Sekuel SUAMIKU BERWAJAH CACAT
Novel ini, menceritakan kisah cinta segitiga. Jadi bijaklah, dalam membaca.
Haris Wilson, anak pertama dari pasangan Henri Wilson, dan Rania Cullen, tidak menyangkah hidupnya akan berakhir menikahi anak dari pelayannya sendiri Bibi Ana.
Apalagi saat itu, Haris Wilson mempunyai seorang kekasih yang begitu dicintainya, yaitu seorang supermodel, bernama Kenny.
Haris menentang keras perjodohan ini, karena
dia sudah mempunyai kekasih, dan yang membuat dia sangat menolak perjodohan ini adalah, anak dari pelayannya itu, adalah seorang gadis cacat.
Tapi Haris tak dapat menolak, karena ayahnya Henri Wilson mengancam, kalau dia tidak menikahi Vivian, maka jabatannya sebagai seorang CEO diperusahaan, akan dicabut.
Karena tidak ingin kehilangan jabatannya, dia menyetujui pernikahan ini, tapi dengan membuat kesepakatan pernikahan kontrak, yang dia buat bersama Vivian.
Tapi itulah cinta bisa tumbuh kapan saja, Harispun tak dapat menolak pesona Vivian, saat mendapati gadis itu sudah bisa berjalan, ditambah lagi dengan kelembutan, dan perhatian dari wanita itu, membuat ia terjebak dengan permainan yang dia ciptakan sendiri, hingga membuat ia harus memilih Vivian, sigadis cacat, atau Kenny wanita yang begitu dicintainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon popyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep.30.Harus menelpone.
Haris yang sedang mempersiapkan diri begitu terkejut, saat mendengar suara sekretarisnya.
Dan diapun, memutuskan untuk menghampiri.
"Kenapa kau datang sepagi ini?! bukankah ini masih pagi?!" Tanya Haris penasaran.
"Saya hanya penasaran Tuan, eh maksud saya, saya hanya ingin memastikan semuanya berjalan lancar, dan mungkin saja Tuan membutuhkan sesuatu, jadi pagi-pagi saya sudah kesini." Jawabnya, terenyum.
Menatap kesal sekretarisnya, yang selalu ingin tau urusan pribadinya.
"Kalau begitu masuklah" Titahnya.
James melangkahkan kaki masuk kedalam kamar hotel, dan saat tiba didalam tatapannya teralih pada ranjang, hingga membuat ia berasumsi sendiri.
"Sepertinya gagal, pantas saja Tuan Haris terlihat tidak bersemangat." Bathinya, sembari tersenyum.
"Kenapa kau senyum-senyum sendiri?! apakah ada yang lucu?" Tanya Haris, penasaran.
"Tidak ada yang lucu Tuan, hanya semalam saya sudah mengalami kegagalan." Jawabnya, yang sengaja menyindir Tuanmudanya.
Haris terlihat kesal, saat James mengucapkan kata gagal, karena semalam dia sudah mengalami kegagalan malam pertama, karena sesungguhnya dia merasa tersindir.
"Kegagalan apa James?!" Tanyanya, penasaran.
"Saya sudah menyatakan cinta pada seorang wanita, tapi dia sudah beberapa kali menolaknya, Tuan."
Vivian hanya menunduk, dan tersenyum saat mendapati raut wajah Suaminya yang terlihat begitu kesal.
Haris menatap istrinya, yang tampak tersenyum.
"Kenapa kau tersenyum?! apakah ada yang lucu?!"
"Tidak Sayang?" Jawabnya, berbohong.
"Hari ini apakah kau akan bekerja?!"
"Iya Sayang, jika kau mengjinkannya."
"Kau boleh bekerja, tapi kau harus melakukan panggilan Video call denganku,dan itu setiap sepuluh menit sekali." Titahnya, tegas.
"Tapi akukan bekerja Sayang?! mana bisa aku melakukan panggilan video call, setiap sepuluh menit."
"Bukankah kedai itu milik Daren?! jadi kau tidak perlu khawatir.
James kau bicarakan ini pada Daren, kalau ini permintaan Haris Wilson, Suami dari Vivian Lee." Pintanya, tegas.
"Baik Tuan, saya akan mencobanya."
"Bukan akan mencobanya! kau harus mencobanya." Ucapnya, dengan penuh penekanan.
"Baik Tuan."Jawab James, sembari menatap kesal Tuanmudanya, karena menurutnya itu sangat musthail.
"Mana ada orang kerja, setiap setiap sepuluh menit sekali harus menelpone. Inilah akibat sudah kena dampak bucin, jadi otaknya sudah tidak berpikir jernih."
"Baiklah, sekarang ayo kita pergi."
"Baik Tuan" Jawab James, dengan beranjak dari duduknya.
Haris menatap heran istrinya, yang masih tampak berdiam ditempat.
"Apakah kau mau menginap dihotel ini lagi?!" Tanya Haris, sembari menatap kesal Vivian.
"Maafkan aku Sayang.." Jawabnya, dengan beranjak dari duduknya, mengikuti langkah kaki Haris, dan James keluar dari kamar hotel itu.
*******
Mobil terus melaju ditengah keramaian lalulintas, dipagi hari.
James menatap pasangan suami istri itu, dengan raut wajah yang terlihat penasaran, saat mendapati Vivian, dan Haris larut dalam lamunan mereka masing-masing. Dan dia mulai berasumsi dengan pikirannya lagi.
"Pasti Tuan sedang memikirkan malam pertama yang gagal, dan Nona pasti sedang memikirkan permintaan Suaminya yang aneh itu, yang menuntutnya harus menelponenya setiap sepuluh menit sekali."
Setelah melakukan perjalan selama hampir duapuluh menit, tibahlah mereka disebuah kedai milik Daren.
Saat Vivian akan turun, Haris langsung mencekal tangannya hingga membuat wanita itu berbalik,dan menatap penasaran Suaminya.
"Ingat jaga jarak dengannya, dan telepon aku setiap sepuluh menit sekali. Sebentar James akan datang menemui Daren."
"Bukankah Phonselmu sudah kau buang Sayang?! jadi aku harus menelponemu lewat apa?!"
Tertawa kecil saat mendengar ucapan istrinya.
"Uangku banyak Vivian, jadi kau tidak perlu khawatir, nanti jika ada no baru itu aku."
"Baiklah Sayang.."Jawabnya pasrah, dengan berlalu pergi menuju kedai itu.
James menghembuskan nafas kasar, saat melihat sikap Tuanmudanya yang sangat berlebihan.
"Tuan..Tuan...sepertinya anda sudah terkena penyakit bucin akut Nona Vivian."
Mobil kembali melaju, dan keheningan kembali melanda. James menatap intens Tuamnudanya, dari kaca spion mobil yang tampak tidak bersemangat, dengan raut wajah yang terlihat lesu.
"Anda baik-baik saja Tuan?" Tanya James, yang memecahkan keheningan didalam mobil.
Menghembuskan nafas dalam, dan menjawab pertanyaan sekretarisnya itu sembari menyandarkan pundak, pada kursi mobil.
"Semalam gagal lagi James, dan ini yang sudah yamg ketiga kalinya aku gagal melakukan malam pertama dengan Vivian." Jawabnya pelan, dengan raut wajah yang terlihat tidak bersemangat.
Berusaha menahan tawanya, yang hampir meledak saat mendengar keluhan Tuanmudanya.
"Itu karena anda terlalu banyak dosa Tuan?! oleh karena itu Tuhan tidak mengijinkan laki-laki pendosa seperti anda, untuk menyentuh Nona Vivian."
Mendengar ucapan James, raut wajah Haris berubah kesal.
"Apa tadi kau bilang?! aku laki-laki pendosa?!" Tanya Haris, dengan nada sedikit tinggi.
"Bukan saya yang mengatakannya Tuan?!"
"Terus kalau bukan kau, lalu siapa?! bukankah kau baru saja menyebutku laki-laki pendosa?!"
"Memang bukan saya Tuan? bukankah Tuan Herry, dan Nona Riana biasa mengatai anda laki-laki pendosa, pemabuk, dan.." Ucapnya terhenti.
"Dan apa?" Tanyanya penasaran, dengan raut wajah yang masih terlihat kesal.
"Dan laki-laki yang sudah tidak.." Jawabnya terputus, saat Haris menyela ucapannya.
"Ya..ya..kau tidak usah melanjutkan lagi, apa yang biasa disebutkan mereka padaku, adik-adikku itu memang sangat menjengkelkan.
"Baik Tuan." Jawabnya, dengan melajukan kendaraan menuju perusahaan WG.
aasyeiikk ... bakal makin posesif aja bos nya si james 😁👍🏻
bisaan ni author pilih visual nya
posesif tanda cinta .. ouw ouw oooo
sudah jelas vivian berstatus kan istri "sah"
kenny dasaarrr
gemesss gau thor aaaaa mantaff👍🏻🤣