Arif Pratama seorang pria berusia 30th yang harus menikah dengan wanita yang ia tak cintai, bernama Annisa Putri.
Annisa Putri adalah Seorang anak kiyai yang tinggal di kampung, ia kelulusan pesantren terkenal di kampungnya, mereka harus di jodohkan dengan kedua orang tuanya.
Sampai akhirnya tak ada kehangatan sama sekali didalam rumah tangga nya akibat Perjodohan yang tak didasari oleh suka.
Ikuti terus ceritanya karna cerita ini mengandung bawang yang berlebihan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon qila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS. 29 Bertemu Alya di kantor
Di kantor Arif baru saja selesai melakukan sholat Jumat bersama Ferdi dan Rendi, karna saatnya jam makan siang mereka langsung menuju kantin bersama.
Walaupun Arif seorang direktur utama, tapi dia tak pernah merasa tinggi untuk bergabung bersama bawahannya.
Saat itu Arif memilih bangku yang pojok, karna suasana lebih adem dekat pepohonan, Arif memilih bakso untuk menu makan siang kali ini, di ikuti juga dengan Ferdi dan Rendi.
Sambil menunggu, Arif memainkan ponselnya melihat-lihat Instagram milik Annisa, karna saat itu rasanya ia sangat rindu dengan Annisa sehingga ia ingin sekali melihat fotonya di Instagram miliknya.
Saat melihat banyak sekali komentar dari Husein Arif merasa ada sesuatu sama seseorang yang bernama Husein tersebut.
"Siapa sih Husein ini, slalu saja komentar di Instagram milik Annisa.?" Batin Arif.
Namun Makanan telah datang, dan mereka melanjutkan makan siang terlebih dahulu.
Di sela-sela mereka makan, Ferdi bertanya pada Arif soal Alya. "Rif gimana Alya.? Udah gak Dateng lagi kan.?" Tanya Ferdi.
"Emm enggak kayanya Fer."
"Loh kok kayanya.?" Tanya Ferdi penasaran.
"Udah gak pernah Ferdi, lu kepo banget jadinya." Ujar Arif.
"Udah udah jangan pada ngomongin itu lagi, abisin dulu makannya." Ujar Rendi.
Rendi adalah salah satu Karyawan baru teman sekolah Arif sewaktu SMK dulu, Ia baru saja masuk sekitar 1 bulan yang lalu.
Makan siang sudah selesai, kini mereka kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya, Saat jalan ke arah lift mereka bertemu Alya yang datang membawa banyak berkas-berkas.
"Rif Rif itu bukannya Alya." Ujar Ferdi sambil menunjuk ke arah Alya.
Arif langsung menengok ke arah yang di tunjuk oleh Ferdi, Namun dia biasa saja. Mereka berjalan ke arah lift, di dalam lift Alya pun terkejut melihat mereka yang datang bersamaan.
Alya berniat ingin menegur mereka, namun ada rasa malu pada Ferdi dan Arif, jadi Alya memutuskan untuk diam saja.
"Loh ko jadi diam-diaman begini, ada apa Alya datang ke kantor.?? kenapa dia bawa berkas sangat banyak.??" Batin Arif.
Setelah lift terbuka Arif lebih dulu meninggalkan mereka, karna ia merasa risih sekali.
"Lah si Arif ko ninggalin kita." Ujar Rendi merasa bingung.
Sambil berjalan Ferdi memberitahu kepada Rendi yang belum tahu kalau itu adalah Alya. "Itu Alya cewek yang pernah di taksir Arif." Ujar Ferdi.
"Oh, tapi bukannya Arif sudah menikah ?" Tanya Rendi penasaran.
"Iyah Arif menikah di jodohkan sama orang tuanya, cantik banget dah orang nya kalau lu liat terpesona deh lu." Ujar Ferdi.
"Ohh gitu, haha ada-ada saja lu Ferdi, gua kan udah ada calon istri." Ujar Rendi.
"Hahaha Yaudah kita kerja lagi."
Alya datang ke ruangan Arif, Ia mengetuk pintu dahulu sebelum masuk.
Tok..tok..tok..
Arif yang tak tahu itu adalah Alya, ia langsung menyuruhnya masuk. "Masuk."
Saat Alya masuk, Arif merasa terkejut dengan kedatangannya, tapi sebelum itu ia sudah tahu kedatangan Alya pasti untuk menemuinya, karna Alya bekerja di cabang perusahaan miliknya.
"Ada apa kamu kesini.?" Tanya Arif dengan nada datar sambil memainkan laptopnya.
"Emm pak saya di suruh oleh Atasan saya untuk bapak menandatangani berkas ini." Ujar Alya.
"Baiklah berikan berkas itu."
Alya langsung memberikannya, dan Arif menandatanganinya dengan cepat tanpa di baca, karna ia sudah tau isi berkas tersebut.
Arif langsung memberikannya kepada Alya, dan menyuruh Alya untuk pergi.
"Sudah, silahkan kamu keluar." Ujar Arif.
Alya ingin sekali menjawab perkataan Arif namun ia tak berani, dan memilih keluar kantor, setelah keluar Alya berdecak kesal. "Dasar cowok So jual mahal banget, Gak inget apa dulu aku yang selalu ada buat dia.?" Gumam Alya.
Alya langsung pergi meninggalkan kantor tersebut.
.
.
.
🌿Sore Hari🌿
Annisa sedang duduk manis di halaman rumahnya, menunggu kepulangan sang suami.
Dari kejauhan nampak lah mobil Arif, Annisa sangat senang akhirnya suaminya sudah pulang kerja, karna rasanya ia sangat rindu pada Arif.
Arif memarkirkan mobilnya, setelah keluar dari dalam mobil Arif langsung menghampiri Annisa dengan senyum, Nampak lelahnya hilang ketika melihat Annisa yang cantik tersenyum menyambut kepulangannya.
Annisa bersalaman kepada Arif, dan Arif mengecup kening Annisa.
"Mas sini biar Annisa bawakan tas nya." Ujar Annisa sambil mengambil tas milik Arif.
"Terimakasih sayang."
Mereka masuk, dan Arif langsung mandi karna tubuhnya sudah sangat lengket dengan keringat.
Sedangkan Annisa ia menghangatkan lauk yang ia masak tadi, Setelah selesai karna waktu masih pukul 16:00 ia memilih untuk duduk di ruang tamu sambil menunggu adzan Maghrib.
Di hampiri oleh Arif yang sudah mandi, "Hai sayang sedang apa.?" Tanya Arif sambil ikut duduk di sampingnya.
"Ini aku lagi menonton tv mas." Ujar Annisa.
Saat di sela-sela pembicaraan Annisa memberitahu Arif jika tadi Alya datang kerumahnya.
"Mas tadi Alya datang kerumah."
Arif terkejut memikirkan kenapa Alya selalu saja hadir di kehidupan nya.
"Ngapain Alya kesini.?" Tanya Arif.
"Itu mas, tadi mbak Alya kasih hadiah piyama buat aku, katanya berkat aku skripsinya dapat nilai bagus."
"Oh gitu nis, kirain ngapain."
"Iyah mas, nih piyama nya yang aku pakai, bagus kan mas.? cocok juga buat di gunakan pakai hijab."
"Hmmm apapun yang kamu pakai itu slalu cocok sayang." Ujar Arif sambil mengedipkan satu matanya.
Annisa langsung terpesona dengan kedipan mata itu, membuat hatinya merasa seakan-akan ingin meledak.
"Mas jangan kedip gitu."
"Loh memangnya kenapa.?"
"Nanti aku makin cinta sama mas."
Bener-bener pasangan yang satu ini membuat Bucin semakin di depan.
Namun Annisa mengingat perkataan Alya soal periksa ke dokter, langsung saja dia mengatakan nya kepada Arif.
"Mas kita sudah 8 bulan menikah tapi belum juga di karuniai anak, apa mas gak kepikiran untuk periksa aku.??" Tanya Annisa.
"Untuk apa sih periksa segala, aku yakin sama kamu nis." Namun jawaban Arif mengelak karna ia benar-benar percaya dengan Annisa.
"Tapi mas, ini kan demi kebaikan kita juga, pokonya esok aku ingin periksa mas." Ujar Annisa.
"Iya deh iya esok kita periksa ke dokter kandungan." Arif mengalah dan itu ada benarnya juga.
"Terimakasih ya mas, sudah turutin kemauan ku." Ujar Annisa sambil tersenyum.
"Iyah sayang, semoga hasilnya baik-baik saja ya sayang." Ujar Arif.
Karna sudah adzan Maghrib, Annisa dan Arif bersiap-siap untuk melakukan sholat jamaah bersama.
🌿🌿🌿🌿🌿
Hallo para readers kesayangan ku, terus ikuti author ya... di jamin bakal bnyk kisah yang seru 😇😇
kalau boleh juga berikan author gift sesuka kalian.
Thanks .
salam hangat dari novel ku
semangat ya