NovelToon NovelToon
Dendam Yang Salah (Sang Bos)

Dendam Yang Salah (Sang Bos)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:472
Nilai: 5
Nama Author: shkira

Sebuah pertemuan yang tidak terduga terjadi pada Mariana purnama, yang akan mengubah hidup nya, akibat salah sasaran kebencian dan juga dendam dari seorang bos mafia, yang di kenal sebagai Hansen Deen.yang punya pengaruh dan kuasa besar di negara A.


pertemuan yang awalnya tidak di sengaja untuk Ana malah menjadi pertemuan yang akan membawa nya dalam masalah besar untuk hidup nya.

SELAMAT MEMBACA ,SEMOGA TERTARIK😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shkira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS 30

Di dalam kamar Ana tergeletak tak sadarkan diri, dengan sebuah rantai yang mengikat di kaki kiri nya.

Di sisi lain Hansen yang berada di ruang belajar nya bersama Ares, sedang menyelidiki identitas wanita yang sangat mirip dengan mendiang Alexa.

Hansen duduk di kursi kerja nya ia terlihat serius mantap Ares yang memberi beberpa info yang ia dapat malam itu.

"Bos, Setelah aku selidiki, ternyata nona Lisa adalah anak haram dari tuan Boni dari keluarga boni!"

"Keluarga boni?"

"Benar bos, sebelum nya anda pernah menolak kerja sama lahan yang di ajukan tuan Boni satu tahun lalu!" Jelas Ares, serius.

Hansen, termenung dalam ingatan nya " Bagaimana kondisi keluarga boni saat ini!" Tanya Hansen, semakin penasaran.

"Keluarga boni, saat ini telah pindah ke negara Z. Satu tahun lalu, saat aku selidiki kehidupan nya di sana cukup baik, bahkan perusahaan nya di kota ini pun berkembang sangat bagus!"

"Lalu, kenapa anak haram keluarga boni hidup nya sangat menyedihkan?"

"Yang aku ketahui, nona Lisa di tolak oleh tuan Boni dan istri sah nya, selain itu satu tahun lalu adik angkat nona Lisa juga meninggal di waktu yang sama saat diri nya di tolak oleh ayah kandung nya!"

Hansen terlihat semakin tertarik dengan kisah hidup Lisa yang wajah nya sangat mirip dengan mendiang kekasih nya itu. "Selidiki siapa ibu kandung nya!"

"Baik bos!"

"Di mana dia sekrang!"

"Nona Lisa berada di paviliun, aku sudah meminta para pelayan untuk menjaga nya dengan baik!"

"Hmm.. bagus!" Balas hansen, terlihat puas dengan kinerja Ares yang cakap.

"Bos!" Panggil Ares, expresi nya terlihat ragu.

Hansen melirik pada Ares yang masih berdiri di depan nya "Apa masih ada info lain?" Balas Hansen, mantap datar.

"Tidak ada bos, tapi.. bagaimana dengan nona Ana? Aku khawatir dia akan salah paham jika melihat nona Lisa nanti!"

Hansen tertegun diam, ia lupa harus mengatasi ego istri nya yang sulit di kendalikan. "Aku akan menjelaskan nya nanti!" Ucap hansen, beranjak dari duduk nya.

Langkah nya pergi keluar namun tiba-tiba seorang pelayan datang dengan wajah panik.

"Tuan, nyonya mengamuk dia melempar semua barang yang ada di dekat nya!" Seru pelayan itu takut.

Hansen segera pergi menuju kamar nya, dan benar ia melihat dua pelayan kualahan mengatasi amukan Ana. Yang tidak terima kaki nya di rantai oleh Hansen.

Para pelayan Bergegas pergi setalah Hansen datang, langkah nya masuk kedalam kamar, ia menghindari beberpa barang yang di lempar ke arah nya.

Ia menahan pergelangan tangan Ana yang ingin melempar sebuah lampu meja ke arah nya.

"Kamu benar-benar ingin menghancurkan semua barang di kamar ini!" Ucap Hansen, mengambil paksa lampu di tangan Ana.

"Kamu keterlaluan Hansen, aku bukan hewan. Lepaskan rantai di kaki ku!" Ketus Ana, jengkel.

Tanpa di sangka Hansen langsung melepaskan rantai di kaki Ana. "Aku sudah melepaskan nya, aku bertanya untuk terakhir kali nya. Apa kamu akan melarikan diri lagi?" Ucap Hansen, datar. Namun sikap nya terlihat sangat dingin.

Ana bergeser menjauh dari Hansen, "aku akan terus mencoba melarikan diri, sampai aku benar-benar terbebas dari mu!" Balas Ana, menantang.

Hansen tersenyum pahit mendengar pengakuan Ana, "Ana, sebenar nya aku tidak ingin melakukan ini tapi..."Hansen menatap tajam pada Ana" jika di pikiran mu ada niat melarikan diri maka aku akan menghancurkan keluarga Satria hingga tak tersisa satu pun dari mereka!" Ancam Hansen, Dangan sangat kejam.

Ana tertegun lemas mendengar ancaman yang sangat kejam yang keluar dari mulut Hansen. Sampai ia tergolek di lantai.

Meski ucapan nya sangat kejam, sikap nya terhadap Ana tetap sangat baik. Ia berlutut di hadapan Ana meraih pipi nya Dengan sangat lembut. "Aku terpaksa melakukan nya agar kamu tetap di sisi ku!" Ucap nya, kecewa.

"Kamu benar-benar kejam Hansen!" Balas nya, memalingkan wajah.

Hansen mencubit dagu ana memaksa nya berpaling kembali pada nya " Aku melakukan ini, karena kamu keras kepala!"

"Bukan aku, tapi kamu, kamu yang keras kepala Hansen, itu kamu! Kamu sudah punya wanita lain tapi memaksa aku menikah dan berada di sisi mu, apa kamu menjadikan aku budak nafsu mu!" Bantah Ana, kesal.

"Ana, Sudah aku kata kan berapa kali, aku tidak punya wanita lain selain diri mu!" Balas Hansen, terlihat lelah menjelaskan.

Ia tidak tau jika banyak ke salah pahaman pada Ana.

"Jika tidak ada, Lalu siapa wanita yang ada di foto itu!" Tanya Ana.

Hansen terlihat bingung dengan ucapan Ana,

"Kamu ingin buktikan, berikan ponsel ku!" Ketus Ana, ia tau jika Hansen pasti membawa ponsel nya saat ini.

Hansen yang masih dengan wajah bingung mengeluarkan ponsel Ana dari saku nya.

Ana mengambil ponsel nya lalu menunjukan foto yang saat itu ia terima dari nomer tidak dikenal.

"Lihat, kalian sangat mesra, jika dia bukan wanita mu kamu tidak akan begitu peduli pada nya saat itu!" Ana menunjukan foto yang ada di layar ponsel nya.

Hansen tertegun kaget melihat foto diri nya bersama Alexa tiga tahun lalu, ada di ponsel Ana. "Dari mana kamu dapat foto itu?" Tanya Hansen, menyelidiki.

"Kenapa, apa kamu panik rahasia mu terbongkar oleh ku, hmm.." ejek Ana.

Hansen menghela nafas panjang, ia terlihat benar-benar lelah berdebat dengan Ana. "Ini semua salah paham!" Ucap nya,

"Aku punya bukti nya, bahkan aku juga melihat kamu membawa pacar mu itu ke mansion mu. Bukan kah ini saat yang tepat membuang ku!"

"CUKUP ANA!" Bentak hansen sampai membuat Ana terpaku kaget.

"Sudah aku katakan ini semua salah paham, kenapa kamu tidak mau mendengar kan penjelasan ku dulu!" Ucap Hansen, nada suara nya meninggi kerna terlalu kesal.

"Ini tidak akan pernah selesai di sini, kamu selalu tidak mau mendengar penjelasan orang lain!" Sambung nya ,ia beranjak pergi dari kamar dengan emosi yang tertahan. Hansen yang sulit mengendalikan emosi lebih memilih pergi agar tidak menyakiti Ana.

Ana sampai tersentak kaget saat Hansen menutup pintu dengan keras.

Ia menarik lutut nya menyembunyikan wajah untuk menangis diam-diam. Namun tidak lama ia kaget mendengar pintu kamar terbuka, ia pikir Hansen kembali lagi. Namun. Saat ia melihat itu bukan hansen Melain kan Ares.

Ares bejalan mendekat pada Ana yang masih meringkuk di lantai " Nona ana, aku datang atas perintah bos, untuk menjelaskan kesalahan pahaman mu terhadap nya!" Jelas Ares, sambil membantu Ana berdiri untuk pindah ke sofa.

Saat itu ana yang terlihat sangat lelah dengan hidup nya hanya bisa menurut saat Ares membantu nya berdiri.

Ana terduduk diam dengan mata sembab.

Ares melirik pada Ana yang pandangan nya terlihat putus asa, ia mulai menjelaskan semua yang membuat ana salah paham pada bos nya..

.

.

.

.

Bersambung

1
🦋 165
kayaknya jodoh mu tuh ana 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!