NovelToon NovelToon
Remarried My Husband

Remarried My Husband

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / CEO / Reinkarnasi / Chicklit / Tamat
Popularitas:58.7k
Nilai: 5
Nama Author: Chocollacious

TERSEDIA VERSI CETAK

Vallerie dan Elliot mengalami kecelakaan tragis di hari ulang tahun pernikahan ke dua bukanlah kecelakaan biasa. Kehidupan rumah tangga mereka selalu terlihat harmonis.

Vallerie diberi kesempatan hidup untuk menyelamatkan suaminya dari maut. Seketika ia kembali ke masa dua tahun lalu, kehidupan mereka berbanding terbalik dibandingkan kehidupan sebelumnya.

Suatu hari di suatu perjamuan makan malam, Vallerie bertemu dengan Elliot. Namun, Elliot tidak mengingat kejadian apa pun di masa lalu dan sikapnya menjadi arogan. Vallerie tetap sangat menyayangi mantan suaminya meski diperlakukan sangat dingin. Vallerie memutuskan menikah dengan suaminya kedua kalinya untuk mencoba memulihkan ingatan dan menolong sang suami. Elliot tidak mencintainya sama sekali, tapi karena suatu perjodohan yang tidak diinginkannya, akhirnya ia menjadikan Vallerie sebagai perisai untuk melindunginya.

Siapakah pembunuh itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chocollacious, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 4: Malam Pernikahan Hampa

Elliot merenungkan kembali atas tindakan mencium istrinya saat acara pemberkatan tadi, karena masih penasaran ingatan yang tiba-tiba terlintas dalam pikirannya sama seperti apa yang dilakukannya hari ini. Hanya saja sedikit perbedaan pada suasana, jika sekarang terkesan mewah, efek dari gaya hidup mereka yang mewah juga.

Tangan kanan Vallerie sedikit kesulitan membuka resleting gaun pengantin sampai pegal-pegal. Masih sangat berharap suaminya bisa berinisiatif membantu membuka resleting, tapi harapannya sirna, jika dilihat dari raut wajah sang suami seperti ingin mencabik habis-habisan. Terpaksa ia membuka resleting dengan sekuat tenaga sampai napasnya mulai tersengal-sengal.

Sebenarnya apa yang dilihat Vallerie sedikit berbeda dari sudut pandang Elliot. Elliot merasa kasihan melihat istrinya mengalami kesulitan sedangkan selama ini istrinya selalu memedulikannya di tengah kesibukannya. Maka dari itu, ia berinisiatif mendatangi sang istri, kemudian perlahan membuka resleting sampai terlihat jelas punggung lentik menggoda di depan mata.

Salivanya sulit ditelan. Di antara semua wanita yang pernah menggodanya selama ini, hanya Vallerie yang berhasil membuatnya tergoda, meski secara tidak langsung seperti sentuhan fisik. Bola matanya rasanya malas berkedip dan tangan kanannya entah kenapa ingin meraba lekukan tubuh sexy itu.

‘Tunggu sebentar! Kenapa aku mudah tergoda hanya karena satu wanita! Mataku oh mataku, bisakah kamu kembali ke prinsip utama?’

Senyuman manis menghiasi sudut bibir Vallerie terus bersinar indah. Akhirnya keinginannya terkabul juga, meski ia tahu sebenarnya suaminya membantu hanya karena terpaksa.

“Terima kasih, Elliot.”

Elliot sangat galau dengan hatinya. Pernikahan sandiwara yang dilakukannya hari ini, entah kenapa jika dipikir-pikir, ia sungguh bahagia. Sebenarnya ia masih bingung perasaan sesungguhnya terhadap Vallerie.

Dua bulan menjalin hubungan bersama Vallerie seiring berjalan waktu berkat Vallerie sering mengunjunginya setiap bekerja lembur, Elliot sangat suka ada seseorang yang perhatian padanya. Apalagi Vallerie pernah mengunjungi rumahnya dan merupakan tamu pertama yang diajaknya tanpa keraguan mengajak memasuki rumahnya dan memberitahukan kode akses rumah.

Namun, apakah itu menandakan hatinya sungguh menerima cinta Vallerie sepenuhnya? Maka dari itu, akibat hati dan pikirannya masih bingung, Elliot tetap memegang prinsip selalu bersikap dingin terhadap siapa pun tanpa memedulikan orang terdekatnya atau tidak. Ditambah di matanya, Vallerie pernah melakukan kesalahan selama dua bulan itu yang membuatnya sangat sebal, maka dari itu, Elliot bertekad ingin kembali bersikap ketus bermaksud memberi pelajaran untuk istrinya meski di malam pernikahan mereka.

“Karena pernikahan kita hanya sandiwara dan aku belum menerima cintamu, aku ingin membuat batasan untuk kita.”

Vallerie ingin protes memajukan kepalanya seketika mendengar suaminya mulai bersikap egois lagi, jari telunjuk suaminya langsung menempel di bibirnya.

Raut wajah Elliot semakin terlihat seperti kulkas lima pintu. “Tidak ada kata protes. Sejak awal sudah kubilang, aku menikahimu hanya ingin memanfaatkan kamu demi menghindari perjodohan dengan Rachel. Aku berhak membuat aturan untukmu.”

Rasanya Vallerie ingin menampar pipi lembut di hadapannya berkali-kali. Tapi, apakah tangannya mampu melakukannya? Tentu saja tidak! Yang ia bisa lakukan hanyalah membayangkan dalam pikirannya. Sudah pasti ia tidak tega menampar suami yang sangat disayanginya, meski sekarang sikap suaminya sangat keterlaluan.

“Aku mau mandi saja!” Vallerie terburu-buru melangkah menuju kamar mandi.

Tidak sengaja salah melangkah. Kaki Vallerie tersandung gaunnya, sehingga membuat tubuhnya hampir terjatuh ke lantai.

“Vallerie!” Elliot berlari menangkap tubuh Vallerie miring ke arahnya.

Hap!

Tubuh lentik berhasil tertangkap dalam dekapan lengan kekar sang suami. Vallerie membulatkan mata mengamati mimik wajah sang suami dalam jarak dekat, apalagi memanggil namanya dengan lantang membuat jantungnya berdebar kencang.

Reaksi Elliot berubah drastis saat aksi penyelamatan sederhana. Tiba-tiba ada ingatan lainnya terlintas dalam pikirannya. Ingatan itu menggambarkan adegan yang sama seperti sekarang. Hanya saja adegan selanjutnya setelah menyelamatkan sang istri, justru mereka saling tertawa bahagia.

Mata Elliot mulai sembab. Entah kenapa potongan-potongan ingatan hari ini membuatnya ingin menangis terus. Perlahan duduk menunduk di sofa, tidak ingin menampakkan kegelisahan pada sang istri.

Setiap ada ingatan yang muncul di pikiran suaminya, Vallerie sangat bersemangat karena bisa dikatakan dalam waktu dekat kemungkinan sikap suaminya akan kembali seperti semula. Namun, jika dilihat situasi sekarang, tidak mungkin ia menampakkan wajah ceria.

Tangan kanannya mengelus kepala suaminya penuh kasih sayang, sekaligus menenangkan suaminya sangat syok karena potongan itu. “Pasti ingatanmu kembali lagi, tapi aku tidak akan memaksamu mengingat semuanya karena kamu berasal dari dunia ini, sedangkan aku dari dunia masa lalu. Mustahil kamu bisa ingat semua, kecuali kamu memang terlahir kembali seperti aku. Aku tidak meminta banyak hal, aku hanya ingin kamu mencintaiku seperti dulu.”

Tubuh sepasang pengantin baru disulap hanya dibaluti bathrobe. Sudah beberapa menit berlalu sejak percakapan terakhir mereka, sepasang bibir masih terkunci rapat. Posisi duduk di ranjang juga sedikit berjauhan. Elliot kembali memegangi prinsip menjadi pria dingin terhadap wanita, meski sempat ada sepotong ingatan terlintas dalam pikirannya. Sedangkan Vallerie merasa uratnya semakin tegang, jika dilihat ekspresi wajah suaminya seperti ingin meledak lagi.

“Aku akan mengatakan aturan pertama dulu, kita tidak akan melakukan malam pertama selama kita masih belum mencintai satu sama lain.” Pada akhirnya Elliot membuka suara dulu, tapi nada bicaranya sangat tegas bagaikan menusuk istrinya hanya sekali tusukan.

Vallerie terkejut mendengar suaminya menegaskan aturan itu dengan lantang. Berbeda jauh dengan sebelumnya, malam pertama pernikahan mereka terkesan sangat indah, tapi sayangnya tidak membuahkan hasil selama dua tahun umur pernikahan mereka.

Sejenak Vallerie menyedot lendir hampir mengalir dari lubang hidung. Dengan tatapan dingin juga, ia meluapkan kekesalannya hampir membuat jantungnya meledak. Tapi, Vallerie berusaha menahan amarahnya karena sosok pemuda yang dinikahinya sekarang adalah orang berbeda. Tetap berpegang pada prinsip awal sejak menetap di dunia ini, ia harus menghadapi suaminya yang cuek penuh kesabaran. Tapi, apakah mampu menghadapinya seperti ini terus-menerus?

Mendengar suara tangisan sang istri, Elliot terdiam dan merasa bersalah juga karena tidak menyangka ucapannya membuat istrinya menangis. Selama ini gaya bicaranya selalu tajam seperti pisau, sebenarnya ia bingung cara penyampaian yang benar seperti apa terhadap istri sendiri, entah aturan kedua ini membuat istrinya akan semakin sedih atau tidak. Akibat ia bingung dengan isi hatinya dan masih dendam terhadap sikap istrinya pernah menyebalkan di matanya, ia harus membuat aturan ini.

“Aturan kedua, kita tidur berpisah untuk sementara dan panggilan “sayang” hanya berlaku di saat kita berhadapan dengan kenalan kita. Selebihnya jangan memanggil panggilan itu padaku, karena aku masih belum siap menerima cintamu sepenuhnya!” Elliot mengambil bantal.

Darah Vallerie semakin mendidih mendengar aturan yang ditetapkan suaminya sangat bertentangan dengan keinginannya. Apalagi ia masih mengingat sewaktu dulu justru sang suami yang paling bersemangat tidur bersamanya dan tidak bisa tidur nyenyak kalau salah satu dari mereka pulang larut malam. Hati terasa sangat perih juga mendengar larangan panggilan “sayang”. Padahal justru sang suami yang menciptakannya dulu di kehidupan sebelumnya.

“Menyebalkan!” Akhirnya Vallerie membentak dengan nada melengking.

“Pernikahan kita hanya sandiwara. Kita harus berpura-pura seperti pasangan suami istri bahagia, supaya semua orang tidak mencurigai hubungan kita. Itu kesepakatan kita sejak awal aku menerima lamaranmu.” Elliot menggeserkan badannya mendekati Vallerie dengan tatapan elang.

Sebenarnya Vallerie tidak menginginkan pernikahan sandiwara. Tapi, Vallerie tetap tidak mudah menyerah memenangkan hati Elliot kembali seperti dulu. Meski sebenarnya ia sakit hati mendengar perkataan yang diucapkan Elliot sangat kasar. Dibandingkan dulu selalu lembut.

“Bagaimana kalau seandainya kamu mudah jatuh cinta padaku suatu hari nanti?”

“Aku bukan tipe pria mudah jatuh cinta terhadap wanita!” Elliot membuang muka sambil meremas bantal dengan tangan sedikit gemetar, sebenarnya ia ragu mengucapkannya karena setiap bersama istrinya selama dua bulan, ia selalu merasa nyaman.

“Lalu, kode akses rumahmu … kenapa kamu memakai tanggal ulang tahun pernikahan kita? Kamu masih belum memberikan jawaban untukku sejak hari pertama aku mengunjungi rumahmu.”

Elliot kembali menolehkan kepala menghadap Vallerie. “Sudah kubilang, aku hanya memberikan kode itu secara acak sejak aku tinggal di rumah itu!”

Vallerie semakin kesulitan menyedot lendir dalam hidungnya. “Baiklah, terima kasih kamu sudah jujur padaku. Aku akan selalu ingat jawabanmu barusan.”

Elliot bangkit dari ranjang sambil membawa bantal, kemudian membaringkan tubuh di sofa sangat pas untuk tinggi tubuhnya. Lalu, sengaja memposisikan tubuhnya menghadap sandaran sofa.

Sedangkan Vallerie menangis terisak-isak bersembunyi di balik selimut. Rasa kegelisahannya semakin membara, mengingat sikap suaminya keras seperti beton, apakah ia berhasil melakukan misi menyelamatkan suaminya dari maut? Jika dilihat sikap suaminya masih belum berubah, padahal selama dua bulan sudah saling menanyakan kabar secara rutin.

Memasuki tengah malam, akhirnya Vallerie tertidur lelap setelah meluapkan tangisannya hampir satu jam. Namun, justru Elliot tidak bisa tertidur karena ia merasa ada sesuatu yang kurang darinya.

Soal karena tidur sofa, Elliot justru sering melakukannya jika tidak bisa tidur. Namun, entah kenapa matanya sulit terpejam hari ini. Lengannya seperti ingin memeluk sesuatu, tapi ia tidak tahu apa yang ingin dipeluknya. Selain itu, hatinya terasa perih merenungkan ucapannya saat menetapkan aturan sampai membuat istrinya menangis di malam pernikahan mereka. Tanpa sadar kelopak mata sedikit basah seketika berbalik badan mengamati istrinya tertidur pulas di ranjang.

‘Kenapa hatiku sangat sedih melihatmu tidur sendirian? Haruskah aku menemanimu tidur? Kenapa kamu selalu menggodaku bahkan saat sedang tidur?’

Akhirnya Elliot mengaku kalah, tidak disangka dirinya yang membuat aturan demi keegoisannya justru ia adalah orang pertama yang melanggarnya. Berjalan perlahan sambil membawa bantal, kemudian membaringkan tubuhnya di sebelah sang istri tidur merengkuh.

Lagi-lagi sepotong ingatan menayangkan sebuah adegan mesra dalam pikiran. Kini mata Elliot semakin berkaca-kaca sambil terus memijit pelipisnya terasa nyut-nyutan, karena ingatannya kali ini menggambarkan seketika ia sedang ingin tidur bersama Vallerie, mengecup kening sebagai pengantar mimpi dan mengatakan “I love you, My Vallerie.”

Deraian air mata kesedihan membendung kelopak mata. Kini giliran hatinya terasa dicabik-cabik seketika memandangi senyuman manis sang istri seperti ia pernah melihat di suatu tempat. Apalagi sebenarnya ia terkejut melihat ekspresi wajah istrinya dari murung meski dalam kondisi tertidur, kini menampakkan senyuman manis sehingga berhasil membuat hatinya luluh dalam sekejap.

‘Aku … berhasil membuatmu tersenyum?’

Tangan kanan perlahan menyentuh dahi lembut sang istri, rasanya semakin candu ingin mengelus terus-menerus.

‘Sebenarnya kamu siapa, Vallerie? Kenapa setiap bersamamu dan melihatmu, aku selalu ingin menangis?’

Membayangkan perkataan kasar diucapkannya di hari pernikahan, Elliot merasa sangat bersalah dan ingin berlutut meminta maaf pada Vallerie. Meski ia sebal pada wanita apa pun, hatinya tetap tidak bisa membenci istrinya. Pernikahan sandiwara yang diucapkannya tadi, sebenarnya bukan berasal dari lubuk hatinya.

1
ZasNov
Wow..Keren banget Kak.. 😍🥰
Karya kakak emang bagus banget, layak banget buat naik cetak..
Selamat ya Kakak..🤗
IG : Chocollacious: punya kakak juga bagus kok, justru aku byk belajar dari kakak diam diam🤭 makasih ya kak, semoga kakak jg nyusul😄
total 1 replies
t@Rie
haishhhh ingat ini di kantor lho ya🤣🤣 pak bos mah bebass
IG : Chocollacious: benar juga ya😅 kan aku si maha pencipta kalo di sini wkkwkwk🤣🤭
total 3 replies
t@Rie
kalau cinta udah kagak laku itu gengsi, bang
IG : Chocollacious: bisa teriakin kak, drpd gengsi terus nanti kecewa 😅
total 1 replies
Zed Analytical Number Nine
Innalilahi wa innailaihi roji'uun
IG : Chocollacious: kasian ya😭
total 1 replies
Zed Analytical Number Nine
loh kok bisa dia berkata begitu? atau dia semacam gadis indigo.
IG : Chocollacious: hmm hayo indigo ga tuh?
total 1 replies
Zed Analytical Number Nine
itu tandanya saling melengkapi.
IG : Chocollacious: iyap betul 🤭
total 1 replies
t@Rie
aduh yg d peluk2 sepulang kerja.. eh sepulang mengintai🤭
Lain kali jgn nekad mengintai sendiri, Valerrie... itu berbahaya😬
Hmmm musuh orang dekat itu sesuatu
t@Rie: Nah, gt... anak baik😄
total 2 replies
ZasNov
Terima kasih karena sudah menulis novel sebagus dan sekeren ini..🤩
Dengan tokoh, karakter, alur sama visual yang bener2 kuat & pas.. Bakalan susah move on nih..
Semangat menulis Kakak, ditunggu karya barunya..🥰🥰🥰
ZasNov: Sama2 Kak Choco..🤗🥰
Karya Kakak memang bagus kok, seneng bacanya..😍
Semangaaaatt..💪😄
total 2 replies
ZasNov
Setuju Kakak.. 😄👍
Menulis sesuai isi pikiran dan isi hati kita itu sangat menyenangkan..
IG : Chocollacious: biar bawaannya jadi bukan beban kak🤗
total 1 replies
ZasNov
Wah perjuangan panjang, membuahkan hasil yang luar biasa Kak..🤩🥰🥰🥰
IG : Chocollacious: cape juga sih sebenarnya bolak balik😅 di antara semua karyaku, kisah ini yg paling struggle🤭
total 1 replies
ZasNov
Visualnya semua suka..🥰
Semua adegannya bikin meleleh..🤩
Alamat susah move on nih Kak..🤗
IG : Chocollacious: syukurlah, aku kira cuma aku doang yg merasa cocok🤭
total 1 replies
ZasNov
Akhirnya semua bahagia bersama orang2 yang dicintai..🥰
Bukan cuma Elliot dan Vallerie yang bahagia bersama Evania..Tapi juga kakak dan sahabat2 mereka juga bahagia..
Terima kasih Kak Choco sudah menulis novel yang begitu bagus, keren dan bisa membuat aku tersenyum bahagia 🤗🥰
ZasNov: Sama2 Kakak..🤗🥰
total 2 replies
ZasNov
Aamiin..Semoga doamu terwujud Elliot.. 🥰
IG : Chocollacious: mari kita aminkan🤭
total 1 replies
ZasNov
Erick dan Rachel juga sudah bahagia bersama si kecil Edgar..🤩🥰🥰🥰
IG : Chocollacious: semuanya dapat happy ending, authornya hanya bisa tersenyum aja🤣
total 1 replies
ZasNov
Happy Wedding Anniversary ya Elliot & Vallerie..🥰
Kehidupan pernikahan kalian begitu bahagia bersama si kecil Evania.. 🤗🥰
Semoga selalu bahagia sampai akhir hayat..❤️❤️❤️
IG : Chocollacious: Vallerie dan Elliot: aamiinn🥰🥰
total 1 replies
ZasNov
Semoga semua keinginan Elliot dan Vallerie dalam bucket list mereka terwujud semua..🤗🥰
IG : Chocollacious: amiiin kak🤗 asalkan jangan muncul Bertrand ke dua😅
total 1 replies
ZasNov
Aduh Elliot, suami idaman banget sih 🤩
Suami yang mau meringankan pekerjaan istri itu keren banget..😄👍
IG : Chocollacious: kalo di RL mana ada ya suami rajin kyk Elliot😅
total 1 replies
ZasNov
Welcome to the world, baby cantik Evania Jeanice..🤗🥰
Selamat ya Elliot dan Vallerie, kehidupan pernikahan kalian jadi makin bahagia dan berwarna..🥰🥰
IG : Chocollacious: Elliot dan Vallerie: amiiin makasih ucapannya😆😆
total 1 replies
ZasNov
Lagi deg2an, tapi kata2 Elliot jadi bikin senyum..Sweet banget..🤗
Tuh Vallerie, ga apa2 mau dicakar dll juga..🤣
IG : Chocollacious: Vallerie doang yang boleh cakar. aku kalo cakar Elliot, adanya aku diketusin🤣🤣
total 1 replies
ZasNov
Syukurlah Elliot jadi tidak usah meninggalkan Vallerie untuk perjalanan bisnis.. Begitupun dengan Erick yang bisa tetap bersama Rachel..🤗
ZasNov: Iya bener Kak.. 😅
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!