NovelToon NovelToon
Ketika Keberuntungan Memilihku

Ketika Keberuntungan Memilihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Not men

Seorang pemuda bernama Devan dia adalah seorang kurir paket yang hidup sederhana, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah menemukan sebuah gelang giok misterius.

Sejak saat itu, keberuntungan mulai menghampirinya dan satu per satu wanita cantik memasuki kehidupannya.

Namun, siapa sebenarnya mereka dan mengapa semuanya terhubung dengan Devan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Not men, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10 : Saat Takdir Memilihku

"Sudahlah teruskan pijat nya saja" ucap Devan menolak halus tawaran para perempuan di dekat nya itu,

Para perempuan itu hanya menuruti perintah tuannya dan tidak memiliki alasan untuk menolak. Hanya saja, Devan berbeda. Mungkin dia masih berusaha menjaga kesetiaannya kepada kekasihnya.

"Sudah cukup.." ucap pelan Devan kepada mereka disana

"Sesuai permintaan mu tuan" jawab mereka

Devan kembali terbaring untuk tidur namun para wanita malah mengikuti nya terbaring membuat Devan kesulitan untuk tertidur, sudah coba Devan usir mereka namun mereka tetap saja berada disana.

"Sungguh kalian tidak akan pergi?" ucap Devan pasrah karena percuma saja dia terus mengusir mereka

"Ya tuan! Kami akan tetap disini menunggu mu kembali terbangun" jawab Malea

Sungguh frustasi rasanya pikiran Devan Memang kamar nya sedikit luas namun dengan enam orang di dalam nya akan terasa sempit, Devan hanya terbaring tidur tanpa menghiraukan mereka yang ada disana, Dengan di temani lima perempuan cantik sungguh indah memang di kiri kanan Devan terdapat Malea serta syafir sementara Yunsi, Ayumi dan Meilin mengawasi sekitar

"Meilin kau tetap disini aku dan Ayumi akan memeriksa sekitar rumah tuan Devan" ucap Yunsi

"Tentu ka Yunsi, aku akan disini menunggu kalian" jawab Meilin

Sementara Yunsi dan Ayumi menghilang mengabur menuju tujuan mereka yaitu melihat sekitar rumah tuan nya seperti apa karena mereka merasakan aura seseorang yang berniat jahat terhadap Devan dan ibu nya, Malea dan Syafir hanya terbaring memandangi Devan di sisi nya

"Kau pemuda yang sangat tampan" gumam Malea menatap ke arah Devan

"Dan begitu polos!.." timpal Syafir

Meilin membenarkan hal itu di hatinya "kalian benar ka Malea ka Syafir" batin Meilin

Malea dan yang lain nya berasal dari suatu tempat yang jauh Dari bumi, namun karena suatu kejadian ratusan tahun lalu membuat Malea serta yang lain nya di segel kedalam gelang yang kini Devan gunakan, jumlah dari mereka tak sedikit termasuk Malea sendiri entah karena alasan apa nanti mari kita simak kelanjutan ceritanya.

Yunsi dan Ayumi sudah berada di luar rumah milik Devan, mereka tentu tak akan bisa di lihat oleh siapapun disini, Yunsi dan Ayumi mengawasi seorang perempuan tua yang menuju rumah dari Devan membawa serta tiga pria kekar di samping nya, Yunsi dan Ayumi mendekati mereka tanpa mereka bisa melihat nya, tentu saja karena kemampuan dari Yunsi serta Ayumi, Mulai terdengar percakapan antara Perempuan tua itu dan tiga pria kekar di samping nya mereka berbisik membicarakan sesuatu yang tentu saja Yunsi dan Ayumi bisa mendengar nya.

"Dengar kalian cukup cari uang nya saja! Bawa kemari dan jangan buat keributan!" ucap perempuan tua itu

"Siap bosss!.." ucap seremak tiga pria kekar menutup muka nya itu.

Yunsi dan Ayumi saling bertukar pandang mendengar itu "Sialan mereka mau cari masalah dengan tuan Devan!" ucap Yunsi menatap nyalang ke arah Perempuan tua di hadapan muka nya itu

"Kita bikin mereka kapok aja kak!" timpal Ayumi

Yunsi dan Ayumi membiarkan dulu perempuan tua itu yang memakai penutup kepala da bersembunyi di balik sebuah pohon besar menunggu tiga orang suruhan nya, Yunsi dan Ayumi menghampiri tiga pria kekar tadi yang menuju halaman belakang rumah Devan

"Boss aman gak nih!.." ucap salah satu dari mereka pada pemimpim komplotan nya itu

"Aman! dah tenang aja cepet congkel pintu nya buruan!" jawab pria yang memimpin itu

"Oke boss!" jawab pria satunya

Namun sebelum mereka berhasil melakukan itu suara aneh mulai terdengar oleh mereka, angin berhembus menerpa bulu kuduk mereka, serta suara burung hantu yang membuat suasana begitu mencekam, Tentu tiga orang itu mempercepat pembobolan kunci itu namun bukan nya berhasil mereka malah di buat panik oleh suara sesuatu.

Kreeett! Kreeetttt!

Suara pohon bambu seperti terdengar ada yang bergelayutan di atas nya, Suara tangisan mulai terdengar, Salah satu dari tiga pria itu menyapu pandangan nya ke sekeliling namun tak menemukan apapun.

"Bos denger gak?" ucap si pria itu

"Udah fokus aja! Buruan" jawab Bos mereka yang terlihat sama gemetaran nya dengan yang lain

Sementara pria yang berusaha membobol pintu tak kunjung berhasil karena tangan nya gemetar hebat karena merasakan aura mencekam malam itu, Namun...

Hi!! Hi! Hii! Hii!..

"Boss Apa itu!." tanya salah satu dari mereka.

"Cepet buruan!" ucap Si bos dengan sama panik nya Kaki mereka gemetar hebat

"kang mass!...hi hi hi hi hi" suara perempuan dengan nada pelan, Namun seakan menggema di telinga ketiga pria itu

"Se..se..seeet*nnnnn!!" teriak mereka bertiga berlari terbirit-birit melihat sosok hantu memegangi kepala nya yang putus

Sontak hal itu membuat Ayumi dan Yunsi tertawa terbahak tak ada henti nya. "Kirain jagoan cihh! Sama hantu aja takut" celetuk Yunsi saat selesai dengan tawa nya

"Bener ka Yunsi aku kira bakal seru ngerjain mereka lah malah lari duluan sebelum liat aku" timpal Ayumi

Yaa hal tadi adalah ulah dari Yunsi sementara suara aneh itu di timbulkan oleh perbuatan Ayumi seraya menertawakan ekpresi orang yang mereka jahili itu Teriakan tiga pria itu tentu terdengar oleh Malea, Syafir dan Meilin tentu saja Devan juga di buat terbangun..

"Suara apa itu! Ada orang kah?" ucap Devan

Namun Malea dan dua lain nya tentu sudah tau itu ulah siapa "Mungkin hanya orang lewat tuan" jawab Malea

"yaa itu hanya orang yang lewat" timpal Yunsi yang baru saja datang

Namun Devan lantas bertanya darimana mereka karena baru melihat Ayuni dan Yunsi datang..

"kami hanya berjalan-jalan di sekitar rumah tuan" jawab Yunsi setelah mendengar pertanyaan Devan, Dan Ayumi membenarkan itu tentu saja, mereka sengaja tak memberi tau Devan karena mereka tak ingin mengganggu ketenangan tuan nya itu

Tok! Tok! Tok!

"waduh ada Ibu lagi." ucap Devan seraya menatap ke arah para perempuan Namun Malea segera menimpali ucapan Devan itu.

"Tenang tuan, silahkan buka saja pintunya ibu mu tak akan melihat kami" ucap Malea

"benarkah itu?" jawab Devan

"Tentu tuan, cepat bukalah ibu mu sudah menunggu" timpal Malea

Devan segera membuka pintu kamar nya itu setelah mendengar penjelasan dari Malea

Ceklek!

"Ehh udah lelap yaa tidur nya nak? Maaf ibu ganggu?" ucap Mariana saat melihat wajah anak nya yang kusut baru terbangun

"Engga ko bu, ibu denger juga yaa tadi suara orang teriak" jawab Devan di iringi tanya

"Iya loh ibu sampe kaget denger nya kan di belakang rumah" jawab Mariana

"Yasudahhh ibu tidur lagi aja, udah malem" jawab Devan

Mariana pun kembali ke kamar nya usai menjawab pertanyaan Devan

"huhh ada-ada aja" batin Devan

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!