Zaman baru di mulai setelah perang langit besar berakhir. Memusnahkan dua ras terkuat di tiga dunia , darah para dewa dan iblis mengotori dunia manusia. Di tengah tengah badai petir merah dan hujan darah , suara Isak tangis anak kecil pecah di antara puing puing patung dewa yang kepalanya telah patah. Ia bernama Shen Yan , membawa kekuatan kuno mata dewa yang berbahaya. Desas desus mengatakan "Jika mata dewa terbangun sepenuhnya maka dunia akan di lahirkan kembali atau membawa dunia dalam kehancuran".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elz., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 : Akhir Teror Malam Berdarah
Bab 30 : Akhir Teror Malam Berdarah.
_______
"Karena aku sudah datang , maka pesta darah di mulai!"
Pria Bayangan Darah melesat menjadi kabut darah yang korosif , beberapa kultivator yang sebelumnya mengeroyok wanita bergaun merah tak bisa menghindari kabut tersebut. Satu persatu tubuh mereka berubah menjadi mayat kering. Sedangkan Pria Bayangan Darah menjadi semakin kuat setelah menghisap banyak korban. Tubuhnya semakin membesar , mengeluarkan aura pembunuhan yang sangat kuat.
"Hahaha! Nikmat! Sangat nikmat!" teriaknya.
Tiba tiba ekspresi wajahnya berubah dengan cepat saat menyadari tubuhnya kini tak bisa ia gerakan.
"Siapa! Siapa pengecut yang menyerang ku dari belakang!" teriak Pria Bayangan Darah.
Shen Yan muncul dengan cepat di belakang Pria Bayangan Darah tersebut , ternyata jimat pengekang yang di pasang Shen Yan dengan teknik matanya berhasil mengenai tubuh Pria Bayangan Darah secara diam diam.
"Kau pikir bisa mengalahkan ku! Hyaaaaa!" teriaknya keras.
Ledakan keras tercipta di area tersebut , jimat saja tidak cukup untuk melumpuhkannya. Pria Bayangan Darah menghilang menjadi kabut darah. Hanya tawa dan raungan jiwa jiwa orang mati yang terdengar. Cheng Yuan dan Liu Feng segera mundur dari lokasi tersebut. Kecepatan orang itu tidak mampu mereka tangkap dengan matanya. Keduanya beralih ke sosok wanita bergaun merah di sampingnya , akhirnya pertarungan 2 lawan 1 kembali terjadi di sisi yang lain.
"Disana!" ucap Shen Yan.
Ia melesat menggunakan Tian Zhan ke arah udara kosong di atasnya. Terdengar teriakan kesakitan setelah satu tebasan Shen Yan di ayunkan. Kabut darah segera berubah menjadi sosok pria , ia meringis kesakitan.
"Bagaimana kau bisa menemukan ku!" ucapnya dengan suara aneh.
Shen Yan kembali melancarkan serangannya , kali ini ia menyalurkan api hitam emas dari telapak tangannya ke tubuh Tian Zhan. Melihat gerakan itu , Pria Bayangan Darah tersebut mengeluarkan cakar besar menahan pedang Tian Zhan yang berkobar.
"Boom"
Keduanya terlempar mundur , Shen Yan tersenyum tipis menatap Pria Bayangan Darah.
"Apa yang kau tertawakan! Kau akan segera mati!" teriaknya.
Pria Bayangan Darah kembali menyerang dengan cakar cakar tajamnya yang bergerak cepat tanpa henti , Shen Yan menghindarinya dengan mudah berkat matanya.
"Ini akan berakhir!" gumam Shen Yan.
Ia melesat ke belakang , ia menghentakkan kakinya ke tanah di bawahnya dengan keras.
"Segel Rantai Tinta Penentang Langit!"
Gulungan spiritual muncul di depan Shen Yan dengan cepat , 18 rantai tinta keluar dari dalam gulungan tersebut. Itu mengunci 9 titik jiwa Pria Bayangan Darah di depannya. Melesat menembus 9 titik tubuh Pria Bayangan Darah dan menguncinya dengan cepat.
"Bocah sialan!" teriaknya.
Pria Bayangan Darah mencoba menggunakan teknik pelarian darahnya namun gagal karena seluruh aliran energinya terkunci oleh rantai tinta tersebut. Ia mengerang , mengutuk dan merasakan kesakitan yang luar biasa.
Shen Yan mengalirkan api hitam emas dari tangannya ke tubuh Tian Zhan. Ia lalu melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Pria Bayangan Darah.
"Penebas Langit : Phoenix Hitam!"
"Crass"
Tubuh abadi Pria Bayangan Darah terbelah menjadi dua bagian , menyisakan api hitam emas yang masih menyala di tubuh Pria Bayangan Darah. Api itu membakar hingga menguapkan darah di tubuh pria tersebut menjadi debu. Akhirnya pria Bayangan Darah tewas di bawah tangan kejam Shen Yan.
Sementara itu Cheng Yuan dan Liu Feng yang melawan wanita bergaun merah juga berhasil membuat wanita itu tewas mengenaskan. Mereka lalu melesat ke arah Shen Yan yang masih memegang Tian Zhan di tangannya.
"Adik Yan , bagaimana kondisimu?" ucap Cheng Yuan.
"Aku tidak apa apa , kak Cheng!" jawabnya.
Setelah pertarungan mereka berakhir muncul beberapa orang dari Sekte lain datang menghampiri mereka. Pemimpin nya adalah seorang gadis cantik dengan mata biru terang.
"Bagaimana keadaan kalian? Kami segera datang setelah mendapat laporan dari beberapa orang!" tanya gadis tersebut.
"Kami tidak apa apa , semua sudah berakhir!" jawab Cheng Yuan.
Gadis cantik itu mengungkapkan bahwa ia berasal dari Sekte Bulan , bernama Yue Chan. Ia mengucapkan rasa terima kasih karena telah berhasil membunuh pembuat teror di desa tersebut. Pandangannya lalu menyapu ke arah Shen Yan yang masih memegang Tian Zhan di tangannya , tatapannya lembut namun ada rasa penasaran di dalamnya.
"Teman , apakah kau yang mengalahkan pria tersebut?" ucapnya.
"Aku hanya beruntung!" jawab Shen Yan.
Yue Chan tersenyum , ia tak menyangka pemuda yang mengalahkan sosok Pria Bayangan Darah ternyata sangat muda dan memiliki penampilan yang unik karena memakai ikat penutup mata.
"Apakah kalian berasal dari Sekte Puncak Terang?" ucapnya.
"Benar! Kami bertiga murid Puncak Terang!" Jawab Liu Feng memotong.
Semua orang yang hadir terkejut , itu karena Sekte Puncak Terang merupakan sekte terbesar di benua selatan. Dan murid murid dari Puncak Terang sangat jarang terlihat di pemukiman manusia fana.
"Ternyata benar! Pantas saja pria jahat itu bisa kalian bunuh dengan mudah!" ucap Yue Chan.
Shen Yan hanya tersenyum , ia lalu menatap ke arah pemukiman penduduk desa. Terlihat dari kejauhan beberapa penduduk desa mulai keluar satu demi satu. Mendengar kabar bahwa sosok yang meneror mereka telah tewas , semua penduduk desa akhirnya memberanikan diri untuk keluar dari rumahnya. Tatapan tajam yang sebelumnya menghukum kelompok Shen Yan kini berganti senyuman hangat dan ucapan terima kasih.
Setelah malam itu , penduduk desa akhirnya bisa hidup dengan tenang tanpa ketakutan seperti malam malam sebelumnya.
______
Pagi datang dengan cepat setelah malam penuh darah. Shen Yan mulai merapikan perbekalannya untuk melanjutkan perjalanannya. Cheng Yuan memimpin mereka keluar dari penginapan dan melesat meninggalkan desa bersama sama.
"Sepertinya ada yang mengikuti kita , kak cheng!" bisik Shen Yan.
Cheng Yuan mengangguk percaya , namun mereka masih mengabaikannya menunggu waktu yang tepat untuk menyergap. Setelah cukup jauh dari pemukiman , tubuh Shen Yan tiba tiba menghilang dari pandangan. Itu membuat orang yang menguntit mereka terkejut.
"Tap Tap"
"Mengapa kalian mengikuti kami!"
Suara Shen Yan membuat beberapa orang yang mengikutinya tersentak , mereka terpaksa menghentikan langkah mereka karena Shen Yan tiba tiba berdiri menghadang mereka. Shen Yan menyipitkan matanya karena ternyata yang mengikuti mereka adalah murid murid dari Sekte Bulan. 10 gadis muda berdiri di depannya , di pimpin oleh seorang gadis yang cukup ia kenal.
"Yue Chan!" ucap Shen Yan pelan.
"Maafkan kami! Kami tidak bermaksud buruk kepada kalian! Kami tidak punya pilihan lain!" ucap Yue Chan.
Ternyata kelompok Yue Chan sengaja mengikuti Shen Yan karena merasa lebih aman. Yue Chan lalu mengungkapkan bahwa sejak berpisah dengannya , beberapa pria kuat mulai menguntit mereka.
Cheng Yuan dan Liu Feng akhirnya turun karena penasaran. Mereka bergabung dengan Shen Yan yang sudah lebih dulu turun.
"Seperti apa pria itu?" tanya Cheng Yuan.
"Semuanya berada di ranah Inti Emas puncak!" jawab Yue Chan.
"Puncak Inti Emas?" gumam Cheng Yuan.
Yue Chan tidak mengkhawatirkan dirinya , namun saat ini ia membawa beberapa juniornya yang belum berpengalaman. Menurutnya itu sangat beresiko jika harus kontak fisik dengan mereka.
"Kau benar , lebih baik ikut bersama kami!" ujar Cheng Yuan.
"Terima kasih! Suatu saat kami akan membalas kebaikan kalian!" ucap Yue Chan.
________