NovelToon NovelToon
Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama

Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Isekai / Peningkatan diri-peningkatan identitas/sifat protagonis / Transmigrasi ke Dalam Novel / Transmigrasi / Identitas Tersembunyi / Masuk ke dalam novel / Cintapertama / Chicklit / Tamat
Popularitas:112.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Janessa

Zilya Daisha, seorang dosen muda yang tiba-tiba bertransmigrasi ke dalam tubuh tokoh utama yang memiliki nasib malang. Tokoh utama itu adalah seorang mahasiwi yang kebetulan namanya adalah nama depan Daisha yaitu Zilya.

Zilya Daisha yang merasa kasihan dengan nasib malang pemilik tubuh yang kini menjadi tubuhnya pun mencoba mengubah takdir.

Bagaimana kah cara Zilya Daisha mengubah takdir tokoh utama yang malang itu? Yuk ikut kisah Zilya Daisha di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Janessa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ZILYA DAISHA | 4 : MAHASISWA BARU?

***

Dua hari berlalu.

Hari ini tepat dimana, hari pertama masuk setiap minggu. Iya, hari ini adalah hari senin. Di mana sebagian pelajar yang libur di hari sabtu dan minggu, akan masuk kembali pada hari senin.

Hari ini tepat dimana, hari pertama masuk setiap minggu. Iya, hari ini adalah hari senin. Di mana semua pelajar masuk setelah libur di hari sabtu dan minggu.

Zilya yang tidak membawa apapun dari rumahnya termasuk semua pakaian dan data-data penting miliknya, tetap masuk kuliah pada hari ini.

Hari ini, Zilya menggenakan blouse berlengan panjang yang berwarna biru langit, dengan rok panjang berwarna putih.

Dengan wajah yang dipoleskan tipis di wajahnya, Zilya benar-benar terlihat seorang bidadari yang turun dari langit.

Zilya segera berangkat ke Kampus.

Sesampainya Zilya di Kampus, semua mata tertuju dengannya, terlebih lagi Zilya menggunakan mobil sebagai kendaraan berangkat ke Kampus.

Para mahasiswa menatap Zilya dengan tatapan kagum, sebab kecantikan Zilya membuat para mahasiswa terpesona melihatnya. Namun ternyata, tidak hanya memberikan tatapan kagum, para mahasiswa lainnya menatap Zilya dengan tatapan iri dengki, iri dengan kecantikan Zilya.

“Cantik sekali dia! Benar-benar terlihat seperti seorang bidadari!“ puji mahasiswa 1 sembari menatap Zilya dengan tatapan kagum.

“Iya! Apakah dia adalah seorang mahasiswa baru? Sepertinya saya tidak pernah melihatnya!“ sahut mahasiswa 2, memberikan pendapatnya mengenai Zilya yang dikira olehnya, jika Zilya adalah mahasiswa baru di Kampus tersebut, sebab mereka sama sekali tidak pernah melihat mahasiswa secantik itu, bahkan kecantikannya mengalahkan kecantikan sang idola Kampus.

“Jika dilihat dari wajahnya yang sama sekali tidak pernah saya kenali, sepertinya iya! Cobalah kita bertanya padanya, mungkin saja dia adalah mahasiswa baru!“ jawab mahasiswa 1 sembari mengajak mahasiswa 2 untuk bertanya kepada Zilya mengenai hal tersebut.

“Saya sedikit merasakan gugup untuk bertanya, sebab wajahnya sangatlah cantik. Saya takut, apabila dia akan menjawab pertanyaan kita dengan angkuh seperti sang Idola Kampus, meski saya heran, mengapa Idola Kampus yang tidak memiliki etika yang baik.“ ucap mahasiswa 2 sembari menampilkan wajah takutnya kepada mahasiswa 1, seolah sedang menunjukkannya.

“Sebaiknya, kita tanyakan saja lebih lanjut kepadanya. Jangan takut untuk bertanya. Janganlah berprasangka buruk kepada orang, karena bisa saja orang yang kita nilai seperti ini itu, ternyata tidak seperti penilaian kita.“ nasehat mahasiswa 1 dengan bijak.

Mahasiswa 2 itu tampak sedang berpikir. Sembari melihat Zilya yang dikerumuni oleh para mahasiswa yang sepertinya kini menjadi penggemar berat Zilya. Lalu, tanpa secara sengaja, mahasiswa 2 itu melihat senyuman manis yang ditampilkan oleh Zilya. Apa yang dikatakan oleh mahasiswa 1 adalah benar, bahwa sebaiknya jangan menilai seseorang dari penampilannya? Jika dilihat, seiring waktu berjalan, mulai dari saat Zilya menginjakkan kakinya di Kampus ini, perlahan-lahan para mahasiswa mulai mendekatinya, bahkan hingga mengerumuninya.

“Sepertinya dia terlihat sangat baik hingga pada mahasiswa-mahasiswi di Kampus ini mengerumuninya.“ gumam mahasiswa 2 dengan nada pelan, namun dapat didengar jelas oleh mahasiswa 1.

“Baiklah. Kita akan mencobanya terlebih dahulu!“ Mahasiswa 2 itu pun akhirnya setuju. Meski rasa takut masih menderanya, Mahasiswa 2 itu tetap dengan pendiriannya.

Mahasiswa 1 dan mahasiswa 2 itu pun segera melangkah----mendekati kerumuman para mahasiswa tersebut.

“Hai.“ sapa mahasiswa 1 dan mahasiswa 2 sembari menampilkan senyuman manis di wajah keduanya.

Zilya menoleh kearah sumber suara. Lalu membalas sapaan kedua mahasiswa itu dengan lembut dan menampilkan senyuman manis di wajahnya, “Hai juga!“

Kedua mahasiswa yang menyapa Zilya, merasa terkejut dengan reaksi Zilya. Tidak seperti yang dibayangkan oleh mereka.

“Ternyata dia baik sekali, murah senyum.“ gumam kedua mahasiswa itu dalam hati sembari melemparkan balik senyuman manis mereka.

Karena merasa penasaran dengan nama mahasiswa tersebut yang mereka kira adalah mahasiswa baru, kedua mahasiswa itu pun memutuskan untuk bertanya.

“Kamu … Mahasiswa baru di sini kah??“ tanya salah satu diantara kedua mahasiswa tersebut.

“Bukan, saya sudah lama di sini.“ jawab Zilya seadanya saja.

“Lama?“ Kedua mahasiswa tersebut sembari menatap satu sama lain, merasa heran sekaligus bingung. Sejak kapan mahasiswa cantik itu sudah berkuliah di Kampus ini? Kenapa mereka tidak pernah melihatnya?

“Iya, saya sudah lama di sini. Mau kenalan?“ Zilya menduga, apabila alur cerita selanjutnya, kedua mahasiswa itu akan mengajak Zilya untuk berkenalan.

“Iya. Saya perkenalan diri dulu ya. Nama saya adalah Rendi.“ ucap mahasiswa 1 itu yang ternyata adalah Rendi.

Lalu, mahasiswa 2 itu pun mulai memperkenalkan diri setelah Rendi.

“Oke, Ren. Sekarang giliran saya ya. Nama saya adalah Zilya Daisha. Biasanya dipanggil Zilya, tapi kalau kalian mau manggil Daisha juga tidak apa-apa. Saya tidak mempermasalahkannya.“

Semua mahasiswa yang secara tidak sengaja mendengar pembicaraan ketiga orang yang sedang berkenalan itu, langsung terkejut. Nama yang disebutkan oleh Zilya, adalah nama yang tidak asing di indra pendengaran mereka. Apa hanya sebuah kebetulan saja?

“Zi-Zilya Da-Daisha?“ Rendi terlihat sangat terkejut. Bahkan hingga mengucapkan kedua kata tersebut, dengan terbata-bata.

1
NOiR🥀
wow
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Ara Julyana
kalau sudah tahu rencananya ya tinggal gagalin aja Zilya
Ara Julyana
apa ya kira-kira rencana naomi dan nanci
Ara Julyana
tidak ada yang tidak mungkin Nancy
Nini 🐻
tukang tuker tambah badan asli dimana ya? wkwk
2~
kalau iri bilang aja...
2~
maksudnya apa ini! masa orang yang jelek tidak boleh berubah!
2~
double paragraf nihh, author hrs revisi..
2~
amazing Zil..
2~
gatau yaa kalau peran Zilya sudah diambil alih oleh Daisha🤭
2~
jahat kli..
⃝⃞🦋⃟ℛ★ᴊᴀɴᴇ★ᴬ∙ᴴ N⃟ʲᵃᵃ࿐
Maaf yaa readers, jika ada beberapa kata yang sengaja Author sensor seperti :

bibir = b*b*r
bunuh = b*nuh
mati = mat*

supaya lulus reviewnya cepat, kalau tidak kayak kemarin smpt tertahan satu hari..

Terimakasih 🙏🏻
Ara Julyana
Zilya menjadi primadona kampus 😊
⃝⃞🦋⃟ℛ★ᴊᴀɴᴇ★ᴬ∙ᴴ N⃟ʲᵃᵃ࿐: iya kak😊🙏🏻
total 1 replies
Ara Julyana
paling benci dengan orang yang suka body shiming gini
⃝⃞🦋⃟ℛ★ᴊᴀɴᴇ★ᴬ∙ᴴ N⃟ʲᵃᵃ࿐: iya kan, klau sekarang udah ada pasalnya jd body shaming bisa kena penjara
total 1 replies
Ara Julyana
biasa Zilya,,,orang yang benci pasti senang melihat kita dalam kesusahan
⃝⃞🦋⃟ℛ★ᴊᴀɴᴇ★ᴬ∙ᴴ N⃟ʲᵃᵃ࿐: yapp, benar kak
total 1 replies
Ara Julyana
ohhh hanya ngarang aja,tdk ada yg mencuri uangnya
Ara Julyana
aku mampir ya kak...
⃝⃞🦋⃟ℛ★ᴊᴀɴᴇ★ᴬ∙ᴴ N⃟ʲᵃᵃ࿐: baik kak, semoga suka~
total 1 replies
⃝⃞🦋⃟ℛ★ᴊᴀɴᴇ★ᴬ∙ᴴ N⃟ʲᵃᵃ࿐
...

Ini sebenarnya sudah update dari kemarin, cuma baru hari ini lolos reviewnya. Lain kali, author akan perhatiin kata-katanya lagi.
⃝⃞🦋⃟ℛ★ᴊᴀɴᴇ★ᴬ∙ᴴ N⃟ʲᵃᵃ࿐
Maaf novel ini jadi jarang update. Namun, author akan tetap mengusahakan untuk update maksimal 3 hari sekali.
Terima kasih.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!