NovelToon NovelToon
Melarikan Diri Dari Raja

Melarikan Diri Dari Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Time Travel
Popularitas:26.8k
Nilai: 5
Nama Author: Saasaa

Esmera, gadis yatim piatu yang dibesarkan oleh pelayan istana, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah Raja Edris Ruan memilihnya.

Mereka menikah, namun pernikahan itu serasa neraka bagi Esmera. Dan puncaknya, muncul seorang gadis bernama Lyra Arabella, dia mengaku sebagai adik kandung Esmera. Dan akan menggantikan posisi kakaknya sebagai Ratu.

Saat itulah Esmera mengetahui kebenaran yang mengerikan. Pernikahannya dengan Edris bukan sekadar kisah cinta. Dia telah dipersiapkan sejak bayi untuk menjadi pengantin keturunan raja pengkhianat, demi mematahkan kutukan keluarga Raja Edris.

Esmera dibunuh oleh Lyra, adiknya sendiri. Karena Lyra berpikir, jika kakaknya masih hidup, dia akan selalu menjadi yang kedua.

Namun keajaiban itu datang. Esme kembali ke masa lalu, disaat dia belum menjadi Ratu.

Kali ini Esmera tahu apa yang akan terjadi.

Sebelum Raja Edris menemukannya, Esmera akan melarikan diri dan mengubah takdirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saasaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perhatian Yang Mengusik Hati

Perjalanan menuju Utara ternyata jauh lebih sulit daripada yang dibayangkan Esmera.

Sudah dua hari mereka berada di perjalanan, tetapi wilayah tujuan masih belum juga terlihat. Jalan yang mereka lewati pun semakin lama semakin buruk. Permukaannya tidak lagi rata seperti jalan menuju ibu kota. Batu-batu besar dan akar pohon sesekali membuat roda kereta berguncang cukup keras.

Esmera yang sejak awal lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kereta mulai merasakan dampaknya. Dia mengusap bahunya sendiri sambil meringis pelan.

"Ini badanku yang lemah, apa memang jalannya yang agak sulit ditempuh? Padahal hanya duduk, tetapi seluruh tubuhku rasanya sakit?"

Dia bahkan mulai merindukan kasur empuk di kamar mungilnya. Setidaknya di sana, ia tidak harus menghadapi perjalanan yang membuat pinggang dan punggungnya terasa seperti dipukuli berkali-kali.

Jalan yang mereka lewati semakin lama semakin sepi. Pepohonan tinggi tumbuh rapat di sepanjang sisi jalan, sebagian bahkan menjulang begitu tinggi hingga membuat cahaya matahari sulit menembus sela-sela dedaunannya.

Udara pun perlahan menjadi semakin dingin.

Awalnya Esmera hanya merasakan hawa sejuk yang menyentuh kulit. Namun semakin jauh mereka berjalan, hawa dingin itu mulai terasa menusuk hingga ke tulang.

Dia beberapa kali menarik napas sambil menggosok kedua telapak tangannya. Bahkan setelah dua hari perjalanan, mereka masih belum tiba di wilayah Utara.

Iring-iringan Raja terdiri dari tiga kereta kuda.

Kereta pertama adalah kereta milik Edris, yang juga ditempati Esmera. Kereta itu dibuat cukup besar dan nyaman, sehingga mereka dapat beristirahat di dalamnya selama perjalanan panjang.

Kereta kedua membawa para pelayan wanita yang bertugas mengurus makanan dan berbagai kebutuhan selama perjalanan. Mereka juga membawa persediaan obat-obatan, pakaian, serta perlengkapan lain yang mungkin diperlukan.

Sementara kereta ketiga dipenuhi berbagai barang keperluan rombongan.

Beberapa ksatria mengawal ketiga kereta tersebut dari depan dan belakang. Sebagian lainnya berkuda di sisi kanan dan kiri rombongan, memastikan tidak ada sesuatu yang mencurigakan mendekati perjalanan Raja.

Sesekali Edris berada di dalam kereta bersama Esmera, tetapi lebih sering pria itu memilih menunggang kudanya bersama para ksatria.

Pada awal perjalanan, Edris sempat merasa khawatir. Dia mengira Esmera akan terus mengeluh karena dibawa ke Utara tanpa persetujuannya.

Pria itu bahkan sudah mempersiapkan dirinya untuk mendengar berbagai keluhan dari gadis tersebut. Namun ternyata tidak. Ketika waktu makan tiba, Esmera keluar dari kereta dan makan seperti biasa.

Setelah itu, dia kembali masuk ke dalam kereta. Jika mengantuk, dia tidur. Jika terbangun, dia membaca atau hanya memandang pemandangan dari jendela.

Tidak ada protes.

Tidak ada rengekan.

Bahkan tidak ada pertengkaran kecil yang biasanya muncul setiap kali Edris mengambil keputusan sepihak. Hal itu justru membuat Edris merasa lega. Namun di sisi lain, ada sesuatu yang terasa aneh.

Esmera terlalu tenang.

Seolah-olah gadis itu sudah tidak memiliki tenaga untuk berdebat dengannya. Atau mungkin memang sedang berusaha menghindari dirinya.

Edris beberapa kali memperhatikan Esmera dari kejauhan ketika mereka berhenti untuk beristirahat. Gadis itu tampak sibuk dengan dunianya sendiri. Tidak banyak bicara dan tidak berusaha mencari perhatian siapa pun.

Anehnya, justru sikap itulah yang membuat Edris beberapa kali melirik ke arahnya tanpa sadar.

Suatu sore, setelah cukup lama berkuda, Edris akhirnya memutuskan kembali menaiki kereta. Udara mulai terasa jauh lebih dingin dibandingkan sebelumnya.

Pria itu membuka pintu kereta dan langsung mendapati Esmera sedang bersandar di salah satu sudut dengan sebuah buku di tangannya. Gadis itu tampaknya sudah cukup lama membaca.

Ketika mendengar pintu terbuka, Esmera hanya mengangkat wajah dan melirik sekilas.

Tatapan mereka bertemu.

Namun Esmera segera kembali menundukkan kepalanya dan melanjutkan membaca.

Edris masuk lalu duduk.

Beberapa saat tidak ada percakapan. Hanya suara roda kereta yang terus bergerak dan bunyi langkah kaki kuda yang terdengar dari luar.

Esmera akhirnya menutup bukunya sebentar."Seharusnya aku ditempatkan di kereta kedua, Yang Mulia, bersama para pekerja wanita lainnya."

Edris menatapnya.

Esmera menghela napas sebelum melanjutkan."Apa yang akan dikatakan oleh para bawahan Anda, jika aku terus berada di dalam satu kereta dengan Raja? Mereka akan salah paham dan rumor akan semakin kencang. Itu akan sedikit merepotkan bagi kita berdua, Baginda."

"Kenapa aku harus peduli dengan rumor atau apa pun? Tidak ada urusannya denganku," jawab Edris asal.

Esmera langsung mengernyit.

"Sepertinya untuk sementara aku akan bertahan di kereta, karena udara menjadi semakin dingin," lanjut Edris, berusaha mengalihkan pembicaraan.

Esmera terdiam. Wajahnya perlahan berubah masam. Ia menatap Edris dengan tatapan tidak percaya. Lagi-lagi pria itu mengabaikan apa yang ia katakan.

Edris yang menyadari perubahan ekspresi gadis itu justru terlihat santai."Gunakan selimut yang lebih tebal dan bungkus lehermu dengan kain penghangat. Itu bisa mengurangi hawa dingin."

Pria itu kemudian duduk di hadapannya.

"Jangan pedulikan aku," ketus Esmera."Gaun ini sudah cukup hangat."

Setelah mengatakan itu, Esmera kembali membuka bukunya. Ia berpura-pura membaca. Padahal tidak satu pun kalimat yang masuk ke kepalanya. Dalam hati, ia merasa sangat kesal.

Kalau terus begini, bisa-bisa hatiku kalah.

Dia tahu dirinya tidak boleh seperti ini. Semakin lama Edris bersikap perhatian, semakin sulit baginya untuk mempertahankan jarak.

Padahal sejak awal ia sudah berjanji kepada dirinya sendiri untuk tidak kembali terjebak pada pria itu.

Edris memperhatikannya beberapa saat.

Esmera memang memakai pakaian yang cukup tebal, tetapi bagi Edris itu belum cukup untuk menghadapi hawa dingin yang akan semakin mencengkeram ketika mereka memasuki wilayah Utara.

Pria itu kemudian menghela napas pelan. Tanpa meminta izin, ia bergerak mengambil satu selimut besar yang berada di sisi kereta. Esmera masih sibuk berpura-pura membaca ketika tiba-tiba Edris mendekat.

"A-Apa..."

Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Edris sudah membentangkan selimut tersebut dan membungkus tubuh mungilnya.

Esmera sontak berteriak karena kaget."Apa yang Anda lakukan, Yang Mulia?"

Edris tidak menjawab.

Dia terus berusaha membungkus tubuh Esmera dengan selimut tersebut, memastikan tidak ada bagian tubuh gadis itu yang terlalu banyak terkena udara dingin.

Esmera berusaha menyingkir."Lepaskan!"

Namun Edris tidak peduli.

"Lepaskan, Yang Mulia!"

Gadis itu terus berontak, tetapi Edris tetap tenang seolah yang sedang dilakukannya adalah sesuatu yang sangat wajar. Setelah merasa selimut tersebut sudah cukup rapat, Edris mengambil satu kain penghangat untuk leher.

Esmera langsung membelalakkan mata."Jangan!"

Namun terlambat. Edris sudah melilitkan kain tersebut pada leher Esmera. Ia bahkan merapikannya dengan kedua tangannya. Setelah semuanya selesai, Edris kembali duduk di hadapannya.

"Tidurlah." Ucapannya begitu datar. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Esmera hanya bisa menatapnya dengan wajah memerah. Ia bahkan tidak tahu apakah wajahnya memerah karena marah atau karena malu."Jangan bersikap seperti itu, Yang Mulia. Anda melampaui batas."

"Aku hanya berusaha melindungi tubuh kecilmu dari serangan hawa dingin. Apa ada yang salah?" jawab Edris dengan wajah datar.

Esmera tidak langsung menjawab. Dia hanya menatap Edris dengan mata yang terus melemparkan tatapan bengis. Namun bukannya merasa takut, Edris justru tersenyum kecil."Kau terlihat seperti boneka salju."

"Tidak lucu sama sekali," cebik Esmera. Dia semakin merapatkan selimut di tubuhnya sambil memalingkan wajah.

Namun anehnya, semakin gadis itu marah, Edris justru menjadi semakin senang. Ekspresi wajah Esmera terlihat sangat lucu di mata Edris. Untuk beberapa saat, Edris hanya memperhatikannya dalam diam.

Sementara Esmera berusaha mengabaikan tatapan tersebut.

Perhatian kecil Edris yang terus-menerus dilakukan kepadanya justru membuat hati Esmera semakin tidak tenang. Dia takut rasa itu kembali lagi. Takut dirinya kembali menjadi lemah.

Semakin ia berusaha menjaga jarak, Edris justru semakin mendekat. Dan itulah yang membuat Esmera paling takut.

Rasanya berbeda sekali dengan kehidupan pertamanya. Waktu itu, Esmera bahkan harus mengemis hanya untuk sekadar mendapatkan kesempatan makan bersama.

Dia harus menahan rasa lapar, menahan hinaan, dan menerima perlakuan yang membuat dirinya merasa tidak lebih berharga daripada siapa pun di istana.

Namun sekarang...

Edris seperti berubah menjadi orang lain. Pria yang dahulu terasa begitu jauh dan dingin, kini justru terus memperhatikannya dan sangat amat dekat.

Lebih peduli.

Lebih manusiawi.

Dan justru karena perubahan itu, Esmera semakin bingung. Bagaimana seharusnya ia bersikap di depan Edris?

Esmera menundukkan kepalanya. Tangannya menggenggam ujung selimut dengan erat.

Kau harus kuat, Esmera. Jangan melemah, Edris Ruan adalah pria dingin yang akan membuat hidupmu menderita. Tolong jangan tergoda. Dia hanya sedang memainkan peran. Nanti setelah kau masuk ke dalam jaringnya, kau akan tamat, seperti waktu dulu.

Seperti mantra, ucapan itu terus didengungkan dalam tempurung kepalanya.

Berulang kali.

Terus-menerus.

Seolah-olah Esmera sedang berusaha mengingatkan dirinya sendiri agar tidak melupakan alasan mengapa ia memilih untuk melarikan diri dari kehidupan pertamanya.

1
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Alamak... Gantung kali😭😭 Ngelunjak nggak kalau up nya minta 10 kali lagi? hehehhe😚😚
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Duhh, nggak sabarrrr mau lihat apa yang sebenarnya terjadi sama Esmera di masa depannn
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Kan, mirip banget supaya nggak macem-macem ditempat baru😭😭
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Kayak bapak-bapak yang mau lepasin anaknya sekolah yaw..
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Syukur dechh
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Duhh... Jan kasar-kasar dongss Ed🥰🥰
Diah Al Khalifi
crazy up Thor 🙏
Yuliana Hakim
selalu menantikan episode selanjutnya...seru banget ceritanya
Saasaa: terimakasih sudah selalu menunggu, bab baru udah di up ya selamat baca
total 1 replies
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Lanjyuttt qhaqha🤗🍉
Saasaa: siap, udah di update ya, selamat baca
total 1 replies
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Marilah nekat bersamaku sayy 🤗🥰
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Makanya dengeriin duluu elahh🥰
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Ya elu sihh, lagian gitu bangett☺
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Duhhh, feel gue nggak enak niehh🥰🙏
Diah Al Khalifi
mulai deh,bisa marah besar putra mahkota
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Lanjutt qhaqha🥰 Gantung bangettt jjyujuee🥰🍉
Saasaa: sudah di up, selamat baca
total 1 replies
✨Susanti✨
auw kakak... udah diujung aja bacanya 😩
✨Susanti✨
yey... udah update 🤗
Saasaa: selamat baca ya
total 1 replies
Diah Al Khalifi
crazy up Thor 🙏🙏😍
Diah Al Khalifi
lanjut
✨Susanti✨
ini yang ditunggu-tunggu
penasaran aku, termasuk POV edris Ruan juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!