NovelToon NovelToon
I LOVE MY UNCLE

I LOVE MY UNCLE

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:6.9M
Nilai: 5
Nama Author: din din

follow Ig 👉 dindin_812
New Adult romance
WARNING!!! Sebelum baca siapkan hati, karena dijamin bakal kesel, baper, tegang dan lain lain.

Setting di London.
Jovanka adalah seorang gadis manja, ia memiliki paman bernama Jody yang begitu sangat menyayangi dirinya sejak kecil. Entah hanya sebuah perasaan sayang terlalu besar atau apa, membuat Jovanka sering merasa cemburu jika sang paman dekat dengan wanita lain.

Hingga suatu ketika karena akal bulus seseorang, membuat Jovanka dan Jody mengalami tragedi satu malam. Jovanka yang tidak ingin Jody merasa bersalah pun memilih pergi, tahu jika tidak mungkin baginya bisa bersama adik sang mamah, meski bunga-bunga cinta tumbuh di hatinya.

Namun, siapa sangka dibalik itu semua, Jovanka tidak tahu kalau Jody ternyata bukanlah adik kandung sang mamah. Lalu bagaimana kisah mereka selanjutnya? Baca selengkapnya di sini.



Pict from Pinterest editing by Din Din

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 Model Baru

Menelan salivanya, Jovanka jadi gugup sampai sampai dia mengambil tisue lalu mengelap wajahnya yang tidak basah. Leo memandang Jovanka dengan perasaan heran, dia tahu hubungan Jovanka dan Jody. Biasanya setiap Leo membahas soal Jody, gadis itu pasti akan bersemangat menanggapinya, tapi entah kenapa saat ini gadis itu malah terlihat seakan menghindar, hal itu tentu saja membuat Leo bertanya-tanya.

"Kalian sedang ada masalah?" tanya Leo pada akhirnya karena penasaran.

"Tidak ... tidak ada!" jawab Jovanka dengan sedikit senyum untuk menutupi rasa kegugupannya.

Leo menaikan sedikit alisnya mendengar jawaban Jovanka, ia tahu gadis itu sedang berbohong, tetapi ia pun tidak akan bertanya jika gadis itu enggan untuk bercerita, lagi pula baginya itu adalah urusan anak muda.

Nasib memang tidak mempertemukan mereka. Setelah bertemu dengan Leo, Jovanka kembali ke perusahaan ia masuk kedalam lift. Namun siapa sangka secara bersamaan Jody keluar dari lift satunya yang membuat dia maupun Jovanka tidak sama-sama melihat.

"Ya, Al! Bantu aku melacak pelayan Hotel itu, aku akan membuat perhitungan dengan orang yang menyuruhnya!" Suara Jody tengah menelpon Albert untuk meminta bantuannya.

Karena sibuk menelpon, Jody tidak menyadari jika Jovanka masuk kedalam lift yang berbeda dengannya, kedatangan Jody kesana memang ingin bertemu Jovanka. Karena Jovanka izin keluar membuatnya tidak bisa bertemu dengan gadis itu.

"Kemana kamu, Jo?" keluh Jody seraya memegang erat benda pipih di tangannya.

Jovanka yang baru saja memencet tombol up pada lift sekilas melihat punggung yang dia kenal, berpikir itu Jody, Jovanka langsung bergeser pada tempat yang sudah tertutup.

"Astaga, itu paman," lirih Jovanka.

Gadis itu memegang dadanya sendiri, mencoba mengatur detak jantungnya yang tiba-tiba saja berdetak cepat tak karuan.

Begitu sampai di lantai divisinya, Jovanka berjalan gontai menahan detak jantungnya yang tidak mau kembali normal.

"Ya Tuhan, Jo? Mau sampai kapan kamu menghindar?" tanyanya dalam hati.

Disisi lain, Aiden tengah mengawal jalannya pemotretan untuk sampul majalah The Beauty edisi mingguan. Sesekali ia menengok jam tangannya, rupanya salah satu model yang seharusnya melakukan pemotretan belum datang.

"Apa kalian sudah menghubunginya? Ini sudah jam berapa? Apa model itu tidak bisa bersikap profesional?" cecar Aiden pada Rose sebagai penanggung jawab bagian Fashion.

"Sudah, dia bilang sudah dalam perjalanan. Model kita ini model baru, jadi mungkin belum terlalu pengalaman akan hal ini," jelas Rose.

Aiden mencebikkan bibirnya tanda tak percaya, ia tidak mengerti kenapa penanggung jawab bagian Fashion memilih model baru ketimbang model yang sudah berpengalaman.

Tak lama kemudian deru suara hentakan sepatu terngiang di seluruh ruangan pemotretan. Seorang gadis terlihat terengah-engah berdiri di hadapan Rose.

"Ma-maaf, saya terlambat," ucap gadis itu pada Rose.

Rose yang hendak menjawab ucapan gadis itu pun terhenti ketika melihat Aiden yang sedari tadi berdiri bersandarkan meja langsung berdiri tegap. Di lipatnya kedua tangan di depan dada, ia menatap tajam pada gadis yang baru saja datang.

"Siapa kamu?" tanya Aiden dengan sedikit nada ketus.

Mendengar pertanyaan Aiden, gadis yang masih terengah-engah itu langsung menatap pemuda yang sudah berdiri di depannya. Manik matanya membulat menatap wajah tampan pemuda di hadapannya.

"Ya Tuhan, apakah dia model juga," gumam gadis itu.

Melihat gadis itu yang melongo dengan mulut menganga menatapnya, Aiden menjentikkan jari di depan wajah gadis itu.

"Aku nanya, kenapa kamu tidak menjawab?" tanya Aiden lagi yang mulai kesal.

"A-apa?" Gadis itu tergagap ketika tersadar.

"Rose, ganti dia dengan model lain!" titah Aiden.

Pemuda itu langsung berjalan melewati gadis yang baru datang tadi menuju arah pintu keluar. Rose yang mendengar perintah Aiden sedikit tidak percaya jika pemuda yang biasanya terlihat ramah dan hangat itu bisa bersikap dingin ketika melakukan pekerjaan.

Gadis yang seharusnya menjadi model majalah itupun terkesiap mendengar perkataan Aiden, ia langsung menoleh kemudian mengejar Aiden yang sudah berlalu pergi.

Rose ingin mencegahnya, tapi terhenti karena ia harus segera mengawal proses pemotretan lainnya.

Gadis itu sekuat tenaga mengejar Aiden. Setelah terkejar, ia langsung menghadang Aiden dengan merentangkan kedua tangannya menghalangi jalan pemuda itu.

"Mau apalagi kamu?" tanya Aiden ketus.

"Kenapa Anda langsung memutuskan untuk mengganti model begitu saja?" tanya balik gadis itu.

"Terserah aku, disini aku yang berkuasa. Salahkan dirimu karena tidak bisa bersikap profesional. Tugas kami disini banyak, bukan cuman harus menunggu seorang model junior yang tidak tahu aturan," cibir Aiden.

Mendengar perkataan Aiden tentu saja membuat darah di tubuh gadis itu mendidih. Hilang semua pandangan tentang kekagumannya pada pemuda itu.

"Saya 'kan sudah bilang maaf, kenapa Anda tidak bisa menerimanya?" tanya gadis itu lagi yang masih tidak terima.

Aiden melipat kedua tangannya di depan dada kemudian ia berkata,"kalau kata maaf bisa mudah diterima, maka penjara tidak akan penuh dengan penjahat."

Setelah mengatakan hal itu, Aiden langsung melewati gadis tadi dengan cepat. Aiden enggan berurusan dengan orang yang tidak bisa bekerja dengan serius.

Gadis itu mencebik tidak percaya karena hanya kesalahan kecil ia di berhentikan dari pemotretan, jelas raut wajah gadis itu benar-benar khawatir. "Kalau aku tidak bisa melakukan pemotretan ini, aku pasti akan di pecat dari agensi," keluhnya.

Jovanka termenung di depan komputer yang terbuka, tatapannya terlihat kosong, raganya disana tapi pikirannya berpetualang entah dimana.

Jovanka tersadar ketika melihat Aiden yang berjalan dengan air muka kesal, pemuda itu masuk keruang kerjanya dan langsung mendudukkan tubuhnya di kursi empuk miliknya, ia menyandarkan kepalanya kemudian memejamkan matanya sesaat.

"Ada apa dengan wapresdir?" tanya Jovanka pada salah satu teman sedivisi-nya.

"Katanya ada masalah di ruang pemotretan," jelas teman sedivisi-nya itu.

Jovanka hanya membentuk huruf O dengan bibirnya, ia kemudian melihat lagi ke arah Aiden. Baru kali ini Jovanka melihat Aiden terlihat frustasi.

Gadis yang di tolak Aiden terlihat duduk bersama Rose di ruang pemotretan, airmatanya tak berhenti mengalir. Entah sudah berapa banyak tisue yang ia habiskan untuk mengelap ingus dan airmata yang keluar.

"Aku baru kali ini melakukan kesalahan, kenapa orang itu tidak mau mendengarkan penjelasan 'ku dulu sebelum memutuskan." Gadis itu masih menangis, mengelap ingus dengan tisue kemudian membuangnya serampangan lalu mengambil tisue lagi.

"Aku nggak bisa bantu kamu, Tha! Dia itu Wapresdir baru. Biasanya dia bersikap ramah dan hangat, entah kenapa tadi dia terlihat galak dan dingin," jelas Rose berusaha menenangkan Nathalia.

Ya, gadis itu bernama Nathalia Sechan, umur dua puluh tahun. Gadis dengan rambut pirang mata bulat berwarna kebiruan yang memiliki tinggi badan ideal sebagai seorang model.

"Apa?" Thalia terkejut begitu mengetahui kalau pemuda yang ia hadapi dengan sedikit emosi itu adalah Wapresdir disana. "Habis sudah riwayatku," gumamnya dalam hati.

Visual: Nathalia.

..._...

......_......

..._...

..._...

..._...

...Terus dukung karya Author...

...Dengan like koment ya .......

...Tanpa kalian Author bukanlah siapa-siapa...

...Terima kasih 🙏🙏😘😘😘...

1
Sari Ana
kalau kisah tentang orang tuanya jovanka itu,, judulnya apa thor??
.: chasing past love, Kak
total 1 replies
Mumu Mujayanah
ku baca ulang g bosen 😄😄🤣
.: makasih🥰🥰
total 1 replies
Mumu Mujayanah
suka ceritay bgus bgt
Diah Mitha
hadeehh si luna udah punya warisan langsung dari ibunya 😂
Qaisaa Nazarudin
Apay kasusnya selesai gitu aja,Hanya dgn ancaman gitu,Menurut ku Alice cewek yg nekat,Aku pasti setelah ini dia akan melakukan yg lebih parah lg,Tanpa memikirkan resikonya,Percaya deh..
Qaisaa Nazarudin
Thalia adalah strinya Aiden nanti kan??👏🏻
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwk mampos kau Alice,Target mu sudah dibawa kabur,Biasanya rencana jahat mmg selalunya gagal Tapi berhasil ke org yg tepat,Biasanya yg ku baca di mana2 novel kan gitu 😂
.: wkwkwkwkw
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Pastinya ubat perangsang,Di sini kan Jo dan Jody melakukannya sampai Jo bisa hamil..
Qaisaa Nazarudin
Ingin menjodohkan kamu dgn anaknya,,Ternyata CEO yg sukses dlm bisnis TAPI Bodoh dan gak Peka dlm soal hati dan perasaan,ckck 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Masih aja gengsi yg di gedein,Ego nya terlalu tinggi,.
Qaisaa Nazarudin
Ke london ngejar2 Jo tapi malah nikah dgn org lain,Aiden..Aiden..😅
Qaisaa Nazarudin
Ih pantesan Aiden bilang ke Malik kalo Susan itu tukang malak 🤣🤣🤣😜😜
Qaisaa Nazarudin
Ternyata Jody juga punya rasa yg sama tapi Jody takut mengungkapkan nya, mungkin dia pikir dia hanya paman angkat, Ortunya Jo sudah banyak menolongnya, Jadi dia merasa gak pantas aja sama Jo..
Qaisaa Nazarudin
Itu pasti Jo kan 😂
Qaisaa Nazarudin
Di novelnya Malik dan Susan aku gak liat dan tak tau wajahnya Aiden, Nih baru nongol babang Aiden..👏🏻👏🏻👍🏻😍😍
Qaisaa Nazarudin
Pertama kali ketemu novel yg pameran utamanya visual nya emang cantik..👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Aiden kakaknya Susan kah?
susi 2020
🥰🥰🥰😍
susi 2020
😍😍🥰😘
susi 2020
😍😍🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!