Song Jiao, di kehidupan pertamanya dia adalah Jenderal Wanita terkuat yang berhasil menguasai Dunia, tapi hidupnya berakhir begitu cepat karena sebuah penyakit bawaan yang belum ada obatnya.
Tetapi jiwa berdarah-darah Song Jiao tidak diterima di Surga maupun Neraka, hingga pada akhirnya dia harus menjalani kehidupan kedua sebagai Song Jiao yang lain, yaitu putri Raja yang kehilangan statusnya setelah gagal mengkudeta Kekuasaan Kaisar yang tidak lain adalah Kakaknya sendiri.
Terbangun di tubuh gadis muda kurus yang lemah di akhir musim dingin, ingatan asing diterima Song Jiao begitu membuka mata, dan dari dalam ingatan itu dia tau hidupnya tinggal sebatang kara, dimana orangtuanya meninggal sebelum datangnya musim dingin, lalu para pelayan yang tersisa pergi setelah mengambil seluruh harta milik keluarga Song Jiao.
Tanpa harta, tanpa kekuatan, juga tanpa orang yang bisa diandalkan. Sanggupkah Song Jiao menjalani kehidupan keduanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membentuk Pasukan Wanita
Song Jiao sadar jika ada yang mengawasinya dari kejauhan, tapi karena tidak merasakan adanya ancaman dari mereka, dia hanya sekedar waspada karena diantara orang-orang itu dia samar-samar merasakan keberadaan yang tidak asing.
Tidak lama rasa diawasi itu menghilang, membuat Song Jiao kembali fokus pada urusan yang harus segera diselesaikan di Kota Langya, sebelum melanjutkan upaya penaklukan kota selanjutnya, sembari menunggu balasan pihak Xue Long berkaitan dengan penangkapan Pangeran Xue Rong.
Tiba di tempat berkumpulnya pasukan utama Harimau Besi, Song Jiao memberi perintah pada 10 prajurit wanita yang mengikutinya untuk istirahat, sementara dia pergi mengikuti Qin Tianyu menuju tempat berkumpulnya para Jenderal dan Komandan.
Di tempat itu Song Jiao bertemu dengan Qin Zixuan, dan dari kakaknya itulah Song Jiao mendengar kabar terbaru dari Kota Beixuan, kabar tentang pengiriman empat tambahan meriam dan ratusan bola besi.
Sebenar lagi pasukan Harimau Besi akan memiliki enam meriam dan ratusan bola besi, cukup untuk mengguncang seluruh wilayah Xue Long.
"Bagaimana dengan busur silang otomatis dan anak panahnya, apa ada penambahan?"
Qin Zixuan cepat menganggukkan kepala usai mendengar pertanyaan Song Jiao.
"Seribu busur silang otomatis dan puluhan ribu anak panah dikirim bersamaan dengan enam meriam dan ratusan bola besi, dan jika perjalanan lancar, dalam dua hari persenjataan itu akan tiba di Kota ini."
Jawaban itu memuaskan Karina, membuatnya tidak sabar menunggu kedatangan persenjataan terbaru, dengan begitu orang-orang Xue Long akan tau seberapa besar daya hancur serangan yang bisa dilakukan oleh pasukan Harima Besi.
Saat ini di Xue Long banyak pihak yang terus saja meremehkan kekuatan pasukan Harimau Besi setelah menderita banyak kekalahan besar, menyebabkan banyak petinggi pasukan gugur di medan perang dan kehilangan banyak prajurit.
Tetapi tidak lama lagi mereka semua akan dibungkam oleh apa yang dinamakan kehancuran total, sebuah kehancuran yang sama sekali tidak bisa dihentikan oleh barusan pertahanan yang selama bertahun-tahun lamanya menjadi senjata utama bagi orang-orang Xue Long.
"Oh iya, Kakek telah memutuskan kembali ke Kota Beixuan untuk memastikan keamanan Kota, tapi sebelum pergi dia sempat memintaku menyampaikan sebuah pertanyaan padamu, yaitu tentang peletakkan meriam di beteng Kota Beixuan. Apa hal seperti itu bisa dilakukan?"
Qin Zixuan bertanya mewakili Qin Haoran yang telah kembali ke Kota Beixuan.
"Itu sangat bisa dilakukan, tapi buat meriam dengan ukuran yang lebih kecil, juga bola besi dalam ukuran yang lebih kecil!"
Benteng kota yang diperkuat dengan meriam bukanlah pemandangan baru bagi Song Jiao, yang mana hal seperti itu sudah biasa terlihat di Kota bentang, kota pertahanan yang ada di kehidupan pertamanya.
Qin Zixuan yang mendengar jawaban Song Jiao, cepat dia akan menyampaikan jawaban itu pada Kakeknya tanpa ada jawaban yang dikurangi ataupun di lebih-lebihkan.
Setelahnya perhatian mereka tertuju pada pembicaraan antara para Jenderal dan para Komandan, dimana mereka memiliki keputusan yang sama, yaitu begitu persenjataan baru tiba, mereka akan langsung pergi menuju Kota selanjutnya.
Jarak Kota Langya ke kota selanjutnya tidak kurang dari 200 Li, sebuah jarak yang tidak terlalu jauh, tapi juga tidak terlalu dekat.
Jika bergerak tanpa henti siang malam, setidaknya di hari ketiga mereka sudah bisa melihat keberadaan Kota Moyan, Kota yang ukurannya 2 kali lebih besar dari Kota Langya, tapi bentang Kota Moyan tidak se-kokoh benteng Kota Langya.
Kekuatan utama Kota Moyan adalah jumlah prajurit yang berjaga di Kota itu, dimana jumlah prajurit yang berjaga tidak kurang dari tiga puluh ribu prajurit, jumlah yang sangat besar untuk ukuran prajurit yang menjaga sebuah kota.
Pertemuan para petinggi pasukan Hadir Besi berlangsung singkat, dan begitu pertemuan selesai, Song Jiao pergi ke sebuah rumah yang disiapkan sebagai tempat istirahat prajurit wanita, termasuk tempat istirahat khusus untuknya.
Sebelum pergi ke tempat istirahatnya, Song Jiao lebih dulu menemui Qin Tianyu.
"Paman, bagaimana dengan prajurit yang sebelumnya aku minta, apa mereka sudah dipersiapkan?"
Bukan permintaan besar, Song Jiao hanya meminta tambahan 90 prajurit wanita, membuatnya nanti menjadi sosok Baihu, kepala atau pemimpin dari 100 prajurit.
"Mereka sudah Paman persiapkan, dan sepertinya saat ini mereka sudah menunggu di tempat tinggal prajurit wanita yang sudah lebih dulu mengikutimu!"
Song Jiao cepat menganggukkan kepala bersemangat. "Kalau begitu aku akan pergi menemui mereka!"
Dengan kecepatan yang membuat Qin Tianyu hanya bisa menggelengkan kepala, dia melihat bagaimana Song Jiao cepat menghilang dari pandangan, meninggalkan debu yang beterbangan di udara.
"Kecepatan yang luar biasa, dan entah kenapa rasanya aku ingin langsung mengangkatnya menjadi Qianhu, memimpin seribu prajurit di medan perang!"
Bukannya tidak bisa melakukannya, tapi Qin Tianyu tidak bisa melakukannya tanpa persetujuan lebih dulu dari Song Jiao.
"Hah... Nanti saja aku diskusikan tentang semua itu bersama ayah, tapi untuk sekarang sebaiknya aku istirahat! Tulang tua ini ternyata sudah tidak seperti dulu saat aku masih muda!"
Meski masih berusia di kepala 3. Qin Tianyu merasa dirinya sudah tua, tapi semua itu tentu hanya keluhan pada dirinya sendiri, dan begitu tiba di medan perang, keluhan seperti barusan tidak akan pernah dirasakan meski terus mengangkat pedang dari pagi sampai bertemu pagi di hari selanjutnya.
Di tempat berbeda, begitu tiba di tempat yang dipersiapkan untuknya dan prajuritnya, Song Jiao langsung melihat sendiri seperti apa keadaan prajurit wanita yang dipersiapkan oleh Pamannya.
Dia menyuruh mereka semua berbaris di halaman rumah yang sangat luas, cukup menampung ratusan orang.
Dari apa yang dilihatnya saat ini, 90 prajurit wanita pilihan Pamannya memang tidak mengecewakan, apalagi dari sorot mata mereka ada semangat juang yang sangat tinggi, dan karena mereka berhadapan dengannya, Song Jiao bisa memastikan mana orang yang bisa setia, dan mana yang kemungkinan akan berkhianat.
"Disini aku akan menjadi pemimpin kalian. Jika ada yang keberatan silahkan maju dan langsung menyerangku!"
Teriakan Song Jiao jelas terdengar, dan langsung saja ada belasan prajurit wanita maju menyerang calon pemimpin mereka.
Daripada menyimpan keraguan, lebih baik mereka membuktikannya secara langsung supaya kelak di masa depan tidak ada lagi sisa keraguan dalam diri mereka, dan semua itu tentu saja adalah tujuan utama Song Jiao melakukan tantangan terbuka.
Dari belasan prajurit wanita yang menyerangnya, Song Jiao kagum pada wanita yang terus menyerangnya, tapi semakin lama melihat gerakan wanita itu, dia semakin merasa tidak asing dengan gerakannya, seolah dia sudah berkali-kali melawan wanita yang dari segi usia, wanita itu sepantaran dengannya.
"Wei Zu, apa itu kamu?"
Suara Song Jiao terdengar jelas oleh wanita yang seketika berhenti menyerang, tapi tidak lama wanita itu menangis sesenggukan, dan begitu saja dia melompat ke pelukan Song Jiao seperti anak kecil.
"Wuaaaa... Nona, akhirnya aku menemukanmu!!"