Clara seorang gadis cantik yang terpupuler dikampusnya, hidupnya bagaikan seorang pemeran sinetron yang mempunyai lika-liku dan masalah kehidupan yang tidak ada habisnya, pacarnya menghiantinya dan akhirnya dia harus rela menikahi orang yang tidak dia cintai demi bertahan hidup. Bagaimana kisah selanjutnya..? Selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvani Rosita Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30 Suamiku Bossku
"Maafkan aku mas yang terlalu egois, aku tahu hubungan ini bisa saja berada di ambang kehancuran jika kita sama-sama bertahan dengan ego kita masing-masing."
"Mas juga minta maaf, mulai sekarang kita sama-sama berbenah diri dan memulainya dari awal. Bolehkan..?"
"Heemm sangat setuju mas. Walupun cinta itu tidak bisa seutuhnya kita miliki tetapi apa salahnya kita mencoba untuk belajar saling memiliki." Clara terlihat sangat bijaksana kali ini.
"Aku tidak salah telah memilihmu.." Cakra melayangkan kecupan hangat dikening Clara.
Cakra kembali melajukan mobilnya dan singgah di supermarket.
"Mau apa kita kesini mas?" Tanya Clara bingung.
"Kita akan belanja untuk keperluan memasak, ayo turun." Cakra sudah turun dari mobil dan membukakan Clara pintu mobil.
"Mas, aku kan tidak bisa masak.." Clara masih terpaku ditempatnya.
"Cepatlah turun...! kamu hanya perlu menemaniku, aku tidak akan menyuruhmu memasak."
"Jadi siapa yang akan memasak..?
"Aku...! Ayolah Clara." Cakra menarik tangannya keluar dari dalam mobil.
"Baiklah, tapi aku tidak yakin dengan ucapanmu mas, ayo buktikan kalau mas bisa masak."
Cakra sudah berjalan masuk kedalam Supermarket dan mengambil keranjang belanjaan, Cakra memasukan beberapa sayur dan bumbu-bumbu dapur kedalam keranjang,
sedangkan Clara hanya menjadi pengamat karena Clara benar-benar tidak mengetahui semua jenis bumbu dapur.
"Apa kamu menyukai seafood..?" Cakra menunjuk beberapa jenis seafood pada Clara.
"Aku sangat menyukainya, aku juga menyukai semua jenis makanan."
"Benarkah..? Kamu sangat berbeda dengannya." Cakra sudah berjalan sedangkan Clara menghentikan langkahnya setelah mendengar perkataan Cakra.
"Kenapa kamu berhenti disitu..?" Cakra kembali berbalik mendekati Clara.
"Aku tidak suka mas membandingkan aku dengannya. Dia itu kekasihmu sedangkan aku ini adalah istrimu." tegas Clara.
"Clara, Clara... baiklah. Kamu itu istriku dan dia adalah mantan kekasihku. Aku akan selalu mengingatnya." Cakra memperbaiki ucapan Clara dan tersenyum melihat Clara yang begitu manja.
Setelah selesai berbelanja mereka akhirnya pulang ke apartemen. Clara langsung duduk di sofa karena kelelahan menemani Cakra berbelanja.
"Sekarang kamu istirahat nanti aku akan membangunkanmu setelah masakan siap." Cakra sudah membawa semua belanjaan ke dapur.
"Tidak mas, aku akan melihatmu memasak siapa tau nanti aku juga akan bisa masak." Ucap Clara yang telah duduk di meja makan.
"Oke."
Cakra terlihat sangat telaten mulai dari mencuci sayur sampai memotong sayuran.
Clara hanya duduk mengamati Cakra yang telah memakai celemek dan masih mengunakan kemeja putih.
"Mendekatlah, aku akan mengajarimu." Clara mendekati Cakra yang penampilannya sudah seperti Chef terkenal.
Cakra memasangkan celemek di badan Clara. Cakra yang tepat berada dibelakang Clara memegang tangan Clara dan menuntun tangannya untuk memotong beberapa sayuran.
Clara terlihat gugup jantungnya kembali berdegup lebih cepat dari biasanya. Clara bisa mencium aroma parfum dari tubuh Cakra yang baginya itu adalah parfum paling harum yang pernah dia cium.
"Mengapa aku merasa dia begitu romantis sekarang?" Clara membatin dan jantungnya masih berdetak kencang.
"Itukan kamu bisa melakukannya." Cakra sudah melepaskan tangannya.
"Iya mas, ternyata tidak terlalu sulit." Clara berusaha untuk terlihat tenang tetapi sebenarnya dia sangat tegang apabila Cakra memeluknya.
"Mengapa kamu menatapku seperti itu?" Cakra berbicara tetapi matanya fokus dengan masakannya.
"Eh astaga ternyata dia memperhatikanku." Clara sangat terkejut.
"Hehehe tidak mas, kamu terlihat keren dengan celemek itu." Clara berbicara sambil memperbaiki rambutnya yang sudah terjatuh kedepan.
Cakra mendekati Clara yang masih terpaku melihatnya.
"Benarkah aku terlihat keren..?" Cakra sudah melingkarkan tangannya ketubuh Clara.
"Hmm." Clara hanya menganggukkan kepalanya.
Cakra menatap Clara dengan penuh hasrat. Cakra mulai ******* bibirnya dengan lembut tapi kali ini dia juga ikut terhanyut dalam keheningan yang diciptakan oleh Cakra. Clara menjinjitkan kakinya agar tubuhnya bisa setara dengan Cakra. Dan untuk waktu yang lama mereka berciuman didapur selanjutnya
pasti kalian sudah mengetahuinya.
HAPPY READING GUYS.. SEMOGA BISA SUKA DENGAN NOVEL INI. TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR DAN LIKE 😍😍.
.