NovelToon NovelToon
Analepsis

Analepsis

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: aytysz_

Analepsis : Pertemuan yang mendatangkan perpisahan

Ini bukan soal mempertaruhkan waktu di usia muda tuk masa depan. Ini hanya tentang siapapun yang berusaha untuk bertahan hidup jauh lebih baik lagi.

Jika kita bisa sedikit menghargai kehadiran orang lain di hidup kita. Mungkin batin tidak akan merasa perih untuk merasakan penyesalan, karena sulit mempertahankannya tuk tetap menunggu esok hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aytysz_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Analepsis ^ 29

Terus melangkah tanpa menyertakan rasa lelah pada jiwanya, ada hal yang tengah Yumna perjuangankan saat ini. Karena Yumna merasa bersyukur, atas paksaan dari sang ibu. Membuat Yumna mendapat teman-teman baik di lingkungan kerja yang dulu sempat mendatangkan ketakutan di dalam pikiran Yumna.

Tapi ternyata, jika sudah menjalaninya itu tidak seburuk seperti apa yang Yumna duga. Walaupun rasa ingin berhenti dan ingin berada di dalam rumah itu terlintas di kepala Yumna.

Melihat dua insan di depan matanya dengan senyum tulus tidak membuat ketidak sukaan muncul pada benak Yumna. Karena dua temannya itu asik mengobrol sendiri. Mereka tidak mengabaikan Yumna, mereka hanya tengah mengenang masa sekolah mereka.

Itu mengingatkan Yumna pada teman sekolahnya yang kini tengah sibuk dengan pekerjaannya. Dan Yumna juga tidak bisa menemuinya. Karena jika Yumna melakukannya, itu akan membuat mendatangkan rumor palsu yang merugikan temannya.

Apalagi karier yang di bangun dari bawah itu pasti tidak mudah. Jadi Yumna hanya bisa melihatnya di layar handphonenya.

"Bukankah dari angkatan kita juga ada beberapa yang menjadi artis?" Cetus pria itu dengan menyumpal mulutnya dengan potongan kentang.

"Salah satunya, dia satu kelas denganku." Sebenarnya Yumna tidak ingin mengatakannya. Tapi entah kenapa rasa ingin membanggakan temannya itu muncul secara tiba-tiba di pikirannya.

Vallen menelan makananya lebih dulu, sebelum memberi tanggapan. "Benar, siapa namanya? Jika pun dia sudah terkenal. Tapi aku tidak tahu siapa namanya."

Yumna tersenyum gemas melihat ekspresi wajah Vallen yang kini kembali menyumpal mulutnya dengan potongan roti. "Bukankah ada rumor di perusahaan? Jika dia akan datang ke perusahaan untuk menandatangi kontrak dengan perusahaan." Ada sedikit harapan jika itu memang benar, di benak Yumna.

Jika pun pada akhirnya nanti, Yumna tidak bisa berinteraksi dengan orang itu. Tapi dengan kesadaran penuh, Yumna merasa senang bisa bekerja untuk temannya. Walau kehadiran Yumna sulit tuk dilihat olehnya.

"Itu masih rumor, belum tentu benar. Karena orang seperti itu pasti akan memilih rumah yang nyaman untuk diri sendiri lebih dulu. Tapi jika dia gila dengan uang mungkin dia akan mencari tempat yang bisa membuat namanya lebih besar." Ucap sang pria yang mendapat anggukkan setuju dari Yumna ataupun Vallen.

Karena di jaman sekarang pun pasti banyak orang yang memilih ingin menambah saldo rekening mereka dari pada mencari ketenangan. Oleh sebab itu, mereka akan tersenyum jika bisa membeli barang yang mereka mau tanpa melihat berapa harga dari barang itu.

"Ngomong-ngomong, bagaimana dengan mu?" Entah kenapa Yumna ingin sekali mencetus kalimat tanya yang mungkin akan membuat teman laki-lakinya itu bingung.

"Aku?" Kedua alis itu baik keatas dengan jari telunjuk menunjuk dirinya sendiri. Menatap Yumna penuh tanda tanya. Karena tidak tahu maksud dari pertanyaan Yumna.

"Tidak hanya denganku. Kau juga mengenal Tirtha dan teman-temannya. Apa dia tidak memberimu tawaran untuk bergabung di perusahaan?" Sangat hati-hati, Yumna mencetuskan perkataannya. Karena tidak mau menyinggung perasaan temannya itu.

Sedangkan pria itu diam menelan ludahnya. Bukannya muak, hanya saja pria itu marasa heran sendiri dengan Yumna. "Kau kerap sekali mengatakan itu padaku. Entah sudah berapa kali aku mendengarnya."

"Benarkah?" Tidak ada rasa sesal. Yumna hanya bisa menertawai dirinya sendiri yang benar-benar lupa. Jika ia pernah mengatakan kalimat itu kepada temannya.

"Apa perlu aku memberi mu jawabannya lagi?" Hal itu semakin membuat tawa Yumna pecah.

Yumna benar-benar malu. Kenapa bisa kepalanya melupakan hal yang seharusnya Yumna ingat. "Maaf, maaf." Perlahan Yumna menghilangkan tawanya saat kedua matanya tidak sengaja melihat ke arah luar jendela. Mendapati sosok familiar yang ingin sekali Yumna dekati. Tapi, saat ini waktunya benar-benar tidak mendukung.

Apalagi Yumna tengah bersama teman-temannya, itu pasti akan membuat kesalahan pahaman semakin muncul. Dan merugikan pihak kedua.

"Yumna__" panggilan dari teman pria itu membuat Yumna mengalihkan pandangannya.

"Apa?" Yumna memberi sahutan. Menyeruput minumannya, sebentar melihat Vallen yang diam menaikan sekilas kedua alisnya.

Pria itu menelan ludahnya tersenyum penuh arti, sembari membenarkan posisi duduknya lebih dulu. Dan membuat kening Yumna mengerut samar, perasaan Yumna perlahan merasa tidak enak. Melihat ekspresi lawan bicaranya saat ini. "Apa hubungan mu dengan Yudha?"

Diam, mulut Yumna terkatup rapat. Lidahnya begitu sulit untuk bersuara. Tapi sebisa mungkin Yumna memberi tanggapan, agar teman-temannya itu tidak menaruh kesalah pahaman pada dirinya.

"Kau memposting fotonya, dan itu direspon baik olehnya. Apa kau ingin mendekatinya?" Pria itu terus saja membuka suaranya untuk menyudutkan Yumna. Supaya Yumna memberi pria itu pernyataan jelas.

"Yudha?" Cetus Vallen yang terlihat sedikit terkejut. "Berarti benar dugaan ku."

"Kau tahu?" Sahut sang pria dengan wajah yang di buat-buat. Karena pria itu ingin sekali menggoda Yumna.

"Bagaimana aku tidak tahu, karena itu sangat jelas. Apalagi__" diam sejenak, Vallen menggantungkan perkataannya. Pandangan melihat kearah Yumna dengan sorot mata menggoda.

"Apalagi..." ulang pria itu yang benar-benar tidak bisa berada di pihak Yumna untuk saat ini.

"Berhentilah menggodaku, aku tidak ada hubungan apapun dengannya." Hanya elakkan yang bisa Yumna katakan saat ini. Karena memberi penjelasan penuh fakta itu tidak akan membuat kedua temannya langsung percaya pada Yumna.

"Jikapun ada, tidak akan ada yang mempermasalahkannya. Karena..." Vallen menelan ludahnya. Sedikit ragu menuntaskan perkataannya. "...menyukai seseorang itu bukan kesalahan. Kecuali, jika dia suami orang."

"Benar apa yang di katakan Vallen. Jika kau punya perasaan dengan Yudha. Kau harus mendekatinya. Jangan sampai orang lain mengambil alih posisimu." Ucap sang pria, yang tidak akan meminta Yumna untuk berhenti. Karena dia tahu, Yudha tidak punya kekasih ataupun memiliki wanita simpanan. Jadi sangat wajar jika pria itu mendukung Yumna.

Panggilan masuk di handphonenya Yumna membuat wanita itu mengurungkan niatnya untuk memberi sahutan apa yang dikatakan teman-temannya. Karena Yumna harus melihat siapa yang menelponnya.

Nomor asing dengan poto profil sangat familiar membuat Yumna tanpa ragu menerima panggilan itu. Mungkin saja ada hal yang ingin pria seberang sana katakan pada Yumna.

"Maaf jika aku sudah mengganggu mu. Tapi aku butuh bantuan mu saat ini. Apa kau bisa?" Suara itu terdengar sangat tergesa-gesa. Membuat benak Yumna mulai merasa tidak enak. Apalagi saat satu nama yang dicetuskan orang itu, semakin membuat tenggorokan Yumna sulit menelan ludahnya sendiri.

Hal itu membuat Vallen maupun sang pria saling pandang sebentar sebelum melihat Yumna dengan wajah khawatir. "Ada apa?" Tanya sang pria tanpa suara yang tidak mendapat jawaban apapun dari Yumna.

"Oh, aku akan ke sana sekarang." Akhir Yumna. Kini menutup panggilan itu. Menyimpan handphonenya disaku belakang celananya.

Diam sejenak Yumna membalas tatapan dari dua temannya itu. "Aku harus pergi sekarang. Ada hal yang harus aku kerjakan." Tanpa menunggu tanggapan dari mereka-- Yumna berjalan cepat keluar tempat itu dengan wajah yang sangat khawatir.

1
Lepidoptera
Penulisannya unik, semangat jugaaaa❤️
najmun_huda
ganba kakak
Storyginal Finger
izin mampir. mau baca cerita kamu ya👍
dilla11
semangat kak 💪
Maru De Hehe
Makasih kakak, saling support, mantap
Agung Khan: ceritanya bagus kak, terimakasih sebelumnya sudah mengunjungi profil saya, mohon bimbingannya ya, saya belajar menulis.🙏
total 1 replies
Adelia Putri
semangat kk,saling support yaaa
yupiana
lanjuttt saling support 💪😍
Kiara Maulida Aizaaa
saling support ya kk💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!