NovelToon NovelToon
Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / Balas Dendam / Menantu Pria/matrilokal / Tamat
Popularitas:24.2M
Nilai: 4.5
Nama Author: nophie

Season 1.

Kecelakaan mengakibatkan Valendra hilang ingatan membuat ia tidak tahu siapa dirinya maupun keluarganya. Terlunta dijalan dan akhirnya bertemu dengan kakek Arka sebagai sang penolong. Entah ini berita bahagia atau tidak , ketertarikan Valendra pada Anindiya, cucu pertama kakek Arka bersambut. Kakek Arka menjodohkan Valen dengan Anin, walau keluarga yang lain tidak setuju. Sepeninggalnya kakek, hinaan demi hinaan harus ditelan oleh Valen, walau istrinya tetap berusaha menguatkan suaminya itu. Tak dinyana, identitas asli Valen menampar semua orang yang dulu menginjak injak Valen. Bahkan mereka harus bertekuk lutut pada Valen. Siapakah Valen sebenarnya?

Season 2.

Dendam berlanjut? Wilhelmina Chalyondra Weston, anak perempuan satu satunya dari Valendra Weston dan Anindya Bagaskara akan dinikahi oleh Gustav Alexandro Dimitri anak dari Billy Weston dan Tiara Dimitri, apakah karena ingin membalas dendam ? Sesuatu terkuak, silahkan nantikan kelanjutannya!Happy reading!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nophie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RSMM 4.

Setelah menunggu beberapa saat, Valen pun melenggang dengan

santai ke lift yang akan membawanya ke Lantai 15. Setelah pintu lift terbuka,

ia melihat Revan sudah berjaga di depan pintu keluar menyambutnya untuk segera

membawanya ke ruangan meeting, agar ia bisa memperkenalkan Valen dengan wakil

CEO, orang lama yang masih dipercaya untuk mengoperasikan seluruh perusahaan

Mahkota Horeka sebelum jabatannya berpindah kepada Valen sebagai CEO sekaligus

pemilik saham terbesar di Mahkota Horeka.

“Tuan muda..” sapa Revan dengan hormat sebelum ia memimpin

langkah Valen menuju ruang meeting yang dimaksud.

Valen mengikuti langkah Revan kemana Revan membawanya pergi,

tapi langkahnya sedikit terhenti saat ia melewati sebuah ruangan. Revan sadar

kalau tuan mudanya berhenti secara mendadak saat melewati ruang tunggu tamu,

Revan turut melihat apa yang sedang dilihat oleh tuan mudanya.

“Apakah kamu belum melaksanakan perintahku?” tanya Valen

dengan nada datar, merujuk kepada There yang belum diusir oleh Revan atau pun

bu Susan.

“Sudah! Saya sudah menginfokan hal yang sama dengan ibu

Susan selaku wakil CEO dan pelaksana tugas harian sebelum tuan muda dilantik.”

Katanya dengan penuh hormat.

“Hmm, lalu kenapa wanita sampah itu masih menunggu disana?”

tanya Valen dengan nada ketus.

“Mungkin ibu Susan belum menginfokan kepada sekertarisnya

untuk menolak wanita itu. Karena ibu Susan masih berkonsentrasi untuk meeting

kita tuan muda!’”

Saat Valen masuk diikuti dengan Revan ke dalam ruangan

meeting, sang wakil CEO dan sekertaris direksi hanya bisa melongo, karena CEO

pengganti ini masih muda dan juga tampan, mereka belum pernah melihat orang

yang seperti Valen ini.

“Perkenalkan ini adalah Tuan Muda Valendra Weston yang akan

menjabat sebagai CEO di Mahkota Horeka.” Kata Revan dengan suara tegas

membuyarkan suasana yang tadinya awkward.

“Ehm oh ya, pak Valendra! Saya Susan, wakil CEO yang saat

ini bertanggung jawab sebagai pelaksana tugas harian! Dan ini, Vanya,

sekretaris direksi yang memang mengepalai seluruh sekretaris yang bertugas

untuk membantu kelancaran tugas saya dan juga tugas  bapak CEO kemudian.” Sahutnya menyingkirkan

rasa kagum berlebihan melihat CEO yang baru, sedangkan Valen hanya mengulurkan

tangannya untuk menjabat wakil CEO yang sedang memperkenalkan diri itu.

“  Hmm, saya tadi

sebelum kemari sudah memberikan tugas kepada kalian menyangkut keluarga Kusuma.

Apakah kalian sudah lama menjalin hubungan kerjasama dengan keluarga Kusuma?”

tanya Valen dengan nada dingin.

“Sebenarnya keluarga Kusuma itu baru saja menjalin hubungan

kerjasama dengan Mahkota Horeka berkaitan dengan pembangunan perluasan kantor

Mahkota Horeka, dan ini juga karena diakomodasi oleh pihak Weston grup,

sepertinya Weston grup juga memiliki hubungan kerjasama dengan Kusuma grup, benar

begitu kan pak Revan?” tanya ibu Susan kepada pak Revan selaku perwakilan

langsung dari Weston grup.

“Iya, benar tuan muda! Mereka bekerjasama di penyediaan alat

berat. Kita kan juga bergerak di bidang konstruksi juga kan tuan!” kata Revan

dengan nada datar.

“Apa tidak ada grup lain yang bisa bekerjasama dengan kita?

“tanya Valen dengan nada malas.

 “APG dan Wijaya grup

bisa juga sih tuan, cuman pemenang tender yang lalu memang Kusuma grup.” Kata

Revan lagi.

“Baik putuskan kerjasama dengan keluarga Kusuma dan jangan

lagi membuat kerjasama dengan mereka. Bayar denda pembatalan kontrak dengan

mereka. Saya tidak mau berhubungan dengan keluarga itu dikemudian hari. Oh ya,

jangan lupa untuk mengusir wanita sampah yang mau minta bertemu dengan ibu

Susan!!  Dan kalau mereka dari keluarga

Kusuma bertanya kenapa kita memutuskan kontrak, bilang saja kita ga sudi

memiliki hubungan kerjasama dengan wanita sampah yang mata duitan dan

berkelakukan seperti ja**ng penggoda!!” kata Valen dengan nada tegas, ibu Susan

mengangguk dengan penuh hormat dan menitahkan sekretaris direksi untuk

menelepon pihak Kusuma Grup dan menyuruh satpam mengusir There, istri Allan

Kusuma dengan tidak hormat dai Kantor Mutiara Horeka.

 “Ibu Susan, agenda

yang harus dilakukan ibu lakukan kedepannya adalah mengumumkan pemindah kuasaan

antara CEO lama ke CEO baru dan dilakukan dengan segera, tapi ingat jangan

pernah ada yang boleh menyebutkan identitas pribadi saya, selaku CEO baru. Saya

juga tetap menugaskan ibu Susan sebagai pelaksana harian dan tentu saja

menaikkan bonus ibu untuk kerja tambahan ini.” Perintah Valen dengan segera.

 “ Yang Kedua, buka

kerjasama baru untuk mengisi kekosongan yang ada, akibat kita membatalkan

kontrak kerjasama dengan Kusuma grup, beri APG dan Wijaya undangan untuk melakukan

tender baru, jangan lupa untuk menyebarkan pembatalan kontrak kita dengan

Kusuma melalui semua media, sehingga akan banyak yang akan mau mengikuti tender

ini.  Untuk Mahkota Horeka, kita juga

membuat gebrakan dengan mencari partner baru yang bisa bekerjasama Dengan

Mahkota Horeka. Tentunya dengan memakai system tender, sehingga kita bisa

mengantisipasi kualitas dan mutu setiap hotel yang ingin bekerja sama dengan

Mahkota Horeka. Tetapkan nilai investasi sebesar 1 milliar rupiah untuk Hotel

yang memenangkan tender untuk bekerja sama dengan Mahkota Horeka. ” Lanjut

Valen kepada ibu Susan, sedang sekretaris direksi mencatat poin meeting hari

ini.

***

Sementara ditempat lain, There yang tidak terima dimaki dan

diperlakukan tidak adil oleh Mahkota Horeka, langsung memasuki mobilnya dan

melajukan mobilnya ke kantor suaminya di Kusuma Grup, ia ingin kejelasan

tentang permasalahan yang dihadapi karena sepertinya ia tidak melakukan

kesalahan apa apa, kok bisa diperlakukan seperti ini baik oleh Mahkota Horeka

maupun Kusuma Grup.

Sesampainya di kantor Mahkota Grup, There langsung naik ke

ruangan suaminya di lantai 10, dan berusaha menemuinya. Tapi Sekretaris Allan

mencegahnya sehingga terjadi keributan.

 “Ada apa ini ribut

ribut? “ pintu ruangan CEO Kusuma terbuka, ada Allan dan juga Aldi papa mertua

There yang memandang menantunya dengan tatapan sinis.

“Ehm ini pak, tadi bapak kan menginstruksikan saya untuk

tidak menerima siapapun masuk ke dalam ruangan CEO selagi tuan besar didalam…”

kata Anne menjelaskan.

“Sudahlah, kamu There, masuk ke dalam papa mau bicara!”

perintah mertuanya dengan nada dingin.

“Ada apa , pa?” tanya There dengan takut takut

“Apa yang kamu lakukan tadi Mahkota Horeka?” tanya papa

mertuanya dengan nada dingin.

“There tidak melakukan apa apa, Pa! There tadi datang kesana

trus menunggu disana dan tidak melakukan apa apa loh, Pa! Sungguhan! Bahkan

There saja belum ketemu dengan CEO dan wakil CEOnya, begitu tadi There masuk

ketemu sekretaris wakil CEO, disuruh nunggu, trus setengah jam There nunggu,

There diusir oleh satpam satpam Mahkota Horeka sampai ke lobby bawah. Habis itu

Allan teleponThere dan maki maki There. Padahal There bener bener ga tahu apa

apa!” cicit There sambil nangis nangis.

“Oh There ingat. There cuman ketemu sama suaminya Anin.

Katanya ia mau melamar pekerjaan disana. Ya kalau sama si Valen itu, tentu aku

berlaku kayak biasa. Soalnya aku sebel masa dia mau melamar jadi OB disana! Kan

malu maluin keluarga Bagaskara. Eh mana mungkin dia adalah orang berpengaruh di

Mahkota Horeka kan, kak?” lanjut There kepada Allan yang dengan nada ragu. Tapi

dia bener bener hanya bertemu dengan Valen saja, dan tidak ada orang lain yang

ia temui.

“Ah gak mungkinlah kalau cowo miskin itu. Dia kan bukan

siapa siapa, bahkan aku yakin dia juga gak akan mungkin diterima menjadi OB di

Mahkota Horeka.” Kata Allan mencemooh.

“Emang tadi papa dibilang gimana sama sekretaris Mahkota

Horeka ?’” tanya Allan kini kepada papanya, dia juga kesel karena papanya

langsung marah marah kepadanya dan memaki maki dirinya.

“ Dia bilang kalau, Mahkota Horeka dan Weston grup menutup semua

jalur kerjasama dengan keluarga Kusuma, baik yang sudah ada dan yang akan

datang. Termasuk kerjasama yang akan ditanda tangani oleh Mutiara Horeka dan

Kusuma grup minggu depan. Bukan itu saja kerjasama papa dengan Weston juga

diputuskan sepihak, mereka bahkan bersedia bayar denda penghentian kontrak.

Kita bisa rugi besar ini nak! Apalagi kalau orang tahu bahwa Weston memutuskan

kontrak dengan Kusuma grup , bisa bisa top ten perusahaan di seluruh Indonesia

yang bekerja sama dengan Kusuma grup juga menarik semua investasinya. Pusing

papa ini, Lan!”curhat papa Aldi sambil menekan nekan kepalanya yang pening

karena masalah ini.

Sedangkan There dan  Allan juga ikutan pusing kepala karena masalah ini. Bisa bisa Allan dan

keluarganya terancam bangkrut kalau masalah ini tidak segera diselesaikan.

.

.

.

TBC

1
Agus Soejono
penasaran ah
Agus Soejono
jadi gak lancar urusannya
Agus Soejono
gas gas
Agus Soejono
ramai seru mulai naik alur ceritanya
Agus Soejono
jadi dong namanya juga taruhan yg kalah hrs suportif
Agus Soejono
bangkrutin dikit dikit
Agus Soejono
Tampar tampar Three = BUZZER MULYONO
Agus Soejono
up up up apa isinya penasaran
Agus Soejono
jangan dibuka dulu ben sport jantung si nenek dan three kena parkinson
Agus Soejono
setan = buzzer itu tdk pernah berhenti menggoda
Agus Soejono
menegangkan akan ada perampasan hak disini
Agus Soejono
makin seru dah mau ketauan
Agus Soejono
menghibur dimasa gelap ini
Agus Soejono
semangat selalu membawa berkah
Agus Soejono
permata itu blm diasah
Agus Soejono
keren makin ramai
Agus Soejono
tks you
Agus Soejono
oke keren
Yusup Rahman
opening yang bagus
Wisnu Mahendra
setiap nyebut kontrak, pasti nyebut 1 milyar, bukankah lebih baik kalo disebutkan kontrak kerjasama? lagian 1 milyar kok kayaknya wahhh banget? bagi perusahaan besar, uang segitu mah seiprit
💘Emerald💘: Walaupun komentar kamu enggak enak dibaca, aku setuju sama pendapat kamu.

Kontrak kerja sama antar perusahaan besar itu bisa sampai puluhan atau ratusan miliar bahkan bisa sampai triliunan.

Apalagi kalau perusahaan itu perusahaan internasional, nilai kontraknya bisa lebih tinggi lagi.

Nilai kontrak satu miliar itu rata-rata cuma untuk perusahaan kelas menengah kebawah🙏🏻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!