya yang berdering. "Hei, apa?!" tanyanya gusar. Wajahnya makin kesal. Namun beberapa detik kemudian, raut wajah itu berubah. Yoni terlihat gembira. "Oke, oke. Jemput aku sekarang." Setelah mengatakan itu, pria itu melangkah pergi meninggalkan Lana yang masih di sana dengan pipi dan hati yang perih.

Setelah beberapa detik, Lana pun berjalan menuju ke kamarnya. Menutup pintu dan menguncinya. Dia memang salah sudah lalai meninggalkan dompet dan lupa mengunci pintu kamarnya karena ia pikir paman Yoni tidak akan pulang. Namun sepertinya ini hari yang sial untuknya.

Bruk! Lana menjatuhkan tubuhnya di lantai lalu menangis. Dengan bersandar pada pintu, ia menumpahkan kekesalan dan kemarahan dalam air mata yang berderai. "Bapak, ibu ... Aku rindu kalian berdua," lirih Lana.

...----------------...

1
Andriani
kk.... dikejar guru killer bisa lebih 100 episode... cerita lana ma kinos di lanjut donk
Aryati Ningsih
extra part dong ..biar ada gregetnya
Andriani
kak... kasih bonus chapture ya....
Andriani
akhirnya di lamar kinos si Lana...
Andriani
makin panas nih...
Kusyanti Handayani
kakkkkk otorrrr kurangggg
bikin penasaran dan dag Dig dug
Andriani
lagi kk... lanjut ceritanya... 😍😍😍
Andriani
alhamdulillah ketahuan juga... kasihan kinos apa sonia jadinya nih..
Kusyanti Handayani
lanjoot otor lady 💪
Herlin
up lagi kaka😍
LisA: Terima kasih terus baca
total 1 replies
Andriani
akhirnya ketahuan donk kamu soniaaa... biar kinos ma Lana deh🤭
Herlin
selalu menunggu kelanjutan cerita ini
LisA: Terima kasih.
total 1 replies
pawon ngebul
🤗🤗🤗🤗🤗tengkiiuuu kakak othot lana harus ama kinos ya ndak mau tau pokoknya🤭😆😆😆🤗😄😄😄
pawon ngebul
kakak othor tlg bagt tamatin getir ua zia m gara pokoknya please akoh mohon🙏🙏🙏🙏
LisA: Aku juga padamu.😘
total 3 replies
pawon ngebul
maaf kak tolong tamatin getit ya kak ga bs move on ini
pawon ngebul
kak maaf bgt tlooong bgt tamatin getir kak
q ga bs move on ama gara kak please gara zia ya kak mohon bgt dgn sangat🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Tan Lili: iya Thor....ku juga. jgn biarkan kami "getir" menanti kelanjutannya. Thx Thor
total 1 replies
Fauziah Rahma
hah?
pawon ngebul
kak tolong getir di lanjutin sampai tamat donk biar gia sama gara bahagia bersama udah nunggu lama banget hiatusnya
Asa Asa
masih di lanjut gk nih kk novel nya
Andriani
lanjut ya kk...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!