NovelToon NovelToon
Mantan Tapi Menikah

Mantan Tapi Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Idola sekolah
Popularitas:53.3k
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Jeviza tidak menyangka, persetujuannya mengikuti Keandra-sang mantan kekasih berkunjung ke rumah eyangnya di suatu kota membuatnya semakin terjebak lebih serius dan intim dengan Keandra.


Setelah dipertemukan dan tinggal satu atap dengan mantan kekasih, sekarang justru lebih serius, nama Jeviza dan Keandra tercatat dalam buku pernikahan.


Sama-sama masih memiliki rasa, tetapi gengsi dan ego masih saja membumbui rumah tangga dadakan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hukuman dari Kean

Sepanjang Tevi bermain Jeviza mencoba untuk tetap fokus pada pertandingan, tetapi dengan adanya Kean di sana dengan kaos putihnya yang sudah basah membuat beberapa mahasiswi lebih sering mencuri pandang pada tubuh tegap yang berdiri di sekitar penonton lain itu, daripada pertandingan yang sedang berlangsung. Salah satunya ialah Naura yang sedari tadi sibuk dengan kamera yang ia pinjam dari kakaknya. Entah sudah berapa kali Naura mengambil gambar Kean secara diam-diam. Dari pada mengambil gambar Tevi yang sedang bermain, mungkin lebih banyak gambar Kean di kameranya.

Sisil menyiku lengan Naura. "Enough, lo nggak sadar dari tadi diplototi kak Vio?"

Naura yang belum melihat keberadaan Vio lantas memutar bola matanya ke arah penonton, dan mendapati gadis itu yang kini menatap tajam ke arahnya. Tetapi bukannya takut, Naura justru mengejek.

"Bukan pacar kak Kean juga, tapi lagaknya udah kaya yang punya aja."

Meski begitu pada akhirnya Naura mengambil gambar beberapa pemain dan juga Tevi, sebelum akhirnya menurunkan kamera miliknya.

Peluit dibunyikan, pertandingan Tevi dan lawannya selain, dan Tevi berhasil lanjut ke babak berikutnya sebelum masuk final.

"Nggak nyangka gue, lo sekeren itu, Vi," puji Sisil membuat gadis berkaca mata itu tersenyum.

"Congrats Vi, gue yakin lo sampai final nanti," tambah Jeviza lagi-lagi diangguki Tevi dengan seulas senyumnya.

"Gue boleh minum dulu, nggak? Haus," cicit Tevi membuat mereka tertawa.

"Ayo, kita balik ke tempat tadi," ajak Jeviza mendapat gelengan Naura.

"Kalian duluan ya? Kita masih mau di sini," ujar Naura dengan senyum malu-malu. Naura melirik ke arah Kean yang masih berdiri di tempatnya tadi, tampak sedang mengobrol dengan anggota BEM yang lain.

Paham akan arah ucapan Naura. Tevi mengangguk, lalu melirik ke arah Jeviza.

"Lo-"

"Ayo, Vi! Ke sini lagi nanti kalau lo udah mau tanding," ajak Jeviza disertai senyum manisnya.

"Mau kemana kalian?" Kaina tiba-tiba datang menghampiri Jeviza dan Tevi yang akan kembali ke tempat tadi.

"Istirahat dulu, kak. Boleh?" balas Tevi diangguki Kaina.

"Oke, istirahat aja dulu, lo keren banget tadi mainnya," puji Kaina dibalas Tevi dengan senyum dan rasa terimakasihnya, sebelum akhirnya mereka pergi menuju ke tempat tadi, dimana tikar dan payung besar yang tad mereka tempati ternyata sudah ditempati orang lain.

"Lah, kok malah ditempati orang sih?" decak Jeviza semakin kesal.

Sudah kesal melihat Kean yang terus ditatap teman-teman kampusnya, ditambah tempat istirahat mereka tadi malah sudah ditempati pengunjung yang tidak mereka kenal.

"Kita cari tempat yang lain aja yuk, Je," ajak Tevi melihat wajah merah Jeviza.

"Bentar, gue tanya sama ibu-ibu tadi yang nyewain tikar dulu."

Tevi mencekal lengan Jeviza, lalu menggeleng. "Nggak usah," cicit Tevi membuat Jeviza mengurungkan niatnya.

Pada akhirnya mereka melangkah mencari tempat teduh untuk beristirahat, meski lebih jauh dari tempat yang tadi.

"Mau kemana?" suara dari arah samping mereka membuat keduanya menoleh.

Kean dengan kaca mata hitam yang membingkai wajahnya datang menghampiri, masih memakai kaos basah yang tadi, tetapi sekarang sudah terlihat kering karena angin di sekitar pantai yang memang cukup kencang, selain terik matahari.

"Ngapain ke sini?" tanya Jeviza melirik ke sekitar, takut saja kalau ada yang melihat.

"Nyamperin istri lah."

Seketika wajah Jeviza memerah mendengar ucapan singkat Kean yang sangat berefek untuknya. Jangankan Jeviza, Tevi yang berada di sebelahnya saja ikut salah tingkah. Gadit itu mengalihkan pandangan matanya sembari membenarkan letak kaca mata.

"Ayo," ajak Kean membuat Jeviza melirik ke arah Tevi. "Temen lo, ikut," lanjut Kean.

Mereka dibawa ke sebuah pondok seperti penginapan yang paling dekat dengan pantai. Tidak terlalu besar tetapi terdapat kamar dan sofa di dalam sana.

"Istirahat dulu aja, di sini," ujar Kean membuat Jeviza dan Tevi tampak kebingungan.

"Ini penginapan?" tanya Jeviza diangguki Kean.

"Ih, kejauhan kak, kalau nanti Tevi dipanggil nggak kedengeran," ujar Jeviza masih ragu untuk istirahat di sana. Meski terlihat sangat nyaman sekali.

"Aman, gue yang urus, kalian kalau mau istirahat dulu aja nggak papa." Kean mengambil laptopnya di atas meja kecil, lalu menyalakan sebelum duduk di sofa panjang.

Melihat itu, Jeviza dan Tevi melirik ke sekitar, ternyata selain laptop milik Kean terdapat ransel milik cowok itu juga. Itu berati Kean menyewa tempat itu untul sehari ini. Keduanya sama-sama saling melempar pandang, sebelum akhirnya menutup mulutnya tidak percaya. Sultan memang beda, liburan sehari saja sudah menyewa tempat sendiri untuk istirahat.

Merasa tidak ada pergerakan dari keduanya, Kean menoleh, kaca mata hitamnya sudah dilepas dan diganti dengan kaca mata bening yang Kean bawa juga. Melihat itu membuat Tevi diam-diam menelan ludahnya kasar. Tadi di pinggir lapangan Kean masih jadi mahasiswa cool yang menebar pesona pada setiap lawan jenis, sekarang sudah seperti laki-laki dewasa yang penuh karismatik.

Kean beranjak, tetapi masih berada di tempatnya, belum melangkah. "Oke, gue pergi, kalian istirahat aja."

Kean melangkah meninggalkan Jeviza dan Tevi yang terbengong di tempatnya.

"Je, kejar! bilang makasih ke kak Kean," ujar Tevi membuat Jeviza menunjuk dirinya. Tevi menganggukan kepalanya. "Buru, sebelum makin jauh."

Meski masih dilanda bingung, Jeviza menurut, ia melangkah untuk mengejar Kean, tetapi baru saja di ambang pintu, langkahnya terhenti, Kean masih berdiri di depan pondok kecil itu, belum turun masih berada di atas tangga.

"Kak," lirih Jeviza tidak langsung membuat Kean menoleh.

Jeviza mendekat, berdiri di sebelah Kean dengan perasaan yang lagi-lagi gugup setengah mati. Cowok tinggi di sebelahnya ini selalu bisa membuat Jeviza merasa tersudutkan tanpa harus melakukan apa-apa.

"Makasih buat tempatnya." Jeviza berniat pergi, namun baru membalikan tubuhnya dan belum sempat melangkah. Kean sudah lebih dulu mencegah lengannya. Menatap Jeviza dengan sorot tidak setenang tadi.

Rahang Kean mengeras, masih dengan sorot mata yang sama, sorot mata yang mampu membuat Jeviza merasa tidak berdaya.

"Kak, kenapa?" Belum sempat melanjutkan kata-katanya. Kean sudah lebih dulu membungkam bibir Jeviza dengan bibirnya, tidak lembut seperti tadi pagi, yang ada ciuman penuh tuntutan yang Kean berikan, bahkan sedikit ada paksaan dari ciuman yang Jeviza rasakan saat ini.

Jeviza dapat merasakan Kean yang terus mencoba untuk membuka bibirnya, setelah berhasil, mata Jeviza melebar, lidah Kean sudah bermain-main di dalam mulutnya, bahkan Jeviza bisa merasakan lidahnya yang sudah dililit oleh lidah Kean, semua terkesan memaksa dan buru-buru.

Tangan Jeviza yang terbebas mencoba mendorong dada tegap Kean, tetapi percuma, karena semakin Jeviza coba mendorong tubuhnya, justru semakin dalam lidah Kean merasakan setiap inci dalam mulutnya. Jeviza menutup matanya, pasrah dengan keadaan dan hati yang masih was-was.

Semoga lo nggak liat, Vi

1
Iish Qhina
di tunggu dobel upnya kaka
Rini Muharni
Jepi.. Jepi.. pake nanya lg harus ngapain..
Dyah Amalia
lanjut kak kalo bisa double up nya 😄
Tulas Bundae Felli
kak mna nih dobel upnya
Mei TResna Rahmatika
waduhh jepii siap" ada ulet bulu lebih gatel dari vio kaya nya 🤣
Siti Nur Rohmah
uler Keket muncul
dwi alfiah
kean bahasanya ampiuuun dah
Nita Nita
waduh parah nih x jev 😄😄😄🤣
Nita Nita
hah 😱
Aam Siti
🤭🤭🤭
Deky Suprapto
astaga🤣🤣 pesan dari Kean bikin berdesir sndri🤭
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
ditinggal 2thn aja masih love" ke jepi. aplgi cuma ada hileund bulu d kantor.. 😜
Reni Anjarwani
doubel up
Tulas Bundae Felli
ya ko GK ada adengan bangun tidur malu2 gitu mlh di tinggal meeting
Ita Putri
🤣🤣🤣🤣ampun dah jepii
pake nanya mau ngapain
MANDI sonoo🤣🤣🤣
Ita Putri
wadduuhh
bahaya ikii
calon " ulet bulu nih pasti 🤣
Nurs_tars
siap grak
Riria Raffasya Alfharizqi: hahahaha
total 1 replies
Tulas Bundae Felli
kak mana ko blm up lagi sih, nanggung banget
Riria Raffasya Alfharizqi: uda ya kaakaaa
total 1 replies
Nikita
hareudang hareudang
Riria Raffasya Alfharizqi: kipaass kakaaa
total 1 replies
Nita Nita
siap kak,,,, lanjut 🤣😄😄
Riria Raffasya Alfharizqi: okey kaaaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!