NovelToon NovelToon
Mafia Psycopath Jatuh Cinta

Mafia Psycopath Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tsabita

Arabella, dibesarkan oleh orangtua angkatnya yang cukup kaya raya, namun tidak pernah memberikannya kasih sayang. Hingga suatu hari, perusahaan orangtuanya terancam gulung tikar. Dan yang paling mengejutkan, bahwa dirinyalah yang menjadi jaminan atas semua hutang-hutang yang ada.
Elvan Aristides, seorang CEO dari sebuah perusahaan terbesar dan ternama. Status itu hanyalah peralihan dari kedudukannya, sebagai leader dunia bawah yang merupakan seorang psycopath dengan kekejamannya. Darinya tidak ada kata kasihan dan kesempatan kedua, bahkan dalam hidupnya tidak ada makhluk yang bernama wanita.
Dipertemukan oleh takdir, membawa mereka kedalam ikatan percintaan. Dipenuhi dengan berbagai halangan dan rintangan yang cukup berat, membuat ikatan tersebut semakin kokoh.
Sanggupkah Arabella untuk menghadapi dan menerima takdir tersebut?
Akankah seorang psycopath dan kejam mendapatkan cintanya?

Mohon dukungan like dan hadiahnya ya dan jangan lupa untuk tanggapannya, agar outhor menjadi semangat dalam berkarya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tsabita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4.

" Tuan, mereka sudah tiba." Hugo memberitahukan kedatangan orang yang sudah mereka tunggu.

" Hem." Elvan berdehem, lalu ia membalikkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan ruangan tersebut.

Diruangan lainnya, Bagas yang tak henti-hentinya menatap seisi rumah nan megah dihadapannya. Ia sangat merasa takjub dengan kekayaan yang dimiliki oleh Elvan.

" Kau beruntung sekali Ara, lihatlah. Rumahnya seperti istana, nanti Papi akan ajarkan bagaimana harus ..."

" Harus apa? " Suara berat itu menyadarkan Bagas dari sikap tamaknya.

" Oh tuan Elvan, saya tidak mengatakan apa-apa. Hanya saja saya memperingatkan anak ini, untuk bersikap baik dan menuruti perintah anda, tuan" Bagas segera mengelakan dirinya dari perkataan yang dia ucapkan.

Berjalan menuruni setiap anak tangga, Elvan terlihat begitu arogan dan dingin. Ara yang hanya bisa menundukkan kepalanya dan belum menatap wajah dari sang pemilik rumah tersebut, mendengar suaranya saja sudah membuatnya merinding.

" Langsung saja pada intinya!" Dengan tegasnya Elvan berbicara.

" Ba baik tuan. Ini anak saya, Arabella. Dia yang akan menjadi jaminan atas perjanjian kita sebelumnya." Bagas menarik lengan Ara untuk mendekat.

Betapa terkejutnya Ara, saat mendengar perkataan Papinya. Bahwa dirinya menjadi jaminan atas apa yang telah mereka lakukan, sungguh ini membuat hatinya hancur.

" Tidak, aku tidak mau menjadi jaminan atas perbuatan Papi ini! Kalian orangtua biadab, bagaimana bisa kalian menjadikan anak sendiri sebagai jaminan atas hutang yang tidak pernah anak kalian rasakan. " Ara memberontak setelah mengetahui kenyataannya.

Plak!

" Diam kamu! Jangan coba-coba melarikan diri. Anggap saja ini sebagai balas budi kamu kepada kami."

Mendapati kesepatan dan uang yang ia inginkan telah masuk kedalam rekeningnya, Bagas segera pergi dari rumah tersebut. Ia tidak memperdulikan lagi bagaimana perasaan Ara saat itu, dalam pikirannya hanyalah hidup yang tidak melarat. Kini bagi Ara, percuma saja untuk menanggis. Semuanya itu tidak akan berubah kehidupannya, tangan itu menepuk-nepuk dadanya yang terasa begitu sesak dan menghapus air mata yang keluar dari kedua matanya.

" Hugo, kau atur anak itu. Jangan sampai membuatku sakit kepala dengan sikapnya, samakan saja dia dengan yang lainnya." Elvan berlalu meninggalkan Ara yang masih asik dengan perasaannya sendiri.

" Baik tuan."

Hilangnya Elvan dari pandangan, Hugo menghantarkan Ara menuju tempat dimana ia akan beristirahat. Namun sebelumnya, ia memperkenalkannya Ara kepada beberapa asisten rumah tangga yang lainnya. Setiap pekerja pada mansion tersebut, mempunyai kamarnya tersendiri.

" Terima kasih tuan." Ara mengucapkan perkataan tersebut kepada Hugo.

" Hem, silahkan beristirahat dan selamat bergabung." Lalu Hugo berlalu dari hadapan Ara.

Melangkahkan kaki yang yang terasa sangat berat, ingin rasanya meratapi nasib yang ia terima. Namun Ara bukanlah tipe wanita yang menyukai kesedihan, bahkan untuk meneteskan airmata pun rasanya teramat berat dalam hidupnya. Jika hal tersebut sudah tidak bisa lagi ia hadapi, menanggis adalah hal yang melegakan.

" Jangan mengeluh Ra, kamu pasti bisa. Jalani saja, mungkin ini adalah yang terbaik untukmu."

Mulai menyusun barang-barang pribadinya pada lemari yang terlihat mulai usang, Ara selalu berusaha untuk berdamai dengan nasib yang ia jalani. Setelah selesai dengan barang pribadinya, lalu ia bergegas membersihkan diri dan beristirahat. Mempersiapkan tenaga untuk pekerjaan yang akan ia terima nantinya, dengan keadaan tubuh yang masih teramat sakit. Ara memejamkam matanya dan berdoa, semoga kelak nasib hidupnya akan berubah lebih baik.

Dalam lelapnya tidur, Ara merasakan tenggorokannya sedikit kering. Perlahan membuka mata dan berjalan menuju dapur, dengan tujuan melegakan tenggorokannya. Tanpa menghidupkan lampu disana, Ara mempercepat gerakannya untuk mengambil air minum dan kembali kekamarnya. Namun disaat kakinya melangkah meninggalkan dapur, terlihat bayangan hitam yang sedang berjalan mendekati dirinya. Jantung Ara berdetak dengan sangat cepat, mulutnya berkomat kamit membaca doa apa saja yang ia ingat.

Bugh!

" Aaaaa... Hantu!!" Dengan mata tertutup, Ara memukulkan sutil penggorengan kepada hantu yang ia maksudkan.

Bugh, bugh, bugh.

" Pergi kau hantu, pergi. Jangan ganggu, saya jelek dan nggak punya apa-apa. Ganggu yang lain saja, pergi." Ara masih memukulkan sutil tersebut ke semua arah.

" Hei, diam! Berisik sekali." Suara itu terdengar sangat berat.

" Saya tidak mau diam, saya takut hantu. Cepat pergi, pergi."

" Aku bukan hantu, Tapi setan. Anak ini merepotkan saja, berhenti memukuliku. Hei!!"

Hantu yang dimaskud oleh Ara, tak lain adalah Elvan. Saat itu, ia juga bermaksud untuk mengambil air minum. Tapi sialnya, dia malah mendapatkan serangan tak terduga.

Tek!

Cahaya lampu menerangi gelapnya ruangan dapur, merasakan keanehan. Ara membuka matanya dengan perlahan, betapa terkejutnya melihat pria yang begitu menyeramkan itu berdiri dihadapannya.

" Tu tuan, maafkan saya. Saya tidak tahu jika tuan ..."

" Argh!"

Belum selesai Ara berkata, dengan mudahnya Elvan menarik rambut Ara sehingga membuat dirinya meringgis menahan rasa sakit.

" Tu tuan, sakit."

" Baru beberapa jam saja, kau sudah membuat keributan. Pantas saja jika mereka tidak pernah mengganggap kau ada, dasar sampah!" Elvan menghempaskan tubuh kecil itu dengam sangat mudah, lalu ia mengambil sebotol air mineral dari lemari pendingin dan berlalu begitu saja.

" Keluar dari kandang singa, lalu masuk rumah beruang kutub. Ah, sakitnya bertambah." Mencoba menahan tubuhnya agar tidak ambruk lagi, Ara pun kembali kekamarnya.

Elvan meneguk air dari botolnya secara langsung, ia menghela nafasnya dan melihat langit dari balkon kamar miliknya. Kehidupan yang ia alami hingga saat ini, sungguh tidak pernah ia duga. Merasa telah cukup untuk beristirahat dari kegiatannya, Elvan kembali memasuki kamarnya dan segera menukar pakaiannya dengan pakaian yang biasa ia gunakan untuk bermain. Disaat akan menggenakan jaket kesayangannya, tidak sengaja mata elangnnya menangkap sesuatu di lengannya.

" Heh, ternyata tikus kecil itu kuat juga." terdapat luka sepanjang tiga sentimeter pada lengannya, luka itu diakibatkan dari pukulan sutil penggorengan yang Ara berikan untuk melindungi diri dari hantu, hantu berwujud manusia yang kejam.

" Sepertinya, dia cukup pantas untuk menjadi hewan percobaanku." Dengan seringainya, Elvan keluar dari kamarnya dan meninggalkan mansion seperti biasanya untuk mencari teman dalam permainannya.

1
Anjelli
keren banget cerita nyh thor, the best pokok nyh
Dewi Yanti
klo kt aku karakter ara tdk cocok memiliku keluarga mafia yg setiap hr bkln dlm bhy dn bayak musuh.. terlalu lemah dn tdk bs menempatkan posisi mn yg perlu di kasihani atau tdk,kurag tegas pdhl dia jg keturunan mafia dr ayahnya. baik boleh tp bodoh jangan
Dewi Fajar
benar benar psyco
Dewi Fajar
mampir tor
nunnaJ
hahhaa monster
nunnaJ
baguslah mulai akur semoga anaknya kembar
nunnaJ
mungkinkah ara hamidun thor?
Qaisaa Nazarudin
Di kerjain anaknya 🤣🤣😜
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣Ezra tau ya kalo daddy nya pura2 😜😜
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah Ara bisa mengandung lagi,dr prideksi dokter terdahulu bilang Ara sudah gak bisa hamil lagi,karena keadaan nya yg mengenaskan saat dia melahirkan Ezra dulu..
Qaisaa Nazarudin
Pantesan Namanya AraBella, Bella itu adalah nama ibunya..
Qaisaa Nazarudin
Elvan pasti sudah melihat bekas tamparan di pipi Ezra kan,,
Qaisaa Nazarudin
OMG ini Arion,rasanya bawahan Elvan tdk mengenali Arion,makanya bisa lepas gitu saja 😅
Qaisaa Nazarudin
Udah tau dia manusia berhati iblis madih saja kau tantang dan lawan,Bodoh,,Rasain tuh..
Qaisaa Nazarudin
Akui saja kekalahan mu Xavier,2 kelompok besar sudah bersatu utk menghancurkan kelompok mu..
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣 tolong belikan sekalian utk aku satu..😜😜
Qaisaa Nazarudin
#Di tuduh Elvan menculik Ara
Qaisaa Nazarudin
Apa pun kadih tau Jack terlebih dahulu,Kalo gak kalian yg akan dituduh Rlva menculik Ara..🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Qaisaa Nazarudin
OMG😱😱😱Ara…Ara di culik..
Qaisaa Nazarudin
Aduuh Arion tolong amankan baby Ezra tuh,udah deh Ara udah ada tim medis yg menanganinya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!