NovelToon NovelToon
Di Balik Seragam Yang Sama

Di Balik Seragam Yang Sama

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Tazaya

Sebuah kisah 2 orang anak SMA, dibalik seragam yang sama ternyata kehidupan mereka sangat bertolak belakang

dengan kisah anak gadis bernama Naira dengan kehidupan nya yang sunyi dan dingin
dan kisah anak lelaki yang berkerja keras sambil bersekolah tapi dikelilingi keluarga yang hangat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tazaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gemuruh di Atas Dua Roda

Rama menuntun Naira keluar dari halaman rumah kosong yang sunyi itu. Langkah Naira masih agak lemas, namun genggaman tangan Rama di jemarinya terasa seperti jangkar yang menahannya agar tidak jatuh. Sore sudah sepenuhnya berganti malam, meninggalkan semburat gelap di langit pinggiran kota.

Rama berhenti di depan motor kopling hitamnya. Dia mengambil helm miliknya, lalu tanpa berkata apa-apa, dia memasangkan helm itu ke kepala Naira. Tangan Rama bergerak telaten mengancingkan tali helm di bawah dagu Naira, membuat jarak di antara mereka kembali terkikis.

Naira hanya diam mematung, menatap wajah lempeng Rama dari jarak dekat. "Ram..."

"Naik, Ra. Keburu malam," potong Rama pelan, seolah tidak ingin Naira memikirkan kejadian traumatis tadi lebih lama lagi.

Rama menaiki motornya, menyalakan mesin yang langsung menderu rendah, lalu menunggu Naira naik di jok belakang. Begitu Naira sudah posisi siap, Rama menarik tuas kopling dan memacu motornya membelah jalanan setapak yang gelap, menuju jalan raya utama.

Angin malam pinggiran kota berembus kencang, menembus kaus hitam yang dipakai Rama. Di belakangnya, Naira merasakan tubuhnya menggigil bukan cuma karena angin, tapi sisa rasa syok dari kelicikan Tirta masih bersarang di dadanya.

Tanpa sadar, Naira memajukan tubuhnya. Perlahan, kedua tangannya bergerak melingkar di pinggang Rama, memeluk cowok itu dari belakang dan menyandarkan keningnya di punggung tegap Rama.

DEG.

Rama sempat tersentak kecil di balik kemudinya. Pegangannya pada stang motor mengeras selama satu detik. Dia bisa merasakan kehangatan sekaligus getaran kecil dari tubuh Naira yang sedang bersandar padanya. Ada rasa bersalah yang teramat besar menghantam dada Rama. Dia tahu, Naira sampai senekat ini dan masuk ke jebakan Tirta karena sikap dinginnya tadi pagi di sekolah.

Rama tidak melepaskan pelukan itu. Dia justru sedikit menurunkan kecepatan motornya agar jalannya lebih stabil dan membuat Naira merasa nyaman.

Setelah menempuh perjalanan sekitar dua puluh menit, Rama tidak langsung membawa Naira pulang ke rumah mewahnya. Dia tahu, jika Naira pulang dengan mata sembab dan kondisi syok seperti ini, urusannya dengan Tuan Danendra akan semakin rumit dan berbahaya.

Rama memarkirkan motor hitamnya di depan sebuah taman kota yang sudah mulai sepi.

"Turun dulu, Ra. Tenangin pikiran lu," ucap Rama setelah mematikan mesin motor.

Naira melepaskan pelukannya, lalu turun dari motor dan melepas helmnya. Mereka berdua berjalan menuju salah satu bangku taman di bawah pendar lampu jalan yang temaram.

Naira duduk sambil mengeratkan jaket hitam milik Rama yang masih bertengger di bahunya. Aroma parfum maskulin khas Rama yang tertinggal di jaket itu entah kenapa perlahan membuat detak jantung Naira kembali normal.

Hening menjeda di antara mereka untuk beberapa saat. Hanya ada suara jangkrik dan kendaraan yang sesekali lewat di kejauhan.

"Kenapa, Ram?" Suara Naira akhirnya pecah, memecah keheningan malam. Dia menoleh, menatap samping wajah Rama yang sedang memandang lurus ke depan. "Kenapa tadi pagi di kelas kamu ngusir aku? Kamu bilang kita gak usah kenal lagi. Tapi kenapa sore ini kamu datang pas aku hampir celaka?"

Air mata Naira kembali menggenang. "Kalau kamu emang peduli, kenapa harus bikin aku bingung kayak gini?"

Rama menarik napas dalam-dalam, mengembuskannya perlahan lewat hidung.

Rahangnya mengeras. Dia dihadapkan pada pilihan sulit: tetap diam dan membiarkan Naira membencinya demi keselamatan gadis itu, atau jujur tentang ancaman Tuan Danendra yang mengintai keluarganya.

Rama menoleh, menatap lurus ke sepasang mata Naira yang basah. Tatapannya tidak lagi sedingin es seperti tadi pagi, melainkan penuh dengan rasa frustrasi yang tertahan.

"Karena ada hal-hal di dunia ini yang gak bisa diselesaikan cuma pakai perasaan, Ra," ucap Rama dengan suara baritonnya yang berat dan lempeng. "Gue gak pernah benci sama lu. Tapi berada di dekat gue... cuma bakal bikin lu terancam, dan bikin posisi gue makin terjepit."

Naira mengernyitkan dahi, mencoba mencerna maksud ucapan Rama yang penuh teka-teki itu. Dia belum tahu bahwa "ancaman" yang dimaksud Rama sebenarnya datang dari ayah Naira sendiri, Tuan Danendra, yang memegang kendali atas ruko tempat tinggal keluarga Rama.

1
Wawan
Sepertinya ini sama persis degan bab di depan 💪✍️
Wawan
Nah kena Amor lu 😍😄✍️
tazayaa: hahaha🤭
total 1 replies
Wawan
Kok mirip ceritaku ya ... "Pada Suatu Masa" 💪✍️
Wawan: Panjang kalau di ceritaku 😄 ... But ide tulisamu menarik dan menyenangkan Thor 💪✍️
total 2 replies
Wawan
Satu ilklan plus mawara buat yang lagi klepek klepek 😄✍️
tazayaa: hihii terimakasih 💪😄
total 1 replies
Wawan
Suit suiiit 😍
tazayaa: hihiii🤣
total 1 replies
Wawan
Rama dan Naira 😍😍😍
tazayaa: jangan lupa baca kisah selanjutnya yaa😍😍😍
total 1 replies
Protocetus
Bibit2 timnas 💪
Protocetus
Gk sekolah mau kerja apa bossku 😂
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
tazayaa: siapp, sama-sama👍
total 3 replies
Dhatu Lukita
terus semangaattt 💪💪💪
tazayaa: terimakasih kak, semangat jugaa 💪
total 1 replies
Dhatu Lukita
haloo thor aku mampir nih, semangat terus berkarya ya 💪💪💪
tazayaa: siapp kak, makasihh yaa
total 1 replies
tazayaa
bantu follow ya supaya admin semangat update niii🤭🤭
cila_aa
aduhh ada yang mulai tumbuh tapi bukan pohon nihh 🤭
tazayaa: wkwkw
total 1 replies
tazayaa
BAGUSSS POLLL!!!🩷🩷
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!